
"brengsek...!!! sudah cukup aku menunggu dan berdiam diri...
kita lihat nanti, apa kamu akan terus bahagia bersamanya... kau milikku alexa sayang...."
kemarahan dan disusul seringai jahat muncul dari bibir seorang pria tampan yg memiliki lesung pipi sambil matanya menatap intens foto cantik seorang wanita di layar ponselnya.
"maaf saya mengganggu tuan, orang kita sudah berhasil masuk di perusahaan itu..... sebentar lagi dia akan kemari memberikan laporan langsung.."
nampak seorang pria tinggi memasuki ruangan yg sedikit gelap, dimana tuannya menghabiskan waktu untuk menatap foto kenangan di sebuah album dan ponselnya, memberikan laporan tentang rencana yg beberapa kali gagal.
"cih, tanya dulu laporan apa yg akan dia berikan... jangan sampai dia membawa berita buruk...!! kepalanya yg menjadi taruhan..!"
ujar pria tampan itu, dengan di iringi senyum licik.
"arlen alger duarte... kita akan lihat, bagaimana kau akan memohon belas kasih dariku....cuih..!"
*
*
*
ting..tong...ting..tong..
suara bell mansion utama yg di tekan seseorang..
"lama banget bukanya ya tuhan..."
gerutu seorang wanita yg entah sejak kapan sudah berada di depan pintu megah itu.
ceklek...
pintu di buka oleh salah satu pelayan yg berada di mansion itu.
"permisi.. kak alexa nya ada..!?"
tanya wanita itu yg tidak lain adalah masha.
"eh... maaf lama buka pintunya nona... nyonya ada di dalam bersama tuan... ada di ruang keluarga... silahkan..."
ucap pelayan sambil membungkuk mempersilahkan.
masha melangkahkan kakinya hendak menemui alexa tapi langkahnya terhenti saat menyadari sesuatu.
"eheemm... permisi mbak... boleh anterin saya..!? aku nggak tau ruangannya.."
ucap masha yg baru pertama kali ke mansion itu.
"baik nona... mari ikuti saya..."
"ini ruangannya... silahkan masuk.."
masha masuk ke ruangan itu tapi takutnya mengganggu, hingga dia mencoba bersuara memanggil alexa.
"kak...kak alexa..."
"eh, kamu sha...!? kenapa nggak bilang mau kesini..!? ayo sini duduk..."
"eh iya kak... selamat malam kakak, kakak ipar..."
"malam..."
balas arlen..
"kak, udah tahu belum billy resign..!? tapi, surat pengunduran dirinya di kasih sama teman satu divisinya..."
ucap masha hati hati dengan ekspresi alexa..
"aku baru tahu dari kamu... mmm... memang apa alasannya resign !? bukannya dia semangat banget kerjanya !? rajin lagi... dia tuh satu satunya andalan aku di divisinya setelah gery di pindahkan..."
"aku juga kurang tahu sih kak... tapi, karena aku ketemu dia pas di mall, jadi aku ingat tentang pengunduran dirinya... aku langsung kesini deh ngasi tahu kakak...kayaknya ada yg di sembunyiin dia deh.. pas dia liat aku, kayak lain ajaa.. nggak seperti biasanya..."
masha mencoba menjelaskan tentang billy yg dia jumpai saat jalan bersama david.
apalagi, saat lihat david bersama masha, membuat billy merasa tidak enak sangat kentara menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
"ya udah... kamu telphone gery deh, bilang ke dia untuk datang ke sini.. biar perusahaan yg di negara xxx di tangani sama orang kepercayaannya" .
saran alexa sedangkan arlen dengan setia mendengar permasalahan istrinya.
dan masha dengan anggukan kepalanya mengerti dengan perintah sang kakak sepupu.
"kamu udah makan..!?"
sambung alexa kembali.
"udah... dinner sama da....-"
ucapan masha terhenti, merasa malu dengan arlen jika harus memberi tahu tentang david dan dirinya yg dinner berduaan.
"sama siapa..!?"
tanya alexa yg penasaran.
"sama aku.... malam kak, kakak ipar.."
sapa seorang pria yg sebenarnya menjadi objek pertanyaan alexa.
gila, terang amat sih tuh mulut...
masha menggerutu di bathinnya, sementara alexa mengulum senyumnya melihat wajah masha yg memerah... dia berpikir ini saat yg pas untuk sedikit menggoda masha.
"malam david... oohh ternyata kalian yg dinner berduaan... dan la-"
"di restorant mall kok kak, banyak orang, bukan cuma berduaan aja..."
belum selesai alexa bicara, masha langsung memotongnya...
"belum selesai aku bicara juga.. udah di potong adjaa...maksudnya berduaan dan lain lain..."
balas alexa tersenyum jail.
masha semakin malu hendak melihat ke arah lain untuk menyembunyikan rasa malunya.
"udahlah kak, nggak penting juga untuk di bahas"
ujar alexa yg mendapat pelototan dari masha.
