
"ayo sha, kita pergi dari tempat ini, mood ku akan lebih hancur, kalo kita tetap berada disini", ajak alexa seraya berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.
"ya ampun nona.. apa kejadian hari ini, bisa membuatmu amnesia??! kata masha mulay kesal.
"hehe..." cengir alexa setelah mengingat ban mobilnya yg kempes.
"nona, berhubung ini jalan yg sunyi, lbh baik kita menumpang saja, sama mobil tuan ini" kata masha melirik arlen.
"bolehkah tuan..??" sambungnya.
"hmhm..." arlen menjawab hanya dengan deheman.
"cih, dasar sombong, kalau saja ada orang selain dia yg memberi tumpangan padaku...aku akan sangat berterima kasih" lirih alexa membathin.
"apa aku yg harus menunggu disini?!!" tanya arlen yg entah sejak kapan sudah berada di dalam mobilnya.
"maaf tuan," kata masha sambil menarik tangan alexa dan mengambil beberapa barang yg penting di dalam mobil alexa.
di dalam mobil arlen....
hening...
hening....
"mmm... disini saja tuan". kata masha kepada david, saat mobil arlen sudah sampai di depan apartemen alexa.
"baiklah..." ucap david.
"terima kasih tuan-tuan," ucap alexa dan masha bersamaan.
"tidak ada yg gratis di dunia ini nona..." ucap arlen tersenyum tipis.
sementara alexa menautkan alisnya tak mengerti.
"aku ingin kita berdua bersepakat dalam sebuah hal".
"apa itu tuan!?" tanya alexa memasang wajah yg mulai kesal.
"ini kartu namaku, datanglah ke kantorku besok jam 10 pagi. aku akan mengatakannya disana". jawab arlen dan langsung meluncur pulang ke apartemennya.
karna, mengantarkan alexa dan masha, sehingga mereka menunda kepergian mereka ke anak cabang perusahaan duarte corp.
sementara alexa, hanya mematung tidak percaya dengan apa yg di katakan arlen. pasalnya, mereka baru hari ini bertemu. dan anehnya lagi, arlen menolongnya tapi dengan sebuah imbalan.
"dasar, manusia sombong.... menolong orang begitu saja, harus minta imbalan.." gerutu alexa dan langsung masuk yg di ikuti masha.
pagi hari di apartemen alexa....
"aaahhh...!! aku terlambat..!!" teriak alexa yg langsung meloncat dari ranjangnya, menuju kamar mandi.
bagaimana tidak, semalam alexa tidak bisa tidur. entah kenapa, malam itu bayangan arlen memenuhi isi kepalanya. entah karena terpesona dengan ketampanan pria itu, atau gelisah memikirkan kesepakatan apa yg arlen maksud.
"uuhhhhfftt...!! dasar pria menyebalkan, karna dia aku tidak bisa tidur...astaga... sejak kapan aku mulai memikirkan seorang pria" gerutu alexa sambil memukul stir kemudi mobilnya frustasi.
ya, setelah berpakaian alexa langsung meluncur menuju kantornya dengan mobilnya yg lain. karna tidak mau terlambat, alexa mengabaikan sarapannya.
setibanya alexa di kantornya, semua karyawan membungkuk hormat kepada alexa. seraya mengucapkan selamat pagi. dan dibalas dengan senyuman oleh alexa.
ting..
bunyi lift khusus ceo yg terbuka. dan keluarlah alexa yg tidak seperti biasanya. membuat masha heran.
__ADS_1
"sha, kamu wakilkan aku di rapat kali ini yah..., aku akan bertemu dengan pria menyebalkan itu.." kata alexa kepada masha yg mengernyit bingung.
"pria yg kemarin sha, kamu nggak lagi amnesia kan..??!! ucap alexa jengah.
"hehe... iya boss..." nyengir masha mengingat kejadian kemarin.
waktu berjalan, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9.30
"sha, aku pergi dulu yah...
aku tidak akan lama" kata alexa yg sudah berada di depan lift khusus ceo.
"baik boss..." jawab masha yg langsung balik ke ruangannya.
sesampainya alexa di dalam mobilnya, alexa mencari cari kartu nama yg di berikan oleh pria yg mengecoh pikirannya.
"hmhm.... ini dia,.... ohhh ternyata dia ceo duarte corp,....kesepakatan apa yg ia inginkan... kalau dilihat lihat, sepertinya ia tidak akan kekurangan apapun....."
ujar alexa berpikir setelah menemukan kartu nama itu di dalam tasnya.
"hmhm.... baiklah,.... aku akan mengetahuinya langsung sekarang" sambung alexa yg sudah meluncurkan mobil mewahnya"..
gedung perusahaan duarte corp....
"selamat pagi..." sapa alexa kepada seorang receptionist yg berada di lobi perusahaan duarte corp.
"selamat pagi... apa ada yg bisa saya bantu nona..?" tanya receptionist itu, yg melihat alexa dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"ck, apa ada yg salah dengan penampilanku, sehingga dia melihatku seperti itu,,," alexa membathin.
"saya ingin bertemu ceo perusahaan ini" kata alexa sopan sambil tersenyum.
"apa anda sudah membuat janji..?" tanya receptionist itu.
"ruangannya ada di lantai paling atas,"
jawab receptionist itu yg penasaran dengan wanita yg ingin bertemu dengan presdir mereka.
sementara alexa sudah berada di dalam lift......
ting...!
suara lift terbuka, dan alexa langsung menuju ke ruangan arlen yg tak jauh dari lift.
