Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
LAST EPISODE


__ADS_3

Narendra nampak keluar dari ruang bersalin setelah meng - adzani kedua putra kembar nya dan melakukan skinship dengan si kembar. Di luar ruangan ia sudah di berondong dengan banyak pertanyaan dari ibu nya.


" bagaimana keadaan cucu - cucu ibu, bagaimana keadaan quin ?" tanya yulia bertubi - tubi.


" pelan - pelan bu, biarkan rendra ambil nafas sejenak, " peringat kevin. Ia nampak menyadari keadaan narendra yang terlihat lelah dan kuyu itu.


" alhamdulillah putra - putra kami sehat, lengkap bu. Sedangkan quin sekarang masih tertidur karena kelelahan, " jelas narendra akhirnya menjawab. Nampak senyum terpancar di bibir narendra.


" putra - putra ? Jadi cucu ibu laki - laki semua, ?" tanya yulia antusias. Narendra mengangguk.


Yulia dan ratih nampak berpelukan lagi. Kevin langsung memeluk saudara sepupu sekaligus bo nya ini.


" lo udah balik kev ?" tanya narendra sambil tersenyum. Kevin sudah tidak heran lagi melihat sang bos es nya ini tersenyum dan lebih hangat.


" hari ini emang gue mau balik, bener banget kan tau nya quin melahirkan, " jelas kevin. Narendra mengangguk paham.


" syukur deh, mulai besok tolong urus perusahaan, kalau ada yang mendesak baru gue yang datang, " kata narendra. Kevin hanya mengangguk paham. Karena ia tahu, rendra tidak akan membiarkan quin mengurus si kembar sendiri meski ada sang ibu.


" ren, selamat ya, udah jadi ayah, " kata nakula dan sadewa yang bergantian memeluk narendra. Ke dua calon bapak ini meneguk ludah kelat saat melihat wajah kuyu narendra setelah keluar dari dari ruang bersalin. Penampilan narendra cukup berantakan karena menjadi pelampiasan quin dan karena ia juga ikut menangis melihat sang istri yang kesakitan.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Kini semua keluarga tengah berkumpul di ruangan quin. Si kembar yang nampak dikerubuti oleh para aunty dan uncle nya, begitu tenang tanpa terusik sedikitpun.


" waah, ini si sulung kopian rendra banget, " seru kevin. Memang benar, si sulung lebih menjiplak wajah sang ayah. Sedangkan si bungsu campuran dari wajah quin dan narendra.


" benar nih, quin cuma nyangkut di hidung sama bibir si bungsu, " pungkas sadewa. Sedangkan para wanita terlihat menoel - noel pipi tembam si kembar.


Narendra yang sedang menjaga quin di samping nya terlihat menggeleng - geleng kan kepala. Narendra terlihat mengecupi kening quin.


" unngghh ~ " quin mulai membuka mata nya, mata nya menyesuaikan cahaya di sekitar nya. Di hadapannya terlihat narendra yang tengah tersenyum. Quin pun ikut tersenyum.


" tidur mu nyenyak ?" tanya narendra lembut. Di singkirkan nya helaian rambut yang menutupi wajah quin. Ia mengambil tali pengikat rambut dan mulai mengikat rambut sang istri. Quin mengangguk.


" bagaimana perasaanmu sayang, apa ada yang sakit ?" tanya narendra yang nampak khawatir. Quin terkikik.


" yakin nih mesti quin jawab mana yang sakit ?" tanya quin yang malah menggoda suami nya. Narendra hanya tersipu mendengar jawaban quin. Quin mengusap pelan bibir Narendra.


" semua kesakitan quin hilang saat mendengar tangisan si kembar saat sudah lahir mas, melihat mas yang ikut berjuang bersama sudah membuat quin bahagia dan mengurangi kesakitan quin, " kata quin. Narendra mengangguk dan menciumi wajah quin.


