
deg
jantung wanita itu, seperti berhenti berdetak dia sungguh terkejut, dengan apa yg dia lihat di apartemen arlen. ada seorang gadis cantik yg duduk manis dan tengah menundukkan wajahnya yg serius membaca sebuah majalah di tangannya, tanpa menghiraukan seseorang yg baru masuk.
"hey, siapa kamu. !?"
ucap wanita yg ternyata bernama sandra.
saat alexa mengangkat kepalanya, mata mereka bersitatap dan sama2 terkejut.
"kamu...!?"
ucap keduannya berbarengan.
"Arlen... dia siapa..!?"
ucap sandra, sambil menunjuk alexa yg sudah kembali santai melanjutkan bacaannya.
sedangkan arlen yg sudah masuk lagi, langsung duduk di samping alexa, dan merangkul pundak alexa serta mendaratkan kecupan di kening alexa dengan lembut, membuat sandra melotot.
"dia calon istriku.."
ucap arlen santai dan manik mata yg tertuju pada alexa sambil tersenyum.
"jangan bohong padaku Ar ! kau hanya berpura pura kan !? gadis ini pasti hanya perempuan sewaan, untuk membuatku menjauh darimu bukan !?"
kata sandra dengan mulai menitikkan air mata.
"jangan menangis disini mbak, apalagi menangisi seseorang yg sudah menjadi milik orang lain"
ucap alexa tak kalah santai, sambil meneguk jus nya hingga kandas.
"tutup mulutmu gadis murahan...! berani beraninya kau menggoda calon suamiku... dan ingat, kau masih harus mengganti kerugian mobilku yg di tabrak olehmu gadis jalang..!"
ucap sandra nyalang, dan emosi yg sudah memuncak, tidak terima dengan kenyataan yg ada di hadapannya.
pasalnya, dia jauh2 dari luar negeri hanya untuk menemui arlen, pria yg sudah menjadi dambaannya.
__ADS_1
sandra dan arlen memang saling mengenal, tapi itu dulu, saat mereka masih kuliah sandra dan arlen berteman dekat, hingga suatu ketika arlen harus menjaga jarak, karna kebodohan sandra yg mengkhianati tali persahabatan mereka dengan mengungkapkan perasaannya yg lebih dari teman terhadap arlen. sementara arlen hanya menganggap sandra sebagai sahabat perempuan satu satunya.
arlen bahkan menganggap sandra sebagai adiknya saja, walaupun usia mereka sama.
sikap arlen yg menjauhi sandra, bukan membuat sandra mundur melainkan sikapnya lebih menjadi jadi. ia bahkan terang terangan mengakui di depan orang lain kalau dia dan arlen pasangan kekasih. dan itulah yg membuat arlen menjadi benci terhadap sandra.
beriringnya waktu, saat hari wisuda arlen dan semua angkatannya termasuk sandra, hari itu juga menjadi hari terakhir pertemuan sandra dan arlen, karna sandra harus mengikuti kedua orang tuanya yg pindah di luar negeri karna ada satu alasan yg tidak bisa di hindari oleh kedua orang tua sandra.
kembali ke apartemen arlen
"oohh sayaang..... kau memiliki seorang calon istri, tapi kau memintaku menjadi istrimu..... apa itu tidak berlebihan sayaang..."
ucap alexa dengan manja dan berdiri, pindah duduk di pangkuan arlen, dan langsung mendaratkan ciuman lembut di bibir arlen, dan membelai wajah tampan kekasihnya dan tidak menggubris ucapan sandra yg mengatakannya murahan, membuat arlen sedikit bingung, tapi melihat wajah sandra yg merah padam menahan amarah, membuat arlen tersenyum mengerti dengan maksud alexa.
"Ar.... katakan padaku kalau ini hanya sandiwara...ini tidak benar2 nyatakan..!?"
sandra yg sedang emosi mendekat ingin memegang tangan arlen, tapi langsung di tepis oleh alexa yg masih duduk nyaman di pangkuan arlen.
membuat sandra tidak segan2 mengangkat tangannya ingin menampar alexa, namun sebelum tangannya mendarat di pipi alexa, arlen sudah lebih dulu menahannya, dan menepiskannya dengan kasar.
