
saat ini, arlen dan alexa sudah berada di dalam mobil mewah arlen.
sudah tidak ada kecanggungan lagi di antara keduanya saat ini. berbeda dengan situasi sebelum mereka memutuskan untuk menjadi pasangan kekasih.
bahkan sebelah tangan alexa tampak nyaman di genggaman arlen sejak mobilnya mulai meluncur tenang menuju mansion alexa.
saat tiba di gerbang mansion alexa..
alexa tampak menatap dalam gerbang yg menjulang tinggi di depannya kini.
ia mengingat saat ia menghabiskan begitu banyak waktu di mansion mewah ini.
alexa tampak melamun, hingga suara bariton di sampingnya membuyarkan lamunannya.
"kenapa kau tidak masuk sayang...!?"
ucap arlen yg menggenggam tangan alexa semakin erat.
ia melihat raut wajah sedih, yg tergambar di wajah cantik kekasihnya.
"bagaimana caranya aku mengetahui alasan dari sikap ibu yg bahkan sangat berubah terhadapku jika mereka semua ada di mansion ini"
"apa sekarang kau membutuhkan bantuanku untuk mencari tahu ?"
tanya arlen dengan serius.
"apa boleh ?"
lirih alexa melirik arlen yg tersenyum kepadanya..
"hmhm... tentu saja sayaang.."
jawab arlen gemas dan mengusap kepala alexa dengan sayang.
"terima kasih.."
lirih alexa membalas genggaman tangan arlen dengan erat.
"kamu tenang saja... ketika aku mendapatkan semua infonya, aku akan segera memberitahumu" sambung arlen lagi.
"tapi... bagaimana caranya..!?"
"sepertinya.... kekasihku ini belum mengetahui profesiku yg lain... "
"maksudmu...!?"
tanya alexa dengan bingung dan penasaran sementara arlen terkekeh.
"sudahlah... jangan memikirkan hal yg tidak penting yg akan menambah beban pikiranmu.."
ucap arlen lagi dan kembali mengusap pipi alexa.
"apa itu menyangkut semua tentangku yg kau ketahui sebelum aku memberitahukannya... !? bahkan kau sudah mengetahui tentang keluargaku"
"hmhm... bisa di bilang begitu.."
ucap arlen tersenyum santai.
"hhuufftt... kau membuatku penasaran tuan Al....!"
gerutu alexa yg mengerucutkan bibirnya.
cup
"Al.... kenapa kau menciumku..!?"
ucap alexa yg melotot mendapatkan ciuman sekilas dari arlen.
"aku sudah bilang... jangan cemberut seperti itu....membuatku gemas sayaang"
"dasar.... kau telah mencuri ciuman pertama ku Al..."
gerutu alexa kembali dan memukul pundak arlen pelan sementara wajahnya mulai merona.
"apa kau yakin saat ini adalah ciuman pertamamu.. !? apa kau sudah lupa kejadian waktu it-"
__ADS_1
"sudahlah... aku sudah ingat dan kau jangan mengingat hal konyol itu lagi ! "
sebelum arlen menyelesaikan ucapannya, alexa langsung menyela dan menutup wajah yg sudah merah seperti kepiting rebus dengan kedua tangannya.
"hahaha..... kau sangat lucu saat wajahmu merah seperti ini sayaang.."
tawa arlen pecah, ketika melihat tingkah alexa yg malu.
"Al..... berhenti menggodaku...."
"iya...iya.. baiklah sayang... aku tidak akan menggodamu lagi"
kata arlen mengulum senyumnya dan menurunkan tangan alexa yg masih menutup wajahnya.
"jangan menutup wajahmu... aku suka melihat wajahmu yg merona....membuatku lebih gemas"
ucap arlen dan mencubit gemas pipi alexa yg masih tersisa rona merah.
"ya ampun....mana katanya ceo yg terkenal dingin dan datar serta irit bicara itu..!
balas alexa yg menaikkan kedua alisnya..
"hmhm.....aku hanya dingin dengan orang luar saja....tidak ada alasanku untuk bersikap hangat kepada mereka.."
jawab arlen yg memicingkan matanya ke arah depan...
karna bingung dengan raut arlen yg berubah, membuat alexa mengikuti arah pandang arlen...
"siapa yg bersama gadis itu.. ?! sepertinya mereka sedang bertengkar." gumam alexa.
sekilas arlen dan alexa saling memandang, dan kembali melihat seorang wanita yg turun dari sebuah mobil hendak masuk ke mansion itu tetapi di cekal tangannya oleh seorang pria
yg kira kira seumuran dengan alexa.
"sepertinya wajahnya begitu familiar... tapi... aku lupa siapa... "
desis alexa mencoba mengingatnya.
arlen tampak menyeringai....
