QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 24


__ADS_3

hari yg melelahkan bagi kedua insan yg sudah sah menjadi suami istri..


tapi sepertinya hari lelah inilah yg sangat di nantikan mereka..


walaupun sore baru menjelang, tapi mereka serasa ingin segera mengunci diri mereka di kamar dan beristirahat dengan tenang. padahal acara yg sudah di nantikan semua tamu undangan bahkan belum mulai.


"aku sangat lelah... bagaimana dengan sebentar...apa aku bisa minta izin untuk tidak hadir di acara resepsi....!?"


gerutu alexa yg bersandar di bahu kekar suaminya..yg duduk berdampingan di sofa.


saat ini mereka masih berada di kamar hotel yg sudah di rancang sedemikian rupa, hingga semua yg masuk ke tempat itu, rasanya tidak ingin keluar lagi saking nyaman dan mewahnya ruangan yg menjadi kamar pengantin kedua ceo dua perusahaan besar.


Arlen hanya terkekeh mendengar keluhan alexa..


"sayaang... memang ada pengantin yg minta izin untuk tidak hadir di acara resepsi pernikahannya sendiri..!?"


tanya arlen yg membelai wajah gadis yg sudah menjadi istrinya itu...


"hehe... mungkin aku yg pertama kali..."


jawab alexa yg nyengir kuda.. tidak disadari, tingkahnya membuat suaminya merasa gemas...


"jangan bertingkah seperti itu... aku tidak tahan melihatnya....!"


ucap Arlen yg mendekatkan wajahnya sampai hembusan nafas dari keduanya saling merasakan..


wajah alexa sudah memerah..... karna bahagianya dia, akhirnya dia melupakan satu hal yg membuatnya tidak terlelap semalam. hingga tatapan Arlen saat ini, membuatnya mengingat semuanya....


"Al....."


ucap alexa yg setengah mati menelan salivanya...


alexa ingin menjauhkan wajahnya yg sudah tidak tahu semerah apa, tapi sayang sepertinya dia kalah cepat dengan pergerakan suaminya...


tiba tiba Arlen menahan tengkuknya, dan langsung menyambar bibir alexa dengan perlahan...alexa refleks, dia melingkarkan tangannya di leher Arlen.


keduanya saling menautkan bibir mereka masing masing, terbuai dengan suasana yg tenang dan nyaman....


tapi, sepertinya situasi tidak sedang berpihak kepada dua insan yg di mabuk asmara itu... saat mereka menginginkan hal yg lebih, tiba tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar...


tok...tok....tok....


"Ar... sayang... apa mommy boleh masuk..!?"


ternyata ny. jeane yg mengetuk pintu. alexa langsung merapikan gaunnya yg sudah sedikit terbuka karna ulah arlen yg hampir saja terbawa suasana untuk melakukan hal yg lebih...


"masuk saja mom.."


seru alexa yg sudah kembali pada posisinya semula...


ny. jeane langsung masuk, tapi bukan hanya dia sendiri, melainkan bersama bibi alexa, masha, dan dua orang MUA yg akan membantu alexa mengganti gaunnya serta merapikan sedikit make up tipis yg menempel di wajah alexa.


ny. jeane masuk, tapi pandangannya menyapu keruangan itu dengan teliti, sampai alexa menautkan kedua alisnya bingung.

__ADS_1


"apa ada yg mommy cari..!?"


tanya alexa yg penasaran dengan reaksi mertuanya..


"hehe... mommy pikir, sudah terjadi sesuatu di kamar ini... tapi sepertinya belum... ranjangnya saja masih rapi..."


ucap ny. jeane yg membuat alexa membelalakan matanya dan melirik arlen yg tampak tenang2 saja...


"jangan menunda untuk memberikan cucu pada kami nak Arlen.... rasanya tidak sabar ingin menggendong penerus kalian berdua..."


kata bibi Alexa yg sengaja ingin menggoda kedua mempelai itu.


sementara wajah Alexa kembali memerah dengan godaan bibinya..


"bibi... ihk ...apa apaan sih...."


gerutu alexa yg menahan malu...


"sudah... jangan membuat sepupuku ini mati menahan malu... kalian, segera bantu tuan putri ini untuk berganti pakaian"


ucap masha, dan memerintahkan kedua orang MUA untuk segera melakukan tugasnya.


Arlen yg mengerti, langsung beranjak dari sofa hendak keluar dari kamar itu...


"sepertinya.. putraku ingin menikmati kejutan untuk sebentar malam..."


ucap ny. jeane tertawa begitupun dengan kelima orang yg ada di situ.


setelah selesai bersiap kembali, alexa saat ini mengenakan gaun berwarna ungu, senada dengan tuxedo Arlen yg sengaja dirancang oleh perancang busana professional.


