
saat ini alexa dan masha sudah berada di depan sebuah cafe terkenal yg menjadi tempat pertemuan mereka dan ceo serta asisten dari perusahaan yg sudah mengajukan kerja sama dengan perusahaan alexa.
"apa mereka sudah tiba ?"
"sudah... ruangannya berada di VVIP no. 1"
jawab masha yg berjalan beriringan dengan alexa memasuki cafe itu.
sudah tidak ada percakapan dari keduanya hingga mereka masuk di ruangan yg di tuju.
saat mereka masuk, terlihat dua orang pria yg masih muda kira2 seumuran dengan alexa yg duduk membelakangi pintu masuk.
"selamat pagi... maaf menunggu lama tuan tuan... " sapa alexa yg akhirnya berhadapan dengan dua orang pria tersebut.
deg
alexa terkejut dengan salah satu pria itu yg tersenyum senang menatap alexa.
"akhirnya kita bisa bertemu setelah sekian lama nona alexa audrey"
balas pria itu, yg tidak lain adalah MARK DAVIDSON.
"jadi kamu ceo dari vidson corp..!?" tanya alexa sedikit gusar.
"aku pikir kau sudah mengetahui sebelumnya..."
"aku tidak punya banyak waktu jika hanya untuk mencari tahu sesuatu yg tidak menguntungkan bagiku.."
ucap alexa yg kemudian duduk di sofa yg bersebrangan dengan sofa yg di duduki mark.
"ck, kau masih belum berubah ternyata nona... tapi... sifatmu itu malah lebih membuatku ingin lebih mengejarmu"
balas mark yg terus memandangi alexa penuh damba.
"sayang sekali, keinginanmu itu harus kau kubur dalam2 tuan mark davidson..."
terdengar suara bariton dari seorang pria gagah dengan stelan jasnya yg ternyata memiliki warna senada dengan pakaian alexa pria tinggi, hidung mancung, yg muncul dari arah pintu masuk ruangan itu.
semua mata yg berada di ruangan itu, terlihat terpaku dengan seorang pria tampan yg memiliki jabatan no. 1 di perusahaan duarte corporation .
pria itu melangkah mendekati mereka dan langsung duduk di samping alexa yg terdiam menatap lekat wajah tampan pria itu dan langsung menyambutnya dengan senyum yg paling manis dari seorang alexa.
sementara tiga orang lainnya, terkejut dengan hal itu. dan yg lebih membuat mereka terkejut bahkan terperangah, saat arlen menarik pinggang alexa dengan lembut dan mengecup singkat dahi alexa.
"apa maksud dari perkataanmu tuan.... dan, apa ini...!? kau bahkan mengganggu pekerjaan kami"
gerutu mark, yg belum terkendali keterkejutannya akan hal yg terjadi di depannya. dia berpikir bagaimana arlen bisa mengenal alexa, sedangkan yg dia tahu bahwa arlen akan sangat cuek jika berhubungan dengan perempuan.
"ck, mana mungkin aku mengganggu pekerjaan dari calon istriku... malahan aku ingin membantunya memilih perusahaan mana yg berkualitas yg akan bekerja sama dengan perusahaannya.."
ucap arlen dengan begitu dingin... sangat berbeda dengan ketika dirinya bersama alexa.
"calon istri..!?"
gumam ketiga orang yg mendengar pernyataan arlen.
"a-apa maksudnya..!"
ucapan mark tergagap sangat penasaran.
__ADS_1
"maaf, semuanya.... tapi... sepertinya kita salah membahas masalah... aku datang kemari ingin membahas pekerjaan, bukan masalah pribadiku"
ucap alexa dengan aura mematikan yg membuat ruangan itu terasa semakin dingin.
"hhuufftt....ma-maaf nona alexa... baiklah... ini kontrak kerjasama dari kami"
ucap mark yg menghela nafas sedikit kasar dan tergagap saat mendengar perkataan alexa yg seperti ingin membunuhnya. pasalnya, baru kali ini ia melihat sisi lain dari alexa yg tegas saat berhadapan dengan pekerjaannya, sambil menyerahkan beberapa file.
"hmhm.... sepertinya tawaran perusahaanmu lumayan menguntungkan untuk perusahaanku.."
lirih alexa yg membaca file tersebut dan mendapat tatapan tidak suka dari pria yg berada di sampingnya. hal itu, tidak luput dari pandangan alexa, membuat alexa mengulum senyumnya.
sedangkan mark, mulai tersenyum lagi saat mendengar perkataan alexa.
"baiklah.... aku tidak ingin membuang waktu lagi... aku sangat sibuk hari ini.."
ucap alexa lagi, dan langsung menanda tangani kontrak kerja sama dengan perusahaan vidson corp.
