Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
EXTRA part 2


__ADS_3

tepat dua bulan setelah resepsi pernikahan quin dan rendra.


kini mereka berdua tengah bersiap untuk menghadiri resepsi sang kakak kembar dari quin. ya, nakula dan sadewa memutuskan untuk mempercepat pernikahan karena wes pengen koyo quin,jare.. ( sudah ingin seperti quin ). hi hi hi. bukan bukan, mereka akhirnya memutuskan untuk menikah setelah aisyah dan azizah menyelesaikan studi S2 mereka. dan ya, memang quin selalu mengusili nakula dengan memamerkan kemesraan setelah halal dan ternyata mampu membuat nakula terusik. bahkan seorang sadewa yang selalu terlihat tenang pun ikut meradang.


Hi hi hi, siapa yang tidak tergoda dengan interaksi intim setelah pernikahan ? Maklum lah, keluarga adipati memang polos - polos dalam pacaran. Bukan tidak mengerti, nyata nya sadewa dan nakula sudah familiar dengan gaya pacaran bebas. Tapi memang hasil didikan keras bunda ratih dan ayah arjuna terbukti berhasil.


Ya inti nya setelah hampir dua bulan mereka membujuk kedua pasangannya, akhirnya menikah juga. Sadewa dan nakula memang sengaja melaksanakan ijab dan resepsi secara bersamaan di satu hari. biasalah, si kembar upil dan ipil.


" mas, ayo ih, keburu telat kita nya " kata quin yang tengah menunggu sang suami yang tengah berdandan. Hah ? Dandan ? Rendra loh ini. Iya akhir - akhir ini narendra terlihat aneh, ia yang biasanya cuek dengan penampilannya, tiba - tiba menjadi agak berlebihan. Kalau kata quin, 'ngalah - ngalahi aku ae macak'e ,'. ( sudah ngalahin aku dandan nya ).


" bentar yank, dasi pink mas kemana ya yank ?" tanya narendra sibuk mencari - cari dasi yang di maksud. terlihat kerutan di kening qin, apa tadi dia dengar ? Dasi ? Pink ? Ya rabb, ada apa dengan suamiku ini. Batin quin.


Namun tak urung juga quin mencari dasi yang di inginkan oleh rendra. Dasi nya nyelip diantara tumpukan dasi lainnya. Hanya tempatnya yang sedikit menyempil di dalam. Haah, entah lah. The power of woman ya emang gitu. Entah lah, dompet, dasi, bahkan uang lipatan jika yang mencari makhluk yang bernama ibu/ istri pasti akan ketemu kan ? Cung ngaku !.


" nih mas, " kata quin sambil langsung memasangkan di leher sang suami. Rendra tersenyum kecil saat quin harus berjinjit hanya untuk memasangkan dasi untuknya. Rendra sedikit menunduk agar memudahkan istri nya itu.


" kenapa tiba - tiba mau dasi pink ? Bukan nya mas gak suka warna pink ? Tangan boleh sibuk memakaikan dasi, tapi tak urung quin menanyakan juga. Agak sedikit heran dengan kelakuan suami nya yang berubah menjadi modis ini.


" entahlah, rasa nya kurang keren aja kalau belum pakai dasi pink " narendra mengendikkan bahu nya acuh. Dia juga merasa heran dengan diri nya sendiri.


" nah, sudah selesai. Yuk kita berangkat, pasti yang lain sudah sampai " kata quin manyun.


" acaranya juga masih 3 jam lagi sayangku, " Narendra mencubit hidung mancung quin gemas.

__ADS_1


" tapi kan quin mau bantu - bantu dulu, " jawab quin masih manyun.


" ya udah, maafkan mas. Ayo kita berangkat. " narendra menangkup pipi quin dan mengecup singkat bibir cherry qui yang sekarang menjadi candu nya setelah adegan 18+ dua bulan yang lalu. Seperti nya tuman 😁. Quin nampak merona. Padahal sudah dua bulan mereka sering melakukannya. Bahkan melakukan hal yang lebih, tapi tetap saja pipi quin merona tiap narendra berlaku mesum kepada nya.


