
"aku hanya ingin mengetahui alasanmu membenciku ibu.... aku mengerti ini tidak sepenuhnya salahmu, karna kau termakan hasutan suami dan anakmu itu... bagaimana aku tahu, jika kau tidak memberitahukan padaku...aku sekarang sudah seperti orang lain bagimu...aku merindukanmu yg dulu ibu........"
ucap alexa membathin sambil mengemudi, tidak ada tujuan, hanya pikiran yg di penuhi kesedihan di isi kepalanya...
"oh shit. ! "
*cckkiittt.....
braak*. !!!
suara ban mobil alexa yg di rem mendadak, tapi karna terlambat, akhirnya dia bertabrakan dengan mobil di depannya membuatnya terkejut, dan segera keluar dari mobilnya. bersamaan dengan seorang wanita muda dan canyik yg ikut keluar dari mobil yg bertabrakan dengan mobil alexa, dengan wajah yg merah menahan amarah.
"astaga..... hey, apa kau bisa nyetir !? kau lihat mobilku ! ini keluaran terbaru kau tahu...!"
ucap wanita itu..
"hey, mbak aku tidak sengaja... baiklah... aku minta maaf.... aku akan ganti rugi kerusakan mobilmu"
"itu memang sudah seharusnya... awas saja kalau kau berbohong...! aku akan melaporkanmu ke pihak berwajib"
"mbak tenang saja.... aku bukan seorang pengecut, yg lari dari tanggung jawab !"
balas alexa dengan raut wajah yg sedikit emosi mendengar ucapan wanita itu.
"ini kartu namaku... beritahukan biaya perbaikan mobilmu.. aku akan mentransfernya."
sambung alexa, yg kemudian memanggil taxi, dan pergi dari tempat itu. dan kemudian menelepon bengkel langganannya.
"kurangajar..... ! gara2 dia aku terlambat memberikan kejutan untuk priaku...! dasar wanita tidak tahu diri... okay... kita lihat, seberapa kaya kau untuk mengganti kerugian mobilku, aku yakin, kau akan menyesal nanti...hhuufftt... aku harus segera bergegas untuk bertemu dengan calon suamiku."
ucap wanita itu, kemudian ia juga memberhentikan taxi dan menelepon orang bengkel untuk segera membawa mobilnya.
ddrrreettt.....ddrrreeettt...
ponsel alexa bergetar
"hallo..."
"hallo sayang... kamu kemana saja..!? aku ke kantormu tadi.. tapi kau tidak ada.."
"aku..... dari suatu tempat..."
"apa kau baik2 saja..!? kau dimana, biar aku menjemputmu"
"tidak, aku tidak apa apa... aku baik2 saja... kau dimana sekarang..apa masih di kantorku !?"
"aku sudah di apartemenku...."
"mmmm.... apa aku boleh mengunjungimu...!?"
__ADS_1
"tentu saja sayaang... datanglah... aku menunggumu.."
"hmhm..."
alexa mengakhiri panggilan nya yg berasal dari kekasihnya... arlen alger duarte.
setibanya alexa di apartemen arlen, ia langsung memasuki lift menuju kamar arlen.
ting...tong...ting..tong !
terdengar suara bell dari pintu masuk kamar arlen.
pintu terbuka, dan tampaklah pria yg membuka pintu dengan celana jeans selutut, serta kaos putih polos dan rambut yg masih basah sedikit acak acakan, tapi itu membuatnya semakin tampan bahkan, alexa yg masih berada di depan pintu, tampak terpanah, terpaku dengan semua yg ada pada diri pria ini yg membuatnya semakin jatuh dengan pesona pria yg sudah menjadi kekasihnya itu..
"apa... kau akan tetap di situ sambil memandangiku nona...!?
ucap arlen yg membuyarkan tatapan alexa dan menggaruk tengkuknya yg tidak gatal.
