QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 10


__ADS_3

rutinitas kantor alexa di pagi hari...


di ruangan alexa..


"sha, mungkin setelah makan siang aku akan pergi ke suatu tempat. tolong kamu teruskan pekerjaan yg nanti tidak sempat aku selesaikan."


"baik nona..."


jawab masha sedikit penasaran akan tujuan bossnya itu nanti siang.


"apa... aku tidak perlu ikut..!?" sambung masha bertanya ragu.


"tidak usah..., sebenarnya-"


tok..tok..tok...


belum sempat alexa menyelesaikan perkataannya, terdengar ketukkan pintu dari seseorang.


"permisi... apa aku boleh masuk..!?"


terdengar suara seorang wanita muda dari balik pintu.


"silahkan masuk." ucap masha menjawab.


ceklek....


suara pintu terbuka, dan tampaklah wanita itu yg ternyata sherly.


"kamu sudah datang rupanya" lirih alexa yg sudah tahu siapa tamu yg datang pagi2 sekali ke kantornya.


"ya... mau bagaimana lagi... ibuku ingin aku segera mencari pengalaman tentang bisnis, agar kelak aku bisa menjadi pebisnis handal ketika menggantikannya"


ucap sherly menekankan kata kata nya, sehingga membuat alexa mengernyit.


"apa maksudmu !?" tanya alexa.


"mmmm.... bukan apa apa... apa sebaiknya kita memulai interview nya sekarang nona alexa..!?"


tanya sherly yg sedikit tersenyum licik sekilas sambil membathin.


" bersenang senanglah alexa... tapi setelah aku masuk di perusahaan ini, aku yg akan menggantikan posisimu disini... sama seperti aku merebut posisimu dari wanita yg kau sebut ibu itu..."


" hmhm... baiklah.. ayo kita mulai.. "


jawab alexa yg mulai merasa aneh dengan gelagat sherly.


beberapa tahun hidup dengan sherly, membuat alexa paham betul dengan sifat adik tirinya itu, yg tidak pernah bisa mundur, jika ada sesuatu yg di ingininya.


beberapa waktu berlalu...


"bagaimana...!? apa aku di terima..!?"


tanya sherli dengan senyum pura pura.


"hmhm.... kau akan aku posisikan di divisi keuangan sebagai wakil kepala bagian.. karna hanya posisi itu yg kosong semenjak orang yg sebelumnya mengundurkan diri"


kata alexa dengan sedikit penekanan.


"kau juga sudah boleh mulai bekerja hari ini, masha yg akan mengantarkanmu ke ruangan"


sambung alexa lagi sambil melirik masha dan mendapat anggukan dari sherly dan langsung berdiri mengekori masha yg sudah berjalan menuju pintu.


drrt...


(ponsel alexa sekali bergetar pertanda ada notif pesan yg masuk)


*M**r. ice*


"apa kau sedang sibuk !?"


Mrs. galak


"tidak terlalu.. ada apa..!?"


Mr. ice


"makan siang denganku"


Mrs. galak


"apakah kau tidak Banyak pekerjaan, sehingga harus makan denganku..?"


Mr. ice

__ADS_1


"aku jemput kau nanti di kantormu"


Mrs. galak


"hhuufft...dasar kau...😠 "


baiklah..." 🥴🤦


di duarte corporation


tampak arlen senyum2 sendiri, membaca balasan terakhir alexa yg memakai emot kesal...


"kau sangat menggemaskan jika sedang kesal nona... dan itu membuatku ingin segera memilikimu..."


bathin arlen yg kembali tersenyum, dan segera mengganti nama kontak alexa dari Mrs. galak, menjadi lexa mine🖤.


david yg melihat boss nya itu senyum2 sendiri, menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yg dilihatnya.


balik ke drash corporation


entah kenapa, setelah mendapat ajakan makan siang dari arlen, alexa tiba2 seperti mendapatkan mood nya kembali setelah mood nya tiba2 menurun ketika berhadapan dengan sherly.


alexa dengan cekatan, langsung menyelesaikan pekerjaannya tepat jam setengah dua belas siang.


karna 10 menit lagi, arlen akan menjemputnya.


dia sendiri tidak percaya dengan apa yg di lakukannya pasalnya tadi, dia sudah berpesan pada masha agar melanjutkan pekerjaannya yg dia pikir tidak akan selesai sebelum jam makan siang. tapi nyatanya berbeda.


"kenapa denganku.... apa aku telah menyukainya.. ! tapi, apa secepat ini ! memang sih.. dia pria satu satunya yg berhasil membuatku salah tingkah di depannya... bahkan dia yg sudah mengambil ciuman pertamaku walaupun tidak di sengaja...!"


lirih alexa yg mengacak pelan rambutnya.


*ddrrttt....ddrrttt...


**Mr. ice ( in calling*** )...


"hallo..."


"aku sudah di bawah.. turunlah.. aku menunggumu.."


"baiklah... aku segera turun.."


mendapat telpon dari arlen, membuat alexa langsung melangkahkan kakinya untuk segera bertemu dengan pria yg membuat jantungnya berdetak kencang.


saat tiba di depan loby utama, mata alexa nampak terkesiap saat melihat arlen yg bersandar di badan mobil sambil tangannya di masukkan ke saku celananya dengan tatapan begitu terpukau saat melihat alexa berjalan ke arahnya dengan senyum merekah.


saat tiba di restoran, keduanya langsung di sambut dengan hangat dan penuh hormat.


manager di tempat itu, langsung mempersilahkan keduanya menuju private room.


alexa yg melihat itu, bingung sendiri karna baru kali ini arlen memesan ruangan privat hanya untuk makan siang.


saat ini, mereka sudah duduk berhadapan.. keduanya tampak canggung. tapi, mereka langsung menepis kecanggungan itu sehingga arlen mengangkat pembicaraan.


