
saat senja menyapa, terlihat alexa yg berdiri di balkon kamarnya memandangi pemandangan yg sangat menyejukkan...
menambah kedamaian akan situasi saat itu.. tapi, tidak dengan hati dan pikirannya saat ini...
bergelut pikirannya tentang sang suami yg menunjukkan sisi lain dari wataknya saat berhadapan dengan orang orang yg mengganggu ketenangan mereka.
"hmhm... apa aku bertanya saja padanya... tapi..-"
ucapan alexa terhenti, saat sebuah tangan kekar melingkari perutnya dengan posesif.
"sedang apa..!?"
tanya arlen yg memeluknya tadi dari belakang hingga membuat alexa terlonjak kaget..
"mmm... apa...aku boleh bertanya sesuatu..!?"
"apa...!?"
jawab arlen sedikit tersenyum, dimana dia sudah mengetahui pertanyaan istrinya.. mengingat perubahan mood alexa ketika mereka selesai membereskan tikus tikus yg menghalangi mereka.
arlen memang belum sempat menceritakan banyak hal mengenai kehidupannya...
memang ada rahasia yg di tutupi nya yg tidak di ketahui banyak orang karena ia sendiri belum yakin jika orang lain mengetahuinya akan seperti apa..
jadi, dia menutup rapat rapat tentang ini.
alexa berbalik menatap manik mata arlen, walau dia sedikit bersemu saat menatap wajah tampan suaminya, tapi dia langsung menepis rasa gugupnya karna rasa ingin tahunya tentang sang suami lebih besar.
"apa..... ada yg tidak ku ketahui..?"
tanya alexa sedikit sungkan...
arlen hanya tersenyum mendengar pertanyaan istrinya, lalu dia mendaratkan kecupan singkat di dahi alexa.
"Al...... jawab.."
ucap alexa yg tidak sabar mendengar jawaban arlen.
"eheemm... maaf belum jujur padamu.."
deg
jantung alexa berpacu... mengingat perkenalannya dengan arlen begitu singkat sampai akhirnya memutuskan menikah.. jadi tidak banyak mereka bertukar cerita tentang kehidupan masing masing.
"apa... suamiku seorang psikopat atau apa..."
itulah yg terlintas di pikiran alexa..
"jangan jangan, aku....aku....akan dibunuhnya, setelah dia melakukan hal yg baik untukku.."
pikiran alexa melambung lagi..
entah kenapa, alexa sampai menduga duga hal yg begitu pada suaminya..
wajahnya berubah jadi tegang... bahkan bibirnya sampai pucat, dan lidahnya keluh hanya untuk mengatakan sesuatu pada arlen.
hingga sentuhan tangan arlen di pipinya, membuyarkan pikirannya yg memikirkan hal yg muncul di otaknya..
"e eh... a - al... kau tid-"
"ssssttt.... apa yg kau pikirkan sayang...!?"
ucap arlen yg menempelkan jari telunjuknya di bibir alexa.
"buang pikiran jelekmu itu... aku tidak serendahan itu sayanggku..."
sambung arlen yg mencubit kedua pipi alexa dan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri hingga membuat alexa sedikit kesal.
"memang apa yg ada di pikiranku..!? jangan sok jadi cenayang deh..! hal apa yg tidak kau katakan..!?
__ADS_1
tanya alexa yg memutar badannya kembali melihat pemandangan yg sedikit lagi menggelap.
sementara arlen terkekeh dengan reaksi istrinya.
arlen kembali memeluknya dari belakang sambil berkata.
"tidak usah memikirkan hal hal yg tidak penting... kalau sudah saatnya, aku akan mengantarmu ke suatu tempat... kau akan mengetahuinya disitu... okay..!?"
alexa yg mendengar itu, hanya menghela nafasnya.. mereka sudah sama sama dewasa, jadi walaupun arlen belum mengatakannya, tapi alexa yakin suaminya hanya butuh waktu... mungkin hal yg berat atau apa.. hingga suaminya belum siap menunjukkannya... alexa hanya memperbesar kesabarannya saja menunggu saat itu tiba..
"baiklah.... tapi.. jangan terlalu lama... kesabaranku ada batasnya... jangan terus menerus membuatku penasaran.."
kata alexa yg mendapat anggukan kepala dari arlen serta tak lupa senyuman manis yg terbit dari bibirnya... membuat alexa yg menoleh kembali tersipu dengan senyuman suami tampannya.
"besok kau akan mengetahuinya..."
ucap arlen dengan mantap..
membuat alexa mengernyit..
"apa.... benar !? kau sedang tidak bercanda kan..!?"
ucap alexa berbinar.
"tidak... besok pulang kantor, aku akan menjemputmu..."
"hmhm... okay.."
"apa kau capek..!?"
tanya arlen yg semakin mengeratkan pelukkannya...
"tidak.... aku tidak melakukan kegiatan apapun sejak pagi.... bahkan, urusan kantor di handle masha.."
jawab alexa mengusap pipi arlen yg berada di pundaknya..
