
pagi hari yg cerah....
"selamat pagi nona presdir....." sapa para karyawan menunduk hormat yg melihat presdir mereka memasuki lobi utama, di dampingi sang asisten.
"selamat pagi..." balas ke duanya dengan dinginnya.
"sha, apa semua file sudah siap..??! tanya alexa yg sudah berada di ruangan, dan duduk bersandar di kursi kebesarannya.
"sudah nona.... jam berapa kita akan berangkat kesana?" ucap masha.
"mereka yg akan datang kemari...." jawab alexa.
"benarkah..??! waahhh.... aku sudah tidak sabar bertemu dengan ke dua pangeran itu......" lirih masha senang...
"jangan mulay lagi deh sha.. jaga sikapmu di depan mereka.. jangan sampai mereka mengira kamu cewek genit. mana masha yg angkuh dan datar itu..!??? kata alexa memutar bola matanya malas.
"hehe... iya,iya.... mana mungkin aku lupa dengan itu nona.... aku juga cewek yg berpendirian....."
ehk, darimana kamu tahu mereka yg akan datang kemari?? aku tidak menyangka, seorang arlen duarte, mau berkunjung di perusahaan lain, yg meminta kerja sama dengan mereka." sambung masha tampak berpikir.
"dia yg menelponku semalam"
"apa...???!! kaget masha...
"ish, kupingku bisa budeg masha...." kata alexa yg menutup kupingnya saat masha berteriak.
"kok bisa dia menelponmu.. memangnya kalian sudah bertukar nomor..???" tanya masha penasaran.
"dasar kepo...." ucap alexa sambil mengingat percakapannya dengan arlen semalam.
flashback :
ddrrttt....ddrrttt....
panggilan masuk dari ponsel alexa.
saat melihat layar ponselnya, alexa mengernyit bingung melihat nomor baru yg tertera di layar ponselnya...
"hallo..."
ini siapa..??
apa kau sudah lupa dengan kekasih barumu nona..?? jawab orang di seberang sana.
alexa tampak bingung..
"hey.....mungkin anda salah sambung tuan... aku bahkan tidak sedang dekat dengan seorang pria, mana mungkin aku memiliki kekasih..??!! jawab alexa mulay kesal.
ternyata ingatanmu, sedikit payah nona....
apa, kau lupa dengan kesepakatan kita tadi di kantorku..??? padahal, baru tadi siang kita berjumpa.....jawab orang itu, yg langsung membuat alexa mengingat siapa dia.
"oh astaga tuan... darimana kau menemukan no ponselku..???" tanya alexa geram.
"tidak ada yg tidak aku ketahui nona..." ucap pria itu dengan smirk nya.
"hhuufftt dasar menyebalkan..... baiklah... ada apa kau menelponku tuan sok tau..??" tanya alexa yg sudah sangat kesal.
" ehemm.... besok, kau tidak perlu datang ke kantorku.... aku sendiri yg akan mengunjungimu..." ucap arlen datar...
"hmhm... baiklah tuan arlen.. sampai jumpa besok di kantorku.." kata alexa, tidak mau berlama lama berbicara dengan arlen dan langsung mematikan panggilan itu.
tut..tut..tutt...
"dasar, pria gila..... astagaaa.... sudah sejauh mana dia mengetahui tentangku..... apa selain seorang ceo, dia juga berprofesi sebagai detektif..??!!! gerutu alexa..
__ADS_1
"tapi..... kalau di lihat2, dia memang tampan sih......."
"ish.... ada apa denganku... kenapa semenjak bertemu dengannya, ada yg aneh dengan perasaanku...." sambung alexa yg berguling guling di tempat tidurnya.
sementara arlen mengacak rambutnya kesal saat alexa mengakhiri panggilan secara sepihak.
hmhm... kau membuatku lebih penasaran nona... sebenarnya, pria yg bagaimana yg membuatmu tertarik. kalau aku saja yg digilai banyak wanita tidak kau lirik.
kita lihat saja.... kau akan tertarik padaku atau tidak saat kita sering bertemu.... ucap arlen menyeringai...
flash black on
"hey... nona.... kenapa kau senyum2 sendiri...???" panggil masha membuyarkan lamunan alexa.
