Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
EXTRA part 3


__ADS_3

" hah ? Dandan ? " beo semua hampir bersamaan. Narendra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" sudah - sudah, yang penting quin dan rendra sudah sampai. Tadi kami hanya khawatir saja karena kalian belum datang, " ucap arjuna menengahi masalah. yulia masih nampak menatap anaknya intens. Sama dengan kevin. Mereka masih ingin membahas tentang " dandan " yang di maksud oleh quin tapi nanti saja di bahas lagi.


" cie cie , mba ais sama mba zizah, uhuy " mulai, quin mulai melancarkan aksi nya mengusili dan menggoda kedua kakak ipar nya yang sudah sah menjadi seorang istri untuk kakak kembarnya. karuan membuat wajah kedua nya merona malu.


" iya dong, sekarang kau tidak bisa lagi pamer lagi ke kakak, " bukan azizah atau aisyah yang menjawab, tetapi nakula. Ia merangkul posesif pinggang sang istri dengan membusungkan dada sombong. Sedangkan sadewa hanya tersenyum kalem mendengar ledekan adik kecilnya itu. Sudah biasa kelakuan adiknya itu.


" heleh, tapi kan belum indehoy, " bisik kecil quin di dekat telinga nakula dan azizah. Sontak kedua nya terjengit kaget. Sedangkan quin terkikik geli.


" dasar adik nggak ada akhlak !" teriak nakula dengan wajah yang memerah. sedangkan azizah sudah menutupi wajahnya karena malu dengan kata kata frontal adik iparnya ini. meskipun ia adalah calon dosen, tetapi ia juga paham dengan apa yang quin dan suami nya pikirkan.


quin yang masih terkikik di rangkul oleh narendra dan membawa nya agak menjauh dari nakula. pria itu sangat paham apa yang akan di lakukan oleh istrinya. apa lagi ? pasti iseng dan mengusili kakak nya itu kan. narendra sudah hapal kelakuan quin luar dalam. iya iya ren, buntib tau kok kalau rendra hapal luar dalam nya quin.😁🀭.


narendra mengajak quin mendekati kevin. tapi tunggu, quin menatap kevin horor setelah melihat siapa yang tengah di gandeng oleh adik sepupu suami nya ini. quin segera melepaskan diri dari rangkulan narendra dan mendekati kevin dan pasangannya. kevin meringis sedangkan pasangannya nampak salah tingkah di tatap quin sedemikian rupa. quin menatap mereka berdua bergantian. narendra menghela nafas nya pelan. setelah tadi mengisengi nakula sekarang istri nya sedang mengintimidasi kevin dan pasangannya.


" apa maksudnya ini, om kev ? " tanya quin dingin. kevin menelan saliva nya dengan susah.


" dan kak ria ? bisa - bisa nya kalian nggak bilang apa - apa pada quin " teriak lebay quin. ria sang tersangka menggeleng - gelengkan kepala dengan arti ia tidak sengaja menyembunyikan semua nya.


" tenang dulu bocah songong, om kev bisa jelasin semua,.. " sanggah cepat kevin saat melihat quin yang sudah mengeluarkan tanduk.


" om kev jahat .. huwaaaaa " tiba - tiba quin meledakkan tangis yang segera menggegerkan yang lain. sadewa segera mendekat saat adik kecilnya menangis. ia lalu meraih quin dan mendekap nya sambil mengelus - elus rambut quin lembut. narendra hanya membiarkannya saja. entah ia dan yang lain nya sadar atau tidak, di balik dekapan sadewa quin tengah menyeringai.


" duh, bocil, jangan nangis dong. udah kayak di apain aja deh, " panik kevin melihat quin mewek karena nya. tidak tahu saja kini quin tengah cekikikan tanpa suara.

__ADS_1


" iya iya om kev jujur deh, sejak pertama gue sama rendra ke ADIPATI Group, lalu bertemu ria, gue langsung klepek - klepek ke dia, trus lama kelamaan sering bertemu, dan akhirnya om kev memberanikan diri buat ngelamar dia tak lama setelah kalian menikah, " tanpa sadar kevin berbicara panjang lebar membeberkan rahasia nya. yang lain hanya mengulum bibir menahan ketawa, sedangkan ria sibuk menutupi wajahnya yang sudah merah bak tomat matang.


