
seakan lupa dengan luka di hatinya, alexa saat ini terlihat berbinar cerah saat arlen yg mencoba menghibur alexa dengan memberikan perhatian lebih untuknya.... arlen yg tidak biasa banyak bicara, tiba2 saat ini entah apa saja yg mereka obrolkan hingga membuat keduanya tertawa nyaring... untung saja, apartemen arlen terletak di lantai paling atas gedung itu dan hanya dia menjadi penghuni di lantai tersebut. jadi, tidak ada yg akan mendengar kehebohan yg terjadi di unit itu.
"sayaang, sudah... stop, aku sampai sakit perut mendengar leluconmu itu... hahaha...."
alexa tertawa terpingkal, membuat arlen tersenyum senang karna dia sangat paham apa yg terjadi dengan alexa hari ini. hari yg berat untuk di lewati seorang putri yg dibuang ibu kandungnya.
"hmhm... sayaang... teruslah bahagia seperti ini... aku suka melihatnya..."
ucap arlen yg membuat alexa menghentikan tawanya dan merubahnya dengan sebuah senyuman manis dari bibirnya.
"walaupun pertemuan kita belum lama, tapi... aku sejujurnya, merasa nyaman di dekatmu... aku berharap, kau selalu ada untukku..."
lirih alexa yg kemudian memeluk arlen dengan sayang.
"harusnya aku yg bilang seperti itu sayaang.... "
balas arlen yg mengeratkan pelukan mereka.
tiba di apartemen alexa
saat ini alexa sudah berada di apartemen nya setelah di antar arlen. bersandar di sandaran ranjang, sambil memikirkan sesuatu.
"hhuufftt..... hari ini sangat lelah.. ibu yg sudah tidak menganggapku lagi, dan ketemu dengan perempuan yg tergila gila pada Al...'uuuhhh... membuatku kesal saja dengan hari ini"
ucap alexa frustasi sambil mengacak rambutnya sendiri.
tak terasa alexa sudah terlelap, saking sibuk pikirannya yg terus memikirkan masalah yg datang di hidupnya.
keesokan harinya...
alexa langsung bergegas ke parkiran, dan mengeluarkan mobilnya yg lain, mobil yg hanya di pakainya saat mobil kesayangannya bermasalah.
saat ini, alexa berniat ingin ke rumah masha bertemu dengan bibi dan pamannya hanya untuk sekedar bercerita sedikit tentang hubungannya dengan sang kekasih. sebelum dia ke kantornya.
tiba2 alexa merasakan ada yg aneh dengan jalan yg sekarang dia lewati. tampak sunyi tak ada satupun kendaraan yg berlalu lalang.
cckkiiiittt. !!
suara ban mobil alexa saat dia rem mendadak.
seperti dugaannya tadi, kalau jalan ini sudah di sabotase. tapi, siapa...!?
terlihat empat pria yg memakai pakaian hitam hitam, tidak lupa juga penutup kepala yg menutupi seluruh wajahnya juga.
"hhuufftt... apa aku harus meladeni mereka. ! aku bahkan capek saat ini..."
ucap alexa masih di dalam mobil.
terdengar suara ketukan pintu mobil alexa, saat salah satu pria tadi mendekat dan menggedor pintu mobil alexa dengan kuat.
cih,. !!
alexa langsung keluar, setelah berdecih.
"siapa kalian !? dan apa ini..!? kalian membuang waktuku saja"
__ADS_1
gerutu alexa yg menatap tajam orang2 itu.
"punya nyali juga kau nona cantik..."
ucap salah satu pria
"cih, orang2 seperti kalian hanya menggangguku saja..."
kata alexa yg mulai geram..
seketika itu saja, para pria tadi menyerang alexa..
bugh
krak
srek
alexa berputar menendang, hingga tubuh pria2 itu terhuyung ke belakang.
belum sepenuhnya bangkit dari keterjutan mereka, alexa kembali menyusulkan pukulan yg mengandung kekuatan penuh telak di dada mereka masing masing, hingga mereka jatuh terlempar ke belakang.
alexa mendekat, tapi mereka masih berdiri dan menyerang kembali. alexa menangkis serangan mereka, lalu melawan dengan gerakan yg sangat apik tak terkalahkan.
alexa menyerang balik, dan memberi pukulan tepat di bagian2 tubuh mereka yg bisa memberikan mereka rasa yg sangat menyakitkan.
alexa kembali mendekat, dan merampas ponsel dari salah satu pria yg menyerangnya karna menimbulkan bunyi seseorang memanggil.
alexa melihat nama pemanggil, dan mengangkatnya tapi dia tidak bersuara.
seringai yg di perlihatkan alexa, membuat para preman itu semakin ketakutan dan mencoba bangkit dengan susah payah, kemudian menyeret langkah mereka ke mobil yg mereka gunakan.
alexa menarik nafas kasar, dan kembali ke mobilnya hendak melanjutkan perjalanannya.
dengan perasaan yg kembali tak menentu alexa memikirkan orang yg ada di balik penyerangannya.