"terima kasih atas kepercayaannya nona drash.. aku pastikan tidak akan pernah mengecewakan anda.."
ucap mark yg langsung berdiri, dan berjabat tangan dengan alexa.
arlen yg melihatnya langsung mengeraskan rahangnya...
"tentu saja tuan mark, kau harus lebih bekerja keras untuk itu.."
balas alexa yg sudah duduk kembali.
"apa... kau tidak punya sedikit waktu luang hanya untuk sekedar makan siang denganku nona drash..!?"
tanya mark yg seolah olah mengabaikan tatapan intimidasi dari arlen.
ucap alexa yg sengaja ingin memprovokasi kekasihnya yg sudah merah padam menahan amarah.
"ok kalau begitu... sampai berjumpa di lain waktu nona..."
"mmm.... pasti tuan davidson.."
ucap alexa sedikit membungkuk hormat kepada mark saat mark mulai berjalan keluar yg sebenarnya belum puas menatap wajah cantik alexa.
"nona alexa... sepertinya.. saya tidak bisa menemani anda setelah ini.. ada gangguan kecil yg terjadi di perusahaan"
ucap masha saat mereka ikut keluar, menuju parkiran.
"apa... tidak apa2 jika kau hanya sendiri..!?"
"tidak nona... tapi... kau mempunyai hutang penjelasan padaku tentang kejadian di dalam"
lirih masha berbisik, saat ia beriringan dengan alexa, sementara arlen mengambil mobilnya.
"iya..iya bawel....sebentar, pulanglah ke apartemenku, aku akan menceritakan semuanya. dan ini kunci mobilnya.. dan hati2 saat berkendara.."
"iya...iya...."
jawab masha yg langsung mengambil kunci mobil alexa, masuk dan langsung meluncur kembali ke kantor.
"masuklah..."
ucap arlen kepada alexa yg belum merubah raut mukanya saat di dalam.
__ADS_1
alexa langsung masuk dengan perasaan tak menentu.
saat keduanya sudah di dalam mobil...mereka terdiam. arlen memang belum menyalakan mobilnya hingga suara alexa memecah kesunyian di mobil itu.
"kamu kenapa sayaang....!?"
ucap alexa yg menahan tawanya dan memegang tangan arlen dengan lembut.
arlen membuang nafas kasar, dan menghadap ke arah alexa.
"kenapa kau memberinya kesempatan mendekatimu..!?"
ucap arlen masih kesal.
"hahaha.... apakah kau sedang cemburu sayaang... !?"
tawa alexa pecah, ketika melihat arlen dengan wajah kesal.
"tentu saja aku cemburu... aku tidak ingin melihat laki2 lain menatapmu seakan segera memakanmu.."
"oh sayaang.... aku tidak tertarik dengan mereka.... aku hanya mencoba profesional dengan pekerjaanku.."
ucap alexa yg menghentikan tawanya dan mengusap wajah arlen dengan lembut.
"hmhm.... kurasa aku akan terus menyibukkanmu agar tidak ada waktu luang untuk bersama dengan laki2 itu"
ucap arlen lembut dan mengenggam tangan alexa yg ada di wajahnya.
"kau tenang saja.... setelah ini, hanya masha yg akan bertemu dengannya ketika akan membahas masalah kerja sama..aku sudah memikirkan hal ini saat mengetahui siapa ceo perusahaan itu..."
jelas alexa yg membuat arlen tersenyum senang....
"jangan tersenyum seperti itu di depan orang lain... hanya aku yg boleh melihatnya.."
kata alexa ikut tersenyum.
cup
arlen langsung mengecup bibir alexa... menahan tengkuknya dan sedikit menyesap bibir alexa dan ********** pelan. membuat alexa terkejut, tapi ia langsung membalas ciuman arlen. keduanya hanyut dalam ciuman mesra yg sudah berapa kali mereka rasakan hingga tepukan tangan alexa di bahu arlen membuat mereka berhenti dan menghirup udara sebanyak banyaknya saat mereka sudah mulai kekurangan pasokan udara.
arlen langsung menarik tubuh alexa masuk ke dekapannya...membuat alexa terasa tenang dan hangat.. rasanya ia ingin langsung tidur di pelukan arlen dengan rasa nyaman yg ia rasakan.
arlen mengecup sekilas pucuk kepala alexa....
alexa hanya tersenyum, dan lebih mengeratkan pelukannya.
" i love you dear "
ucap arlen yg tenggelam dengan aroma shampo alexa yg di sukainya.
"i love you too my dear"
balas alexa yg tiba2 mengangkat kepalanya dan dengan berani mengecup bibir arlen sekilas, lalu buru2 menenggelamkan kembali wajahnya di dada bidang arlen karena merasa malu dengan tindakannya.
hal itu membuat arlen terkekeh gemas dengan tingkah alexa......
***bersambungπ₯°πππ
mana jejaknya guys....ππππππ***
__ADS_1