
"baiklah... terima kasih atas kehadiran anda semua...saat ini saya akan memperkenalkan dengan resmi penerus keluarga duarte.
kalian sudah pasti mengetahui putra saya tapi tidak dengan cucu satu satunya yg menjadi pewaris tunggal seluruh kepemilikan keluarga duarte."
semua yg mendengar kata kata dari pendiri perusahaan terbesar di asia itu, tampak terdiam, fokus mengabadikan momen yg paling di tunggu2 public selama ini.
tidak ingin terlalu lama di hadapan media, kakek jhonson melanjutkan perkataannya.
"pria tampan yg berada di tengah2 kami inilah cucu kesayangan saya... ARLEN ALGER DUARTE pewaris tunggal keluarga duarte dan sebentar lagi, dia akan segera menikah"
semua yg berada di tempat itu, tampak menganga terhipnotis dengan reaksi arlen yg terkesan biasa2 saja.
tidak ada satu katapun yg keluar dari mulut para pencari berita... seakan tercekat di tenggorokan semua kata2 yg mereka susun sejak mendapat undangan resmi dari keluarga yg sangat berpengaruh sehingga suara orang yg menjadi perantara tadi yg membuyarkan keterkejutan mereka.
"baiklah.... saat ini di berikan kesempatan untuk kalian mengajukan dua pertanyaan saja bertanya kepada tuan Arlen Duarte.."
ucap sang pembicara tadi dengan hati hati tidak ingin salah bicara apalagi melihat Arlen yg tampak mulai bosan dengan keadaan itu... berbicara di depan banyak camera yg tak henti hentinya merekam setiap gerak geriknya.
"siapa wanita yg paling beruntung yg akan menjadi nyonya muda keluarga duarte ..!?"
pertanyaan pertama terlontar dari mulut salah satu wartawan...
"hmhm.... Alexa... itu namanya.."
ucap arlen dengan singkat, menambah rasa penasaran setiap orang yg berada di situ terkecuali ayah dan kakeknya.
"apa.... nona alexa dari kalangan seperti tuan... atau.....!?"
pertanyaan kedua terlontar lagi tapi dari wartawan berbeda.
bertanya dengan mengumpulkan keberaniannya tidak ingin mendapat masalah jika bertanya. pasalnya orang yg berhadapan dengan mereka ini, walaupun baru kali ini mereka melihat wajahnya, tapi tidak dengan sifatnya yg sesuai dengan rumor yg sudah lama beredar.
terlihat dari wataknya saja, jika Arlen mempunyai sifat yg dingin, dan datar. dan tidak lupa... dia paling tidak suka jika orang lain berkontak fisik langsung dengannya.. apalagi orang yg tidak dia kenali.
"wanitaku dari kalangan manapun, tidak masalah bagiku..."
ucap arlen dan langsung berdiri tidak ingin berlama lama...
__ADS_1
sementara para awak media, terlihat belum puas dengan jawaban arlen. tapi, apa boleh buat hanya dua pertanyaan saja yg boleh mereka lontarkan.
dan kedua pria yg berada di samping kanan kirinya, tampak tersenyum tipis dengan tingkah putra dan cucu mereka. mereka sangat hafal dengan sifat penerus keluarga.
Arlen langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu di ikuti sang asisten yg selalu setia mengikutinya.
terlihat di depan layar televisi besar, seorang gadis cantik yg duduk manis dengan cemilan di tangannya, tampak tersenyum dari tadi sambil menikmati acara live yg di siarkan dari salah satu gedung milik duarte corp.
"hmhm... terlihat sangat tampan calon suamiku....dan apa katanya tadi... wanitaku..."
gumam gadis itu, yg tidak lain adalah alexa yg tersenyum sumringah.
saat ini alexa beristirahat di ruang istirahat yg berada di ruangannya di drash corp.
ia tampak berbinar dengan jawaban arlen yg menyebut namanya. walaupun hanya satu namanya yg arlen sebutkan tapi itu sangat membuatnya bahagia.
apalagi jawaban arlen dari pertanyaan kedua membuatnya senyum senyum sendiri.
conferensi pers akhirnya selesai.
dan hanya menghitung hari, mereka akan mengucapkan janji suci pernikahan.
dan saat ini, disinilah kedua pasangan kekasih yg sebentar lagi akan melepas masa lajang mereka.
di tempat pemakaman keluarga drash .
alexa mengajak arlen untuk mengunjungi makam ayahnya sebelum dia menjadi seorang istri dan menantu di keluarga duarte.
mereka tampak berdiri sambil bergenggaman tangan saat alexa selesai menaruh bunga yg di belinya. dia menatap sendu tempat peristirahatan terakhir sang ayah, mencoba tidak mengeluarkan air mata yg sudah sejak tadi di bendungnya.
"ayah... dia arlen, calon menantumu.. dia tampan bukan... tapi, bukan rupanya saja yg tampan... hatinya begitu sempurna untukku ayah...alexa meminta restu ayah.. sebentar lagi alexa akan menikah dengannya...ayah yg tenang di sana..."
alexa membathin, dengan pandangan yg jatuh di pusara sang ayah.
berselang beberapa menit, alexa dan arlen pergi meninggalkan rumah terakhir sang ayah.
"mau makan di mana sekarang..!?"
__ADS_1
tanya arlen yg memecahkan keheningan di dalam mobil.
"terserah kamu saja... "
jawab alexa tersenyum.
setelah sampai di sebuah restoran, keduanya langsung menuju ke ruang vvip di restoran tersebut. mengingat arlen yg sudah di kenal wajahnya oleh public, sehingga keduanya memutuskan mulai sekarang mereka akan makan di ruang privat.
saat alexa dan arlen baru mau memasuki pintu ruangan itu, tiba2 dia bertabrakan dengan seseorang.
bbrruukk....
orang itu terjatuh, sementara alexa berhasil di tahan arlen saat tubuhnya limbung.
"aawww... kau tidak punya mat-"
ucapan dari orang itu tertahan saat melihat siapa yg bertabrakan dengannya.
"alexa..."
ucap orang itu, yg ternyata sherly...
tidak ingin berdebat dengan gadis licik itu, alexa memilih untuk segera masuk. namun kata2 sherly yg keluar dari mulutnya, menghentikan langkah kaki alexa dan berbalik.
"apa kau sudah merasa hebat sekarang..!? sepertinya kau sudah tidak membutuhkan restu seorang ibu yahh..."
ucap sherly yg mengetahui titik lemah alexa.
"cih, apa kau sudah selesai bicara..!? atau mau aku bungkam dengan bukti kejahatanmu waktu itu..!? kau tentu ingat dengan preman yg menghadangku kan...."
ucap alexa bersimrik, dan sherly yg terlihat syok dengan apa yg baru dia dengar. tapi, dia mencoba untuk tenang tidak mau terlihat gugup di depan alexa dan arlen.
"eheem.... ayo sayaang..."
arlen berdehem, sambil menarik tangan alexa dengan lembut, untuk melanjutkan langkah kaki mereka ke ruangan vvip. tapi, arlen menajamkan tatapannya terhadap sherly, membuat yg ditatap langsung merasa gemetar.
"kurangajar.... apa alexa sudah tahu, kalau aku yg menyuruh preman2 itu untuk menghabisinya... lagipula, darimana dia bisa tahu beladiri.... aahhkkk, shit...!!!
__ADS_1
sherly membathin, dan langsung keluar dari restoran itu, tidak jadi bertemu dengan seseorang yg sudah membuat janji dengannya....
bersambung.....