
" loh sayang. Kata nya kamu ada urusan ? "
...****************...
DEG
bagas terkejut mendengar suara yang familiar di belakang nya. dengan gerakan patah - patah ia menoleh ke belakang. Benar, itu sara. Jantungnya berdetak kencang.
' untung sara tidak melihat saat aku mendekati quin tadi, hah ' batin bagas.
Bagas tersenyum ke arah sara. Ia mendekat dan segera menggandeng mesra sara.
" mana mungkin aku meninggalkan tunangan tersayang ku. Setelah aku pikir - pikir, urusan ku tidak lebih penting dari kamu, sayang." kata bagas menggombal. sara nampak merona mendengar ucapan bagas.
" benarkah ? Gombal banget kamu " kata sara malu - malu. Bagas mengecup singkat pipi kanan sara. Kondisi lobby memang sepi sedari tadi.
" benar sayang, apa sih yang nggak buat mu " rayu bagas lagi. Sara semakin meleleh tanpa ia sadari jika bagas tersenyum remeh saat menatap nya.
" loh bagas ? Kamu masih disini, sara bilang kamu pulang duluan ?" sapa rudi, ayah sara.
" iya pa, bagas menunggu sara, urusan bagas tidak penting jika di bandingkan sara " jawab bagas rudi mengangguk - angguk puas mendengar jawaban bagas.
" ya sudah papa duluan pulang ya kalau begitu. Sara, jangan lupa tugas mu " peringat rudi sebelum ia meninggalkan sejoli itu. Bagas mengernyit.
" tugas apa maksud papa ?" tanya bagas. Ia heran, padahal diri nya adalah wakil dari rudi.
" oh, bukan apa - apa sayang. Hanya menyiapkan kejutan untuk mama, sebentar lagi ulang tahun pernikahan mereka " elak sara. Bagas percaya saja dengan apa yang di ucapkan sara.
' maaf bagas, tapi rencana ini bukan urusanmu, begitu ini berhasil. Papa akan membangun perusahaan sendiri dan aku bisa menggaet tuan muda aldebaran nanti nya ' batin sara.
__ADS_1
Sara seakan lupa daratan, bahkan dia baru saja merona malu saat perlakuan mesra bagas terhadapnya. Tapi begitu mengingat rencana untuk merayu tuan muda menjadikan nya lebih ambisius. Padahal dia tahu saingannya adalah nona muda Adipati !
" oh, iya. kalau begitu kita langsung pulang atau kamu ingin pergi ke suatu tempat dulu ?" tanya bagas sambil menggandeng sara menuju parkir mobil. Bagas dan sara memasuki mobil dan bersiap untuk pulang.
" aku ingin ke mall sayang, bolehkah ?" manja sara.
" tentu sayang, kalau begitu kita ke mall " kata bagas.
Mobil berjalan menuju mall yang ingin di tuju sara.
.
Sedangkan narendra dan quin..
" my quin, kita kemana dulu ? " tanya narendra. Sebelah Tangan nya menggenggam tangan kanan quin sedangkan tangan sebelah kiri nya sibuk menyetir. Sesekali ia mengecup tangan quin.
" salon ? Untuk apa sayang ?" tanya narendra lagi.
" ada deh, pokok nya mas ngikut aja. Anti quin jamin mas bisa leluasa buat jalan - jalan sama quin tanpa harus dengar teriakan histeris fans - fans mu itu " kata quin sambil menggoda narendra. Narendra nampak heran dan penasaran tapi tetap mengikut instruksi quin. Narendra melajukan mobil nya ke arah salon sesuai arahan quin.
Tidak berselang lama, salon yang di tuju telah tiba. Terlihat bangunan tinggi bertuliskan " secret beauty : salon and boutique ". terlihat ramai penuh dengan pelanggan yang berdatangan. Sebelum turun dan masuk, quin memakaikan masker dan menyuruh Narendra melepaskan jas nya untuk di tinggal di mobil. Lalu kedua nya turun dan masuk melalui pintu khusus. mereka menuju lantai atas tempat sang pemilik butik.
