Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 53


__ADS_3

" ja ... Jadi ini semua sudah anda rencanakan ?" tanya rudi terkejut bercampur dengan geram dan marah. Keringat kembali menetes deras di dahi nya.


Hancur sudah semua yang telah ia rencanakan. Berpikir jika ia akan bisa mengelabui nona muda yang napak polos ini namun kenyataannya dia tak ubahnya bagai mangsa yang telah d tunggu oleh predator.


" karena sudah terbukti dan anda sudah tidak isa di sangkal lagi. Malka dengan berat hati hari ini anda bertiga akan saya pecat secara tidak terhormat dan aset anda hasil dari pencucian uang perusahaan akan saya sita, " putus quin langsung. Ia sudah tak mau ber tele - tele lagi. Terlampau lelah ia bersabar dan menunggu mereka taubat.


Ketiga nya langsung lemas. Di depan pintu masuk terdengar suara ketukan dan masuk beberapa petugas kepolisian yang akan menangkap merea bertiga. Ketiga nya nampak hanya pasrah. Sara yang melewati quin menatap tajam Quin dengan binaran kebencian yang teramat dalam. Quin hanya mengangkat alis engah.


semua peserta rapat kembali hening. Baru kali ini mereka melihat quin yang nampak berang.


" dan untuk and pak bagas, " kata quin setelah ruangan benar - benar hening. Semua mata kembali menatap ke arah bagas dan sesekali melirik quin menunggu kelanjutan ucapan quin.


" melihat anda tidak terlibat, anda akan di turunkan menadi staff biasa dan akan di pindahkan ke cabang di kota B, tapi jika tidak terima, anda bisa mengajukan surat resign " putus quin mutlak. Bagas hanya mengangguk diam. Mau bagaimana lagi ? Dia menepati jabatan itu karena ada campur tangan dari orang tua sara. Tapi dia memang tidak pernah tahu akan rencana sara dan papa nya. Dan untuk resign dari perusahaan yang besar ini, dia rasa akan menyesal. Bagaimanapun juga bekerja di Adipati Group adalah salah satu impiannya dulu sejak masuk kuliah.


Rapat di lanjutkan hingga jam 11 siang. Quin lalu beranjak berdiri dari kursi kebesarannya setelah menutup sesi rapat nya. Terlihat satu persatu peserta rapat mulai meninggalkan ruang tersebut. Hingga tersisa sadewa nakula bagas dan juga diri nya. Bagas terlihat berdiri mendekat keada nya. Sedangkan sadewa dan nakula sudah bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi tapi di tahan oleh quin. Quin mengkode untuk tenang kepada sadewa dan nakula. Mereka berdua menghela nafas dan beranjak keluar dari ruangan.


" quin, aku minta maaf " kata bagas. Quin tersenyum remeh.


" untuk apa " tanya nya datar. Tak ada lagi debaran di hati nya. Sekarang hanya ada rasa muak saat melihat bagas.


" untuk semua, "


" sudah aku maafkan, "


" bisakah kita,..."

__ADS_1


" tidak bisa, aku sudah maafkan semua perlakuan mu dan keluarga mu tapi bukan dengan berinteraksi seperti dulu lagi. Anggap saja kita tidak pernah bersama. Anggap saja kita hanya sebatas atasan dan bawahan " potong quin yang sudah tahu arah pembicaraan bagas tadi. Setelah berucap seperti itu, quin melangkah pergi meninggalkan bagas sendiri di dalam ruang rapat.


" sial " umpat bagas. Kini dia hanya bisa meringis menyesal dengan perbuatannya. Nyata nya jika dulu dia tulus dengan quin, dia akan memiliki segala nya. Siapa sangka anita lugu,cupu, dekil itu adalah pewaris adipati.


quin meninggalkan ruang rapat dan berjalan menuju ruangan nya sendiri. di sana ternyata sudah menunggu sadewa, nakula, hutomo dan yusuf. quin menarik nafas sejenak menetralkan emosi yang sempat mencuat ketika berbicara dengan bagas tadi. lalu ia tersenyum ke arah orang - orang di dalam ruangan nya.


