
" tidak ada yang bisa menjelaskan ? Oke sekarang saya akan bertanya, apa maksud dengan ini, TUAN RUDI WICAKSANA !!"
Nampak di layar InFocus terlihat buki transfer, bukti rekening koran, dan beberapa screenshoot percakapan antara rudi dengan beberapa antek - antek nya.
" BU .. BUKAN, ITU SEMUA FITNAH " elak rudi panik . Bagaimana bisa semua bukti ada di depan sana. Dia sudah menghapus semua riwayat percakapan dan menghilangkan bukti - bukti.
" lalu bagaimana dengan semua bukti ini, tuan rudi ?" tanyaku sambil mengangkat alisku. terlihat wajah panik pak pian, sara , terlebih lagi pak rudi yang bahkan sudah mengucurkan keringat deras di dahi nya.
" itu.. Itu pasti saya di fitnah " elak pak Rudi lagi. Sadewa dan nakula sudah menggelengkan kepala mereka. ' cari mati ' btin mereka. Harus nya pak rudi mengaku saja, mengingat bukti yang sudah jelas - jelas terpampang jelas.
" anda masih saja meremehkan saya ?" tanya quin tajam tak ada lagi wajah konyol nan iseng yang selalu quin tampilkan meski sedang rapat sekalipun. Kali ini dia memang berniat untuk serius. Sehingga para peserta lain hanya bisa menela saliva kelat melihat gadis yang mereka pikir terlalu belia untuk memimpin perusahaan itu tegah menunjukkan cakarnya.
" anda tahu tuan rudi, hanya sekedar koruptor cap teri seperti anda bagi saya hanya mainan kecil. " jar quin sambil keluar dari duduk nya. Dia melangkah menuju kursi rudi yang bersebelahan dengan bagas dan juga sara.
" bahkan gembong narkoba dan mafia saja sudah saya hadapi di usia saya yang belasan " bisik sadis quin di tengah rudi dan bagas. Seketika badan kedua nya menegang mendengar nada dingin dari quin.
Quin lalu melangkah lagi menuju depan infocus.
" well, dengan bukti ini anda masih mengelak. Sekarang dengarkan yang ini " ucap quin sambil memencet remote kecil. Seketika suara yang nampak akrab di telinga mereka tertangkap di pendengaran semua peserta rapat.
..." sudah ku bilang, dia hanya lah anak kecil yang mudah di kelabui, bukti nya saja kita berhasil menyingkirkan kepala HRD dan manajer keuangan yang sok suci itu "...
..." mas benar, dengan ini kita bisa mengisi posisi kosong itu dengan orang - orang kita,"...
..." tapi, seperti nya manajer keuangan akan di gantikan oleh wakilnya, tapi tak apa. Aku bisa memasukkan anakku, sara untuk menjadi wakilnya. Jadi kita bisa sedikit demi sedikit memanipulasi laporan nya"...
..." ha ha ha. Aku sudah tidak sabar untuk mengeruk uang perusahaan besar ini. Salahkan saja memiliki pewaris yang masih kecil tapi sudah berlagak memimpin perusahaan "...
TREK.
Rekaman suara berhenti. Makin riuh lah suasana rapat engan bisik - bisik peserta rapat yang merasa tidak percaya karena mereka di dibodohi oleh rekan nya.
Sementara itu. Sara, pian, dan rudi diam mematung. Mereka sudah tertangkap basah bahkan obrolan mereka pun terkuak. Nampaknya mereka salah pilih lawan kali ini.
Sementara bagas, bagas shock berat. Dia begitu tak percaya. Meskipun ia dan keluarga nya matre tapi tidak sampai akan melakukan perbuatan korupsi. Dan yang lebih parah nya itu di lakukan oleh calon mertua dan calon istri nya.
" oh iya, saya ada sedikit hadiah untuk anda, tuan rudi dan tuan pian " seringai quin.
" persilahkan mereka masuk , " perintah quin pada ria, sekretaris sadewa.
__ADS_1
Pandangan semua menuju pintu yang perlahan terbuka. Lalu muncullah dua orang yang sangat familiar bag semu. Terutama bai rudi dan pian.
