QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 13


__ADS_3

setelah david pergi dari apartemen alexa, alexa langsung kembali ke kamarnya.


ia melihat arlen yg tertidur sangat pulas tidak tega membangunkannya.


alexa melepaskan sepatu arlen dengan perlahan, dan menaikkan kedua kakinya di ranjang, agar arlen tidur dengan benar.


alexa memposisikan tubuh arlen ke samping kiri ranjang dengan susah payah dan ia merebahkan tubuhnya di samping sebelah kanan ranjang dengan bantal di tengah2 mereka.


"good night dear...."


ucap alexa pelan dan menyusul bermimpi indah dengan arlen yg sudah lebih dulu bermimpi.


saat pagi hari....


"posisi keduanya sudah tidak seperti semalam... bantal yg menjadi penengah antara mereka berdua, entah kemana... saat ini arlen memeluk alexa dari belakang dengan erat... sehingga alexa terbangun karena merasakan sesuatu yg berat melingkar di perutnya..


"oh astaga.... apa yg terjadi... kenapa dia sedekat ini denganku"


gumam alexa pelan sambil mencoba mengangkat tangan arlen agar dia bisa bangun untuk membuat sarapan.


saat alexa hampir berdiri...


"aahkkk.... Al...."


alexa kembali terjatuh di ranjang saat tangan arlen menarik pinggangnya hingga alexa kembali berada di pelukkan arlen.


"kau mau kemana sayaang... ini masih terlalu pagi..."


ucap arlen yg masih memejamkan matanya dengan suara serak khas orang yg baru bangun tidur.


"aku mau buatkan sarapan untuk kita berdua sebelum ke kantor...."


"hmhm... sebentar lagi..... aku masih ingin memelukmu"


ucap arlen yg mulai membuka matanya sementara wajah alexa sudah mulai memerah akibat wajah mereka berdua yg hanya tinggal beberapa inci saja jaraknya hingga nafas dari keduanya saling merasakan.


" astaga..... kenapa dengan jantungku.... dan ini, apa apaan... kenapa baru bangun tidurpun dia bisa setampan ini"


ucap alexa membathin.


"No Al....aku tidak mau kita terlambat.."


ucap alexa menyelaraskan perasaannya yg terpesona lagi dengan ketampanan pria di hadapannya itu.


"baiklah... apa david semalam membawa bajuku..?"


ucap arlen melepaskan pelukannya dan alexa langsung berdiri.


"iya... mandilah... aku akan ke dapur"


setelah arlen selesai mandi, ia tersenyum bahagia melihat pakaiannya yg sudah di siapkan alexa di atas ranjang.


beserta dengan dasi dan sepatunya.


"inikah rasanya jika sudah memiliki seorang istri..."


gumam arlen yg langsung mengganti pakaiannya dan bergegas turun untuk menemui alexa yg masih di dapur dengan senyum yg merekah.


"sayaang...."


panggil arlen yg melihat alexa sudah selesay menata sarapan yg di buatnya.


alexa menoleh...


"kau sudah siap rupanya..."


"terima kasih untuk semua yg kau siapkan... serasa sudah memiliki seorang istri.."


ucap arlen yg memeluk alexa dari belakang. dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher alexa.


"hey... sayaang... aku belum mandi..."


"tidak apa.... aku menyukainya walau kau tidak mandi sekalipun.."


"ada ada aja kamu.... mana mungkin bisa seperti itu.... sudahlah, aku akan mandi kau bisa sarapan lebih dulu...."


"tidak... aku akan menunggumu..."

__ADS_1


"yah sudah, kalau begitu bisakah kau lepaskan aku tuan... atau kita benar2 akan terlambat..." ucap alexa yg mencoba melonggarkan eratan tangan arlen di pinggangnya.


"ok...ok... bersiaplah..."


ucap arlen sementara alexa langsung bergegas ke kamarnya.


setelah selesai bersiap, alexa langsung turun ke ruang makan terlihat arlen yg habis mematikan panggilan dari seseorang.


"sayaang... ayo sarapan..."


ucap alexa yg memanggil arlen dan mengambilkan makanan untuk arlen kemudian untuknya sendiri.


mereka berdua makan dengan tenang hanya dentingan sendok yg terdengar.


"ternyata ini rasanya sarapan dengan seseorang yg spesial... serasa sudah memiliki suami.... "


lirih alexa membathin sambil tersenyum.


"apa yg kau pikirkan sayaang... sepertinya saat ini perasaanmu sama denganku.."


ucap arlen menggoda...


"jangan sembarangan sayaang... aku hanya...."


"hanya apa...!?" tanya arlen yg tersenyum jail.


