
tanpa terasa waktu cepat berlalu.. dan jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.. saatnya para karyawan drash corp meninggalkan kantor dan pulang ke rumah masing masing.
saat ini alexa dan arlen sudah berada di jalan menuju rumah masha. di temani oleh kedua asisten.
di belakang, terlihat alexa yg tertidur bersandar di dada arlen. sementara arlen sibuk dengan ponselnya.
di balik kemudi, david fokus dengan jalannya dan masha di kursi penumpang di samping david.
masha yg tidak kalah capek nya dengan alexa, tampak beberapa kali menguap dan itu tidak luput dari pandangan david.
"tidurlah nona... jika sudah sampai saya akan membangunkan anda... lagipula, alamatnya sudah anda beritahu tadi.."
ucap david yg masih fokus mengemudi.
"ide mu bagus juga... ya sudah aku tidur..."
balas masha dengan sumringah.
david yg melihatnya, sedikit tersenyum...
"dia cukup menggemaskan jika dilihat lihat"
bathin david.
tibalah mereka di kediaman paman dan bibi alexa.
"selamat sore menjelang malam nona2, tuan2,"
ucap salah satu pelayan yg berada di kediaman masha sambil membungkuk hormat.
"dimana mommy dan daddy bi !?"
tanya masha.
"tuan dan nyonya sedang berada di taman belakang non... tadi tuan berpesan, jika nona sudah datang agar segera menemui tuan dan nyonya"
jawab pelayan itu dengan sopan.
ke empat anak muda itu, langsung menuju taman belakang dimana paman dan bibi alexa yg menunggu.
"selamat sore paman, bibi..."
sapa alexa yg sudah berada di depan paman dan bibinya.
__ADS_1
"selamat sore sayang...kemarilah..."
ucap bibi alexa yg kemudian memeluknya.
"paman, bibi... kenalkan dia Arlen Alger Duarte... kekasih lexa"
kata alexa lembut dan tersenyum.
namanya begitu familiar... apakah dia anaknya.... arion dan jeane..
ucap paman alexa membathin.
"selamat sore paman, bibi... senang bisa bertemu dengan kalian"
sapa arlen sambil menjabat tangan paman dan bibi alexa bergantian.
karna ingin meredamkan rasa penasarannya, akhirnya paman alexa membuka suara.
"apakah kamu putra arion dan jeane..!?"
"paman mengenal orang tuaku..!?"
arlen bukannya menjawab, malah balik bertanya.
Balas paman alexa yg kemudian bertanya dan tertawa...
"sebenarnya... aku hanya tidak ingin kebebasanku pergi kemana saja terhambat dengan sesuatu... seperti media.. atau apapun itu yg ingin mengganggu ketenanganku... tapi... sebelum aku menikah dengan alexa aku akan mengadakan conferensi pers.."
jawab arlen panjang lebar yg membuat semuanya tersenyum dengan sifat arlen yg melunak, jika di depan orang yg dia sayangi.
public memang tidak mengetahui bagaimana rupa dari seorang pewaris tunggal duarte.
bahkan, salah satu peraturan di perusahaan arlen, tidak di perbolehkan semua karyawan menyebarluaskan privasi dari sang ceo. walaupun setiap hari mata mereka di manjakan dengan ketampanan arlen, tapi salah satu syarat untuk bisa di terima di perusahaan itu, yakni menutup rapat mulut mereka ketika sudah berada diluar kantor agar tidak membuka kedok sang ceo termasuk sekedar mengambil gambar, walaupun hanya untuk di simpan sendiri.
mereka tak cukup mempunyai nyali berlebihan untuk melawan peraturan tersebut, mengingat konsekuensi yg akan mereka peroleh, menyangkut kehidupan mereka. bukan hanya di pecat, tapi bisa di pastikan siapa yg melanggarnya, tidak akan mendapat pekerjaan dimanapun.
maka dari itu, wajah dan rupa arlen tidak pernah terliput oleh media.
banyak artikel2 positif yg menjadi trending topik bagi arlen tapi tentu saja tanpa foto sang pemilik. hanya nama besar duarte yg terpampang disana.
