
alexa tampak geram tapi, dia mencoba santai..
"paman... paman tahukan alexa paling suka nonton film action... ternyata.... banyak yg bisa alexa tiru... termasuk bagaimana alat ini bekerja.."
kata alexa kepada pamannya yg semakin ketakutan...
alexa memandangi tang yg ada di tangannya dengan seringai jahat.
"ma-maafkan paman lexa... paman ti-tidak bermaksud mem-membunuh ay-ayahmu.."
lirih tn. jhon yg semakin lemah..
"terlambat paman... kita sudah masuk dalam permainan ini.... aku tidak ingin mengeluarkan paman sebelum game over.."
"ta-tapi.... aahhkk...!"
tiba tiba tn. jhon berteriak karna giginya di cabut alexa menggunakan tang..
"alexa, apa yg kau lakukan...hentikan..."
sherly berucap dengan susah payah..
"kau mau juga..? tenang adikku, setelah ayahmu, giliranmu akan tiba...hahaha..."
kata alexa sambil tertawa jahat membuat para pengawal merinding melihatnya..
"ternyata istri tuan, tidak kalah kejamnya dengan tuan arlen... waduh, celaka...pasangan yg sangat cocok... sama sama ganas jika membalaskan dendam..."
bathin salah satu pengawal yg melihat aksi dari alexa...
ini pertama kalinya mereka melihat alexa dari dekat..
biasanya mereka hanya melihatnya dari jauh, itupun atas perintah arlen yg menyuruh mereka mengawasi istrinya agar tidak ada orang yg macam macam dengannya.
shrek
khres..
suara pisau yg melukai wajah tn. jhon..
"no.. no... daddy... cukup alexa cukup..!"
"aahkk..! sakiit...!"
rintihan tn. jhon yg malah membuat alexa bersemangat...
"sayaang... sudah... cukup...jangan kotori tanganmu dengan membunuh biadab seperti mereka..."
ucap arlen yg menahan tangan alexa saat alexa melayangkan pisaunya ingin menancap dada tn. jhon....
"tapi sayaang...-"
__ADS_1
"biar aku saja.."
sambung arlen yg melihat wajah kesal istrinya yg menahan tangannya.
alexa langsung tersenyum dan menyerahkan pisaunya ke tangan arlen...
sungguh, arlen masih belum percaya dengan fakta tentang istrinya yg seperti ini.
jauh dari kata lemah sebagai seorang perempuan.
dari cara berpakaian, alexa tampak sangat feminim dan berkelas... tapi saat melawan musuh, alexa seperti gadis tomboy yg tidak takut apapun selain penciptanya.
alexa seorang ceo tapi memiliki sisi kejam yg terpupuk dari masa lalu kelam yg tumbuh dalam dirinya.. bahkan ibunya tidak pernah melihat sisi lain dari putri sulungnya itu.
alexa hanya berubah ubah tergantung kondisi dan situasi yg dia hadapi di manapun.
bahkan saat ini, arlen sedikit tercengang dengan aksi istrinya.. kalau saja dia tidak menahan tangan alexa, sudah di pastikan alexa telah melayangkan nyawa seseorang.. walaupun tidak akan ada efeknya untuk kehidupan mereka berdua kedepannya. tapi arlen akan selalu berusaha mencegah tangan alexa untuk berbuat lebih, kecuali keadaan yg sangat darurat .
"bagaimana perasaanmu saat ini sherly ? melihat ayahmu sedikit lagi menghembuskan nafas terakhirnya... sakit bukan !? itulah yg aku rasakan dulu hingga saat ini..! ayahmu membunuh ayahku, setelah semua kebaikan yg di berikan ayahku..!! bahkan luka yg kalian torehkan di hatiku saat aku kecil, tidak pernah sembuh sampai sekarang..! mungkin melihat kalian mati, baru luka di hatiku akan sembuh..."
ucap alexa hingga suaranya menggema di ruangan itu...
"kau kejam alexa, kau ke kejam, aku seperti ini karena aku benci padamu, aku iri melihatmu punya segalanya... ibu yg sangat menyayangimu, pria pria yg memanfaatkanku hanya untuk mengetahui tentangmu... dan sekarang... arlen.. kau menikah dengannya padahal aku suka padanya, aku mencintainya...! "
"cukup, cukup sherly... kau membuatku semakin muak..! aku bisa apa, jika suamiku sangat mencintaiku..."
sambung alexa yg mengambil sebuah pistol dari balik gaunnya..
"ck, dia tidak pernah lupa dengan itu..."
