QUEEN N KING Ceo

QUEEN N KING Ceo
bab 26


__ADS_3

"kenapa masam gitu..!?"


tanya arlen kepada alexa yg masuk dengan ekspresi kesal mengingat perkataan gadis yg tidak tahu malu mengganggu waktu mereka.


"hmhm... tidak ada... hanya tikus kecil yg ingin menyapaku tadi... "


jawab alexa setelah menarik nafas pelan dengan senyum kecut yg terlukis di sudut bibirnya.


"sayang... apapun masalahmu, jangan di simpan sendiri... bilang padaku apapun itu.."


"iya... tapi, sepertinya masalah yg datang padaku tidak perlu aku jelaskan padamu Al... pasti kamu terlebih dahulu tahu sebelum aku bilang.."


ucap alexa yg membuat arlen hanya terkekeh... dan tersenyum manis membuat alexa yg melihatnya, langsung terpanah dengan senyum tampan suaminya.


alexa yg kembali duduk di pangkuan suaminya, nampak keningnya berkerut saat dia fokus dengan ponselnya dan itu tidak luput dari pandangan arlen yg memang sedari tadi memandang wajah cantik istri tercintanya.


"kenapa..!?"


tanya arlen penasaran.. mungkin dia terlalu malas untuk melihat berita di pagi menjelang siang itu... entahlah, mungkin karna istrinya terlalu cantik jadi keinginan terus bersama istrinya, lebih menarik buatnya di bandingkan dengan dunia maya yg tidak begitu penting menurutnya. toh, jika ada yg penting tidak menunggu lama berita itu sudah terdengar di telinganya dengan bantuan sang asisten setia yg sangat menghormati tuannya, siapa lagi kalau bukan david.


"sepertinya... kita berdua tiba tiba jadi selebriti, pesta pernikahan kita jadi trending topick sayaang..."


ucap alexa yg menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"mmm... biarkan saja... baguslah... tidak ada pria yg berani mendekati istriku.."


balas arlen dengan mencubit pelan hidung mancung alexa..


"wanita wanita yg menggilaimu pun tak terhitung sayang.. jangan bicara seperti itu, seakan hanya aku yg selalu menjadi target para pria.."


kata alexa dengan nada menggerutu.


"haha... kau kalau cemberut seperti itu, membuatku ingin memakanmu saat ini juga..."


ucap arlen tertawa sedangkan alexa melototkan matanya mendengar perkataan arlen.


"Al....! ikh, kamu yah..!"


"iya sayaang...? kenapa..!?"


"mesum..!"


sambung alexa dengan wajah memerah sedikit malu....


bahkan seketika dia terlupa dengan perkataan seorang wanita yg bertamu tadi.

__ADS_1


"aku ingin menunjukkan sesuatu padamu... tapi bukan disini.."


ucap arlen seketika membuat alexa menatapnya..


"apa...?"


"surprise sayang.."


ucap arlen membelai rambut alexa..


"hmhm... baiklah, tapi dimana ?"


tanya alexa yg sudah penasaran.


"ayo bersiap.. kita akan segera kesana.."


ucap arlen lagi dan langsung berdiri dan menggendong tubuh alexa menuju changing room yg berada di kamar mewah itu.


setelah selesai bersiap, arlen dan alexa segera berangkat ke tempat yg sudah di janjikan arlen.


mobil arlen memasuki kawasan elite, terlihat hanya pagar yg menjulang tinggi yg menutupi sesuatu di balik pagar itu...


mobil arlen masih berputar mengelilingi pagar itu, hingga mobilnya berhenti di depan gerbang yg bahkan lebih tinggi dari pagar yg saling menyambung.


arlen langsung mengemudi lagi memasuki jalan yg mengantar mereka di sebuah rumah megah, lebih tepatnya seperti istana.... bagaimana tidak, sebelum mobil mereka tiba di depan rumah, mereka harus melewati beberapa taman yg luas yg di penuhi bermacam macam bunga dan pohon pohon yg terlihat indah di lengkapi beberapa kolam ikan yg sangat terurus tidak lupa juga berbagai macam ikan hias yg menghiasi kolam itu, dengan beberapa pondok yg melindungi mereka dari sengatan panasnya matahari, dan dinginnya air hujan. jika mereka ingin bersantai di taman yg indah itu.


saat mobil mewah arlen berhenti, tampak alexa yg fokus dengan bangunan kokoh yg berdiri di depan matanya.


pintu utama yg di ukir begitu indah, tidak lupa juga lapisan emas yg menambah kemegahan pintu rumah mewah itu..


para pelayan, berjejer rapi di depan pintu utama, membungkuk hormat tidak ada yg berani mengangkat wajah sekedar melihat rupa dari majikan mereka, walaupun mereka sangat ingin tahu wajah dari seorang wanita yg sudah berhasil merebut hati tuan mereka yg terkenal susah di sentuh.


alexa tampak berpikir, tapi arlen langsung membuyarkan lamunan alexa dengan menggenggam tangan istrinya dan menciumnya dengan lembut.


