
"namanya begitu familiar..."
gumam bathin sherly dengan wajah yg gusar.
"kenapa kamu sher??" apa ada yg mengganggu pikiranmu?? alexa bertanya.
"ehmm... tidak ka lexa.... aku sepertinya.. merasa familiar dengan nama tuan ini"
balas sherly, dengan gaya yg seperti orang yg berpikir keras.
"ck, kalo saja kamu tahu orang yg berada di sampingmu ini adalah orang yg berpengaruh, kamu tambah klepek2 sama dia..." ucap masha jelous.
"kamu tidak usah banyak berpikir tentangku nona... pikirkanlah dirimu sendiri untuk kedepannya.."
ucap arlen dengan penuh penekanan, membuat sherly merinding mendengarnya.
"kak, aku permisi dulu... sampai ketemu lagi besok.."
kata sherly seraya meninggalkan kantor kakak tirinya itu.
"eehhem... mari kita makan siang nona alexa... ada yg aku ingin bicarakan denganmu... empat mata..!"
ucap arlen menekankan kata terakhirnya, dan di angguki oleh alexa. sementara kedua asisten mereka langsung merapikan dokumen, dan bergegas keluar dari ruangan itu.
tiba di restorant mewah milik arlen...
"silahkan duduk.."
ucap arlen mempersilahkan dan alexa mengangguk mengiyakan.
"selamat siang tuan..."
sapa seorang laki2 setengah baya yg memakai jas hitam, dan langsung menyambut menunduk di hadapan arlen, membuat alexa mengenyirtkan alisnya.
"selamat siang... tolong hidangkan makanannya sekarang.."
"baik tuan..."
ucap pria itu, yg ternyata seorang manager di restoran itu. dan mereka langsung menghidangkan hidangan yg begitu menggugah selera yg sudah di pesan asisten arlen. membuat alexa bertambah bingung dengannya.
"kenapa tuan tidak memesan ruang VVIP saja..?!" tanya alexa ingin menuntaskan penasarannya.
pasalnya, seorang pengusaha sukses, tidak memerlukan ruangan vvip. padahal, dari kebanyakan pengusaha, selalu mencari tempat yg privat.
"mungkin....alasannya, sama sepertimu.."
ucap arlen membuat alexa tampak berpikir.
" oh yahh..... apa memangnya alasan yg bisa membuat kita sama dengan satu hal tuan..!?"
tanya alexa memicingkan matanya.
"itulah salah satu alasan, mengapa aku menyembunyikan wajahku di depan media. karna, jika semua orang tahu tentang identitasku, maka aku tidak akan sebebas ini berada di luar nona... yah.. meskipun itu tidak lari dari tatapan2 wanita yg melihatku..."
ujar arlen panjang lebar.
"ck, ternyata kau narsis juga ya tuan..!? lalu darimana kau tahu kalau aku memiliki alasan yg sama denganmu..!?
" sepertinya, kau masih meragukan kemampuanku nona alexa audrey drash..."
ucap arlen dengan tatapan yg berbeda.
"hmhm... baiklah tuan... sekarang, hal penting apa yg ingin kau bicarakan kepadaku..!?"
ucap alexa mengalihkan pembicaraan, karna dia menyadari tatapan lain arlen.
"nanti malam kau harus ikut denganku bertemu keluargaku.."
" apa ini tidak terlalu cepat..!?"
"lebih cepat lebih baik.."
"tapi.....tuan"
"tidak ada penolakan nona..."
"huufft... baiklah..."
ucap alexa mengiyakan, mengingat kesepakatan mereka telah berjalan setelah tanda tangan kontrak kerja sama.
"walaupun dia galak, tapi dia berpegang teguh pada pendiriannya..."
lirih bathin arlen dan menatap alexa yg sudah memulay memakan makanannya.
tidak terasa, waktu terus berjalan sehingga malam yg di tunggu arlen, akhirnya datang juga...
di apartemen alexa...
ddrrrttt....ddrrrtttt...
getar ponsel alexa...
Mrs. galak :
hallo
Mr. ice :
__ADS_1
aku akan menjemputmu.
Mrs. galak :
aku bisa pergi sendiri tuan. sharelock saja.
Mr. ice :
tidak ada bantahan nona.
Mrs. galak :
hhuufftt.... baiklah tuan.. !!
tutt...tutt..
"dasar, manusia pemaksa... lihat saja, kalau sampe macam2 denganku... aku tidak segan membuat perhitungan dengannya.."
ucap alexa setelah dia mematikan panggilannya sepihak.
