QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 32


__ADS_3

arlen dan alexa bergegas keluar dari mobil mewah mereka yg sudah terparkir di pekarangan rumah ibu alexa...


alexa tergesa mempercepat langkahnya menyusuri setiap ruangan, hingga dia sampai di depan pintu kamar ibunya... ia tampak terhenti, mencoba menetralkan nafasnya yg tersengal saat setengah berlari...


alexa membuka pintu, dan betapa kagetnya dia melihat kondisi ibunya yg sudah sedikit membiru mungkin efek racun yg di berikan ayah tirinya yg biadab itu..


alexa mendekati ibunya dengan linangan air mata yg tak terbendung lagi...


"i-ibu..."


lirih alexa membuat ibunya membuka mata pelan, dan menoleh menatap alexa dengan sendu...


rasa bersalah langsung menyelimuti hatinya... air mata mengalir membasahi pipi ny. adelle....


kesalahan demi kesalahannya di masa lalu terhadap putri sulungnya, berkelabat di dalam pikirannya... saat ini, hanya kata maaf yg ingin dia ucapkan untuk anaknya, walaupun itu tidak bisa menyembuhkan luka, yg membekas di hati alexa.


"ma-maafkan ibu nak.."


ucap ibu alexa berlinang air mata dan memaksakan lidahnya yg terasa kaku.


"kita ke rumah sakit bu... ibu tidak boleh meninggalkan aku...ibu harus baik baik saja.."


ucap alexa yg menggenggam erat tangan ibunya yg terasa sangat dingin.


"sudah... kamu jangan menangisi seorang ibu yg buruk sepertiku alexa...ibu tidak pantas mendapatkan putri sehebat dirimu nak...maafkan ibu..."


kata ibu alexa yg sudah sangat lemah... bahkan ingin rasanya ia mengusap air mata yg membanjiri pipi putrinya tapi sia sia, tangannya tidak dapat di gerakkan lagi..


"tidak ibu... jangan bicara seperti itu... maafin lexa yg pergi dari samping ibu...tolong bu, ikut aku ke rumah sakit...ku mohon..., hiks...hiks..."


alexa duduk di ranjang dan memeluk tubuh ibunya yg terasa dingin, padahal selimut tebal sudah di kenakkan alexa untuk ibunya.


"dimana semua pelayan di rumah ini...!? kenapa tidak ada satupun yg mengurus ibuku...apa mereka sudah mati semua...!"


sentak alexa yg tidak melihat pelayan satupun dari saat dia memasuki gerbang utama rumah itu..


"sssttt.... sayaang... tenanglah, kita akan membawa ibu ke rumah sakit, david sudah menyiapkan segalanya di sana.."


ucap arlen yg sudah mendekati alexa dan menyapu punggung istrinya mencoba memberikan kekuatan kepada istrinya yg terus menangis.


"sudah... tidak usah nak...ibu hanya akan merepotkan kalian saja...maafkan ibumu yg tidak berguna ini alexa... ibu bisa pergi dengan tenang jika kamu mau memaafkan semua kesalahan ibu... uhuk...uhukk.."


ibu alexa terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya..


"ibu... tidak.... jangan tinggalin lexa...lexa udah maafin ibu sebelum ibu minta maaf...lexa tidak pernah benci sama ibu...lexa sayang ibu...hiks..hiks...!"


alexa menangis dan meraung raung, melihat ibunya lebih lemah dan tidak berdaya tanpa bergerak sedikitpun..


"ibu...ibu...ibu lihat, ini arlen suamiku. dia laki laki yg alexa cintai bu... dia sangat menyayangiku, laki laki yg sangat sempurna bagiku...hiks...apa..apa..ibu tidak menginginkan cucu dari kami bu...!? alexa akan tinggal dengan ibu dan ingin merasakan hangatnya kasih sayang ibu seperti dulu sebelum ayah tiada...hiks...ibu...!"


alexa lebih kacau dengan kondisi ibunya saat ini...

__ADS_1


membuat arlen ikut menitikkan air mata melihat istrinya yg hancur seperti ini.


baru kali ini arlen melihat alexa yg terlihat rapuh...


"te-terima kasih sayang, sudah maafin ibu...uhuk..! i-ibu bahagia kamu bisa menikah dengannya...semoga ka-kalian bahagia selamanya... jika ibu sudah pergi, alexa ambil sesuatu di brankas ibu nak..kata sandinya tanggal ulang tahunmu...uhuk ! uhuk !... "


kata kata ibunya lebih membuat alexa meraung...


dia menangis tersedu sedu, bahkan saat ini dia merasakan nyeri di kepalanya karena kebanyakan menangis.


hingga ia berhenti menangis saat melihat tangan ibunya terlepas begitu saja dari genggammannya... ia mengguncang bahu ibunya, berteriak memanggil ibunya yg sudah tidak berdenyut lagi nadinya.


"ibu.....jangan bu, jangan tinggalin lexa...ibu...lexa sayang ibu...ku mohon kembalilah hiks...hiks..."


tangis alexa pecah kembali hingga beberapa detik kemudian dia tidak sadarkan diri..


