Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 42


__ADS_3

" iya bener juga sih, he is so hot cyin. Hi hi hi " bisik genit jo ke quin. Tapi masih bisa di dengar oleh narendra


JEGER


Narendra speechless !!


Quin semakin tergelak !!


Kini narendra tidak bisa menyembunyikan wajah pucat nya lagi. Quin berusaha menahan tawa nya karena melihat narendra. Tapi ia teringat dengan gelitikan Narendra yang menyiksa. Quin berdeham pelan dan menarik nafas untuk menetralkan gelak tawa nya


" iya kan mbak, makanya ubah penampilannya nanti mbak. Jadikan style kayak aku dulu, pasti imut - imut deh " minta quin. Jo nampak berpikir dan sekali memindai wajah Narendra. Kembali narendra gugup tapi sebisa mungkin menutupi nya dengan wajahnya yang datar dan dingin.


" hem, yakin nih mu di ubah jadi cupu ?" tanya jo sekali lagi. Quin mengangguk yakin.


" yah padahal kan sayang banget, tadi nya aku mau minjam doi barang sehari ae quin. " kata jo sok polos. Narendra tegang. Diri nya akan di pinjam bak barang ! Seorang tuan muda aldebaran !.


" di pinjam ? Buat apa ? " tanya quin menanggapi perkataan jo.


" mau eike jadiin model desain baju yang terbaru. Koleksi buat musim gugur acara di fashion show pais nanti " jawab jo sambil sibuk menyiapkan peralatan untuk mulai merombak wajah narendra dan quin sesuai permintaan quin.


" ya jangan lah, enak aja. Nanti malah semakin banyak fans dia. Ini aja mau ke mall minta di renovasi , mbak malah sengaja pengen mamerin ke muka umum " sungut quin. Narendra melongo lagi. Renovasi kata quin nya. Tadi di samakan barang, sekarang ia di samakan dengan pagar rusak yang harus di renovasi ! Sungguh narendra ingin menangis.


" hi hi hi , ya sudahlah jika memang tidak bisa. " .jawab jo santai. Seakan menyenangkan bagi nya menggoda narendra.


" sudah siap, ayo siapa yang mulai duluan ?" tanya jo. Narendra menatap mata quin.


" mau mas dulu atau quin dulu ?" tanya quin.

__ADS_1


" kamu dulu ya, mas ngeri " bisik narendra menjawab quin.


" ha ha ha, ya sudah. mas tunggu di sofa lagi ya, " kata quin. Kemudian quin nampak duduk di kursi eksekusi . Jo nampak lihai menggerakkan tangan nya. Kedua nya nampak terlibat percakapan yang akrab. Narendra bisa melihat wajah berseri quin saat quin ngobrol dengan sosok lelaki gemulai ini. Pandangan quinn melembut seperti saat dia berinteraksi dengan kakak sepupu nya menandakan jika quin nyaman dengan jonathan ini. Setidaknya, narendra merasa lega, quin di kelilingi oleh orang - orang yang sayang pada nya.


TRING TRING TRING


Saat sedang asyik melihat interaksi quin dan jonathan, ponsel nya berdering keras. quin nampak melirik sebentar untuk melihat narendra dan narendra menyadari itu.


Narendra menunjukkan ID pemanggil tanpa di minta. Diri nya memang akan se jujur itu kepada quin, quin merona melihat kejujuran narendra dan kembali fokus pada eksekusi jonathan. Narendra terkekeh pelan. Dia kemudian menjawab telpon dari ibunda ratu nya. Ya, yang menelepon narendra adalah mama nya.


" assalamualaikum, halo bu, ada apa ? "


" waalaikumsalam, halo ren, kamu pergi kemana dulu ? Kenapa kevin pulang sendiri ?".


" rendra sedang sama quin bu, " narendra berkata jujur pada sang ibu.


" hm "


" dasar anak nakal, pokoknya bawa pulang malam ini "


" tapi bu, kami akan pergi ke mall dulu"


" pokonya bawa ke sini, "


" nanti rendra tanya dulu ke quin ya, bu "


" ya ya ya, kabari ibu jika ke sini, dah ren "

__ADS_1


" walaikum salam,"


Narendra menghembuskan nafas kasar. Mungkin memang harus secepat nya ia mengenalkan quin pada sang ibu. Agar seelah urusan quin selesai, ia bisa langsung meminang menjadi istri nya. Memikirkannya saja ia sudah begitu bahagia. Dia teringat belum bertanya pada sang ibu apakah beliau mengenal keluarga quin seperti ucapan sang paman tempo hari yang lalu.