"dasar wanita aneh.... selalu saja cuek padaku.....! gerutu arlen yg sudah bersiap dengan setelan jas yg begitu pas, dan mewah
menambah ketampanannya beribu ribu kali lipat. setelah itu, dia langsung ke parkiran apartemennya, dan meluncurkan limison keluaran terbaru yg baru di belinya.
malam ini, arlen akan mengantar alexa di rumah utama atau mansion mewah milik keluarga duarte.
di mana kakek, daddy, dan mommy nya tinggal. karena pagi tadi sang kakek menelepon arlen agar segera membawa cucu menantu ke kediamannya untuk mengenalkannya pada keluarga duarte.
pasalnya, arlen telah mengatakan bahwa ia sudah memiliki kekasih pilihannya. setelah, ia tahu mommy nya ingin mengenalkannya lagi pada seorang gadis yg tidak bisa menggetarkan jiwanya. berbeda saat ia pertama kali bertemu alexa.
bahkan, bukan hanya sekali mommy nya itu ingin menjodohkan putra semata wayangnya. tetapi selalu di tolak olehnya.
saat ini, arlen dan alexa sudah berada di dalam mobil, setelah setengah jam yg lalu arlen menjemput alexa ke apartemennya.
"mmmm... tuan, apa keluargamu akan menerimaku dengan baik..!? ya... walaupun ini hanya pura2... tapi.._"
"tidak usah kau pikirkan itu nona... pikirkanlah, bagaimana caranya kau meyakinkan mereka bahwa kita sepasang kekasih pada umumnya..."
ucapan alexa terpotong dengan ucapan arlen yg hanya biasa2 saja... berbeda dengan alexa yg saat ini, merasa gugup membayangkan situasi di mansion keluarga duarte nanti saat dia memperkenalkan diri sebagai kekasih arlen. dia bingung harus bersikap bagaimana. malahan, jika di suruh memilih, dia lebih bersemangat menghadapi 10 preman sekaligus, daripada berhadapan dengan orang yg sangat berpengaruh di negeri.
bukan karena dia tidak percaya diri. tapi dia bingung harus berprilaku bagaimana mengingat dia belum berpengalaman dengan situasi seperti ini.
tiba di mansion duarte
(anggap saja di malam hari yah guys😁🙏)
pintu gerbang langsung terbuka, saat pengawal yg berjaga langsung mengenali plat mobil tuan mudanya..
"selamat malam tuan muda, nona muda......
tuan sepuh, tuan besar, dan nyonya besar sudah menunggu anda dari tadi..
saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga..."
ucap kepala pelayan menunduk hormat di depan arlen dan alexa...
"baiklah.... lanjutkan pekerjaanmu pak kim.. aku akan segera masuk.
kata arlen dengan datar, dan langsung di angguki oleh kepala pelayan yg bernama pak kim, di ikuti beberapa pelayan yg menyambut mereka tadi.
"ayo kita masuk, bersikap biasa saja, jangan gugup. dan ingat, bersikap seolah2 kita saling mencintai.
dan satu lagi... jangan memanggilku tuan di depan mereka...."
ucap arlen yg hanya di tatap datar oleh alexa.
"uuhhftt... kalau bukan karena masha dan ucapan terima kasihku, aku tak sanggup menjalankan kesepakatan konyol ini".
lirih bathin alexa menggerutu.
"hmhm... iya... aku mengerti....
cepatlah bergerak.... agar kita cepat pergi dari sini, dan aku bisa beristirahat dengan tenang".
gerutu alexa kembali, yg langsung mendapat tatapan bingung dari arlen. pasalnya, saat masih di mobil, alexa tampak gusar dan gugup..... tapi saat sudah tiba, dia terlihat biasa2 saja, malahan terlihat segurat semangat di wajahnya.
bukan alexa namanya, jika dia harus berlama lama dalam kegugupannya. karena gadis sekuat dirinya, sangat jarang merasakan hal yg dinamakan gugup itu.
alexa dapat merasakan energi positif yg berada di kediaman keluarga duarte ini....
bahkan, itu bisa dilihat dari raut kebahagiaan dari para pelayan keluarga duarte, yg berseri saat melihat kedatangan mereka. pasti mereka sangat di perlakukan dengan baik di mansion ini.
itulah yg di pikirkan alexa.
mereka memasuki pintu utama...
dan melangkah dengan begitu anggun dan mempesona... keduanya begitu terlihat serasi saat berjalan berdampingan bahkan saat ini, alexa sudah menggandeng tangan arlen, dengan permintaan arlen tentunya. keduanya mencoba selalu tampak berwibawa di manapun mereka berada. senyum sengaja mereka ukir di kedua wajah. membuat yg melihat seketika akan meleleh dengan tampak rupawan dari keduanya yg mampu mengipnotis siapa saja yg melihat.
di ruangan keluarga, sudah ada tuan jhonson kakek arlen, daddy arion, dan mommy jeane yg sudah tidak sabar menunggu anak dan calon menantu keluarga mereka.
"hy my baby handsome.... akhirnya kau datang juga sayang.... mommy sangat merindukanmu.."
ucap mommy jeane dan langsung memeluk dengan sayang, saat melihat putranya tiba...
"aku bukan anak kecil lagi mom..."
__ADS_1
gerutu arlen saat mendapat perlakuan dari mommy nya yg selalu menganggapnya seperti anak kecil. sementara sang kakek dan sang ayah, hanya terkikih saat melihat kelakuan mommy nya arlen itu.
"hey... kau akan selalu menjadi baby mommy, walaupun kamu sudah sebesar ini sayang....."
"apa ini calon menantu mommy..??"
sambung mommy arlen dan menatap alexa dengan mata berbinar bahagia....