Arlen pun sudah mengganti tuxedonya di ruangan sebelah. dan saat ini, dia sudah kembali bersama dengan alexa, untuk turun di lantai bawah, di mana tempat resepsi di gelar.


saat keduanya mulai memasuki aula itu, mereka terlihat berkilau dengan busana serta aksesoris yg melekat di tubuh mereka.


terlihat tamu undangan yg sudah memenuhi ruangan itu tampak terpukau dengan rupa kedua mempelai yg berjalan beriringan sambil memperlihatkan senyum termanis mereka dengan sejuta pesona.


kecantikan dan ketampanan Alexa dan Arlen menjadi buah bibir para tamu undangan yg hadir...


komentar demi komentar terlontar dari mulut mereka yg melihat begitu luar biasanya persiapan singkat yg di selesaikan tepat waktu oleh kedua belah pihak.


tak lupa juga sanjungan sanjungan yg membanjiri penampilan kedua mempelai yg sangat memikat malam ini.


alexa mengaitkan tangannya di tangan arlen..


suasana yg penuh kebahagiaan itu nampak di wajah wajah setiap orang yg berada di ruangan itu...


keduanya sampai di panggung megah yg dirancang oleh WO ternama yg di berikan kepercayaan oleh keluarga duarte.


acara demi acara, terlaksana dengan begitu baik....


terlihat guratan kelelahan dari kedua mempelai yg mulai menyambut sapaan hangat dari para tamu mengucapkan selamat atas terselenggaranya pernikahan yg menjadi impian setiap insan.


setelah para tamu selesai berjabatan tangan dengan yg punya pesta, kini giliran kedua mempelai beristirahat sejenak di singgasana yg tersedia.

__ADS_1


"bagaimana mereka mengundang tamu sebanyak ini... kakiku terasa remuk berdiri dari tadi..."


gerutu alexa yg berbisik di samping Arlen...


"sabar sayaang... sebentar lagi kita akan beristirahat... tapi.. aku tidak berjanji untuk menghilangkan rasa lelahmu..."


ucap arlen yg sengaja ingin menggoda Alexa....


"Al... apa maksudmu..."


tanya alexa yg mulai merona mengetahui arah pembicaraan Arlen.


"ayo.. kita pergi dari keramaian ini..."


ucap Arlen yg menarik tangan alexa ketika menyadari ada kesempatan, dimana semua orang yg masih di situ tampak sibuk dengan obrolan2 yg entah apa itu.


dan disinilah mereka, di kamar pengantin yg menjadi kamar satu satunya yg paling mewah di antara kamar lain di hotel ternama itu.


arlen dan alexa duduk sambil bersandar di sandaran sofa dengan meregangkan otot2 mereka yg terasa kaku akibat terlalu lama berdiri menyapa para tamu yg sangat antusias.


"sayaang... aku mau mandi... istirahatlah lebih dulu..."


ucap pelan alexa sengaja ingin menghindari tatapan arlen yg membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"apa yg kau pikirkan... bagaimana kalau kita mandi bersama..!?"


ucap Arlen menyeringai dan dengan segera dia mengangkat tubuh alexa ala bridal style dengan refleks alexa langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami yg kemudian memberikan kecupan sayang di keningnya dan berjalan menuju kamar mandi .


setelah keduanya sudah berada di dalam kamar mandi, arlen menurunkan alexa dengan hati hati, mereka masih berdiri sejajar dan Arlen menarik pinggang alexa posesif.. tangan alexa berada di dada suaminya menyisakan jarak yg hanya beberapa inci saja...


"Al...... ak-"


"sssttt..... aku menginginkanmu malam ini sayaang...."


ucap Arlen yg mulai merasakan hawa panas yg keluar dari tubuhnya sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir ranum istrinya sebelum alexa menyelesaikan ucapannya.


alexa beberapa kali mencoba menelan salivanya dengan susah payah...


tampak wajah merah merona yg terlihat dari wajah cantik seorang Alexa Drash...


alexa hanya menganggukan kepalanya mengiyakan kemauan pria yg sudah menjadi suaminya saat ini. Arlen tersenyum dengan respond alexa yg mungkin sudah siap menyerahkan kehormatan yg di jaganya selama ini hanya untuk laki laki yg berhak atasnya.


Arlen dengan perlahan membuka resleting gaun yg di pakai alexa saat resepsi berlangsung...


terlihat leher jenjang dan pundak putih mulus bak benang sutera yg terpampang di depannya, membuat dia menelan saliva membelai dengan lembut pundak itu dan menciuminya sampai meninggalkan tanda kepemilikan disana. sementara alexa tampak memejamkan matanya, menahan rasa yg membuatnya memerah. tapi dia sendiri menikmatinya walaupun hanya ciuman yg di dahulukan Arlen.


dengan hasrat yg mulai menguasai keduanya, mereka melepaskan semua kain yg menempel di tubuh mereka.


dengan segera Arlen menyalakan keran air hangat di bathub dan meneteskan cairan aroma therapy yg membuat tenang bagi siapapun yg menghirupnya.


arlen langsung menuntun alexa untuk masuk ke dalam bathub dan berendam bersama....


bersambung....πŸ˜†πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


tunggu kelanjutannya yah guys...πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜œπŸ™πŸ™


__ADS_2