"kau sudah berani melakukan hal yg di luar batas... jangan menyalahkanku untuk setiap kesakitan yg nanti akan kau terima..."
lirih alexa yg terus menjalankan kemudinya menuju kediaman bibi dan pamannya.
sesampainya alexa, dia langsung masuk dan menyapa bibi, paman, serta masha yg baru selesai sarapan.
"selamat pagi semua...."
sapa alexa dengan girang dan ceria. dia tidak ingin menunjukkan rasa kesal yg dia dapatkan di perjalanan tadi kepada paman dan bibinya.
"selamat pagi alexa sayaang.... bibi sangat merindukanmu..."
balas bibi alexa yg kemudian memeluknya dengan sayang.
begitu juga dengan pamannya yg selama ini menjadi keluarga yg nyaman dan mampu memberikan alexa semangat untuk mengatasi segala masalah.
tapi, sikap alexa tidak bisa di tutupi di depan masha.... masha yg setiap hari bersama alexa, selalu mengerti dengan senyum paksa, atau senyum sebenarnya yg tergambar di wajah sepupu sekaligus atasannya itu.
"sepertinya ada yg sangat sangat penting sehingga keponakanku ini berkunjung ke kediaman paman...."
__ADS_1
ucap paman alexa, ayah masha.
"ih.. paman.... tau saja lexa ada urusan penting datang kemari..."
jawab alexa yg tersenyum.
"ayo ke ruang keluarga... kita mengobrol disana ... kaliankan boss perusahaan, jadi skali2 terlambat, tak apa2 kan.."
ucap bibi alexa yg menarik tangan alexa dan masha, di ikuti pamannya.
"tidak begitu juga mom.... kami sangat banyak pekerjaan..."
ucap masha.
"tidak apa sha, anggap saja kita sedang bekerja sekarang"
ucap alexa yg melihat masha dan mengedipkan matanya.
"hmhm... baiklah...."
balas masha dan mulai duduk dengan tenang.
"katakan sayaang... hal penting apa yg ingin kau katakan..."
"mmmm.... aku akan menikah..."
ucap alexa pelan.
"menikah...!? dengan siapa sayang... jangan bercanda lexa.... pria mana yg mencairkan hatimu ...."
ucap bibi alexa sambil tersenyum dan melirik masha.
"mom.... masha bukannya tidak mau memberitahu... tapi... lexa yg larang... katanya nanti dia yg memberi tahu langsung"
ucap masha yg mengerti lirikan mommynya.
"begini saja.... aku akan datang lagi setelah pulang dari kantor. aku akan mengajaknya kesini. bibi dan paman akan melihatnya langsung."
ucap alexa dengan yakin, dan mulai berdiri.
"baiklah kalau begitu... paman akan melihat calon suami yg mampu meluluhkan hati putri paman ini"
ucap paman alexa yg ikut berdiri, dan memeluk alexa dengan sayang.
"terima kasih paman.... terima kasih untuk selalu berada di dekat ayah dulu... dan memperlakukanku dengan penuh cinta dan kasih sayang"
ucap alexa yg menitikkan air mata.
"hey... jangan menangis sayaang.... paman ini sudah seperti ayahmu.... ayahmu kakak paman, dan kau putri paman."
ucap paman alexa melepaskan pelukan mereka, dan mengusap air mata alexa.
masha dan mommynya ikut terharu dengan suasana itu tanpa sadar mereka juga ikut menitikkan air mata. mengingat perjuangan alexa yg merindukkan hangatnya perlakuan seorang ibu... itu tidaklah mudah... itulah yg membuat bibi alexa mencurahkan kasih sayang kepada alexa... kebaikan ayah alexa kepada mereka, tidak akan terbalaskan pikir mereka.
bersambung🙏🙏🙏🙏
__ADS_1