"iya mom... kenalkan, alexa audrey drash"
ucap arlen memperkenalkan.
"selamat malam semuanya....suatu kehormatan besar bagi saya bisa berjumpa dengan orang2 hebat seperti anda semua.."
sapa alexa sedikit membungkuk sopan, yg terlihat elegant dan memukau, sehingga membuat orang yg ada di ruangan itu, langsung terkesan dengan prilaku anggun dari alexa.
"wahh... kau sangat cantik dan santun sayang...."
" terima kasih tante..."
"no..... panggil mommy okay..! sama seperti arlen ! bukannya sebentar lagi kamu akan menjadi menantu keluarga ini !"
"baik mo-mommy...."
ucap alexa tergagap karena kaget dengan respon dari mommy nya arlen. sementara arlen mengulum senyumnya melihat alexa yg salting terlihat menggemaskan.
"hmhm... sepertinya nama kamu sangat familiar nak..!"
ucap kakek arlen dan langsung di angguki tuan arion mengiyakan.
"dia adalah putri tunggal dari paman jackson drash kek...dad.."
ucap arlen yg langsung mendapat tatapan heran dari alexa. lagi2 pria ini mengetahui hal tentangnya, bahkan arlen menyebut alm. ayah alexa dengan sebutan paman. apa apaan ini..??! adakah sesuatu di balik pertemuan mereka berdua..!?
sementara ke tiga orang yg mendengarnya, kaget dengan pernyataan dari cucu dan putra kesayangan mereka.
"maksudmu, jackson drash... rekan kerja daddy..!?"
tanya daddy arlen dengan antusias.
"benar dad..."
sambung arlen lagi.
"hhuufftt....
dunia memang sempit ..... semenjak kehilangan ayahmu, kami semua sudah tidak pernah bersilahturahmi dengan keluargamu nak... pada saat itu, ibu mu mengalami syok yg sangat luar biasa, sehingga dia tidak mau bertemu siapapun, bahkan kamu sendiri waktu itu masih sekitar 4 tahun. dan kamu hanya di urus oleh kepala pelayan yg ada di rumahmu. tetapi, syukurlah trauma ibumu hanya sebentar, setelah kedatangan seseorang yg bisa menghidupkan lagi cahaya yg redup di hati ibumu itu nak"
"kami memang sudah tidak pernah mengunjungi kediaman keluarga drash, tapi orang kepercayaan kami selalu memberikan laporan mengenai keadaan di rumah itu, hingga kami menghentikan org kepercayaan kami itu semenjak ibumu menikah lagi, kami berpikir kamu dan ibumu, akan bahagia setelah ada seseorang yg lebih berhak mengawasi kalian..."
cerita panjang lebar tuan arion kepada alexa yg membuat raut muka semuanya menjadi sedih.
tidak terkecuali alexa yg setengah mati menahan cairan bening yg menggenangi matanya.
hal itu, membuat tatapan arlen menjadi sendu dan dengan refleks, arlen langsung merangkul tubuh alexa masuk ke dalam dekapannya. entah mengapa, pelukan arlen menjadi pelukan terhangat bagi alexa, sehingga dia tidak menyadari, diapun membalas pelukan arlen.
ketiga orang yg melihat itu, langsung tersenyum tulus...
mereka memang tidak curiga dengan hubungan arlen dan alexa yg hanya sebatas kesepakatan...
tapi..... setelah di lihat saat pertemuan pertama hingga sudah melewati beberapa hari, siapa yg tahu hati dan pikiran kedua anak manusia ini.
"eehhem.... kok jadi mellow gini sih...!"
cibir nyonya jeane mencairkan suasana.
hal itu, membuat kedua insan yg sedang pelukan, tiba2 saja melepaskan pelukan mereka, dan tersenyum sambil menggaruk tengkuk masing2 yg tidak gatal.
"maaf..maaf.... ya sudah sebaiknya kita langsung ke ruang makan. waktu yg baik untuk makan sedikit lagi lewat..."
ucap tuan arion sambil terkekeh...
"baiklah.... ayo sayang...."
ajak ny. jeane dengan antusias kepada alexa dan arlen.
alexa yg mendapatkan kembali kehangatan sebuah keluarga, merasa sangat bahagia.... setelah sekian lama, akhirnya dia bisa merasakan kasih sayang yg tulus.
senyum di bibirnya terukir begitu jelas membuat kecantikannya berkali kali lipat.
hal itu dirasakan arlen. saat menyadari sesuatu dengan hati dan pikirannya saat ini. hingga membuatnya tersenyum.
mereka makan dengan tenang dan penuh kebahagiaan....
hanya dentingan sendok yg terdengar di ruang makan mewah keluarga duarte hingga mereka selesai makan, dan kemudian kembali ke ruang keluarga.
saat mereka sudah duduk, kakek jhonson membuka percakapan....
" terus, kapan kalian akan menikah...!?"
deg
*bersambung🙏🙏🥰🥰
tinggalkan jejak guys...
vote,like,comment...🙏🙏😇😇🥰🥰🥰*
__ADS_1