
ddrrttt...ddrrrtttt...
handphone alexa masih bergetar. mata alexa terbelalak, melihat siapa yg menelfonnya.
"hallo...." kata alexa ragu ragu saat menjawab panggilan di hp nya.
"apakah kau masih mengingat ibumu lexa....???" kata orang di seberang sana yg tidak lain adalah ibu kandungnya ny. adelle.
"mana mungkin, aku melupakan seseorang yg telah melahirkan dan membesarkanku bu..." lirih alexa yg menahan air matanya agar tidak jatuh.
"bagus kalau begitu.... ibu tidak akan berbasa basi lagi... ibu hanya ingin meminta suatu hal padamu...." kata ny adelle.
"apa itu ibu...???" ucap alexa dengan datarnya.
"sherly ingin bekerja di perusahaanmu.. ibu harap, kamu akan memberikan dia posisi yg cukup layak sebagai adikmu" pinta ny. adelle yg kata2nya mengandung sedikit perintah.
alexa menghembuskan nafasnya kasar, lalu menjawab permintaan ibunya.
"ibu... kamulah salah satu orang yg mengetahui bagaimana diriku... aku tidak bisa menerima karyawan begitu saja, tanpa seleksi lebih dulu. dan itu berlaku untuk siapa saja yg ingin bekerja di perusahaan sekalipun keluargaku sendiri... dia harus merasakan kerja keras dari bawah sehingga dia bisa naik ke atas dengan jerih payahnya. sama seperti yg ayah lakukan dulu... kalau sherly serius ingin bekerja.. aku sangat bahagia untuk itu.... akhirnya dia bisa belajar mandiri dan tak bergantung pada orang tua lagi... katakan padanya untuk mengantar surat lamarannya di kantor besok jam 9 pagi...."
kata alexa panjang lebar kepada ibunya, yg langsung terkejut dengan ucapan alexa.
"alexa... tapi dia adikmu...!! tegas ny. adelle.
"tidak ada yg berubah dengan keputusanku bu...." ucap alexa yg langsung mematikan panggilan.
hati alexa tersayat dengan perubahan besar dari ibunya.
air matanya tak terbendung lagi.. dia langsung bergegas ke parkiran dan masuk di dalam mobilnya. saat itu juga air matanya luruh begitu saja...
"apa salahku bu... " lirih alexa di sela tangisnya..
beberapa saat kemudian.. alexa menghentikan tangisnya. dia menatap ke depan.. memantapkan perasaannya sambil berkata....
"aku harus kuat, aku harus mencari tahu alasan ibu bersikap seperti ini sudah cukup aku berdiam diri dengan perubahan ibu...."
tidak di sadari alexa, ada seorang pria di balik layar monitor cctv, yg sedari tadi memperhatikannya sambil bertanya tanya...
__ADS_1
"siapa yg menelponnya, sampai2 dia bersedih..."
"ternyata, di balik kuatnya dia, ada hati yg rapuh..." lirih pria itu, yg tidak lain adalah arlen duarte... pria yg mengikuti alexa tadi, dari cctv yg berada di ruangannya.
"david, segera ke ruanganku...." kata arlen berbicara lewat telepon yg terhubung dengan ruangan david
"baik tuan.." jawab david, segera bergegas ke ruangan arlen.
"ada apa tuan..??" tanya david.
"segera cari tau masa lalu dari nona alexa." pintah arlen dengan tampang dinginnya.
"baik boss..." kata david patuh.
"tumben boss ingin mengetahui seluk beluk kehidupan seorang gadis... ada apa dengannya...!??" lirih david saat keluar dari ruangan arlen.
di kantor alexa.....
"sha, besok sherly mau melamar di perusahaan..." kata alexa pada masha yg langsung kaget.
"mmmm.... aku juga bingung, tadi ibu yg menelponku... dia ingin aku memperlakukan sherly dgn khusus." jawab alexa.
"sudahlah lex, soal dia nanti aku yg urus..... terus, gimana pertemuan kamu sama tuan ganteng itu lexa..??? kata masha menggoda alexa.