" hi hi hi, akhirnya mau jujur juga, " tawa quin pecah seketika sementara kevin melongo. Narendra segera mengambil quin dari pelukan sadewa yang juga sedang tertawa melihat kevin di kerjai adiknya.


" masih bisa ae lu di kadalin si quin, " kekeh nakula dengan memegang perutnya yang mendadak kram. Bukan, bukan karena kram hamil loh, tapi kebanyakan ketawa. !


" masih belum hafal ae " tambah narendra yang semakin meledek kevin. Otak kevin masih memproses situasi. Sekilas dia langsung teringat jika ia telah membeberkan rahasia nya dengan ria kepada semua orang di ruangan.


Kevin menggaruk kepala nya yang tidak gatal, lalu ia menoleh ke ria yang nampak menutupi wajahnya yang merona karena malu.


" hi hi hi, gitu dong jujur kacang ijo ke quin, " quin sudah mulai menormalkan tawa nya. Sudah cukup ia mengerjai calon adik sepupu iparnya. Eh, gimana nyebutnya sih ?πŸ€”


" haaah, bisa - bisa nya gue di kerjain lagi sama ni anak kecil, " gumam Kevin pelan tapi masih terdengar oleh semua.


" lagian kenapa harus di umpetin sih, ini kan kabar gembira " tanya ibu.


" nah, nah, ini nih yang bikin gue ngumpetin. Ya karena Pertanyaan ini nih, " sarkas kevin. Kembali ledakan tawa terjadi mendengar jawaban kevin.


" ha ha ha, iya iya nggak. Quin minta maaf. Duh sampai kak ria shock begini, " kata quin sambil melepaskan diri dari rangkulan narendra dan menghampiri ria lalu memeluknya.


" selamat ya kak ria, sebentar lagi jadi ipar quin deh, " kata quin tulus.


" terima kasih nona muda, " jawab ria malu - malu.


" eits, panggil quin aja, kita sedang tidak di kantor, " pelotot quin. Ria mengangguk canggung. Kevin merai ria dari pelukan quin.

__ADS_1


" udah sana, balikin ria ke gue, " kata kevin menjulurkan lidah ke arah quin.


" huh, dasar calon bucin, " sungut quin. Quin kembali ke dekat narendra dan menggelayut di lengan narendra. Narendra mengelus kepala quin lembut.


" dasar nakal, suka ngerjain orang, " kata narendra mencubit hidung mancung quin. Quin meringis manja menampilkan deretan barisan gigi putihnya.


" lu juga bucin bocah songong " ledek kevin. Quin merengut ke arah kevin dan menatap narendra sendu, meminta pertolongan.


" sudah kev, berhenti gangguin quin " peringat Narendra garang. Kevin mendengus saat melihat quin menjulurkan lidah nya.


Interaksi mereka terasa hangat saat sedang bersama. Kedua pasang pengantin tengah bersiap untuk di pajang di depan.


TOK TOK TOK


Pintu di ketuk dan masuklah pelayan hotel mendorong troli. Semua nya heran karena merasa tidak memesan layanan kamar.


" pesanan anada tuan muda aldebaran, " kata pelayan sambil mendorong troli ke hadapan narendra. Narendra mengangguk.


" terima kasih, kamu boleh kembali, biarkan troli nya tetap di sini, " kata narendra. Pelayang sedikit membungkuk hormat lalu meninggalkan ruangan. Semua mata nampak menatap ke arah narendra.


" kenapa ? Ada yang aneh ?" tanya narendra saat membuka tudung saji. Sudah tercium bau pempek lengkap dengan kuah cuko dan juga ada sate padang yang juga sudah di tuang ke piring.


ibu yang penasaran akhirnya mendekat, dia terkejut dengan apa yang di santap narendra dengan santai.


" ren , ini yang benar aja ? Kamu makan sate padang sama pempek ?" tanya ibu heran. Kevin yang mendengar pun ikut mendekat. Karena ia juga tau, kakak sepupu nya ini anti kuah cuko apalagi olahan sate padang.

__ADS_1


" iya, kenapa bu ? Rendra tiba - tiba ngiler aja pas tadi lihat di jalanan " jawab santai Narendra sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya. Sedangkan quin juga hanya meringis dan mengendikkan bahu nya.


" aneh deh, kayak orang ngidam, "


__ADS_2