"ehem.... mungkin sekarang kamu bingung saat aku membawamu ke tempat ini... sebenarnya.... selain makan siang, ada yg ingin aku sampaikan...!"


ucap arlen pelan, sambil menatap manik indah alexa yg sudah merasa gugup dengan kata2 arlen.


"ada apa Al... !?" lirih alexa.


alexa tampak tertegun, saat arlen berdiri dan hendak menghampirinya. saat arlen sudah ada di depan alexa, tiba tiba arlen bertumpuh di depan alexa dan merogoh sakunya langsung mengeluarkan sebuah benda persegi empat kecil berwarna biru, di bukanya kotak itu dan mengeluarkan benda cantik dari dalamnya.


*"alexa would you be my lover.. !???"*


deg


jantung alexa berdebar tak karuan alexa tampak menganga dan menutup mulutnya tak percaya dengan yg ada di depannya sekarang.


dia langsung berdiri tak mampu berkata.... kata katanya seakan tercekat di tenggorokan...


seakan tidak bisa bernafas teratur dengan kejutan yg tidak pernah terlintas di pikirannya... seorang arlen alger duarte memintanya menjadi kekasihnya... !? apa ini nyata... !?


alexa langsung tersadar dengan pikirannya yg tidak bisa menganggap di depannya hanya ilusi semata...


dia mengangkat tangan arlen agar segera berdiri..


"apa yg kau lakukan..!? apa kau sedang bercanda Al..!?"


ucap alexa yg masih mencoba meyakini dirinya untuk jangan dulu terlihat senang.


"aku tidak sedang bercanda lexa... aku memang bukan pria yg romantis... tapi... aku mencoba belajar menyiapkan semua ini hanya untuk moment indah saat ini.... aku.... aku sebenarnya sudah menyukaimu sejak kita baru bertemu".


jadi... apa jawabanmu..!?

__ADS_1


lirih arlen yg masih penasaran dengan jawaban alexa dan terlihat sedikit kegugupan dari wajah sang ceo itu.


alexa tampak tersenyum ia maju selangkah, dan menjulurkan tangannya ke hadapan arlen. arlen yg belum mengerti, hanya mengernyitkan alisnya membuat alexa terkekeh...


"apa kau hanya ingin memegang cincin itu !? lalu untuk apa kau menunjukkan padaku..!?"


ucap alexa.. yg langsung membuat arlen mengerti...


"apa itu artinya....!?


tanya arlen yg langsung mendapat anggukan dari alexa.


arlen tersenyum dan langsung memakaikan cincin berlian itu ke jari manis alexa. dengan segera, ia langsung mengecup punggung tangan alexa membuat alexa tersipu dengan wajah merona.


melihat itu, arlen langsung mendekap tubuh alexa ke pelukkannya ia merasa gemas dengan wajah alexa ketika sedang merona.


"terima kasih.."


lirih arlen yg masih memeluk alexa.


"untuk!?" tanya alexa.


"untuk bersedia menjadi kekasihku"


jawab arlen


"ia... sebenarnya.. aku juga sudah menyukaimu"


lirih alexa yg menenggelamkan kepalanya di dada bidang arlen karna malu dengan pengakuan cintanya.


arlen terkekeh dengan respond alexa, dia melonggarkan pelukan mereka mengusap wajah alexa dengan jemarinya dan berkata.


"i love you ..."


"i love you too..."


balas alexa kembali tersipu....


"permisi tuan... nona.. makanannya sudah siap"


ucap manager yg menyambut mereka ketika sampai.


"hmhm.. baiklah... sekarang kita segera makan... maaf menunda makan siangmu hingga hampir terlewat..." ucap arlen dengan wajah bersalah.


"tidak apa apa Al... aku juga belum terlalu lapar tadi.. dan sekarang adalah waktu yg pas.."


ucap alexa yg mulai memakan makanannya dengan perasaan bahagia begitupun dengan arlen yg terus menatap alexa tanpa berpaling sedikitpun.


"kenapa kau menatapku seperti itu..!? aku jadi risih Al....."


ucap alexa yg kembali bersemu merah.


"kau adalah pemandangan yg menyilaukan... membuat aku enggan melihat ke arah lain.."


ucap arlen berkata dengan terus menatap lekat wajah kekasih yg baru di miliki nya itu.


"kau belajar dari mana caranya menggombal...!? ini sepertinya bukan dirimu ..."


arlen kembali terkekeh dengan pernyataan alexa.


"sudah.... lanjutkan makannya...setelah ini aku akan mengantarkanmu ke kantormu"


ucap arlen..


"tidak Al.... setelah ini.. aku akan ke suatu tempat..


"kemana..!?"


"ke rumah ibuku... aku harus mencari tahu titik permasalahan yg telah menjadi jurang di antara hubunganku dan ibuku."


"baiklah... aku akan mengantarmu".


"tapi Al..."!


"tidak ada penolakan sayang...."


bantah arlen yg membuat alexa mengerjap, kembali tersipu dengan panggilan sayang dari mulut arlen.


"hmhm.... baiklah....."


pasrah alexa mengalah dan mengerucutkan bibirnya sedikit kesal dengan keras kepala arlen.


"jangan cemberut seperti itu... ku cium nanti ! "

__ADS_1


ucap arlen dengan santainya sementara alexa terlihat sedikit melotot dan menelan salivanya berat dengan perkataan arlen yg tidak ada malunya walaupun sedikit.


bersambung 🙏🙏🥰🥰


__ADS_2