"eh... mmm... baiklah aku masuk.."
ucap alexa malu dan langsung masuk mendahului arlen. sementara arlen hanya mengulum senyumnya melihat alexa yg salting.
alexa nampak terkesan dengan apartemen arlen yg luas, terlihat mewah lengkap dengan segala perabot yg berharga fantastis, desain yg sangat keren, bernuansa abu abu hitam, khas seorang laki laki.
"duduklah... kau mau minum apa..!?"
"terserah saja..."
"ini....."
ucap arlen yg sudah kembali dari dapurnya dan menyodorkan segelas jus untuk alexa.
"terima kasih.."
ucap alexa meminumnya dan tersenyum.
"apa kau sudah mendapatkan jawabannya di rumah itu..!?
ucap arlen yg kemudian duduk di samping alexa, dan melingkarkan tangannya di pinggang alexa.
sementara alexa nampak meringis lagi lagi arlen sudah mengetahui tentangnya tanpa di beritahu.
"apa matamu ada dimana mana tuan !?"
"mataku hanya berada di dekat orang yg penting di hidupku...."
"oh yah.... sepertinya aku tidak akan punya bahan lagi untuk berbicara padamu.. karna kau sudah tahu semuanya...."
ucap alexa yg memasang wajah cemberut, merasa kesal.
__ADS_1
"aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja... ada orang yg mengingini nyawa mu sayaang... dan aku tidak bisa jika kau terluka sedikitpun"
kata arlen dengan lembut dan tenang, sambil membelai wajah alexa yg sedikit merona karna mendengar ucapan arlen
"kamu tenang saja.... mana mungkin aku membiarkan mereka mengambil nyawaku begitu saja tanpa perlawanan.... aku sangat hafal dengan lawanku yg pengecut itu..."
alexa berucap dengan tangan yg menggenggam tangan arlen yg masih berada di wajahnya dengan menyeringai licik, dan itu membuat arlen tampak sedikit bergeming dengan tingkah alexa yg terkesan lebih tertarik, dengan kekerasan....
"hmhm...aku tidak meragukan kemampuanmu sayaang..."
ucap arlen yg kemudian mendaratkan bibirnya di bibir alexa ********** pelan ia sangat merindukan bibir ranum kekasihnya.. merasakan sensasi yg sepertinya akan menjadi candu untuknya...
alexa membalas ciuman arlen... ia pun sepertinya terbuai dengan permainan lidah prianya... hingga ciuman itu terhenti saat bel apartemen arlen berbunyi...
"ahh shiit.. !"
ucap arlen yg tidak terima dengan gangguan yg menghampiri apartemennya.
alexa hanya tersenyum, dengan kegusaran arlen..
"mungkin itu penting sayaang.... bukalah.."
"apanya yg dibuka sayaang... apa kau sudah tidak sabar...!?"
lirih arlen manja dan tersenyum jail menggoda alexa yg melotot dengan ucapan arlen.
"dasar mesum... ! apa maksudmu..."
ucap alexa dengan wajah yg merah merona dan melemparkan bantal sofa ke arah arlen. dan membuat arlen tertawa renyah karna sudah berhasil mengerjai kekasihnya. dan berjalan ke arah pintu, melihat siapa yg sudah mengganggu waktunya....
saat pintu terbuka, seketika itu juga tawa yg terdengar tadi langsung lenyap.
terlihat seorang gadis berdiri di hadapan arlen, dengan pakaian yg sexy, bibir merah, dan make up tebal.
"hay sayaang...... apa kau tidak merindukanku..!?"
ucap wanita itu, yg langsung bergelayut manja di tangan arlen, dan dengan kesal, arlen menepiskan tangannya dengan kasar.
"kenapa kau datang kemari..!?"
"memangnya kenapa...!? aku tentu saja merindukanmu..."
ucap wanita itu yg dengan cepat masuk ke apartement arlen, sementara arlen mengeraskan rahangnya menahan amarah.
"sandra...! keluar dari sini..!"
deg
bersambung🙏🙏🙏🥰
__ADS_1
jejak guys...🙏🙏🙏