
" oke mari kita sambut pasangan pengantin kita... Tuan muda narendra aldebaran dan nona muda quinsha ... "
Terdengar suara MC yang mempersilahkan pasangan pengantin itu masuk.
Di iringi tepuk tangan para tamu undangan, kedua nya memasuki ballroom hotel.
Lagi, lagi lagi quin tercengang melihat dekorasi ballroom hotel ini. Mata nya mulai meneteskan air mata melihat impiannya terkabul lagi.
Nampak suasana Disney sangat terasa di setiap sudut. Dengan latar bunga mawar di atas kursi pelaminan, sedangkan di dinding terlihat siluet tokoh Cinderella dan atap nya terkesan dari tokoh beauty and the beast.
Di bagian prasmanan juga tersedia berbagai jenis makanan mulai dari western dan juga lokal. Ada pula beberapa jenis dessert yang memakai tema jajanan pasar sesuai dengan permintaan quin dan yulia.
" jangan menangis sayang, " bisik narendra. Ia menggenggam tangan quin dengan erat. Sangat tahu gejolak hati sang istri.
" mas tahu semua ini ?" tanya quin setelah menyeka air mata dengan tisu ang di berikan oleh panitia acara.
__ADS_1
" hem, paman dan bibi yang bilang. " narendra mengangguk. Quin menutup mulutnya untuk menahan isakan nya yang tidak bisa terkontrol.
Keduanya meneruskan langkah nya menuju kursi pelaminan. Quin yang sudah tidak sabar sedikit berjinjit berlari kecil ke arah paman dan bibi. Dia memeluk kedua nya dan akhirnya menumpahkan air mata nya. Seketika keadaan nampak hening. Semua undangan nampak ikut terhanyut dengan suasana haru itu.
" terima kasih paman, bibi. Hu hu hu, bagaimana kalian tahu dengan keinginan quin ini ?" tanya quin yang semakin penasaran. Karena ia yakin, ia hanya berbicara tentang keinginannya ini dengan ayah dan bunda nya.
" ayahmu yang bilang, tepat sehari sebelum kejadian naas itu terjadi, seperti sudah tahu dengan apa yang terjadi saja " jelas arjuna dengan sendu. Tak ayal air mata nya juga ikut menetes melihat sang keponakan tercinta nya bersimbah air mata.
" sayang, sudah jangan menangis. Kasian suami mu kebingungan. Dan lihat lah para undangan tengah memperhatikan mu." kata arjuna mengingatkan quin.
" sayang, paman dan bibi sangat bahagia melihat kamu bahagia. ayah dan bundamu telah menitipkan mu kepada kami. dan kami berhasil menjaga amanat itu hingga detik ini. Berbahagia lah nak, jangan bersedih lagi. Tunjukkan kepada ayah bunda mu jika quin nya telah beranjak dewasa dan sudah berkeluarga. Berbahagia lah nak, buktikanlah kepada mereka berdua jika kamu bisa bahagia sesuai keinginan mereka, " nasehat bibi. Quin emakin terisak. Dalam hati ia membenarkan apa yang bibi nya ucapkan. Ia harus bahagia agar almarhum ayah dan bunda nya juga tenang di atas sana.
Quin mengangkat wajah nya, menampilkan senyuman manis nya walau masih ada bulir - bulir aur mata yang nampak turun. Di sana, paman dan bibi nya juga menangis.
" terima kasih paman, bibi " ucap quin sekali lagi. Paman dan bibi nya mengangguk. Quin segera menuju ke pelaminan di mana narendra tengah tersenyum menunggu nya. Sengaja narendra memberi waktu untuk nya dan kedua paman bibi nya.
" sudah merasa lega ?" tanya narendra dengan lembut. Narendra mengusap air mata quin yan tersisa dengan ibu jari nya. Quin tersenyum manis. Dan mengangguk.
Kedua nya kini tengah menerima ucapan selamat dari berbagai tamu undangan yang kebanyakan rekan bisnis dari kedua nya. teman kuliah quin hanya beberapa saja karena dulu nya quin memang idak memiliki teman dekat, lagi pula tidak ada yang tahu jika quin adalah nona muda adipati kecuali kepala rektor dan beberapa staff inti kampus. Begitu pula dengan narendra, sedangkan narendra saja menghabiskan masa kuliah nya di luar negeri. Anak - anak asuhan di panti ayah nya juga datang. Mereka udah sukses tetapi masih memilih mengabdi di keluarga adipati.
" selamat sayang, jangan nangis lagi. Berbahagia lah, " ucap sadewa dan aisyah saat memberi ucapan selamat.
" kak ais, terima kasih " jawab quin sambil mencium pipi calon kakak ipar nya ini. Quin juga memeluk sadewa dan perlahan air mata nya menetes lagi. Sadewa dan nakula yang selama ini melindungi nya dan menjaga nya. Meski diri nya selalu mengusili kedua nya.
" selamat sayang, " kata sadewa. Mata nya menatap sendu melihat adik kecil nya. Masih teringat saat diri nya mendekap erat sang adik saat histeris di tinggal kedua orang tua nya.