"bagaimana kalau kita olahraga saja..!? sepertinya, aku sangat membutuhkan kehangatan saat ini.."
hingga alexa tersenyum malu, dan tubuhnya di gendong sang suami ala bridal style.
meninggalkan balkon yg hanya di batasi pintu kaca menuju kamar utama mansion itu.
dan waktu yg cukup lama di mulai kedua insan yg semakin merasakan gejolak cinta yg semakin tumbuh di hati masing masing.
dua jam mereka menyelesaikan permainan ala pasangan yg sudah menikah.😆
masih saling merangkul, terlihat keduanya kelelahan dengan kegiatan panas mereka yg memakan waktu yg lama..
dan ketukkan pintu, menyadarkan mereka berdua saat hampir saja terlelap.
tok..tok..tok..
"maaf tuan, nyonya, makan malam sudah siap.."
ucap kepala pelayan di depan pintu..
alexa tampak bergeming tapi tidak langsung bangun, melainkan lebih membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami hingga arlen tersadar, dan langsung tersenyum melihat alexa yg sepertinya masih lelah.
"makan dulu sayang... kita bisa mengulangnya setelah itu..."
kata arlen tertawa, dan mendapat cubitan kecil di perutnya...
"aw..."
"dasar mesum..."
ucap alexa yg mendongakkan wajahnya.. sementara arlen masih dengan tawanya, berhasil menggoda istrinya yg terlihat merona.
dan, saat ini mereka sudah berada di meja makan, setelah keduanya selesai membersihkan diri masing masing.
__ADS_1
hening....
hanya dentingan sendok yg terdengar di ruang makan besar itu.
hingga seseorang yg di tunggu arlen datang.
"selamat malam kakak... kakak ipar..."
ucap seorang pria tampan yg melangkahkan kakinya menuju meja makan mansion A .
(mansion A adalah nama mansion yg di bangun oleh arlen mengingat mansionnya memiliki tiga bangunan yg berbentuk huruf A )
siapa lagi pria tadi kalau bukan david, sang asisten setia... sahabat, sekaligus orang yg sudah di anggap adik oleh Arlen...
Arlen dan Alexa yg mendengarnya, tersenyum..tapi, mereka berdua saling memandang karena david tidak datang sendiri, melainkan dengan seorang wanita yg sangat dikenali mereka...
kalau david, tentu saja kedatangannya di tunggu arlen karena ada sesuatu yg akan mereka bahas, mengenai pekerjaan.
tapi, wanita itu.... sepertinya, ada sesuatu sampai dia datang bersama david.
"masha...!?"
ucap alexa yg melihat gadis yg datang.... ya masha.... dialah yg datang bersama david.
sementara masha yg mendengar namanya di panggil, hanya nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal.
"kak alexa.... kakak ipar.... apa aku mengganggu...!?"
tanya masha yg sedikit tidak enak, karena dia datang tidak memberi tahu, karna dia hanya di ajak david...
"tidak sama skali dek... ayo, kalian ikut makan... kalian pasti belum makan malam kan..!?"
ucap alexa sementara arlen hanya tersenyum, menanggapi ucapan masha yg sepertinya sangat merasa canggung, terhadap arlen.
mereka melanjutkan makan malam mereka kembali hening.
hingga saat makan malam selesai, arlen berpamitan kepada alexa untuk ke ruang kerja bersama david, dan alexa bersama masha duduk di ruang keluarga sambil menonton film kesukaan mereka.
"kak, gila yah... sekaya apa sih, keluarga duarte !? mansionnya segede ini... OMG... aku pikir tadi, aku sama david, salah masuk mansion...uuhh... ternyata benar..."
ucap masha antusias karena kagum dengan mansion arlen yg mewahnya tidak main main.
"mmm... kenapa kamu sampai datang bersama david...!?"
bukannya menyambung ucapan masha, alexa malah bertanya...
membuat masha kelagapan, bingung harus menjawab apa...
"eemm.. itu..itu.. aku hanya kebetulan bertemu di minimarket tadi... lalu dia mengajakku kemari.."
"apa... hanya itu...!? kau tidak menyembunyikan sesuatu kan..!?"
tanya alexa penuh selidik...
sementara masha menundukkan pandangannya.
"ck, jujur saja... jangan main rahasia denganku..."
cibir alexa yg membuat masha menghela nafas dan membuangnya pelan.
"baiklah.... sebenarnya.... kami akhir akhir ini, saling contact tapi...hanya membahas pekerjaan saja... mmm... kemarin, sempat jalan sih..."
ucap masha ragu...
dan alexa memutar bola matanya jengah..
"kalau saling suka bilang saja... jangan beralasan pekerjaan yg tidak mempunyai masalah....david ganteng sih... yah... walaupun suamiku ganteng kemana mana..."
jawab alexa cekikian dengan ucapannya sendiri....
__ADS_1
hingga, deheman seseorang membuat keduanya menoleh dan terbelalak...