QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 12


__ADS_3

"jangan aneh2 tuan ceo...."


ucap alexa sedikit terkejut dengan kata arlen.


"siapa yg aneh...?"


lirih arlen yg merebahkan kepalanya di paha alexa. alexa sedikit terkejut tapi dia langsung merubah keterkejutannya dengan membelai kepala arlen.


"semuanya butuh proses Al...."


"hmhm... baiklah... 1 bulan rasanya sudah cukup untuk mempersiapkan semuanya"


ucap arlen.


"tidak semudah itu... kamu tahukan, masalahku...?"


"tenang saja.... kita akan segera mengetahuinya... david sebentar lagi akan mengirim file berisi tentang masalahmu dengan ibumu."


kata arlen memejamkan matanya.


"benarkah.. !?"


tanya alexa antusias.


"hmhmmm..."


arlen hanya berdehem pelan


"hey... apa kau tidak akan pulang ?! ini hampir malam..."


"untuk apa aku pulang....?"


"astaga... Al.... pulanglah... aku mau istirahat"


gumam alexa menggerutu.


"jangan dulu tidur sebelum makan malam sayaang....."


" oh iya.. aku hampir lupa... bagaimana kalau aku memasakan sesuatu untukmu..!?"


ucap alexa


"apa kau bisa melakukannya!?"


"tentu saja.... apa yg tidak bisa aku lakukan..."


ucap alexa bercanda menyombongkan kelebihannya.


"ck... dasar kau... membuatku ingin segera memakanmu"


ucap arlen yg mencubit pipi alexa dengan gemas.


"sakit Al..... ayo sekarang kamu bangun..."


"iya...iya... "


gerutu arlen yg sebenarnya masih ingin tidur di pangkuan alexa namun dengan malasnya dia terpaksa berdiri, dan alexa yg mulai berjalan menuju dapurnya.


"hmhm.... dasar, ceo lebay.....! berbanding terbalik dengan yg beredar gosip tentangnya..!."


ucap alexa berbicara pelan yg ternyata masih bisa di dengar arlen.


"sayaaang... aku masih bisa mendengarnya...."


kata arlen yg menyusul dan memeluk alexa dari belakang.


"hehe... iya...iya... sepertinya suaraku cukup kuat mengataimu.."


ucap alexa terkekeh


"sudah... lepaskan Al..., aku akan mulai memasak.."


arlen langsung melepaskan pelukannya, dan duduk menghadap alexa yg mulai memakai apronnya, dan memasak dengan santainya.

__ADS_1


tidak berlangsung lama, masakan alexa sudah selesai dan di hidangkan di depan arlen yg terlihat tersenyum terkejut, tidak menyangka jika alexa sangat berbakat dalam segala hal.


"makanlah.... aku membuatkan spagheti untukmu... semoga kamu suka.."


ucap alexa tersenyum.


"apapun yg kau berikan padaku aku akan selalu menyukainya sayang..."


balas arlen kembali tersenyum dan mulai memakan makanannya.


"mmm... ini sangat enak... bahkan lebih enak dari masakan restoran"


sambung arlen yg menyuapkan suapan pertama di mulutnya sementara alexa hanya mengulum senyumnya masih tidak percaya dengan apa yg ada di hadapannya.


seorang ceo perusahaan nomor satu arlen alger duarte ternyata begitu hangat jika bersama dengan orang yg di cintainya.


berbeda dengan orang lain, yg akan gemetar ketakutan saat berhadapan dengan arlen dalam mode dingin dan datarnya.


apalagi jika sampai memiliki masalah dengannya.


"sayaang...."


panggil arlen yg membuyarkan lamunan alexa... sementara makanan tadi sudah habis tak tersisa.


"iya... ada apa...!?"


"kau baik2 saja ?"


"tentu.." ucap alexa tersenyum.


ddrrtt....ddrrtt...


ponsel arlen bergetar..


"hallo... "


"hallo boss.... aku sudah mengirim file nya"


"mmm... baiklah... terima kasih vid"


setelah arlen menutup panggilannya, ia langsung membuka file yg dikirim david kepadanya.


"sayang, kemari dan lihatlah.."


lirih arlen memanggil alexa agar bisa melihat file yg sama.


terlihat sebuah rekaman dimana seorang pria matang yg keluar dari toko boneka. sepertinya ia membeli boneka untuk seseorang tapi ukuran boneka itu sangat besar hingga sedikit menutupi penglihatan pria itu dan saat ia akan menyebrang jalan untuk kembali bertemu pada seseorang, tiba tiba....


bruk....


tubuhnya terpental saat sebuah mobil yg terlihat melaju kencang menabrak pria itu, hingga terlempar jauh, dan pria itu tewas di tempat.