" adik kecil kakak sudah jadi istri orang, berbahagialah dek, kurang - kurangi keisengan mu dan jangan usil " kelakar nakula yang quin tahu untuk menutupi kesedihannya karena harus melepas tanggung jawabnya terhadap quin.
" terimakasih kak kula, kak zizah " kata quin serak. Azizah juga memeluk erat quin.
__ADS_1
" hei bocah songong, selamat menjalani kehidupan dengan manusia es ini. Semoga kamu kuat " giliran kevin yang memberi ucapan selamat dan di balas tinjuan DI bahu nya oleh narendra, quin terkekeh melihat interaksi suami nya dengan adik plus tangan kanan suami nya ini.
" sekarang giliran om kev yang nyari pasangan biar cepat nyusul kami , " ejek quin menaik turunkan alisnya. Kevin cemberut karea quin kembali mengusili nya.
" dengar tuh kev, nanti kau keburu jadi P-E-R-J-A-K-A T-U-A " balas narendra yang puas karena kevin di ejek istri nya.
" suami istri nggak ada akhlak " sewot kevin. Quin dan narendra tertawa.
" eh tapi, sekertaris sadewa boleh juga quin " kata kevin menaik turunkan alisnya. Quin berdecih.
" dasar buaya tua, " ejek quin lagi. Kevin tertawa dan akhirnya turun dari pelaminan karena di belakangnya banyak yang masih mengantri untuk memberi ucapan selamat kepada pasangan pengantin.
Di bawah sana, nampak yulia, ratih dan arjuna berkumpul. Mereka menatap pasangan quin dan narendra yang tengah tertawa bahagia
' dek, kamu lihat anakmu kan. Dia sudah dewasa, sudah bisa menunjukkan kekuatannya sendiri. Bahan hari ini sudah menikah dengan pria yang baik hati dan pantas untuk nya. Aku berhasil menjaga amanat mu hingga waktu ini tiba. semoga kamu dan adik ipar tenang di atas sana ' batin arjuna sendu saat mengingat tadi pagi ia mewakilkan adik nya untuk mengijabkan princess kecil mereka.
' ro, kamu tahu kan, hari ini princess kita menikah. dia sangat cantik seperti dirimu dulu. aku an mas juna berhasil menyampaikan amanatmu dengan memberikan dekorasi pernikahan yang ia inginkan. Ro, ternyata kita berbesan dengan mbak yulia. Quin menikah dengan putra dari sahabat baik kita, kamu pasti bahagia kan di atas sana, ' ratih tak kuasa menahan air mata nya lagi. Yulia segera memeluk sahabatnya ini karena ia tahu ratih sedang mengingat roro.
' paman, janji dewa dan kula sudah kami tunaikan. Kami berhasil menjaga princess kecil kami hingga ia berada di tangan yang tepat saat ini meski ada kejadian yang tidak mengenakan sebelumnya. Paman, paman nggak usah khawatir lagi dengan quin. Dewa janji dewa akan tetap mengawasi nya. Dan lagi suami nya adalah orang yang sangat mampu menjaga quin,' dewa menatap ke atas pelaminan, tepat melihat senyum quin yang selalu tersungging di bibirnya.
' paman, kula akhirnya tahu arti dari permohonan paman saat malam itu. Kini quin sudah bahagia. Kula dan kak dewa sudah memastikan sendiri pria yang tengah mendampingi nya. Janji kula sudah kula lakukan. Paman dan bibi bisa tenang di atas sana ' azizah yang tengah menggandeng nakula merasakan bahu sang kekasih bergetar. Ia menoleh dan mendapati nakula yang meneteskan air mata dengan tatapan mata nya yang tertuju kepada sang adik di pelaminan sana. Azizah mengusap punggung nakula menenangkan pria nya ini.
tamu sudah mulai berkurang. Narendra mendudukkan istrinya di bangku pelaminan. kedua nya saling bertatapan dengan penuh cinta.
" terima kasih sudah hadir di kehidupan mas dan memberi warna untuk mas " ujar narendra lembut. Quin tersenyum.
" terma kasih juga sudah menyembuhkan luka hati di diri quin. Terima kasih juga sudah menerima quin. " jawab quin dengan tulus. Kedua nya tersenyum bahagia.
Bagi narendra, menemukan quin merupakan sebuah anugrah. ia yang awalnya hanya memikirkan pekerjaannya dapat merasakan apa yang di namakan jatuh cinta dengan quin, dia akhirnya paham arti melindungi dan membahagiakan seseorang selain ibu dan kevin.
__ADS_1
Bagi quin. Bertemu narendra adalah keajaiban, karena narendra bisa menghapus luka yang tertancap kuat di hati nya. Narendra yang tidak memandang rendah diri nya saat ia berubah penampilan. Narendra yang tulus menerima nya dan narendra yang menariknya dari trauma masa lalu nya.
π¨π¨π¨ TAMAT π¨π¨π¨