"tok..tok...tok.."
"masuk".. terdengar suara bariton dari dalam ruangan itu.
ceklek...
alexa membuka pintu, dan langsung masuk.
"selamat pagi tuan... apa aku terlambat..??"
" selamat pagi... tidak sama sekali nona.. bahkan masih ada lima menit lagi" jawab arlen yg melirik jam tangan mewah dan mahalnya.
"silahkan duduk" ucap arlen yg berdiri dan menuju sofa yg berada di ruangannya.
"hmhm... apa kesepakatannya.. ?" tanya alexa yg ingin cepat2 pergi dari tempat itu.
"aku akan langsung menanda tangani kontrak kerja sama yg di ajukan perusahaanmu, ke perusahaanku. tapi, dengan satu syarat." ujar arlen dengan santainya.
__ADS_1
alexa tampak mengernyit bingung...
"apa maksud anda tuan..? tanya alexa.
"berpura-puralah menjadi kekasihku di depan kakek dan kedua orang tuaku.."
deg
jantung alexa, seakan berhenti berdetak.. tak menyangka dengan maksud arlen.
"hey tuan... apakah tidak ada wanita yg mau padamu, sehingga kau ingin bersepakat untuk hal semacam itu..??" tanta alexa yg mulai kesal.
"apakah kalau tidak memiliki kekasih, itu tandanya tidak laku nona..?? berarti, kaupun begitu bukan..??!! bukannya menjawab, arlen malah bertanya balik.
"darimana dia tau kalau aku tidak memiliki kekasih... dan darimana dia tau aku ceo perusahaanku.!"
bathin alexa. yg tidak tahu kalau arlen telah mencari tahu segalanya tentang dirinya. tentu saja, dengan bantuan david sang asisten handal, yg dapat mengetahui informasi apa saja yg di butuhkan. bahkan kejadian yg sudah berpuluh puluh tahun lamanya.
"jangan terlalu banyak berpikir nona.. apa di perusahaanmu kau tidak memiliki pekerjaan, sehingga kau membuang buang waktu..?!!" ucap arlen dengan tampang datarnya.
"kau tenang saja.. kesepakatan ini, akan berakhir, ketika aku sudah menemukan wanita yg selama ini aku cari. mungkin hanya beberapa bulan." sambung arlen yg menatap alexa yg sedang bingung.
" ohh astaga tuan... kerja sama ini, sama saja dengan menukar diriku dengan kontrak kerja sama antara perusahaan" ucap alexa tidak percaya dengan kata2 arlen.
"aku sama sekali tidak ingin bekerja sama dengan sebuah perusahaan yg mau bekerja sama karena ada unsur urusan pribadi..!" tegas alexa yg membuat arlen kelabakan menjawab kata2 alexa.
"pantas saja perusahaannya langsung berkembang pesat, mereka mempunyai presdir yg sangat menjunjung tinggi harga diri. dan sepertinya, dia tidak mudah untuk di takhlukan." kata arlen membathin.
"apa yg sedang kau pikirkan tuan?? aku ingin kita bekerja sama karena anda tertarik dengan penawaran perusahaanku, bukan karena hal lain." kata alexa.
"hmhmhm..... aku memang sudah tertarik dengan penawaran perusahaanmu. hal yg kuinginkan, hanyalah satu syarat kecil di dalam kerja sama kita. lagipula, kita berpura pura, hanya di depan keluargaku saja. aku akan menghubungimu, jikalau mereka ingin bertemu denganmu. dan satu lagi... apa kau ingin mengecewakan sahabatmu, yg sudah merekomendasikan kerja sama ini padamu..???" tanya arlen setelah dia menjelaskan panjang lebar.
"hhuuffttt.... baiklah...., aku setuju. tapi ini hanya karena sahabatku, dan ucapan terima kasih karena menolongku kemarin.." jawab alexa mengalah.
"baiklah... besok kita akan berjumpa lagi untuk menandatangani kontrak kerja sama kita."
"hmhm.. kalau begitu aku permisi.."
ucap alexa yg hendak berdiri dan berjalan ingin keluar dari ruangan arlen.
namun, baru beberapa langkah kaki alexa tersandung di kaki meja, dan refleks arlen menarik tangan alexa dan alexa jatuh di pangkuan arlen.
keduanya terkejut karena wajah mereka sangat dekat bahkan, nafas keduanya bisa saling merasakan. tatapan mereka terpaku saling mengagumi.
sehingga ketokkan pintu membuyarkan lamunan mereka berdua.
tok..tok..tok...
"apa sangat nyaman berada di pangkuanku..!?? ucap arlen mengulum senyumnya.
"e-eh...ma-maaf..," ucap alexa tergagap dan langsung berdiri dengan wajah yg merona malu. entah sudah semerah apa wajahnya saat ini.
"aku permisi... "
kata alexa dan langsung pergi dari hadapan arlen. tidak ingin berlama lama lagi.
ketika alexa membuka pintu, tampaklah seorang pria tampan yg menatapnya heran. pasalnya ia melihat pipi alexa yg merona. dan tanpa menghiraukannya, alexa langsung berjalan setengah berlari menuju lift.
ddrrtttt..,.ddrrttt...!!
suara getar handphone milik alexa yg berada di tasnya.......
__ADS_1
*bersambung.....
**tinggalkan jejak yah guys🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏***