
seperti janji mereka berdua, bahwa hari ini mereka akan pergi ke kantor arlen.
saat limison mewah arlen memasuki parkiran khusus ceo, security yg saat itu berjaga, langsung bergegas membukakan pintu untuk tuannya.
arlen langsung keluar, dan berputar hendak membukakan pintu untuk gadis yg duduk di kursi penumpang sampingnya.
alexa yg merasakan perlakuan arlen, hanya tersenyum bahagia sambil membalas uluran tangan arlen saat hendak keluar.
security yg ada di situ, tampak melongo dengan hal itu.
tapi, tidak lama ia menunduk hormat kepada kedua sejoli itu, dan kembali ke post jaganya.
ketika mereka berdua tiba di lobi utama, tampak karyawan yg berlalu lalang, karna pada saat itu, jam sudah menunjukkan waktunya makan siang.
tapi, detik berikutnya semua terpaku ikut melongo dengan yg mereka lihat, ceo mereka berjalan dengan aura yg menyilaukan di samping seorang gadis yg cantik, sexy, yg menunjukkan senyum manisnya membuat siapa saja iri dengannya.
"selamat siang presdir..."
sapa semua karyawan yg menunduk hormat saat arlen dan alexa melewati mereka hingga keduanya memasuki lift khusus ceo.
"wahh.... siapa gadis yg bersama presdir? apakah itu kekasihnya..?!"
"sepertinya begitu, mereka sangat serasi..."
"hhuwwaa.... pangeranku sudah menemukan permasyurinya.... pupus sudah harapanku.."
"tapi sepertinya gadis itu sangat familiar... tapi... dia siapa...?"
"hmhm... sudahlah, karyawan seperti kita tidak cocok dengan seorang presdir yg tidak terjangkau. cepat, sebelum jam makan siang berakhir, kalau ketahuan bergosip, tidak tahu apa yg akan terjadi dengan karir kita..."
"iya yah.... ayo.... ayo...."
begitulah percakapan beberapa karyawati yg mengidolakan presdir mereka.
namun, tidak ada yg bergosip di depan arlen ataupun david karna salah satu peraturan di perusahaan duarte corp, dilarang keras bergosip di dalam kantor walaupun jam istirahat. terkecuali di dalam kantin kantor tersebut.
saat kedua ceo itu sudah berada di ruangan arlen, mereka langsung duduk di sofa yg berada di ruangan itu.
"vid, keruanganku sekarang."
"baik boss"
ucap david membalas panggilan arlen di ponselnya.
setelah ketiganya telah berkumpul, david segera memasang flashdisk di laptop arlen. saat itu juga, sebuah rekaman terputar.
"sherli, kamu harus lebih dekat dengan ibu kamu.. jangan sampai kesempatan emas yg dinantikan ayah bertahun tahun, sirna begitu saja"
__ADS_1
"ayah tenang saja... gadis bodoh itu sudah tidak ada di rumah itu, bukankah itu kesempatan yg sangat baik untuk lebih menghasut ibu yg selalu percaya pada semua perkataanku?"
"ayah tidak meragukan kemampuanmu... tapi, sungguh sial, kenapa si drash itu, malah mewarisi kekayaannya hanya untuk putrinya, sedangkan ibunya itu hanya mendapatkan butik yg tidak seberapa di banding aset aset berharga lainnya. percuma aku membunuhnya, dan menciptakan skenario yg begitu bagus, kalau akhirnya kita tidak mendapatkan apapun"
begitulah isi rekaman yg ada di dalam flashdisk yg david perlihatkan.
sherly dan ayahnya lah yg menjadi akar dari kesirnaan kebahagiaan alexa.
saat itu juga, tubuh alexa limbung tersandar di sandaran sofa, dengan tatapan kosong tanpa ekspresi.
arlen yg melihatnyapun mengeraskan rahangnya, antara marah dan sedih.
arlen langsung mendekap alexa.
"sayaang... jangan seperti ini....menangislah jika itu membuatmu lega...jangan diam begini... membuatku khawatir"
saat itu juga bahu alexa bergetar... tangisnya pecah, dia tidak dapat menyembunyikan lagi kerapuhannya saat ini. bagaimana mungkin, seorang yg sudah di anggap keluarganya, mereka lah yg merenggut kebahagiaannya... bahkan saat usianya masih terlalu kecil untuk kehilangan kasih sayang seorang ayah.