"hahaha.... aku mungkin akan kehilangan nyawa dan seorang ayah saat ini juga... tapi, kau juga akan kehilangan perempuan yg sudah melahirkanmu...perempuan bodoh, yg sudah sangat mempercayai seorang anak angkat sepertiku..."
sherly berucap sambil tertawa membuat alexa sedikit mengernyit dengan kata anak angkat.
"apa maksudmu gadis gila..!?"
ucap arlen yg mulai emosi melihat reaksi sherly yg sebisa mungkin masih memperlihatkan sifat angkuhnya saat alexa tidak sempat menancapkan pisau ke jantung ayahnya.
"cih, ternyata ada juga yg tidak kau ketahui tentang rahasia kami arlen sayang.."
plak, plak, !!
dua kali tamparan mendarat mulus di pipi sherly dari telapak tangan alexa hingga sherly meringis dengan bibir yg berdarah.
"kurangajar...! aku sudah tidak sabar melihatmu meregang nyawa.."
ucap alexa yg kemudian menjambak rambut sherly setelah dia menamparnya tadi.
di ikuti pistol yg menancap di paha sherly dan...
door..!
__ADS_1
peluru menembus tulang paha sherly..
"aahhkk... sakiit..."
teriak sherly yg kemudian tidak sadarkan diri, pingsan dengan rasa sakit yg tidak tertahan.
"sherly, sherly, bangun nak....alexa, tolong ampuni sherly, dia tidak bersalah, aku.... akulah yg sudah mencuci pikirannya... aku yg sudah mendidiknya dengan tidak benar... tolong, bunuh saja aku... jangan putriku..."
tn. jhon memohon kepada alexa dengan darah yg terus mengalir dari wajahnya..
"apa maksud anak gilamu ini paman !? kalian apakan ibuku...!?"
tanya alexa yg semakin tersulut emosi.
"ibumu...ibumu... di racuni... racun itu bekerja cukup lambat... tapi... perlahan akan membuat saraf ibumu tidak bekerja... dan perlahan, itu bisa merenggut nyawa ibumu.."
byaarr...!!
seperti tersambar petir rasanya hati alexa setelah mendengar perkataan ayah tirinya.
dengan emosi yg sudah mencapai ubun ubun, alexa menyambar galon yg berisikan bensin, lalu menyiram ke tubuh sherly dan ayah tirinya.. membuat sherly terbangun dari pingsannya dan melotot menyadari bau yg dia hirup..
"a-apa ini... alexa, tembak saja jantungku, jangan seperti ini... aku mohon, biarkan aku langsung mati, jangan menyiksaku begini... tolong alexa...ampuni aku..."
sherly dan ayahnya mencoba memberontak lagi dengan sisa kekuatan mereka yg hanya sia sia saja..
"tidak adil bagiku jika kalian langsung mati.... memang harusnya seperti ini... mati dengan perlahan..."
ucap alexa menekankan kata katanya.
"kau gila alexa... dimana perempuan tadi.. bukannya dia juga bersalah padamu ? kenapa dia tidak kau perlakukan seperti kami..!?"
kata sherly yg mencoba mengulur waktu melihat arlen yg sengaja memainkan korek api di tangannya.
"tidak usah memikirkan orang lain...pikirkan saja diri kalian sendiri.."
ketus alexa...
"sayaang... selesaikan sekarang... kita pergi ke rumah ibuku... aku takut terlambat.."
ucap alexa kepada arlen dan arlen hanya mengangguk dan tersenyum, dan kemudian merangkul pinggang alexa dan berbalik hendak keluar, di ikuti kelima pengawal. tapi saat hampir keluar dari pintu, tangan arlen terangkat dengan korek api yg sengaja di nyalakan dan langsung di lemparkan di lantai.
dengan sekejap, nyala api langsung menyambar tubuh mereka berdua...
mereka berteriak sekencang kencangnya, tapi... sia sia mereka berteriak, si jago merah membungkus tubuh mereka hingga akan berubah menjadi abu.
arlen dan alexa meninggalkan markas itu, sedangkan para anak buah, masih menyaksikan nyala api yg belum padam di tubuh dua orang yg menjadi saksi kekejaman suami istri yg telah mereka ganggu.
hingga tangisan seorang wanita yg berada di ruangan sebelah pecah, saat mendengar apa yg terjadi di ruangan itu.
dia sangat menyesal sekarang karena berani mengganggu rumah tangga orang yg pernah menjadi sahabat baiknya.
__ADS_1
rumah tangga yg baru terbentuk beberapa hari yg lalu...
like,vote,commentnya please...!!!😭😭😭😭