" apa sudah menunggu lama ?" basa basi quin.


" nggak juga, apa yang di katakan si breng*ek itu ?" nakula nampak sewot kali ini. quin terkekeh.


" nggak ngomong apa - apa kok, cuma ngobrol yang nggak penting " senyum quin terlihat getir mengingat apa yang di katakan oleh bagas.


" udah kamu nggak usah mikirin dia lagi. Nggak guna amat " sarkas nakula masih terlihat emosi. Quin hanya mengangguk.


" lalu, ada apa om hutomo dan om yusuf ada di sini ?" anya quin heran. Sadewa geleng - geleng kepala.


" lali woh, pikun aku " kikik quin eli. Hutomo an yusuf hanya tersenyum melihat kelakuan nona muda mereka.


Quin lalu menjelaskan maksud dan tujuannya memanggil kedua nya. Tak lain adalah ingin kedua nya menjadi penanggung divisi baru nya itu. Dia juga mempercayakan dan memberi kuasa penuh kepada kedua nya daam mengambil keputusan.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Keesokan hari nya, berita mengenai manajer keuangan dan manajer HRD serta wakil manajer keuangan yang terseret kasus korupsi menjadi pembicaraan yang hangat. Desas desus tidak bisa di elakkan lagi. Bahkan mengenai pengangkatan bagas sebagai wakil personalia juga di kait-kait kan. Karena semua tahu jika sara dan bagas adalah pasangan yang bertunangan.


Berita makin heboh saat melihat bagas tampak memberesi barang - barang dari meja nya dan berkemas karena di pindahan ke cabang luar kota. Bagas hanya terdiam menahan malu dan marah tapi tetap tidak bisa melakukan apa - apa. Masih untung ia tidak di pecat secara tidak hormat alih - alih hanya di pindahkan.

__ADS_1


Ruangan quin..


" bagaimana jalannya kasus mereka kak ?" tanya quin kepada nakula. Mereka yang di maksud merujuk kepada rudi, pian dan sara. Memang kasus ini di kawal langsung oleh paman arjuna. Beliau tentu ikut andil dalam memberikan hukuman kepada orang - orang yang menyakiti putri kecilnya.


" hah, pian dan rudi sudah terbukti bersalah karena ada nama dan bukti transferan yang jelas - jelas mengarah kepada mereka. Tapi kalau sara , " nakula sedikit memberi jeda. Quin mengangkat sebelah alisnya.


" sara kenapa ?" tanya quin tidak sabar.


" dia bisa lolos karena rudi menangguhkan status nya. Dia mengambil semua tuduhan untuknya untuk menyelamatkan sara. dan sara hanya di suruh wajib lapor selma sebulan, " helan nafas kasar dikeluarkan oleh nakula. Nampaknya ada yang sedang di pikirkan oleh nakula.


" dek, kamu haus hati - hati " netra tajam nakula menyorot quin. Dia sedang serius.


" kenapa ? Quin baik - baik saja " bukan quin tidak tahu dengan apa yang di pikirkan oleh nakula. Tapi dia meyakinkan diri dia akan baik - baik saja.


" tapi ada kemungkinan sara aan balas dendam kepada mu dek, " ujar nakula yang panik dan khawatir.


" apa salah kita, kita hanya mengambil yang bukan hak mereka. Hanya aset yang di dapat dari uang kotor yang diambil dari perusahaan kok, " kekeh quin. nakula mengusap wajahnya kasar dengan jawaban quin yang terlampau santai ini. Lagi - lagi adik sepupu nya ini seolah - olah sangat santai.


" pokoknya kamu harus hati - hati, " tegas nakula.


" iya - iya kakak. " kata quin setelah melihat nakula yang nampak merajuk.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Sementara itu di suatu tempat,

__ADS_1


" kamu harus lenyap ja*ang sialan ! Gara - gara kamu papa di penjara, mamaku depresi, dan aku di tinggal oleh bagas ! Sementara kamu malah enak - enak an di sana " kata seseorang dengan tangan mengepal erat...


__ADS_2