QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 30


__ADS_3

dan pada saat ini, dengan rasa penasaran setelah mereka berdua masuk di ruangan yg cukup misterius itu, alexa tampak antusias....


yg ada di pikirannya, ia ingin langsung berlatih saat itu juga...


namun, beda dengan arlen yg tampak kuatir, apakah yg dia lakukan sudah benar...


arlen memang sudah menyiapkan kejutan untuk istrinya...


tapi... dia coba urungkan... dia ingin menunda tapi sekarang sudah terlanjur, alexa sudah masuk di ruangan itu yg masih tampak gelap...


cetak...!


suara saklar lampu yg di tekan hingga ruangan itu menjadi terang.. walaupun tidak seterang ruangan lain, tapi cukup memperlihatkan isi dari ruangan itu...


alexa tersentak, saat melihat tiga buah kursi dengan tiga orang yg mendudukinya dan kepala yg di tutup kain hitam, serta tangan dan kaki yg di ikat...


"a-apa i-itu...!?"


tanya alexa yg terkejut melihatnya.


dan arlen langsung menarik tangan alexa dan mendekap tubuh istrinya dan berkata.


"ini kejutan untukmu... maaf, tidak minta persetujuanmu...tapi.... aku tidak bisa tinggal diam sayang..."


alexa yg mendengar itu, tampak mengernyit.


"kenapa... siapa mereka..."


arlen melonggarkan pelukan mereka dan dia meraih tombol merah yg terpasang di dinding dan memencetnya hingga beberapa detik kemudian sekitar lima anak buahnya memasuki ruangan itu.


"kalian, buka penutup kepala mereka.."


perintah arlen yg langsung di angguki tiga pengawal, masing masing pengawal membuka satu penutup kepala yg menutupi kepala orang yg duduk di kursi di hadapan mereka.


saat penutup kepala itu di buka, ketiga nya tampak meringis menahan sesuatu yg begitu perih di rasakan mereka.


alexa tampak sangat terkejut, dia melebarkan matanya saat melihat wajah wajah orang itu....


mereka ialah... ayah tirinya Tn. jhon, adik tirinya sherly, serta gadis yg mendambakan suaminya sejak dulu siapa lagi kalau bukan sandra...


mereka sama sama terkejut, pasalnya mereka bertiga di culik dan mereka sendiri tidak tahu siapa yg menculik mereka.


hingga mereka di siksa selama satu malam baru saat ini mereka melihat dalang dari penculikkan mereka.

__ADS_1


arlen tampak menyeringai menatap tajam mereka satu persatu hingga tubuh mereka bergetar ketakutan...


apalagi dengan siksaan yg mereka telah terima...


semalam, saat mereka sadar dari pingsan akibat obat bius yg mereka hirup, mereka berteriak sangat kencang ingin di bebaskan.


membuat para pengawal kesal dengan keributan yg mereka ciptakan..


saat itu juga mereka dapat pukulan dari lima pengawal yg di tugaskan menjaga mereka di dalam ruangan kematian itu...


mereka di setrum, bahkan darah mengucur dari hidung dan bibir mereka... tapi tentu saja sudah di setujui arlen, boss mereka...


alexa masih terdiam...masih menyimak apa yg telah terjadi... ia memang sangat membenci ketiga orang yg berada di hadapannya ini... orang orang yg terlihat lemah bahkan menggerakkan tubuh mereka pun sangat susah... dia memandang arlen dengan tatapan haru, tidak percaya dengan perhatian dari suaminya, alexa memang menantikan saat seperti ini, melihat mereka sangat tersiksa, bahkan itu tak sebanding dengan apa yg mereka perbuat.... alexa sedikit merasa kasihan saat melihat kondisi mereka seperti itu... tapi, dalam hatinya berkata, biarlah..... aku berdosa untuk membalas rasa sakit yg mereka berikan pada keluarganya...ayahnya yg sengaja di bunuh, membuat ibunya membencinya, dan memberikan lagi luka bathin padanya dari kecil....dan semua luka itu terasa kembali saat melihat wajah wajah mereka. fix, alexa akan ikut bermain dengan permainan yg di mulai oleh suaminya...


alexa tampak berfikir hingga suara sandra membuatnya menoleh..


"Ar, kenapa kau membuatku begini... apa salahku... aku mencintaimu...lebih dari gadis murahan itu..!"


ucap sandra sambil menunjuk alexa dengan dagunya.


alexa menyeringai, dan mendekati sandra...