"siapa juga yg senyum... sepertinya, kau harus priksa mata sha...." ucap alexa menyangkal.
"eelleehh.... memang susah berbicara dengan seseorang yg lagi kasmaran..." cibir masha.
"jangan mulai gila deh sha... mana ada orang yg baru bertemu langsung jatuh cinta....
"tapi, aku nggak bilang loh, kalau yg anda suka adalah orang yg baru bertemu..bisa saja yg aku maksud, si kepala bagian keuangan, billy lawh..... ucap masha menggoda....dan berlari menghindari alexa....
"mashaaaaa......... dasar kamu yahh.....sini kamu....."
ucap alexa dan langsung mengejar masha, dan terjadilah kejar kejaran seperti anak kecil di ruangan itu....sehingga ketukkan pintu yg berbunyi dari tadi, tidak mereka hiraukan.
namun, saat alexa berlari mendekati pintu, pintunya terbuka dari luar daaann....
bruk...
"aahhhkkk.... alexa menabrak seseorang dan karena kaget, orang itu tidak dapat menahan tubuh alexa, sehingga mereka berdua jatuh. orang itu di bawah, sedangkan alexa di atasnya.
dan karna tinggi mereka tidak terlalu jauh, sehingga bibir mereka bersentuhan, membuat mata keduanya terbelalak.
"my first kiss" ucap keduanya membathin.
"oh astaga tuan... sedang apa kau disini..!?
apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu..?
"mmm.... maaf nona, sebenarnya kami sudah mengetuk pintu beberapa kali.. tapi... sepertinya anda berdua sangat ingin bermain main saat ini...." bukan arlen yg menjawab, tetapi asistennya, david.
"benarkah...!?? sambung masha yg di angguki david membenarkan.
"ini tidak bisa di benarkan, kalian datang terlalu cepat... gerutu alexa.
"apa kau memberi tahu jam yg tepat saat kami berkunjung nona...!??"
tanya arlen dengan tampang biasa2 saja...membuat alexa berpikir untuk mengalah saja. karna memang dia yg salah, tidak memberi tahu jamnya.
"hhufftt... baiklaaahhh.... kami yg salah.... maaf atas ketidaknyamanan ini tuan... silahkan duduk..." ucap alexa sambil berjalan mendekati sofa yg berada di ruangannya.
kedua ceo itu sangat profesional, terlepas dari kejadian barusan mereka menunjukkan, kalau tentang pekerjaan, mereka tidak akan pernah bermain main. sehingga tidak di sadari keduanya, mereka saling mengagumi dengan cara kerja dari keduanya, sebelum mereka menjalin kerja sama.
begitupun dengan kedua asisten, mereka mengagumi cara kerja dari masing2 ceo yg mampu menjalankan perusahaan besar dengan baik, hingga berkembang pesat, dan mampu menduduki urutan nomor 1 dan 2 sebagai perusahaan terbesar.
"terima kasih tuan.... senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda...." kata alexa sambil mengulurkan tangannya.
"terima kasih kembali nona...." ucap arlen menerima uluran tangan alexa.
mata keduanya saling menatap... entah apa yg ada di pikiran mereka berdua sehingga mereka berdua tersenyum, masih saling memandang.
sementara kedua asisten, menganga tidak percaya dengan apa yg mereka lihat, pasalnya, selama ini ke dua boss mereka berdua, tidak pernah tertarik jika membahas tentang lawan jenis. mereka hanya fokus dengan pekerjaan masing2. bagi keduanya, pekerjaanlah yg terpenting.
tapi, saat ini seakan dunia terbalik, ketika keduanya tidak sengaja bertemu.