" pria itu, sepertinya dia tidak pernah bosan bermain main dengan semua wanita"
"MARK DAVIDSON...." ucap arlen lirih.
"uhuk....uhuk...."
hanya satu nama, tapi membuat alexa terbatuk walaupun tidak ada yg mengganjal di tenggorokkannya membuat arlen menaikkan satu alisnya.
"sepertinya.. kau mengenal pria itu..."
desis arlen melihat reaksi alexa.
"tidak ada..... hanya seseorang yg aku kenal saat di universitas"
lirih alexa setelah mengingat pria yg sedang berdebat dengan adik tirinya sherly....
"hmhm... memang aku akui... dia selalu saja terdepan saat memilih gadis2 yg cantik"
gumam arlen sedikit aneh dengan raut wajahnya saat mengetahui alexa sudah mengenal saingannya terlebih dahulu sebelum dirinya. lebih tepatnya, mark yg selalu merasa tersaingi dengan keberadaan arlen di segala situasi. pasalnya, adik sepupunya itu, selalu memperkenalkan wanita yg menjadi kekasihnya kepada arlen namun berakhir dengan perpisahan karna semua wanitanya lebih terpesona dengan rupa arlen yg jelas di atas mark.
ya,... arlen dan mark adalah saudara sepupu. tapi, tidak ada keakraban dari keduanya. yg membuat kedua orang tua mereka pusing dengan tingkah mereka.
tapi... hanya satu wanita yg tidak pernah di kenalkan oleh mark kepada arlen.
karna mark sudah tak ingin jika wanita ini meninggalkannya demi arlen lagi.
meski wanita itu selalu menolak mark saat mark sudah berapa kali menyatakan perasaannya.
"apa maksudmu Al....!?"
"sebaiknya kita pergi dari sini..."
jawab arlen dan langsung pergi dari tempat itu... karna mereka sudah cukup lama berada di depan mansion alexa.
"baiklah... sekarang sebaiknya aku pulang untuk istirahat.."
__ADS_1
gumam alexa pelan.
tiba di apartemen alexa...
" ini kopinya... minumlah selagi hangat "
ucap alexa yg menaruh secangkir kopi di atas meja yg dibuatnya khusus untuk arlen.
sementara arlen berada di dekat jendela dan nampak berjalan mendekat ke hadapan alexa setelah dia menelepon seseorang.
arlen langsung mengambil cangkir itu, dan menyesap kopinya.
"mmmm... ini sangat enak..."
ucap arlen setelah menghabiskan kopi buatan alexa.
"kau berlebihan...."
ucap alexa.
"tidak sia sia aku mampir di tempatmu ini.."
ucap arlen yg sudah duduk di samping alexa dan membelai rambut alexa.
"apa hubunganmu dengan mark..!?"
tanya alexa..
"jangan membahas yg tidak penting sayaang....moodku tiba2 menurun saat aku mengetahui kau mengenalnya."
"Al.....tapi aku....-"
cup
"emmmph...."
arlen langsung membungkam mulut alexa dengan ciumannya menahan tengkuk dan ******* sedikit bibir alexa membuat alexa terkejut.
tidak ada balasan dari alexa membuat arlen menggigit bibir alexa dan refleks alexa langsung membuka mulutnya saat itu juga arlen menyesap lidah alexa menjelajah setiap rongga mulut sang pujaan hati yg belum lama di kenalnya yg mampu membuat pikiran seorang duarte kalang kabut.
keduanya melepaskan ciuman saat kekurangan oksigen. mereka saling menempelkan dahi mereka sambil menghirup udara sebanyak banyaknya.
raut wajah alexa tampak merah seperti tomat... membuat arlen mengulum senyumnya dan menarik badan alexa masuk kedalam dekapannya.
"aku tahu ini pertama kalinya untukmu.... jangan khawatir... ini juga yg pertama bagiku"
ucap arlen pelan agar bisa meredakan rasa malu alexa.
"tapi kelihatannya itu bukan yg pertama kali bagimu Al..."
lirih alexa di sela pelukan mereka.
arlen terkekeh...
"kita berbeda... aku ini seorang pria... bahkan melakukan yg lebih dari ini, aku bisa melakukannya jika kau mau"
ucap arlen sengaja ingin menggoda alexa.
"Al........ kau....! dasar mesum..."
ucap alexa yg langsung mencubit pinggang arlen yg dirasa seperti gelitikan.
"hahaha.... kau sangat menggemaskan sayang... bagaimana kalau kita secepatnya menikah.. !?"
***bersambung πππ₯°π₯°
hay...hay....
jangan lupa tinggalkan jejak yah guys....
πππ₯°π₯°
vote,coment,like.....
maaf jika ceritanya tidak menarik...
__ADS_1
jika ada saran... silahkan coment yah guys...πππ₯°π₯°π₯°
dengan senang hati aku menerimanya... ππ***