QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 27


__ADS_3

dan pada keesokan harinya mereka pindah...


tapi, mereka tidak membawa barang apa2 hanya tubuh mereka masing masing yg di bawah, mengingat perabot rumah yg sangat sangat lengkap, begitu juga dengan pakaian yg serba mewah yg sudah di siapkan arlen sebelum mereka menikah.


di tengah perjalanan mereka..


"sayang... kurasa, inilah saatnya kau mengizinkanku untuk mencampuri apa yg sudah menjadi urusanmu."


ucap arlen yg tetap fokus pada jalan yg mereka lewati


"hem... sekarang terserah kamu Al.. aku yakin apapun yg kau lakukan nantinya, itu yg terbaik .."


balas alexa yg membuat arlen tersenyum dan mengacak rambut alexa pelan.


tapi kemudian arlen berubah menyeringai...


dan seringai yg ditunjukan itu, membuat alexa mengangkat kedua alisnya..


"sepertinya kita harus berolahraga lagi sayang... tamu kita cukup banyak saat ini.."


ucap arlen yg membuat alexa menoleh dan memutar badannya menghadap ke belakang.


"hhufft... sepertinya begitu tuan.."


jawab alexa yg mencepol rambutnya ke atas dan menambah kesan seksi di mata suaminya...


arlen hanya menggelengkan kepala melihat tingkah alexa yg semakin bar bar jika berhadapan dengan situasi seperti ini.


tepat di jalan yg lurus dan sepi, mobil arlen sengaja di pelankan, agar beberapa mobil yg mengikuti mereka sejak tadi, bisa mendahului mobil arlen.


dan benar dugaan arlen, lima buah mobil hitam mewah, menyalip mobilnya dan sengaja berhenti menghalangi jalan.


"ck, kali ini siapa yg menginginkan nyawa kita... orang lama, atau pendatang baru...!"


kata alexa yg mengambil senjata dari balik gaunnya..


"kau tidak lupa dengan itu sayang..!?"


tanya arlen yg sedikit terkejut dengan kesiapan istrinya di segala kondisi..


"kalau tidak ada ini, rasanya ada yg kurang sayaang..."


ucap alexa yg bersimrik...


"i love you wife..."


ucap arlen yg gemas dengan tingkah istrinya dan menghadiahkan kecupan di kening alexa.


"i love you too hubby.."


balas alexa.... dan membuat arlen tersenyum dan langsung menekan sebuah tombol yg berada di bawah kursi kemudi, dan tiba tiba kursi penumpang yg berada di belakang mereka terbuka dan terlihat banyak senjata di dalamnya dengan berbagai tipe dan ukuran.


mata alexa terbelalak melihat itu..


"apa semua ini Al ...!?"


"itu hanya sedikit koleksiku yang..."

__ADS_1


"ini bukan sedikit tuan arlen.... bagaimana ini semua bisa berada di sini..."


ucap alexa yg terlihat bingung..


"hey,hey, sayaang.... aku memakai ini semua jika dalam keadaan darurat, seperti sekarang ini....." ucap arlen yg mengerti dengan kebingungan alexa dan menangkup wajahnya dengan lembut di sertai kecupan singkat di bibir istrinya.


" hmhm....baiklah.... ayo keluar...."


"apa kau tidak menunggu saja di mobil !?"


"mana bisa.... aku bahkan sangat menantikan saat ini..."


"hhuftt... tapi ingat, harus waspada sayang..."


"iya....iya.... bawel..."


ucap alexa mengecup pipi arlen... tentu saja itu menjadi moodbuster bagi arlen yg sangat menyukainya.


dan disinilah mereka berdua saat ini, duduk berdampingan di kap mesin saling berhadapan dengan dua puluh pria bertubuh kekar yg menatap sepasang suami istri di depan mereka dengan tatapan membunuh... tapi, tentu saja tatapan mereka masih kalah jauh dengan tatapan suami istri yg masih anteng dengan posisi mereka tadi.


"sebaiknya anda berdua menyerahkan diri sekarang karena kalian sudah tidak bisa apa apa sekarang... haha..."


ucap salah satu pria itu yg terlihat seperti ketua mereka dengan sombong karena mereka melihat jumlah mereka melebihi jumlah lawan yg mereka hadang.


"ck, apa kalian habis pekerjaan hingga membuang waktu dengan sia sia..!?"


ucap alexa geram, sementara arlen masih menyimak dengan wajah dingin dan datar...


