
jantung arlen dan alexa seperti berhenti berdetak sesaat, ketika mendengar pertanyaan sang kakek.
keduanya saling melirik... dengan tatapan yg berbeda. arlen dengan tenangnya, sementara alexa dengan sedikit melotot kepada arlen mengisyaratkan agar arlen segera menjawab pertanyaan sang kakek, dengan jawaban masuk akal.
"segera kek... kakek tenang saja.."
"uhuk...uhuk...!!
jawaban tenang dari arlen membuat alexa terbatuk seakan tenggorokannya tersedak sesuatu.
"kamu tidak apa2 sayang..."
ucap ny. jeane khawatir, melihat alexa terbatuk.
"tidak apa apa mom..."
jawab alexa cepat.
"hmhm.... baiklah... sepertinya kita akan segera bertemu kembali dengan ny. adelle perihal pernikahan kalian berdua."
sambung tuan arion, membuat alexa mau tidak mau harus membuka suara.
"mmmm..... sepertinya... untuk bertemu ibu....belum saatnya".
ucap alexa yg menghela nafas sedikit panjang.
"apa maksudmu nak...!? apa ada masalah dengan kau dan cucuku ini..!?"
kata kakek Jhonson bertanya.
"bukan..... bukan kami berdua... tapi..... sebenarnya a-aku dan ibu..... memiliki sedikit kesalah pahaman saja kek..."
jawab alexa yg langsung menundukkan kepalanya...
"apa yg terjadi sayang.... bukannya keluarga barumu mampu membawa kamu dan ibumu kebahagiaan !? itu yg terlihat oleh mata semua yg melihatnya sayang..."
ucap ny. jeane dengan rasa sedih melihat raut wajah alexa.
"mungkin, apa yg dilihat mata kita, tidak semuanya murni mom... kitalah sendiri yg seharusnya lebih peka dengan keadaan yg ada di depan mata kita.."
kata alexa menatap ny. jeane dengan mata sendu, lalu kembali tersenyum agar kerapuhannya tidak dilihat orang lain.
dari situlah ketegaran alexa dapat di lihat oleh keluarga duarte. bagaimana gadis yg terlihat gemulay, bisa setegar itu, apalagi permasalahannya bersama dengan sang ibu.
"ketulusanmu, suatu hari nanti akan membawamu ke kebahagiaan yg sejati alexa sayang..."
ucap ny. jeane lagi, dan langsung merangkul tubuh alexa ke dekapannya, yg di balas alexa dengan senang hati.
ke tiga pria yg melihat kehangatan itu, tersenyum samar... terharu melihat kedekatan dua wanita yg baru bertemu itu.
"apa kau butuh bantuan nak..!?"
tanya tuan arion.
"terima kasih atas tawarannya... tapi.. biarkan aku mencoba menyelesaikan masalahku sendiri dengan ibuku.." lirih alexa.
"hmhm... jika kau memerlukan sesuatu, jangan sungkan untuk memberitahu kami nak.."
ucap kakek arlen tersenyum tulus kepada alexa.
"baik kek..." jawab alexa mengangguk.
"ehemm.... sayang ini sudah larut, mari aku antar kamu pulang"
ucap arlen dengan santainya. sementara alexa terdiam, terpaku dengan ucapan arlen yg memanggilnya sayang.
"eh...!! mmm... baiklah... semuanya... saya permisi... "
__ADS_1
ucap alexa sedikit membungkuk, kemudian menggandeng tangan arlen.
"hati2 di jalan..."
ucap ketiganya yg di angguki arlen dan alexa bersamaan.
di dalam mobil arlen...
hening....
"tuan..."
lirih alexa memanggil, membuyarkan lamunan dari keduanya.
"hmhm..."
balas arlen dengan berdehem dan melirik alexa yg memandang ke depan.
"terima kasih......."
lirih alexa lagi.
"buat...!?"
tanya arlen sambil mengernyitkan alisnya.
"buat kehangatan dari keluarga anda..."
"mereka memang selalu bersikap begitu kepada orang yg tulus"
"apa... aku salah satunya..!?"
"sepertinya begitu.. kau tidak harus berterima kasih karna sikap mereka, mungkin ini adalah karma baik yg kamu tuai dari prilakumu.."
"apakah kau tidak akan mengatakan sesuatu perihal percakapan di rumahmu..!?"
ucap arlen yakin, sementara alexa sudah tidak bisa berkata kata lagi.. ia mencoba mencerna kata2 arlen barusan.
"apa kau ingin ke tempat itu..!?"
tanya arlen kepada alexa sambil menunjuk sebuah danau buatan, yg sudah dihias begitu indah... di rangkai dengan lampu hias kerlap kerlip.. membuat semua mata yg memandang terpesona dengan danau itu terlebih di malam hari.