" terma kasih sayang, terima kasih . Entah rasa terima kasih ku cukup atau tidak. Aku cinta kamu, " ungkap narendra. Bagi nya tidak ada hal yang menakjubkan selain saat melihat sang istri berjuang melahirkan anak - anak mereka. Bagaimana kesakitannya, bagaimana rasa haru nya saat si kembar keluar. Ia berjanji pada diri nya sendiri untuk tidak akan menyakiti quin.


" heemm, si kembar mana mas, " tanya quin yang mulai teringat dengan anak nya.


" itu mereka sayang, sedang jadi artis dadakan, " canda narendra. Quin mengikuti arahan suami nya tentang keberadaan anak - anak nya. Ia melihat dua boks baby berjajar tak jauh dari tempat tidur nya.


Di sana berkumpul kedua sepupu kembar beserta istri - istri nya, lalu ada kevin dan juga ria yang ternyata sudah pulang dari bulan madu mereka.

__ADS_1


" ibu, bibi sama paman kemana mas?" tanya quin yang tidak mendeteksi keberadaan para oma dan kakek anak - anak nya.


" ibu sama bibi tadi pulang dulu buat nyiapin makan kita setelah lihat si kembar. Sempat ada drama sih karena rebutan mau tetap di rumah sakit, "


" kalau paman, tadi bilang mau nyiapin buat acara aqiqah nya si kembar, mesen kambing nya, padahal mas yang mau mengurus nya, tapi paman bersikeras buat bantu ngurus, " pasrah narendra. Quin tersenyum dan mengusap rahang narendra.


" itu om kev sama kak ria kok sudah pulang? " tanya quin lagi.


" pas banget ternyata hari ini memang mereka akan sampai di sini, tad pagi kata nya sempat ke rumah. Cuma kita sudah ada di jalan menuju rumah sakit, "


" mungkin juga sudah feeling bakalan ngurusin perusahaan kali ya, " sambung narendra. Quin sontak tertawa keras. sadewa serta yang lainnya akhirnya tahu jika quin sudah sadar.


" dek, gimana perasaanmu, " tanya nakula. Mulai kambuh sister complex nya.


" aku oke kak, " jawab quin tersenyum. Sadewa mendekat dan mengusap pelan rambut quin.


" selamat ya, adik kecil kakak sudah jadi ibu, " ucap sadewa. Quin mengangguk terharu. Narendra dan yang lainnya ikut tersenyum.


Mulai para wanita mengerubuti quin. Pembicaraan mereka cukup random. Menanyakan seputar persalinannya. Ria yang baru menikah pun ikut - ikutan mengorek informasi mengenai kehamilan dan prosesi melahirkan dari para ' senior ' nya. sedangkan para pria juga berkumpul membicarakan bagaimana rasa nya menemani Quin saat melahirkan serta berbagi pengalaman saat menghadapi siklus mengidam wanita hamil. Kevin mendapatkan banyak pengetahuan kali ini.


TOK TOK TOK


" selamat malam, wah sedang berkumpul ya, " sapa dokter ayu yang masuk dengan dua orang perawat wanita. Seketika obrolan para wanita dan pria itu terhenti.


" sudah hampir dua jam ya qui, sudah waktu nya si kembar IMD nih, tadi kan belum sempat, " kata dokter ayu ramah. Quin tersenyum dan mengangguk.


Quin nampak di bantu dokter ayu dan salah satu perawat mulai melakukan IMD. Satu persatu si kembar bergantian melakukan IMD mereka. Narendra nampak antusias saat melihat sang anak yang bersemangat saat meny**u pada bunda nya.


" ngga apa - apa ya kalau masih belum lancar asi nya, di kompres air hangat dan sedikit di pijit, " nasehat dokter ayu yang melihat quin nampak frustasi karena kasihan melihat anak sulung nya merengek. Quin mendengarkan nasehat dokter ayu dengan seksama.


"baik bu dokter, " jawab quin merasa lega. Ia sempat merasa bersalah karena asi nya belum lancar.