"sepertinya... kau masih penasaran dengan murahannya aku.... apa kau sudah lupa apa yg aku lakukan dengan Al di apartemennya..!?"


"auw.... sakit b******k...!


"diamlah... atau ku cabut lidahmu...!"


bentak alexa membuat ketiga orang itu semakin takut...


tapi, rasa penasaran dari sherly dan ayahnya, mengalahkan ketakutan mereka...


"a-alexa... kenapa denganmu... tolong lepaskan kami... apa salah kami padamu..."


"hahaha..... astaga paman, ayah tiriku.... kau membuatku mual dengan pertanyaan bodohmu itu....! kau masih bertanya kesalahanmu....!? bukan itu yg ingin aku dengarkan dari mulutmu...! bertingkahlah seperti orang yg sangat membutuhkan pengampunan..! minta ampunlah dengan benar... dan... ajari anakmu memohon...! bukan begitu adikku..!? hahaha...."


alexa tertawa... tapi bukan tawa bahagia, melainkan tawa yg ingin melahap habis ketiga orang yg ada di hadapan mereka...


"ta-tapi... apa salah kami padamu !?"


sambung sherly yg mencoba bertanya, meski dia sudah mengetahui jawabannya mengingat semua kejahatan yg dilakukan ayahnya dan dirinya.


arlen tampak bergeming dari tempat duduk yg dia duduki sejak tadi..menyimak semuanya sedari tadi...

__ADS_1


dia hanya ingin menyerahkan keputusan pada istrinya..


apa yg mereka lakukan, sungguh sangat keterlaluan... dia tidak ingin melihat lagi hati istrinya terluka terus menerus dengan adanya orang orang yg gila dengan nafsu dan kekayaan.


arlen mengambil sebuah remot control, dan menekannya. saat itu juga dinding yg ada di samping mereka menyala seperti layar lebar.


arlen menatap alexa hingga alexa mendekat dan tepukkan arlen di pahanya mengisyaratkan agar alexa duduk di pangkuannya... tentu saja kedua wanita yg melihat itu, tampak cemburu wajah mereka merah padam menahan amarah meskipun keadaan tubuh mereka sudah sangat memprihatinkan, tapi mereka masih cukup sadar dengan apa yg terjadi di tempat itu.


beberapa saat kemudian dari layar lebar, terpampang beberapa rekaman kejahatan dari mereka bertiga...


percakapan sherly dan ayahnya..


serta kejahatan sandra yg berencana membunuh alexa dengan membayar preman.


ya, sandra lah dalang yg menghadang perjalanan arlen dan alexa saat mereka akan menuju kediaman baru mereka saat itu.


untungnya saat itu arlen ada bersama alexa....


"itulah jawaban atas pertanyaan kalian tadi...."


arlen berucap sambil membelai rambut alexa dengan sayang...


alexa tampak menahan air mata yg menggenangi mata indahnya... ia begitu pilu saat melihat rekaman ayahnya terbunuh... kini dia sudah mengetahui... alasan ibunya membencinya...


hal itu mampu membuat hati arlen tersayat... bagaimana dia bisa melihat istrinya lagi lagi mencoba kuat dengan sakit yg tidak tertahan lagi...


seketika saja, kesenduannya berubah dengan amarah...


dia yg dulunya hanya diam karna belum tahu alasan kematian ayahnya, hanya bersabar sengaja menyibukkan diri di perusahaan agar rasa sakitnya teralihkan. tapi tidak untuk sekarang ketika semuanya sudah di ambang batas kesabarannya....dia yg sudah tahu saat di kantor arlen, masih menahannya karena keahlian arlen yg bisa menghiburnya dengan segala cara.


sedangkan tiga orang yg hampir pingsan setelah melihat beberapa rekaman tadi, bergetar ketakutan, keringat dingin membanjiri wajah, tangan, dan kaki mereka.


alexa berdiri melangkahkan kaki mendekati ayah tirinya.. membuat pria paruh baya itu memberontak ingin terlepas dari tali yg mengikatnya dengan separuh kekuatan yg tersisa pada dirinya.


alexa sedikit membungkukkan tubuhnya dan berbisik di telinga tn. jhon...


" let's start the game...!"


perkataan alexa barusan, seperti boom waktu yg kapan saja akan meledak, membuatnya panik, takut, dan semakin merasakan ajalnya semakin dekat...


bersambung...


vote, like, comment nya please.... 😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2