"ini... rumah siapa Al ?"


tanya alexa yg bukannya mendapat jawaban, malah mendapat senyuman dari suaminya.


"ayo turun.. kamu akan tahu nanti..."


ucap Arlen yg kemudian keluar dengan pintu mobil yg sudah di buka oleh salah satu pelayan pria dan arlen berjalan memutar membukakan pintu mobil untuk alexa. sementara alexa nampak tertegun dengan perlakuan suaminya..


para pelayan semakin menunduk dalam saat nyonya muda mereka turun dengan anggun dari limison mewah keluaran terbaru milik suami tercinta.


alexa dan arlen berjalan beriringan sambil menautkan jemari tangan mereka dengan senyuman yg terlukis di wajah keduanya.

__ADS_1


mereka berhenti di tengah tengah sekitar seratus orang pelayan yg terlihat sangat rapi berjejer....


"selamat datang tuan... selamat datang nyonya..."


ucap mereka kompak..


"hmhm... kalian sudah bekerja keras.... dan saya hanya ingin memberitahu, jika mulai hari ini, istri saya yg akan mengambil alih peraturan di mansion ini. ingat, untuk selalu mematuhi perintahnya, apapun itu..! mengerti..?!"


"mengerti tuan..!"


ucap mereka kembali kompak, mendengar perintah dari majikan mereka yg tidak menyukai kesalahan sedikit pun.


"bagus..!"


sambung Arlen yg mengeratkan genggaman tangannya dan melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam.


walaupun para pelayan bekerja sangat keras, tapi pekerjaan mereka sebanding dengan gaji yg di berikan Arlen, bahkan untuk keluar dari pekerjaan mereka, itu seakan menjadi mimpi buruk bagi setiap pelayan yg berada di mansion yg terbagi menjadi tiga bangunan besar.


apalagi, setiap hari raya mereka mendapat bonus yg tidak main main.


Arlen memang sengaja mempekerjakan banyak orang, mengingat mansion yg di bangun dengan keringatnya sendiri tanpa campur tangan sang kakek atau daddy nya, terlampau besar.


bahkan semua pelayan sudah di bagi kelompok untuk setiap pekerjaan, agar pekerjaan cepat selesai setiap hari nya.


tiga bangunan mewah, tentu saja bangunan utama yg berada di tengah dan sedikit ke depan adalah tempat tinggal tuan dan nyonya duarte yakni Arlen dan Alexa.


sementara di sebelah kanan tapi sedikit mundur, bangunan yg di buat khusus untuk keluarga besar jika sewaktu waktu berkumpul walau hanya untuk bertemu mengobrol, ataupun sampai menginap.


dan di sebelah kiri sejajar dengan bangunan sebelah kanan, bangunan yg menjadi tempat tinggal para pelayan dan ruangan bermacam macam alat alat olahraga dan sebuah garasi yg penuh dengan koleksi mobil mobil mewah milik arlen.


masing masing bangunan, terdiri dari empat lantai. dan ketiga bangunan itu berbentuk huruf A.


sengaja di desain sesuai inisial pemilik mansion.


Arlen sengaja membangun mansion sendiri sejak lama...


dia memang sudah mempersiapkan ini sebelum dia memiliki seorang pendamping. agar kelak setelah dia menikah, keluarga kecilnya sudah mempunyai tempat tinggal sendiri.


walaupun, dia bisa membeli mansion mewah yg sudah jadi... tapi, dia ingin membangun mansion yg sesuai dengan kemauannya.


dan itu tentu saja tidak di permasalahkan oleh sang kakek dan kedua orang tuanya yg sepenuhnya percaya dengan setiap langkah dan keputusan yg di ambil Arlen.


alexa yg mendengar ucapan arlen, terlihat ingin protes, merasa tidak enak di perlakukan secara berlebihan oleh arlen tapi tentu saja tidak di depan para pelayan.. hingga dia berpikir untuk menundanya sampai mereka hanya berdua.


tentu hanya pikiran alexa yg berpikir bahwa arlen berlebihan, tapi tidak dengan arlen yg menganggapnya biasa saja, menurutnya perlakuannya terhadap istrinya bahkan masih kurang...

__ADS_1


__ADS_2