"apa salahku..... hiks...hiks.. kenapa mereka merenggut orang yg menjadi segalanya bagiku....kenapa hanya karna harta mereka memisahkan seorang putri dengan ayahnya.....kalau mereka memberikan pilihan, dengan senang hati aku menukarkan semua harta dengan nyawa ayahku.....hiks...hiks...."
alexa terus menangis di dekapan arlen.... saat ini, rasanya ia ingin berteriak,.... meluapkan rasa sakit yg begitu perih di dadanya....terasa sesak... hingga membuatnya lemas... seakan tulang tulangnya tidak berfungsi lagi.
"sayaang.... sudah.... aku tidak kuat lagi melihat kamu terlalu lama bersedih....kamu tahukan, kalau ayah kamu sangat menyayangimu..!? dia akan bersedih jika melihat putri kesayangannya seperti ini"
ucap arlen mencoba menenangkan alexa yg masih berurai air mata.
ucap alexa yg terbata dengan air mata yg sudah mulai berhenti mengalir.
"kau sudah mengetahui akar dari permasalahannya... sekarang adalah tugasku untuk menjebloskan tua bangka itu ke tempat yg seharusnya...."
ucap arlen menyeringai dengan tatapan tajam dan dingin.
"vid, apa kau sudah memberi pelajaran padanya...!?"
tanya arlen kepada david yg masih setia bersama dengan boss nya itu.
"sebentar lagi dia pasti akan gila dengan perbuatannya sendiri tuan..."
ucap david ikut menyeringai dengan tatapan yg sulit di artikan. pasalnya, david mengirim setengah rekaman itu kepada ayah tiri alexa. mungkin sekarang ayah tirinya itu, sedang ketakutan dengan rekaman percakapannya dengan putrinya yg sudah dimiliki seseorang yg dia tidak tahu siapa.
arlen yg melihat akspresi david, hanya mengangkat bibirnya setengah melengkung.
ia sudah sangat paham dengan apa yg akan terjadi dengan ayah tiri alexa jika david sudah melancarkan aksinya.
"saya permisi tuan... masih ada pekerjaan yg harus saya selesaikan."
"pergilah... terima kasih vid, atas usahamu.."
__ADS_1
"sama sama tuan....saya permisi.."
ucap david sedikit membungkuk hormat dan pergi meninggalkan ruangan arlen.
"sayaang..."
panggil arlen pelan....
tidak ada sahutan dari gadis yg masih di dekapannya ternyata alexa sudah terlelap entah sejak kapan, arlen pun tidak menyadarinya.
arlen langsung menggendong tubuh alexa dan membawanya ke sebuah ruangan yg masih tersambung dengan ruangan kerjanya tempat arlen beristirahat jika terlalu penat beraktivitas. bahkan ruangan itu di lengkapi dengan ranjang, satu set sofa, lemari pakaian, dan mini bar yg mempermewah ruangan khusus itu.
arlen menurunkan tubuh alexa dengan hati hati di ranjangnya tidak ingin gadis itu terbangun.
"sayaang.... aku sangat mencintaimu... lupakan masalahmu....kembalilah ceria seperti saat kita baru bertemu...."
lirih arlen yg mengecup singkat dahi alexa yg begitu terlelap. hatinya merasa lelah dengan kesedihan yg di rasakannya.
arlen menyelimuti sebagian tubuh alexa dan kembali ke meja kerjanya hendak melanjutkan pekerjaan yg terhenti karna mendapat info dari seseorang, bahwa klien alexa tadi, adalah adik sepupunya Mark Davidson.
ddreett...dreett..
ponsel arlen bergetar...
"hallo..."
"hallo, Ar sayang..."
"ada apa mom..!?"
"mom tidak mengganggumu bukan..? mom hanya ingin sampaikan pesan kakekmu... sebentar malam kita akan dinner keluarga... tapi, jangan lupa ajak alexa yah!?"
"mmm... baik mom..."
"bagus.... ingat, jangan datang tanpa calon menantu mommy"
"iya...iya mom.... aku serasa anak angkat jika mommy sudah bersama calon istriku"
"hehe... sudah, kamu harap maklum mommy tidak memiliki putri"
"iya.... mommy sayaang...."
ucap arlen dan mematikan panggilan ponselnya.
***bersambung🙏🙏🙏🙏
jejaknya guys🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1