"kalian jalan bareng..!? sejak kapan !?"
arlen bertanya membuat lidah masha keluh untuk sekedar menjawab.
"e- emm.... itu... nggak sengaja ketemu kak.."
akhirnya masha menjawabnya.
"nggak sengaja ketemu, tapi sengaja jalan berduaan...!??"
goda alexa lagii...
"kakak......"
cicit masha dengan nada manja... membuat alexa tertawa... keluarlah sifat absurd masha jika bersama alexa.. tapi kali ini berbeda, ada arlen dan david.. mungkin rasa malunya bisa dia tutupi dengan cara itu..
arlen dan david hanya menggelengkan kepala melihat mereka berdua.
hingga kedua pria itu berpindah ke ruang kerja arlen meninggalkan kedua wanita yg belum berhenti untuk saling menjahili.
"vid, kamu kenal dengan laki laki yg bernama billy..!? dia kepala keuangan di perusahaan istriku.. tapi, aku dengar dari masha tadi jika dia sudah resign entah apa alasannya"
"aku sedikit mengenalnya... tadi aku sudah mencoba untuk menyelidiki tentangnya... namun alasan dia resign yg buat aku bingung pasalnya, tidak ada masalah dengan keluarganya... tapi, setelah aku dan masha berpisah dari parkiran mall, tidak sengaja aku melihat dia bertemu seseorang yg tidak di kenali... baju serba hitam, topi, dan juga masker yg dipakainya membuat aku tidak bisa mengenalnya... dan anehnya lagi, si billy itu terlihat ketakutan... jangan jangan ada orang yg mengancamnya.."
ujar david panjang lebar, membuat arlenpun penasaran dan sedikit curiga.
"hmhm... kalau begitu, retas cctv di parkiran mall yg kalian kunjungi.. besok berikan laporan itu padaku.."
"baik kak... kalau begitu, aku permisi sudah larut.."
ucap david seraya berdiri dari tempat duduknya.
"heemm..."
__ADS_1
arlen hanya berdehem sambil memikirkan pria yg bernama billy itu.
"vid,..."
belum sempat david keluar dari ruangan itu, arlen memanggilnya kembali.
"iya, ada apa kak..!?"
"jika sudah cocok, jangan lama lama, nanti di ambil orang..."
ujar arlen tersenyum mengejek kepada david yg melotot menyadari maksud dari ucapan atasan yg sudah di anggap kakak olehnya.
"heemmm..."
david hanya berdehem lalu keluar untuk pulang tidak ingin meladeni ejekan arlen.
"kakak ipar, aku pulang... sha, kamu menginap disini..!?"
"yah enggak lah... siapa yg mau jadi obat nyamuk...aku juga mau pulang"
"ohh... ya udah bareng aja, ini sudah larut.... nanti aku anterin sampe rumah kamu"
"tapi, aku bawah mobil..."
ujar masha yg mengangkat tangannya memperlihatkan kunci mobil yg di genggam.
"udah.... mobil kamu, nanti di antar sama anak buah arlen.., biar david yg nganterin kamu, takut ada yg culik kamu... gimana...!?"
ucap alexa yg sengaja menakuti masha.
"eh, iya deh... aku pulang kak..."
"iya... hati hati kalian..."
"iya kak..."
ucap keduanya berbarengan.
arlen keluar dari ruang kerjanya setelah david melajukan mobil sport nya menuju apartemen masha.
"sayang... mereka sudah pergi..!?"
tanya arlen yg memeluk alexa dari belakang dan menghirup dalam dalam wangi istri tersayang yg menjadi candu untuk nya.
"sudah.... aku ngantuk, tidur yuk..!?"
ajak alexa saat matanya di serang rasa kantuk, padahal cukup lama mereka tidur tadi.
"hmhm... ayo.."
balas arlen yg langsung menggendong alexa ala bridal style dan membawanya ke kamar mereka yg berada di lantai paling atas mansion itu... beruntung mansion A di lengkapi dengan lift. jadi, arlen tidak akan merasa capek jika harus menggendong istrinya setiap hari.
"aku mau ganti baju dulu.."
kata alexa saat arlen menurunkan dirinya di ranjang kamar mereka.
"buat apa ganti baju kalau harus di buka lagi..."
ujar arlen yg mencium bibir alexa.
"ish... mesum..!"
cibir alexa yg mencubit pinggang suaminya.
arlen hanya terkekeh, dan kemudian mendaratkan lagi ciuman di bibir alexa sambil m*****t nya serta tangan yg mulai melucuti semua kain yg membalut tubuh mereka berdua.
malam yg panjang bagi kedua insan yg sama sama menginginkan aktivitas yg membuat peluh membanjiri tubuh mereka.
vote, comment, like.....🙏🙏🙏
bisakan yahh...!? 🤭
vote 10 adjaa buat aku dari kalian, buat aku happy nggak ketulungan..🤭✌️😁
biar makin semangat aku upx😁🤭🥰
__ADS_1