"oh No...!! ayah..."


teriak alexa yg mengetahui siapa pria yg tewas di rekaman itu.


ia adalah ayah dari alexa.


tubuh alexa limbung, untung saja arlen cepat menahan dan membawanya masuk ke kamar alexa dan mendudukkannya di tepi ranjang king size nya.


air mata alexa tak terbendung lagi... ia terisak di pelukan arlen syok dengan apa yg baru pertama kali ia lihat. peristiwa itu tidak pernah sekalipun terdengar oleh alexa bahkan sepertinya sengaja di hapus oleh beberapa pihak yg tidak bertanggung jawab.


"Al..... i-itu a-ayahku...."


hiks...hiks...


ucapan alexa terbata... ia menangis menumpahkan kesedihannya di hadapan pria yg sudah mencuri hatinya.


"aku tahu sayaang.... menangislah, jika itu akan membuatmu lega..aku akan selalu ada untukmu"


ucap arlen yg tanpa sadar, menitikkan air mata melihat kerapuhan sang kekasih.


"kenapa.... kenapa ayah pergi meninggalkanku sendiri... apa ayah tidak ingin berlama lama denganku... apa ayah bosan bermain denganku hingga ayah tidak mau menjagaku sampai aku dewasa.....kenapa Al.....apa aku anak yg buruk sehingga tuhan tidak ingin melihatku berbahagia bersama ayahku.... !"

__ADS_1


"ssssttt.... jangan berbicara seperti itu sayaang.... tuhan pasti merencanakan hal yg indah untukmu...percayalah... setiap cobaan yg tuhan berikan, itu pasti di sertai dengan jalan keluarnya..."


ucap arlen menenangkan alexa...


"kamu gadis yg kuat sayaang.... kamu jangan khawatir aku akan selalu ada untukmu"


sambung arlen.


"tapi.... kenapa ada orang yg ingin membunuh ayahku... apa ayahku mempunyai musuh... tapi siapa...."


"di dunia bisnis, wajar jika banyak saingannya.... kita akan segera tahu, dalang dari kematian ayahmu. pasti ini berkaitan dengan perubahan sikap ibumu.


ucap arlen yg mengeraskan rahangnya.


"terima kasih Al... kamu mau membantuku..."


"sayaang.... aku tidak ingin melihatmu bersedih lagi... jangan ucapkan terima kasih okay...! aku ini calon suamimu... sudah jadi tanggung jawabku semua hal mengenai dirimu.."


ucap arlen yg melonggarkan pelukan mereka dan menghapus sisa air mata di pipi alexa.


"maaf... bajumu jadi basah..."


ucap alexa yg merasa tidak enak dengan baju arlen yg basah karena air mata alexa.


arlen terkekeh...


" kau harus berjanji padaku... kalau kau tidak akan bersedih lagi... malam ini david akan melengkapi semua yg ingin kau ketahui. dan besok kau akan mendapatkannya"


"iyaa..... aku janji sayaang...."


lirih alexa pelan...


kali ini, wajah arlen yg terlihat memerah mendengar sebutan sayang dari alexa.


" aku akan menginap disini malam ini. sebentar lagi david akan sampai disini membawakan bajuku."


"hey... apa kau serius...!? apartemenku ini hanya satu kamar"


ucap alexa mencoba menolak dengan keputusan arlen.


"kamu tenang saja... aku akan tidur di sofa dan kau di ranjang, aku tidak akan macam2 padamu sayaang...."


ucap arlen yg mencubit gemas pipi alexa.


"hmhm... baiklah... aku mau mandi dulu.... kau beristirahat saja dulu sambil menunggu david datang."


kata alexa yg berdiri dan langsung menuju kamar mandinya tidak lupa baju ganti yg di bawah masuk.


tingtong....tingtong....


suara bell pintu apartemen alexa.


"Al... sayang buka pintuny-"


ucapan alexa tertahan saat melihat arlen yg setengah badannya sudah tertidur pulas di ranjang sementara kakinya selonjoran di lantai masih lengkap dengan cepatu.


"mmm.... pantas saja di panggil tidak menyahut... dia tidur rupanya.


ucap alexa yg berjalan ingin membuka pintu.


"selamat malam nona..apa tuanku ada ? ."


jawab seorang pria saat alexa membuka pintunya.


"dia sudah tertidur...."


"oh... ya sudah nona... ini baju ganti tuan"


ucap pria itu yg tidak lain adalah david sang asisten sambil menyodorkan paper bag yg dibawah tadi.


"saya permisi nona... selamat beristirahat..."


ucap david hormat sedikit membungkuk di depan alexa.

__ADS_1


bersambung 🥰🙏🙏🙏


__ADS_2