" ibu menyusui nggak boleh stress loh, kasihan nanti malah nggak lancar, " canda dokter ayu. Tapi syarat dengan nasehat dan peringatan. Pasal nya, sekarang ini banyak ibu yang baru melahirkan akan stress dan akan berakhir memiliki baby blues syndrom.


TOK TOK TOK


" assalamualaikum, oma sama nenek datang nih, " teriak yulia memasuki ruang rawat quin dengan ratih yang menenteng beberapa kantong berisi makanan untuk semua orang. Untung saja quin berada di ruang VVIP sehingga keluarga besar mereka yang berkumpul tidak mengganggu pasien yang lainnya.


" wah, cucu nenek lagi n**en ya, " kata ratih mendekat ke arah quin.


" ini ibu mu membuat sayur bening daun katuk, biar asi mu lancar quin, " sambung ratih lagi. Ia lekas menyerahkan wadah berisi sayur tersebut ke narendra dan meminta menantu nya itu untuk menyuapi quin.


" nah, bisa juga di bantu dengan booster alami quin, " sambung dokter ayu mengijinkan quin mengkonsumsi sayur katuk.


" kalau begitu, saya permisi dulu ya, ingat cara - cara yang saya jelaskan tadi, sekali lagi, selamat atas kelahiran si kembar, " pamit dokter ayu.


" terima kasih dokter, " jawab quin dan narendra serempak. Yulia mengantar kepergian dokter ayu sampai d depan pintu.

__ADS_1


Kini semua masuk. Arjuna yang tadi nya di suruh menunggu di luar karena mengetahui jik quin sedang melakukan IMD pun terlihat sudah menggendong salah satu dari si kembar.


" duh, gemoy banget deh, gemes, " seru ria. Ia terlihat mengunyel - unyel pipi si sulung yang sekarang berada di gendongan yulia.


" jadi siapa nih nama keponakanku, " tanya aisyah mewakili semua. Semua terlihat mengangguk.


Quin dan narendra saling berpandangan dan mengangguk.


" untuk yang sulung, kami memberikan nama IBNU PRAMUDYA ALDEBARAN, ibnu arti nya anak laki - laki . Pramudya arti nya bijaksana. Jadi artinya anak laki- laki yang bijaksana keluarga aldebaran " kata Narendra mantap.


" lalu untuk yang bungsu kami memberikan nama IBNI PRAMUDYA ALDEBARAN, ibni juga berarti anak laki - laki, " sambung quin.


( inspirasi nama : ( ig: namaanak ) bubun juga nyari nama anak bubun dari situ loh, ).


" wah, jadi baby ibnu dan baby ibni " kata azizah.


" nama yang bagus, " sela arjuna.


" benar, bagus sekali, " sambung ylia.


" kita aamiinkan, karena nama adalah harapan orang tua untuk anak, " kata ratih bijaksana.


nakula dan sadewa serta kevin hanya manggut - manggut. Di otak sadewa dan nakula kini mulai mempersiapkan nama untuk calon anak mereka. Sedangkan di pikiran kevin sedang meikirkan cara untuk mencetak adonan agar anak nya tercetak. 🀣🀣


Quin dan narendra terlihat tersenyum bahagia. Kini mereka bukan hanya berdua saja. Ada ibnu dan ibni yang melengkapi kebahagiaan mereka.


" terima kasih mas, sudah hadir dan menyembuhkan luka k. Memberikan kebahagian, serta melimpahiku dengan kasih sayang mu, aku mencintai mu mas" ucap quin.


" aku juga sangat berterima kasih sudah hadir di dalam hidupku, melengkapi pria dingin ini, mau berjuang untuk memberiku dua malaikat kecil. Mas lebih mencintai mu, " balas narendra lembut. Mereka saling bertatapan mesra. Narendra mengecup lama kening quin.


END


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


HUWAAA..


Akhirnya selesai juga.


Maaf jika ada banyak kesalahan kata, typo dan bahasa yang kurang di mengerti.


terima kasih sudah mau membaca karya amatir bubun.


jangan lupa like komen nya.


Mampir juga di novel terbaru bubun.


Sekali lagi terima kasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2