" ba.. Bagaimana bisa / bukankah kalian di pecat ?" gagap rudi yang melihat hutomo dan yusuf kedua orang itu lekas memasuki ruangan rapat dan duduk di kusi yang telah di sediakan oleh quin.
" ya, benar. Kami di pecat. Tapi bukan artian yang sebenar nya.... " ucap yusuf sambil tersenyum miring menatap pin dan rudi. Dua orang licik yang tega mengkambing hitamkan diri nya dan juga hutomo.
" lebih tepat nya kami di ungsikan ...
Flashback on
" om hutomo, om yusuf boleh saya berbincang dengan anda " tanya quin sopan. Mereka berdua berhenti dan saling berpandangan heran, dan mengiyakan permintaan quin.
" mari di ruangan saya saja om," ajak quin.
Quin masuk keruangan nya dan di ikuti oleh pak hutomo dan pak yusuf. Serta nakula dan sadewa sedangkan om arjuna sudah kembali ke firma hukum nya. Ya, om arjuna adalah pengacara perusahaan sekaligus pengacara priadi keluarga adipati.
" ada apa nona muda, apa kah kami berbuat kesalahan ?" tanya pak yusuf penasaran. Mereka baru bertemu dengan quin pada waktu perkenalan tadi pagi tapi langsung saja di panggil oleh sang atasan, tentu saja membuat mereka ketar ketir walaupun mereka merasa tak melakukan kejahatan.
" oh bukan om, om - om tenang saja, rileks om kayak di pantai " kelakar quin. nakula dan sadewa hanya menggelengkan kepala melihat ke usilan quin.
(percakapan ini bisa di lihat di bab 14)
" tapi nona muda, nona tahu dari mana berita ini ? " tanya yusuf penasaran.
" quin dengar sendiri om, sebenar nya ini lebih ke masalah pribadi sebelum pengungkapan identitas quin. quin kenal orang itu , dan quin mulai curiga dari situ " jelas quin enggan menjelaskan detail masalah nya . nakula dan sadewa terkikik lucu. quin mendelik ke arah mereka.
" lalu, apa hubungan nya dengan kami nona muda ?" akhirnya hutomo angkat bicara
" pertanyaan bagus, ini memang ada hubungan dengan kalian, quin yakin sebentar lagi orang itu akan membuat masalah dengan om om, kemungkinan mereka akan memfitnah om, apalagi om yusuf pasti akan di libatkan dengan kasus korupsi yang di manipulasi sehingga nanti mau tidak mau perusahaan harus mengeluarkan kalian berdua, " jelas quin. hutomo dan yusuf kembali kaget dengan penjelasan quin.
" tapi nona, kami tidak..
" quin tahu om, maka dari itu quin memanggil kalian berdua ke sini untuk bekerja sama dengan skenario yang sudah quin siapkan, quin menduga bahwa dia akan memasukkan anak nya kedalam divisi keuangan dan satu lagi temannya ke dalam divisi dia . quin ingin om om mengikuti skenario nya, tenang saja, kami tak kan memecat om, quin akan pindahkan om om sementara di kantor cabang sampai situasi kondusif dan quin sudah selesai mencabut mereka semua, quin mohon om om bersabar dulu untuk sementara dan quin janji akan segera menarik om om lagi di kantor pusat. " jelas quin panjang lebar menjabarkan rencana nya kepada hutomo dan yusuf. tampak kedua nya manggut manggut mengerti. entah sudah ke berapa kali mereka berdecak kagum dengan pikiran dari nona muda yang berada di depan nya ini. mereka berdua seolah ikut merasa bangga melihat kecerdasan otak dari gadis belia yang harusnya di usia seperti ini sedang enak enak an meminta uang kepada orang tua nya.
Flashback off.
" ja.. Jaadi ...
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAI HAI,
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA DAN MENINGGALKAN JEJAK..
MAAF KARENA UP NYA HANYA 1 1 TIAP HARI,
OH IYA, MUNGKIN HANYA TINGGAL BEBERAPA BAB LAGI SUDAH AKAN TAMAT..
NGGAK NYAMPE 10 BAB LAGI MUNGKIN.
TERIMA KASIH, SEKALI LAGI .ππ
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK !!πππ