"Ar.... kenapa denganmu... dulu, membentakku saja tidak berani kau lakukan... tapi sekarang, apa ini.. kau menepis tanganku dengan kasar demi wanita murahan ini ..!?"
"hahaha..... apa kau ingin melihat bagaimana murahannya aku !?"
alexa tertawa mengejek, tapi tatapannya tidak lepas dari ketampanan arlen. serta tak lupa juga, dia berakting seakan akan ingin melahap arlen saat itu juga, dengan manik mata penuh damba. arlen saja yg melihat tatapan itu, hampir terhipnotis olehnya.
alexa berpikir, wanita seperti sandra tidak bisa diusir jika dengan emosi. maka dari itu, muncul ide gila di kepalanya, untuk mengusir sandra secara halus, dengan membuat adegan sedikit intim antara dirinya dan arlen, mengingat sandra yg sudah memproklamirkan kalau arlen adalah calon suaminya.
dengan menahan malu, alexa tiba tiba mencium bibir arlen, ********** pelan. dan tentu saja arlen tidak tinggal diam dengan inisiatif alexa meskipun hanya ingin melihat sandra terbakar api cemburu, dan pergi dari tempat itu tapi, arlen langsung membalas ciuman alexa... ikut terbawa dengan permainan alexa malah ciuman itu semakin dalam... mereka seperti terbawa dengan perasaan cinta yg tumbuh setiap saat. tidak perduli dengan situasi yg membuat sandra terbakar walaupun AC di ruangan itu cukup dingin.
dengan perasaan yg bercampur aduk menahan amarah, sandra bergegas pergi dari apartemen arlen. terluka dengan apa yg dia lihat... masih tidak percaya dengan kelakuan dua sejoli yg dengan sengaja ingin memperlihatkan hubungan keduanya yg tidak main main seperti apa yg di katakan sandra. berciuman mesra di hadapannya, tidak menghiraukan orang yg mati matian mencintai arlen, walaupun sudah sejak dulu mendapat penolakkan dari orangnya langsung.
keduanya melepaskan ciuman, ketika pasokan udara mulai menipis. arlen dan alexa menautkan dahi masing2 sambil menghirup udara sebanyak banyaknya.
"aku tidak menyangka kau akan melakukan ini sayaang.... kau membuatnya pergi tanpa kata2 lagi..."
ucap arlen yg menatap manik mata indah milik alexa.
__ADS_1
"hmhm..... kamu jangan senang dulu.... kau berhutang penjelasan padaku....!"
gerutu alexa yg mengangkat kedua alisnya. membuat arlen menggaruk tengkuknya yg tak gatal.
"dia hanya teman kampusku dulu.... kami.... cukup dekat, hingga dia sendiri yg menciptakan jarak diantara hubungan pertemanan kami..."
jawab arlen dengan santai.
"temaan.... bilang saja kalau dia mantan kekasihmu...!"
"mana ada..... dia menyukaiku, tapi tidak denganku..."
"oh yah..... tapi dia cukup cantik loh..."
ucap alexa dengan nada mengejek.
"tidak ada yg lebih cantik dari calon istriku ini..."
balas arlen dan menarik pinggang alexa yg berdiri, untuk duduk kembali di pangkuannya, membuat alexa memekik kaget.
"kenapa kau kaget, tadi saja berinisiatif...!"
"hey...., itu hanya sandiwara tuan..."
ucap alexa menahan malu mengingat kegilaan yg dia lakukan tadi.
"tapi tidak buatku... itu kenyataan...bibirmu ini sudah menjadi candu untukku"
kata arlen yg mengusap bibir alexa dengan jemarinya dengan mata yg tidak terlepas dari wajah cantik alexa..
"hentikan tatapan mesummu itu tuan..."
gerutu alexa yg merasakan panas di wajahnya... entah sudah semerah apa wajahnya kini.....
.
***bersambung🙏🙏🥰🥰🥰
__ADS_1
guys, vote, like, comment, jangan lupa yahh.... please jejaknya di tinggalkan saat membaca cerita ini.... 🙏🙏🙏🙏❤️***