"pedas juga mulutmu nona cantik... apa waktumu bisa dipakai bersamaku nanti malam..!?"


ucap pria itu lagi, dan sekejap saja terdengar teriakan dari mulutnya, " aaahhkkk shhiitt "


ya, pisau itu dari arlen... arlen langsung tersulut emosi ketika mendengar perkataan ketua dari kelompok pembuat onar yg menghadang mereka.


dengan kecepatan yg sangat apik, arlen maju dengan pistol ditangan kanannya, dan pisau sedang di tangan kirinya..


door


door


srek


door


sreek


arlen dengan gerakan yg sangat mumpuni, membabat habis orang orang yg sok jagoan itu..


bahkan, mereka seperti tersihir tidak ada perlawanan hingga tewas seketika....sungguh di luar dugaan, sampai sampai alexa menganga dengan apa yg baru saja dia lihat, ini pertama kalinya dia melihat keganasan suaminya...


dan yg tersisa hanya satu orang yaitu pria yg menyandang ketua mereka. terlihat pria itu mencucurkan keringat dingin melihat pemandangan yg sangat di luar ekspetasinya...


dia tidak menyangka, anak buahnya dalam sekejap tewas seketika tanpa perlawanan.. bahkan semua alat yg mereka siapkan, hanya sia sia saja.... tidak terpakai sedikitpun..


arlen melangkahkan kakinya menuju pria itu yg terduduk tak berdaya dengan tubuh yg bergetar hebat merasa sangat ketakutan, saat arlen mendekatinya dan membisikkan sesuatu...


"black tiger"

__ADS_1


pria yg mendengar nama kelompok itu, melotot dan tampak semakin ketakutan, dia semakin bergetar tak karuan...


tidak percaya dengan apa yg dia dengar barusan dari mulut arlen...


"si-siapa kau sebenarnya...!?"


tanya pria itu dengan terbata...


"apa aku harus menjawabnya..!? bahkan aku sudah menyiapkan pertanyaan untukmu.."


ucap arlen yg menekan pisau yg masih tertancap di kaki pria itu.


"aahhkkkk sakit.... ampun...ampuni aku tuan...k-kau ti-tidak perlu menjawabnya... si-silahkan bertanya saja apapun itu... ahkkk !!"


teriak pria itu yg memucat akibat banyak kehilangan darah..


"siapa yg menyuruhmu !?"


bukan arlen yg bertanya, tapi alexa yg sudah berdiri di belakang arlen dengan tatapan mematikan.


"aku tidak tahu...aku hanya mendapat perintah melalui telphone... aku tidak pernah bertemu dengannya.."


ucap pria itu yg melemah...


dan arlen langsung mengambil ponsel pria itu dan menarik jari pria itu untuk menggunakan sidik jarinya sebagai kunci ponsel dari pria yg sedikit lagi tidak sadarkan diri mungkin.


tapi, dia hanya melihat nomor baru yg menjadi pemanggil terakhir dari pria itu.


arlen langsung mengantongi ponsel itu, untuk dia cari tahu siapa dalang dari kejadian ini.


saat itu juga, arlen merogoh sakunya untuk menelepon seseorang, sementara alexa mengamati suaminya dengan perasaan yg tak menentu...


banyak sekali pertanyaan yg terlintas di pikirannya tentang semua yg dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


cara arlen melawan para preman itu, bukan seperti kebanyakan orang..


bahkan alexa yg mempunyai ilmu bela diri tinggi, tidak akan bisa mengimbangi cara arlen melawan musuhnya.


bahkan aura yg keluar dari tubuhnya saat bertempur, sudah bisa membuat orang bergetar ketakutan melihatnya.


"sayaang.... ada apa...!?"


tanya arlen yg sudah kembali ke mode hangat sambil membelai pipi alexa. melihat alexa yg melamun.


lamunan alexa buyar, saat arlen menyentuh pipinya.


"kamu kenapa...!?"


tanya arlen lagi....


"tidak apa apa... ayo kita pulang... aku merasa capek dengan situasi hari ini.."


arlen yg sangat paham dengan kegelisahan istrinya, tampak menganggukan kepala dan menuntun langkah istrinya memasuki kembali mobil mewah miliknya. sementara pria tadi, sudah tewas di tempat itu akibat kehilangan begitu banyak darah...


arlen kembali mengemudi dengan perasaan sedikit was was...


dia tahu isi pikiran istrinya yg mungkin khawatir dengan yg dia lihat hari ini.

__ADS_1


tapi, hingga mereka memasuki pekarangan mansion baru mereka, alexa tidak mengeluarkan sepatah katapun.


membuat arlen merasa bersalah, menutupi suatu hal yg sangat penting tentang jati dirinya....


__ADS_2