TOK TOK TOK
Quin mengetuk pintu , terdengar suara yang menyuruh mereka masuk. Narendra mendorong pintu perlahan dan mereka berdua segera masuk.
" wew, sapose cin ini ?" narendra mematung saat mendengar sapaan dari lelaki yang suara nya gemulai itu. Quin menahan tawa melihat ekspresi narendra yang pucat pasi. Sosok itu mulai mendekati narendra dan meneliti narendra. Memindai laksana mesin pemindai barang. Dari atas sampai bawah. Narendra tanpa sadar melangkah mundur karena gugup.
Quin tak kuasa menahan tawa nya. Dia tertawa keras. Narendra sampai terkejut melihat quin yang tertawa. Sedangkan sosok gemulai itu hanya tersenyum masam melhat bentukan pelanggan super VVIP nya itu..
__ADS_1
" ha ha ha, sudah mbak jo, jangan ii godain lagi. Ini pacar quin " kata quin. Sosok gemulai itu ialah mbak jo. Pemilik butik ini. Lelaki yang mengubah kodrat nya menjadi seorang yang berpenampilan cantik ini mulai menghentikan ulah jahil nya mendekati narendra. Narendra speechless dengan tingkah usil san kekasih. Dia mengacak gemas rambut quin.
" dasar, mas hampir jantungan, dapat dari mana makhluk kayak gini kamu sayang " narendra mendelik gemas. Sedangkan quin hanya tertawa menanggapi Narendra.
" ha ha ha, maaf maaf mas, abi nya mas lucu banget sih , ha ha ha aduh perut quin sakit " qin masih saja sulit menghentikan tawa nya. Bagi nya ekspresi ketakutan dan geli narendra sangat lucu.
" puas kamu lihat mas jantungan heh ?" kata narendra sambil menggelitik quin. Quin semakin tertawa.
" ha ha ha , aduh mas, ampun mas ampun. Iya iya quin ngaku salah. " ujar quin sambil meminta ampunan. Narendra menghentikan gelitikan nya. Quin menghentikan tawa ya sambil sesekali masih merasakan geli di pinggangnya. Sedangkan sosok mbak jo hanya diam menunggu giliran ia di kenalkan.
" huft. Hem. Jadi mbak jo ini orang yang berjasa dalam penyamaranku selama ini mas, dia bahkan sampai ikut aku waktu ke London. Ya meskipun di sana ia juga mendirikan butik dan jasa MUA juga sih. Intinya, mbak jo yang udah bantu aku selama ini " jelas quin.
" mbak jo, sini. Ini kenalkan pacar quin. narendra aldebaran. Mas kenalin ini mbak jo. Jonathan lebih tepatnya, " sambung quin. Narendra mengulurkan tangan nya dengan masih gemetaran.
Sedangkan mbak jo terlihat santai dan sedikit usil.
" Narendra " kata narendra.
" santai cin, panggil eike mbak jo. Ingat ya, mbak. No jonathan " kata mbak jo. Quin terkekeh.
" jadi quin, apa yang mau kamu lakukan ? Jangan bilang kamu mau menyamar lagi? Aduuhh kenapa sih harus menyembunyikan kecantikan mu terus ? Di luar sana banyak wanita yang berlomba - lomba buat cantik sampai operasi plastik segala, kamu malah minta di bikin jelek " celoteh ceramah jo mulai terdengar. Narendra melongo saat mendengar suara asli jo ini. Terdengar berat saat ia sedang memarahi quin. Lai - lagi quin hanya tertawa mendengar omelan khas jonathan ini.
" ini loh mbak aku pengen ngajak jalan - jalan mas ku ini. Tapi dia risih sama tatapan - tatapan genit dari fans fans nya. Yang ada malah aku nggak bisa tenang jalan - jalan nya " jelas quin. Jo mengalihkan pandangan nya menuju Narendra. Sekali lagi ia memindai wajah tampan bak pahatan dewa ini dengan seksama. Mungkin mencoba menelaah bagaimana perubahan yang nati ia lakukan untuk wajah laki - laki tampan ini nanti.
" iya bener juga sih, he is so hot cyin. Hi hi hi " bisik genit jo ke quin.
KRIK
KRIK
__ADS_1