"sudah... lupakan.... ayo kita berangkat.."


"baiklah... aku akan mengantarmu..."


"aku akan membawa mobil.... karna hari ini aku ada pertemuan dengan klien"


"apa kau punya waktu luang setelah itu..!?"


tanya arlen yg berjalan beriringan dengan alexa.


"sepertinya ada... kenapa..!?"


"tadi david sudah mengirim file nya"


"aku akan ke kantormu setelah pertemuan itu selesai..."


ucap alexa yg sedikit melemahkan ucapannya.


"jangan bersedih.. kau sudah janji padaku..."


ucap arlen yg memegang tangan alexa dan membuka pintu apartemen itu.


"aku tidak bersedih... kan kau sudah berjanji untuk selalu ada untukku.."


lirih alexa.


"gadis pintar....!"


ucap arlen mengacak rambut alexa dengan pelan.


saat pintu terbuka, mereka berpaspasan dengan bi ina...


"selamat pagi non alexa...." salam bi ina yg sedikit terkejut dengan adanya seseorang di samping alexa.


"selamat pagi bi.... bibi langsung saja... aku akan berangkat..."


ucap alexa yg langsung berjalan menuju lift, dengan arlen di sampingnya yg masih memegang erat tangan alexa.


sementara bi ina tersenyum dengan pasangan yg baru pergi dari hadapannya.


"sepertinya pria itu kekasih non alexa... semoga saja pria itu selalu membuat non alexa bahagia" gumam bi ina yg langsung masuk.


di mobil arlen ...


"hallo boss.."


"vid, berikan peringatan kecil kepada tua bangka itu... kita akan lihat sampai dimana dia melancarkan aksinya untuk membuat alexaku bersedih"


ucap arlen yg mengeraskan rahangnya, mengingat tangisan alexa semalam yg membuat gadisnya itu terlihat rapuh.


"ba-baik boss"

__ADS_1


ucapan david tergagap saat mendengar kata arlen yg menyebut kata alexaku.


"kita bertemu di kantor... aku sudah di perjalanan.


ucap arlen yg langsung mematikan panggilan telponnya. sementara david kebingungan dengan sikap boss sekalian dengan sahabatnya yg berubah.


di kantor alexa....


"sha, coba kamu hubungi klien kita, katakan kita mempercepat pertemuan.."


ucap alexa yg duduk di kursi kebesarannya.


"kenapa...?! apa kau ada pertemuan lain setelah itu!?


ucap masha mengernyitkan alisnya.


"aku akan ke perusahaan duarte corp... ada yg harus ku ketahui disana.."


jawab alexa yg fokus dengan ponselnya.


"alexa..... apa kau baik baik saja...!?"


tanya masha yg menempelkan punggung tangannya di dahi alexa.


"apa yg kau lakukan..aku tidak sakit sama sekali !?" gerutu alexa.


"ya... aku kaget saja dengan katamu tadi.... ada angin apa sehingga kamu mau bertemu ceo ganteng itu..."


"diam.. dan lakukan apa yg ku perintahkan tadi..."


ucap alexa yg tersenyum mengingat arlen.


"dih... kenapa kamu tersenyum seperti itu...!?"


ucap masha yg bingung.


"apa kau mau ikut denganku sebentar...!?"


tanya alexa yg enggan menjawab pertanyaan masha.


"tentu saja....mana mungkin aku melewatkan kegantengan paripurna dari seorang tuan arlen"


ucap masha yg mendapat tatapan tajam dari alexa.


"ada apa dengan tatapanmu itu...!? seperti seorang kekasih yg keberatan dengan pengagum kekasihnya..!"


lirih masha yg semakin bingung dengan tingkah alexa.


"hmhm... sudahlah.. kamu akan segera tahu nanti"


ucap alexa yg mulai sedikit kesal.


"kali ini, perusahaan mana yg ingin bekerja sama dengan kita !?" tanya alexa..


"VIDSON GROUP"


jawab masha.


"kau tahu... aku dengar ceo nya ganteng lho xa... " ucap masha yg kembali tersenyum.


"untuk apa ganteng... aku tidak peduli dengan wajahnya..."


"ck, kau selalu saja bertanggapan seperti itu...."


"bagaimana aku tertarik dengan pria lain, kalau kekasihku jauh lebih ganteng dari siapapun... "


gumam alexa membathin sambil tersenyum.


***bersambung..πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™**


**tinggalkan jejak yah guys.....


maaf kalo upx lama....


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


thank you udah mampir di cerita ini......πŸ™πŸ™πŸ™πŸ–€πŸ–€***

__ADS_1


__ADS_2