"apa... boleh.. !?"
"tentu.."
jawab arlen dan langsung keluar dari mobil dan memutar membukakan pintu mobil untuk alexa.
alexa tersenyum dengan perlakuan arlen yg tiba2 manis.
dan disinilah mereka berdua... duduk di bawah pohon yg rindang di tepi danau... angin malam menerpa kulit putih mulus alexa tapi tidak membuatnya kedinginan, karna sedari tadi jantungnya seperti mengkhianati pemiliknya. dia tidak bisa berpikir jernih ketika melihat senyum tampan dari arlen yg baru kali ini di lihat alexa.
begitupun dengan arlen... yg sebenarnya sudah memiliki perasaan aneh di hatinya.
terlebih, saat ia mengetahui sifat asli dari alexa, yg ternyata jenius, penyabar, tegar, dan selalu bijak dalam mengambil keputusan, entah itu di lingkup kerjanya, atau di dalam kehidupan pribadinya.
hal itu yg membuat arlen tersenyum mengingatnya.
"adakah yg aneh tuan, sehingga kau tersenyum sejak tadi..!?"
gumam alexa, dan membuat arlen kembali pada mode datarnya.
"tidak ada.... hanya ada kucing kecil yg sedikit mengganggu pikiranku." ucap arlen.
"oh..." alexa hanya ber o ria saja.
"tempat ini sangat indah..."
__ADS_1
"memang indah... sepertimu...." lirih arlen pelan, yg masih terdengar oleh alexa.
"apa yg kau katakan barusan tuan..!?"
"tidak ada...apa kau mendengar sesuatu..!?"
bukannya menjawab, arlen malah balik bertanya..membuat alexa mendengus kesal.
"ya sudah... sebaiknya kita pulang.. aku sudah merasa mengantuk saat ini."
"baiklah... ayo.."
ajak arlen melangkah berjalan di sebelah alexa sambil mengulum senyumnya, melihat wajah alexa yg cemberut.
saat tiba di depan apartemen alexa... arlen kembali membukakan pintu mobil untuk alexa.
"terima kasih tuan.."
"hmhm... apa kau bisa berhenti memanggilku seformal itu..!?"
kata arlen yg membuat alexa menatap dirinya.
"lalu aku harus memanggilmu apa..!?"
"senyaman kamu saja... asalkan jangan dengan panggilan formal".
"hmhm.... baiklah... aku akan memanggilmu Al..."
ucap alexa yg membuat arlen menaikkan satu alisnya.
"bukankah namamu ARLEN ALGER..!? aku memanggilmu dengan nama tengahmu.
"boleh juga..."
ucap arlen tersenyum.. membuat alexa langsung masuk, salting dengan senyum arlen yg mempesona.
tapi saat bayangannya masih terlihat, dia berbalik badan dan tiba tiba berteriak pelan...
"hati hati Al.."
ucapnya berlari kecil memasuki lift menuju apartemen pribadinya dengan wajah bersemu merah.
sementara arlen yg mendengar alexa memanggilnya dengan sebutan itu, tampak sumringah dengan detak jantungnya yg berdetak kencang.
dia memasuki mobilnya, dan langsung meluncur pulang ke apartemen pribadinya, dengan perasaan tak menentu.
di apartemen alexa...
"uuhhhkk.... kenapa dengan diriku... aku bahkan tidak bisa berpikir hal yg lain... di pikiranku hanya ada dia..."
gerutu alexa, berguling guling di tempat tidur, sambil mengingat arlen yg memperlakukannya dengan manis saat di perjalanan tadi.
sementara di apartemen pribadi arlen.....
pria itu ternyata sedang memandangi sebuah foto wanita sambil tersenyum manis di layar ponselnya.
ya, arlen saat ini sedang memandang foto alexa yg di ambilnya diam2 saat berada di mansion keluarga duarte. alexa saat itu sedang tersenyum kepada ny. jeane, saat mereka bercerita.
"cantik dan menarik"
dua kata yg di ucapkan bibir arlen yg tanpa sadar mengecup singkat ponselnya yg terdapat foto alexa.
keduanya saat ini, merasakan perasaan yg sama. sama2 saling mengagumi dengan kelebihan dari masing2.
hingga subuh menyapa, baru keduanya terlelap.
mungkin ini yg di namakan cinta pertama yg dirasakan keduanya, yg baru di rasakan saat mereka bertemu dan menjalin kerja sama, dan berakhir dengan sebuah kesepakatan yg akan membuat mereka berdua terjebak dengan perasaan yg sulit di artikan.
__ADS_1
bersambung🙏🙏🥰