"sayang....sayang bangun...kamu kenapa...!?"


arlen langsung mengangkat tubuh alexa dan membaringkan tubuhnya di sofa samping ranjang ibu alexa... beruntung masha beserta kedua orang tuanya sudah sampai, begitu juga dengan david, dan keluarga arlen.


semua yg baru tiba di tempat itu, menitihkan air mata, melihat ny. adelle yg sudah kaku, dan kulit yg membiru, akibat racun yg di minumnya.


paman alexa langsung mengurus pemakaman ny. adelle, hingga keesokkan harinya banyak orang yg datang melayat di rumah duka..


alexa sudah sadar dari semalam tapi dia terdiam tidak berkata apapun, atau melakukan apapun... bahkan, dia yg tadinya menangis histeris sudah tidak lagi..


seakan air matanya habis, tatapannya kosong .


itulah kata yg sangat cocok dengan keadaannya saat ini... alexa mengunci dirinya di kamar ibunya.. bahkan, saat tubuh ibunya yg sudah berada di dalam peti mati akan dihantar ke ladang pekuburan alexa tidak ikut serta menghantar ibunya.


hanya keluarga yg menghantar..


dan arlen yg berada di depan kamar ibunya alexa...


ia tidak tidur sekamar dengan alexa karna permintaan alexa yg ingin menyendiri. dia menunggu alexa, tapi... dia lebih ingin berada di samping istrinya untuk mensuport, memberikan kekuatan, ia tidak ingin melihat istrinya terus berlarut dalam kesedihan, walaupun sangat sulit untuk langsung melupakan duka cita yg datang di tengah keluarganya..


tok...tok...tok..


arlen memberanikan diri mengetuk pintu, tapi rasa khawatir yg ada di hatinya membuatnya tidak tahan lagi jika hanya berdiam diri mengikuti kemauan istrinya yg tidak mau di ganggu siapapun.


"alexa sayaang... ini aku... buka pintunya sayang..."


ucap arlen pelan setengah memohon..


alexa yg mendengar suara suaminya, tampak bergeming, masih ada rasa nyaman untuk menyendiri tapi dia tidak boleh egois, dia tahu suaminya saat ini mengkhawatirkannya...meskipun tidak dapat di pungkiri, bahwa alexa pun merindukkan kehangatan dari pelukkan suaminya....dia turun dari ranjang. dengan langkah perlahan, alexa mendekati pintu dan membukanya...


terlihat tubuh tinggi tegap, stelan jas hitam membalut tubuh kekar itu, siapa lagi kalau bukan arlen, suami seorang wanita yg saat ini sedang menatapnya dengan mata yg membengkak, dan sendu serta garis hitam di bawah matanya akibat terjaga semalaman.


arlen masuk dan mendekati istrinya.


"sayang..."

__ADS_1


panggil arlen yg menyelipkan anak rambut di telinga alexa.


alexa yg merasakan sentuhan tangan arlen, langsung memeluk erat tubuh suaminya yg dia rindukan...


arlen pun membalas pelukan alexa tidak kalah eratnya..


satu malam tidak melihat istrinya membuatnya frustasi sehingga arlen sendiri terjaga, tidak bisa tidur semalaman.


arlen merasakan tubuh alexa bergetar, membuatnya ikut sedih dengan kesedihan istrinya.


"Al...hiks...hiks...aku tidak punya orang tua lagi Al...hiks..."


alexa kembali menangis di pelukkan suaminya...


"sayaang... alexa... sudah... kalau kau terus menangis, ibumu akan bersedih, aku sudah berjanji bukan, untuk selalu berada di sampingmu...!? aku tidak ingin melihatmu menangis...kamu punya aku... aku tidak akan membiarkan kamu merasa tidak punya orang tua...orang tuaku adalah orang tuamu juga..."


arlen menenangkan alexa mengantarnya duduk di ranjang dan kembali memeluknya.


"kau makan yah... kau belum makan dari kemarin..."


ucap arlen yg semakin khawatir melihat wajah alexa tampak pucat.


alexa hanya mengangguk, karena dia sendiri merasa lemah dengan tubuhnya yg tidak mendapat asupan dari kemarin hari. karna kesedihannya.


arlen menelpon seseorang, dan suara pintu terbuka ternyata seorang pelayan yg membawakan makanan untuk nyonya muda mereka.


arlen memang sengaja memanggil beberapa pelayan yg ada di mansionnya, untuk membantu segala sesuatu yg di perlukan di mansion ibu alexa.


pelayan menaruh nampan di atas nakas dan langsung keluar.


arlen mengambil makanan itu, dan menyuapi alexa dengan telaten.


"apa kau juga sudah makan..!?"


tanya alexa menatap arlen yg hanya tersenyum tampan dan menggaruk tengkuknya yg tak gatal.


"dasar...! kenapa kau tidak ikut makan ? kau ingin sakit..!?


omel alexa yg tidak menyadari diri sendiri yg tidak juga makan.


"selera makanku hilang jika melihatmu tidak makan...bagaimana aku bisa makan, jika separuh jiwaku kelaparan"


ucap arlen yg membuat alexa merasa bersalah.


"maaf...hiks..."


"hey sayang...kenapa menangis lagi... aku akan makan setelah ini...aku janji..."


kata arlen yg mengusap air mata alexa.


"tidak...sini...giliranku menyuapimu..."

__ADS_1


ucap alexa yg diangguki arlen sambil tersenyum dan mengecup singkat kening istrinya...


__ADS_2