Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 56


__ADS_3

setelah memastikan keadaan narendra, quin segera menghubungi sadewa dan nakula untuk sekedar menemani narendra. Ia ingin menemui sara di penjara


" kamu mau kemana sayang, " tanya narendra sambil menerima suapan bubur dari quin.


" quin mau pulang sebentar mas, mau ganti baju, mandi sama mau ke rumah kamu ambil perlengkapan kamu, kasian ibu kalau harus bolak bali ke sini, " alibi quin. Quin tak ingin narendra tahu jika quin akan menemui dalang yang ingin melenyapkan nya ini. Bagaimanapun target utama sara adalah diri nya bukan narendra.


Dia hanya ingin tahu apa yang sebenar nya sara inginkan terhadap nya. Quin berpikir setelah mengungkap kebusukan papa nya akan menjadikan sara sadar diri dan introspeksi, tapi nyata nya ia salah. Kali ini dia tidak bisa menahan diri untuk memberi pelajaran yang setimpal karena telah berani bermain - main dengan nyawa.


" kamu nggak akan lama kan. Yank ?" narendra tiba - tiba merengek. Quin speechless melihat tingkah manja kekasihnya yang dingin di luar itu,.


" nggak mas sebelum makan malam quin janji sudah kembali, " kata quin sambil menyelesaikan acara suap menyuap bayi besar nya.


" nah sudah abs, sekarang minum obat nya, " ujar quin sambil menyiapkan obat. Narendra patuh dan segera meminum obat yang sudah di siapkan oleh gadis kecilnya.


" sadewa dan nakula jadi kesini ?" tanya narendra, quin mengangguk sambil tangannya tetap sigap merapikan beberapa peralatan narendra.


" padahal aku sendirian nggak apa - apa, yank" kata narendra santai. Quin mendelik tajam ke arah narendra yang hanya di keke hi oleh narendra.


" nggak, pokoknya kak sama ka dewa dan kak kul. Lagian mereka sudah sampai " putus quin.


Benar saja, tak sampai 5 menit quin berucap, sadewa dan nakula sudah sampai dan malah sudah mengetuk pintu.


" assalamualaikum, " ucap sadewa dan nakula bersamaan.


" waalaikumsalam, masuk kak, " sahut quin dan narendra.


" haah, akhirnya aku bisa duduk tenang, " kata nakula sambil mendudukkan bokongnya ke sofa yang tersedia. Di ikuti oleh sadewa yang juga duduk. Quin mencebik gemas melihat ke lebay an kakak sepupu satu nya itu.


" gayamu kak, koyo bar macul sawahe lek pri ae , " cibir quin. Nakula tergelak mendengar cibiran adiknya itu.


( gaya mu kak, kayak abis mencangkul di sawahnya om pri )


" kakak baru bisa duduk santai, setelah bolak balik kantor, penjara, sama kantor ayah," jawab nakula.

__ADS_1


" gimana ? Udah beres kan ?" tanya quin.


" sudah, tapi ia masih mengelak terus, " kata sadewa kalem. Memang kakak nya yang satu ini lebih kalem, nggak kayak Nakula, urakan !.


" hah, biar aku yang ngurus, " mata quin mengilat sadis. Nakula dan sadewa bergidik jika sudah melihat adiknya dalam mode senggol bacok ini.


" tunggu, tunggu, yank. Jangan bilang kamu mau melakukan hal yang membahayakan diri mu ?mau macam - macam ? Pecicilan lagi ?" protes Narendra setelah mendengar obrolan antara quin dan ke dua kakak kembar nya ini.


" ih apa sih mas,quin kan nggak pernah macam - macam, quin imut begini di bilang pecicilan. " quin memasang wajah imut. Nakula sudah memasang pose orang yang sedang muntah, sedangkan sadewa dan narendra memutar bola mata mereka jengah.


' imut apaan, lalu kemarin yang ngancem orang korupsi itu siapa ? Boneka annabelle ?' batin nakula sengak.


' lalu yang kata nya sering berantem di luar negeri itu siapa ? Orang nyasarkah ?' sadewa nggak kalah mmbatin mendengar jawaban absurd quin.


Narendra hanya bisa geleng - geleng kepala mendengar jawaban quin. Ia sangat yakin jika gadis kecil nya ini pasti akan melakukan sesuatu. Dia juga yakin jika quin sudah menemukan pelaku yang mengincar nyawa nya, meskipun yang kena adalah diri nya.