__ADS_1
mungkin saat ini, sudah ada benih yg tumbuh dari hati keduanya.
keduanya masih saling menatap, enggan untuk melepaskan tangan masing2, hingga ketukkan pintu membuyarkan tatapan keduanya.
tok...tok...tok...
"e-eh...maaf tuan... ucap alexa yg langsung menarik tangannya menunduk karna malu membuat pipinya memerah...."
"ada apa dengan jantungku, jangan2 aku mempunyai sakit jantung, kenapa debarannya sangat kencang..." kata alexa dalam bathinnya.
sementara arlen merasa gemas dengan kelakuan alexa yg salting...
"menggemaskan..." ucap arlen membathin.
" hay kakakku tersayang...... "
ucap seorang wanita muda dan berpakaian sexy yg langsung masuk di ruangan alexa. siapa lagi kalau bukan sherly, adik tiri alexa.
raut muka alexa langsung berubah kecut dan hal itu, tidak hilang dari pandangan arlen yg memicingkan matanya.
"ooh... jadi ini adik tiri alexa yg tidak tau diri itu " bathin arlen.
"hay sherly.... kau sudah datang..."
ucap alexa terkesan sopan dan langsung pergi dari hadapan arlen, dan duduk di kursi kebesarannya.
"tapi... saat ini aku masih ada tamu... "ucap alexa lagi...
"oohh... kau masih ada tam-"
ucapan sherly terhenti saat melihat arlen duduk dengan penuh kharisma, membuatnya melihat penuh kekaguman dan penuh damba....
"siapa pria ini..?? kenapa dia bisa setampan ini.. dan lihat... bahkan dia membuatku penasaran dengan gaya angkuhnya itu... membuatku ingin segera memilikinya.." bathin sherly. dan alexa yg melihat tatapan sherly kepada arlen, membuatnya panas.... entah mengapa... alexa tidak suka dengan tatapan itu.
"eehhemm...!! alexa berdehem, membuyarkan lamunan sherly.
" eh, maaf kak.... kalau begitu, bagaimana kalau besok saja kita interview ? sepertinya tamumu sangat penting," ucap sherly berpura2 baik hati di depan arlen.
"baiklah kalau begitu.... besok saja setelah jam makan siang". ucap alexa yg diangguki sherly.
"apa kau tidak ingin mengenalkan aku pada tamumu kak..!?" kata sherly yg membuat alexa mengerti kenapa dia menolak interview hari ini.
"hmhm... seperti dugaanku... sepertinya dia terpesona dengan tuan arlen" bathin alexa.
" baiklah... mari...." ajak alexa berusaha tetap tenang dengan sikap sherly.
dengan tidak tahu malunya, sherly langsung mendahului alexa, dan langsung duduk di samping arlen, membuat arlen mengeraskan rahangnya dan menatap sherly dengan tatapan tajam.
sherly yg melihat tatapan itu, seketika nyalinya menciut.
"e-eh... maaf tuan...." ucap sherly terbata, dan sedikit menjauh dari arlen.
"mmm... tuan, perkenalkan namaku sherly adik satu satunya dari alexa.." ucap sherly memperkenalkan diri, sambil mengulurkan tangannya.
arlen yg melihat uluran tangan sherly, tampak berpikir dan tersenyum miring.
"arlen alger duarte... kekasih alexa...." ucap arlen mantap dengan raut muka begitu tenang.
perkataan arlen barusan, sukses membuat ketiga pasang mata orang yg ada di ruangan itu terbelalak sempurna.
terkecuali alexa, yg tampak biasa2 saja mengingat kesepakatan mereka berdua untuk menjadi kekasih palsu.
tapi tidak dengan kedua asisten mereka yg peka dengan kesepakatan itu. pasalnya, mereka hanya bersepakat pura2 hanya di depan keluarga arlen. tidak dengan orang lain.
mungkin alexa hanya fokus dengan sikap sherly, sehingga dia tidak memikirkan sampai di situ.
__ADS_1
sherly yg mendengar itu... refleks langsung menarik tangannya kaget...
bersambung🙏🥰❤️