Narendra segera menggandeng tangan quin dan mengajak quin berangkat. Mereka hanya berangkat berdua karena ibu sudah berada di hotel sejak kemarin karena membantu ratih menyiapkan semua persiapan ijab dan resepsi anak kembarnya.


Mobil perlahan meninggalkan pelataran kediaman aldebaran. Quin dan narendra tegah bercakap - cakap ringan entah ada saja yang di bahas. Narendra yang begitu sabar menanggapi ocehan demi ocehan yang keluar dari mulut quin. Narendra bersyukur, ia bisa membuat quin selalu ceria dan diam - diam ia berjanji tidak akan membiarkan air mata menetes lagi di mata quin.


saat sudah di pertengahan jalan, tiba \= tiba narendra menepikan mobil dan berhenti di pinggir jalan. Quin mengernyit hheran. Saat ingin bertanya, suami nya sudah melesat keluar menuju beberapa pedagang kaki lima yang tengah berjualan jajanan di pinggir jalan. Narendra nampak sedang memesan di gerai pempek palembang. Hah ? Pempek ? Ada cuko nya kan ? Sejak kapan mas ren suka dengan pempek yang nota bene berbumbu kuah cuko itu ? Batin quin lagi.


Tak hanya pempek, narendra juga memesan sate padang ! Ini apa pula lah, suami nya ini tak terlalu suka dengan olahan bakar satu ini, adapun sate yang sering di makan rendra adalah sate ayam !. Quin menunggu saja di dala mobil, dan tak lama kemudian narendra kembali ke mobil dengan tangan yang menenteng bungkusan pempek dan sate. Ia masuk dan meringis menampakkan deretan gigi putih nya.


" mas beli buat siapa ? Pempek sama sate padang ?" akhirnya quin tidak tahan untuk bertanya.


" untuk mas, mas bayangin rasa cuko dalam pempek saat tadi melihat tenda nya, uh rasanya pasti seger, " jawab narendra enteng sambil membayangkan tampilan pempek yang menggiurkan lengkap dengan kuah cuko nya.



" gak tau, ,mas tiba - tiba kebayang dan beli aja, " kata narendra cuek. Quin menganga mendengar jawaban narendra.


" lalu ? Sate padang ?" tanya quin lagi. Ia heran saja dengan kelakuan absurd suami nya. Quin tahu, narendra dan diri nya sangat jarang sekali makan sate padang.


" itu jga, mas juga tiba - tiba aja kebayang sate dengan saus nya terus di taburi sama bawang goreng " kata narendra lagi. Quin geleng - geleng kepala.

__ADS_1



" tapi nanti di habiskan ya mas, jangan mubadzir, " tekan quin. karena ia tak mau jia sampai ia yang di suruh menghabiskan makanan yang narendra beli dengan alasan tidak suka.


" iya sayang, " kata narendra. Setelah meletakkan jajanan di kursi jok belakang, narendra kembali melajukan mobil nya menuju hotel Aldebaran. Ya, sadewa dan nakula juga melaksanakan resepsi nya di hotel keluarga aldebaran,


Setelah sampai di parkir khusus direktur, narendra segera membukakan pintu mobil untuk istri nya. Ia lalu menggandeng tangan quin dn tak lupa membawa jajan yang sudah ia beli tadi.




( abaikan foto pasangannya, gambar hanya ilustrasi, sumber gambar : google ).


Setelah menyimpan jajanan yang tadi di beli kepada staff hotel, narendra mengajak istri nya untuk segera menemui keluarga besar mereka yang tengah berkumpul di salah satu kamar untuk di rias.


CEKLEK


Pintu terbuka dan membuat orang di dalam ruangan seketika menoleh melihat siapa yang datang. narendra dan quin masuk kedalam.


" lama banget sih ren, " tegur sang ibu, yulia.


" maaf bu, " jawab narendra singkat. Mereka menyalami semua orang di dalam ruangan.

__ADS_1


" itu bu, masa mas ren dandan dulu, mana lama banget lagi " adu quin kepada ibu mertua nya. Seketika semua terkejut dan mengarahkan pandangannya kepada narendra.


" hah ? Dandan ? "


__ADS_2