" janji sama mas, jangan sampai terluka " kata narendra menuntut jawaban.


" yuhuuu, assalamualaikum, bocah songong "terdengar dari luar, kevin menerobos masuk dan berteriak begitu saja.


" berisik om kev " sarkas quin. Kevin hanya mengendikkan bahu acuh.


" gimana ren? Udah mendingan ?" tidak menghiraukan teguran quin, kevin lebih memilih mendekat ke saudara, bos nya, serta sahabatnya ini ! Terserah deh, mau di sebut apa. Pokoknya narendra cinta quin. ! Lah malah nggak nyambung.


" hemmm, udah mendingan. Makasih ya kev, " kata narendra sambil tersenyum hangat. Kevin bergidik mendengar ucapan terima kasih dari saudara nya yang dingin in. Pasalnya, selama ini narendra selalu mengucapkan ' thank, makasih ' dengan muka datar.


" lo yakin kan kalo kepala lo ngga kenapa - napa " tanya kevin bergidik. Narendra meninju lengan sepupu nya yang merangkap menjadi sahabat dan tangan kanannya ini.


" si om kevin gimana sih, aturan mah seneng gitu lihat senyum mas ren," bela quin.


" justru itu, cah. Justru kalau narendra senyum itu dunia kayak gimana gitu, kecuali kalau senyum ke lo, itu mah karena narendra kena virus lope lope, " sanggah kevin mengungkapkan pendapat terpendam nya. Quin, sadewa, dan nakula langsung tergelak sedangkan narendra manyun.


" loh bro, gue sampe ngga tahu kalo lo berdua di sini " sapa kevin ke sadewa dan nakula. Ketiga nya lalu bertos ria ala lelaki, mang gimana sih tos ala lelaki ? Perasaan sama aja deh, ~

__ADS_1


" lo nya aja kak om kev, yang langsung nyelonong masuk tanpa lihat - lihat orang di sekitar, " ejek quin.


" iya sih, " aku kevin sambil menggaruk tengkuk nya yang nggak gatal. Ya kali, ganteng - ganteng ketombe an sampai ke tengkuk !.


" yeee sadar diri lagi, ha ha ha. Pasrah amat dah si om kev, " tawa quin mendengar kepasrahan kevin.


Quin tahu, kevin sengaja bertingkah konyol agar narendra tidak cemas dengan rencana quin yang akan menemui sara di penjara.


" om kev udah makan belum ?" .


" oh iya, kak kula dan kak dewa juga udah makan belum ?" sambung quin.


" udah deh, tadi sebelum kesini, kakak mampir di kafe dulu, " jawab sadewa dan di angguki oleh nakula. Nakula sedang sibuk dengan ponselnya. Nampak nya masih ada sedikit pekerjaan yang harus ia pantau meskipun sudah jam pulang kerja. Karena quin kembali ijin untuk menemani Narendra. Toh semua rencana pembangunan proyek baru sudah selesai seminggu yang lalu dan tinggal eksekusi. Jadi quin memiliki sedikit waktu luang, walau terkadang juga mengecek pekerjaannya lewat tab yang selalu di simpan di tas nya.


" gue juga udah, tadi makan di kantin kantor, " sahut kevin menyusul.


Suasana hening seketika. Narendra nampak menguap, dan quin melihat itu.


" mas tidur aja, mungkin efek obat nya sudah mulai, " kata quin sambil membantu narendra merapikan selimut.


" iya, mas tidur dulu, " pamit Narendra. Tak sampai lima menit narendra sudah terlelap dalam mimpi indahnya.


Quin beranjak dari kursi dan berjalan menuju sofa, ia kini menghadap ke kevin dan saudara sepupu nya.


" jadi, gimana om ?" tanya quin. Sadewa, nakula, dan kevin mengambil sikap serius saat mendengar nada bicara quin yang dingin.


" masih sama saat dewa dan kul di sana, dia msih mengelak, " kata kevin.


" kamu sudah retas cctv jalanan kan dek ?" tanya nakula.


" sudah, ini, baru saja " jawab quin polos. Mereka bertiga terkejut. Pasalnya para polisi merasa kesulitan dalam meretas cctv jalanan saat kejadian. Memang quin dari kemarin belum bisa fokus dengan dalang nya, karena ia panik dengan keadaan narendra dan dia sendri mengalami traumatik..


" oke, kalau dia mengajak bermain, quin akan layani, "

__ADS_1


__ADS_2