Tak lama setelah menerima telepon dari sang ibu, narendra nampak mengecek email perusahaan yang dikirim oleh kevin tadi sore. Sebenarnya ia masih memiliki banyak pekerjaan yang menumpuk akibat tadi siang dia menyelinap kabur.


Tak sampai 15 menit setelah nya. Quin nampak sudah selesai dengan riasan cupu nya. Rambut yang biasa di urai atau di ikat ponytail, kini nampak di kepang 2, di tambah pony yang hampir menutupi mata indah nya. sedangkan mata nya di tutupi kacamata yang lumayan tebal tapi itu hanya kaca biasa. Pakaian yang di pakainya juga nampak berubah, dari yang tadi nya memakai kemeja kerja, celana bahan, kini di tukar dengan rok simpel di bawah lutut. baju nya nampak kemeja biasa bermotif bunga- bunga yang di masukkan ke dalam rok panjang nya. Ditambah dengan riasan wajahnya yang tampak lebih kucel. Narendra terbengong dengan perubahan quin. Meskipun terlihat cupu tapi untuk narendra yang telah melihat quin dulu dengan penampilan ini terlihat biasa saja. Malah menurutnya quin semakin imut. Memang kecantikan meski d sembunyikan sebaik mungkin tetap akan terlihat. Entah bagaimana dulu bagas melihat quin, hingga diri nya tidak menyadari ada mutiara yang bersembunyi di balik poni tebal itu.


" mas, mas ren ?" kata quin membuyarkan lamunan quin.


" eh , iya ?" narendra terkesiap kaget. Quin maklum dengan respon itu.


" nah, ayo gilian mu ganteng " panggil jonathan kepada narendra. Narendra mengangguk dan duduk bersiap di depan jonathan.


Jonathan nampak memulai aksi nya lagi. Kali ini narendra harus pasrah saat wajahnya di acak - acak oleh tangan ajaib jonathan. Rambut di buat klimis, diturunkan membentuk poni. Bak model tempurung kelapa. bahkan jonathan menambahkan sebuah tompel kecil di pipi narendra. Diri nya juga di suruh untuk berganti pakaian. Kemeja putih polos mahalnya di ganti dengan kemeja kotak - kotak yang di padankan dengan celana kain hitam. Di masukkan sedemikan rupa dan kancing di kaitkan sampai yang paling atas. Jonathan juga memberikan kacamata tebal seperti milik quin. Dan ia mengangguk puas dengan mahakarya nya kali ini. Sosok tuan muda aldebaran tidak terlihat. Hanya ada sosok cupu yang kelihatan lugu dan polos. Quin yang melihat tak mampu menahan tawa nya. Quin juga nampak tertegun melihat perubahan narendra dan tanpa sadar memotretnya. Narendra mendekat ke arah quin.


" ha ha ha, kalian duo cupu yang manis, " bahkan jonathan pun tak mampu menahan tawa nya. Dia mensejajarkan kedua nya dan mulai mengambil gambar untuk nanti di kirim kepada quin.


Quin mengangguk puas dengan hasil yang sesuai ekspetasi nya.


" mas malu dengan penampilan ini ?" tanya quin. Dia sedikit takut dengan respon Narendra karena sedari tadi hanya diam. Narendra tersenyum lembut.


" nggak, mas hanya tidak menyangka mas bisa terlihat beda seperti ini " jujur narendra. Narendra memang tidak malu sama sekali dengan penampilan nya.


" yasudah yuk jalan," ajak quin. Setelah berpamitan dengan jonathan, mereka berdua keluar butik lewat jalan pintas seperti saat datang tadi. Mereka segera menuju mall hanya untuk jalan - jalan berdua.


Mereka sampai baseman mall dan mulai memarkirkan mobilnya, lalu turun dan menyusuri lantai 1. Memang banyak yang memandang remeh tapi tidak di pedulikan oleh kedua nya. Bagi quin sudah terbiasa dan narendra juga tidak mempermasalahkan nya. Bukan nya menjadi rendah hati malah semakin baik kan ?.

__ADS_1


" wah wah wah, lihat ini siapa yang ku lihat saat ini ?"


__ADS_2