"ini tuh gara2 kamu, sampe aku harus berurusan sama dia..." gerutu alexa.
"loh..., kok gara2 aku sih!?? ucap masha.
"kamu ingat kan, perusahaan yg kamu rekomendasikan ke aku, untuk minta menjalin kerja sama???" tanya alexa mulay kesal.
"duarte corporation kah...???! " tanya masha tidak mengerti.
"iya.... dan kamu tahu siapa ceo nya???"
masha hanya menggelengkan kepala tidak tahu.
"ya pria yg kamu bilang ganteng itu mashaaaa....." ucap alexa jengah.
__ADS_1
"apa..!?? omg alexa... kamu beruntung banget bisa berkenalan dengan orang yg misterius seperti dia... dan aku seneng banget bisa bertemu dengan pewaris tunggal duarte corporation kemarin... wahhh akhirnya aku bisa melihatnya.. di tambah lagi, kalau dia menyetujui kerja sama kita.. pasti, kita akan sering bertemu... pantesan asistennya ganteng... boss nya adjaa ganteng maksimal gitu....." ucap masha kaget, dan berbicara panjang lebar, membuat alexa cengo.
"apa maksudmu beruntung sha..!?? kalo sial, iya.....ganteng sih ganteng, tapi.... suka seenaknya...." cibir alexa yg membuat masha heran dengan sepupu sekaligus boss nya itu.
"makanya lexa... kamu skali2 refreshing tu otak, jangan cuma kerjaan ajaa yg ngisi otak kamu... sampai2 keberuntungan yg selalu di impikan semua gadis, jadi hal yg sial buatmu... kamu tahu nggak... pewaris duarte corp itu, tidak pernah menunjukkan batang hidungnya di depan media... sampai membuat semua orang penasaran dengan rupa sang pewaris tunggal tersebut... orang2 hanya tau namanya saja, tapi tidak dengan orangnya.
hingga banyak orang yg berasumsi, kalo presdir perusahaan itu, memiliki wajah buruk rupa, sehingga malu memperlihatkan wajahnya di depan media." kata masha menjelaskan dengan semangat...
"oh...." alexa hanya ber oh ria saja membuat masha memukul jidatnya heran dengan tanggapan alexa yg biasa2 saja.
"apa keputusanku sudah benar sha..? tanya alexa pada masha yg mengernyitkan alisnya."
"hmhmhm... pria itu akan menandatangani kontrak kerja sama yg kita ajukan, asalkan aku harus menjadi kekasih pura2nya dia.."
ucap alexa yg membuat masha menganga dengan apa yg baru di dengarnya.
"keputusanmu itu sudah benar dan bagus lexa..." ucap masha dengan ekspresi kaget dan senang.
"apanya yg bagus..!??
"yah.. siapa tahu kalau kalian berjodoh... dan berakhir di pelaminan, melahirkan pewaris2 yg lucu dan menggemaskan" ucap masha sambil berkhayal.
"mashaa....... hentikan khayalan gilamu itu.... bagaimana mungkin aku berjodoh dengan orang seperti dia...!!? kata alexa kesal.
"hahaha... lexa... hati2 loh.. benci2 bisa jadi cinta nona alexaa......" ucap masha menggoda alexa sambil menaik turunkan alisnya.
tiba tiba wajah alexa memerah, mengingat kejadian di ruangan arlen... " aaahhhhkk... kenapa aku bisa jatuh di pangkuannya..." lirih alexa yg membuat masha penasaran.
"apanya yg jatuh lex..??" tanya masha...
"dasar kepo... cepat kembali ke ruanganmu dan berhenti bergosip. dan ingat, besok jam 9 sherly akan datang kemari. biar aku saja yg menginterview dia langsung. dan setelah itu, kita akan bertemu dengan presdir duarte corp untuk tanda tangan kontrak kerja sama, sekaligus makan siang."
"baik boss.." ucap masha sambil memberi hormat, dan langsung berlari keluar kembali ke ruangannya.
alexa yg melihat tingkah sepupunya itu, hanya menggelengkan kepalanya....
bersambung.....
__ADS_1