"paman, bibi, sebulan lagi kami akan menikah...dan aku ingin kalian bersedia menjadi waliku.."
ucap alexa tersenyum getir. sementara paman dan bibinya terkejut.
__ADS_1
"kenapa dengan ibumu sayaang... apa dia menolak untuk hadir..!?"
"jangan di tanyakan lagi bi... aku bahkan sudah di buang olehnya.. hah... mungkin ini sudah menjadi takdirku... kalian adalah orang tuaku... aku ingin di hari bahagiaku nanti, aku bisa bersama dengan orang2 yg menyayangiku..."
jawab alexa berat, dan berdesah kembali teringat kejadian di rumah ibunya.
"jangan khawatir lexa.. tidak mungkin kami menolak permintaan putri kami... kesalahan bukan ada padamu tapi ibumu itu yg mata hatinya tertutup rapat sekedar melihat kebenaran dari matamu saja.."
sambung paman alexa sambil memeluknya.
tak terasa waktu cepat sekali berputar... bahkan, hari hari yg dilewati tampak berlalu begitu saja...
kedua keluarga saat ini, sibuk dengan persiapan pernikahan dari arlen dan alexa.
dengan kekuasaan yg di miliki kedua keluarga besar ini, sangat muda bagi mereka melaksanakan persiapan pernikahan yg sangat singkat.
apalagi, pernikahan ini di sambut antusias oleh kedua keluarga. terkecuali keluarga tiri alexa sherly dan ayahnya.
alexa memantapkan hatinya menikah tanpa restu dari ibu kandungnya.
meskipun terasa berat, tapi hal itu sudah di pertimbangkan alexa dengan cukup matang.
dan hari ini, bertepatan beberapa hari lagi hari H pernikahan mereka, conferensi pers yg sudah di bahas cukup lama, akhirnya datang juga...
para awak media sudah stand by di ruangan cukup mewah di salah satu gedung milik keluarga duarte.
semuanya tampak antusias dengan undangan dari keluarga no 1 di asia.
moment yg paling mereka nanti nantikan dimana bisa memotret pewaris tunggal keluarga duarte yg selama ini di simpan rapat bagaimana rupa wajahnya membuat mereka tidak sabar dan dilanda penasaran.
dari pintu masuk, terlihat seorang pria paruh baya dan pria tua yg berjalan beriringan. walau tak muda lagi, tapi kehadiran mereka cukup menarik perhatian mata2 para media.
apalagi dengan sifat tegas dan berwibawah, menambah nilai tambah penampilan kedua pria yg sudah tidak muda lagi itu.
setelah mereka duduk di kursi yg sudah di siapkan, saat ini sorot mata lensa kamera dari para media, tertuju lagi di pintu masuk saat menangkap sosok pria muda tampan, tinggi, terlihat guratan ketegasan dari matanya yg tajam, serta pakaian yg membalut tubuh atletisnya dengan harga yg fantastis, begitu juga jam tangan yg melingkar di pergelangan tangannya dan dengan aura yg mematikan dan sejuta pesona, melangkahkan kakinya masuk di ikuti sang asisten yg tidak kalah berwibawah dari atasannya itu. meskipun, tanpa senyuman yg menghiasi wajah keduanya. hanya terlihat muka datar dan dingin yg menjadi pemandangan pembuka dari conferensi pers hari ini.
Arlen sudah mengambil tempat yg sudah di sediakan... duduk menengahi kedua pria tadi... ayah dan kakeknya. sementara sang asisten, tampak berdiri di belakang boss nya dengan akspresi yg sulit di tebak.
seseorang yg akan menjadi perantara antara tiga pria dari keluarga duarte dan para media, tampak memulai pertemuan saat itu juga dengan mengatakan kata pembuka, dan selanjutnya di serahkan kepada kakek jhonson selaku pendiri duarte corp beserta aset2 berharga yg dimiliki keluarganya.
***bersambung🙏🙏🙏🖤🥰
mohon jejaknya yeah... sangat sangat di harapkan vote, comment, like, nya...
__ADS_1
terima kasih sebelumnya... 🙏🙏🥰***