
Setelah pulang dari kunjungannya di rumah besar narendra, quin menjadi semakin sering pergi untuk menemui ibu narendra itu. Sekarang bukan lagi jaman nya mengunjungi pacar. Tetapi calon mertua !. Quin menepati janji nya untuk menemani wanita paruh baya yang kesepian karena kedua anak nya sibuk bekerja. Pasangan calon ibu mertua dan calon menantu itu menghabiskan waktu mereka dengan pergi ke mall, berbelanja bersama, bahakan quin memperkenalkan calon mertua nya in kepada Jonathan saat sang ibu mengajaknya ke salon berdua. Tak jarang pula, quin menemani ibu narendra untuk berkumpul dengan para teman sosialita nya. Dan dengan bangga nya ia memamerkan calon menantu nya ini kepada para ibu - ibu yang selama ini sering membicarakan anak nya di belakangnya.
Bahkan minggu kemarin, ibu narendra berkunjung ke rumah quin untuk menemui ratih dan arjuna. Tampak gurat - gurat kerinduan dapat quin rasakan saat sang bibi bertemu dengan calon ibu mertua nya ini. Ternyata memang benar jika sang bibi dan bunda nya dulu berteman dekat dengan yulia dan thomas aldebaran ini.
Flashback on
" ya allah ratiihhh " seru yulia kala melihat ratih membuka pintu ruang tamu saat narendra dan ibu nya serta kevin datang berkunjung.
Tak pelak ratih terpaku dan meneteskan air mata keharuan saat melihat sahabatnya ini,
" hiks hiks, mbak yul, hu hu hu. roro mbak, roro pergi ninggalin kita " kata ratih yang langsung memeluk yulia. Nampak nya selama ini bibi juga memendam kesedihan tersendiri. Apalagi saat ini dia bertemu dengan yulia yang dulu juga sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri.
" hu hu hu, hiks iya tih, maaf waktu tu aku dan mas thomas nggak bisa datang, waktu itu aku pun jug mengalami kecelakaan, " kata yulia menenangkan ratih yang sudah terisak di pelukannya. Segera narendra dan arjuna membawa mereka untuk masuk ke dalam rumah.
" sekarang kita harus ikhlaskan mereka ratih, kasihan quin jika kamu sedih seperti ini " bisik yulia saat menatap raut muka quin yang kembali sendu. Quin di peluk narendra agar tidak kembali terpuruk. Seketika ratih tersadar dengan keponakannya yang terkadang bisa sensitif dengan kenangan orang tua nya ini.
" maafkan bibi nduk, bibi.. "
" nggak apa - apa bi " quin memotong ucapan sang bibi. bagaimanapun jga ia paham jika pasti bibi nya juga menyimpan kesedihan ini. Bagaimanapun juga bibi nya mengenal sang bunda sejak masih kecil. Dan setelah kepergian mereka, sang bibi berusaha tegar untuk diri nya, jadi quin sangat maklum.
" sudah, sudah. Karang kita harus sabra dan ikhlas. Sudah waktu nya kita menata masa depan untuk anak anak kta, " kata arjuna yang sedari tadi diam.
Mereka kembali mengobrol, menanyakan kabar dan membicarakan banyak hal setelah mereka sempat berpisah jarak dengan waktu yang lama.
Flashback off.
Quin menikmati waktu berdua nya dengan ibu narendra, seakan ia mendapatkan kasih sayang seorang bunda nya lagi di diri ibu narendra. Nyonya yulia juga nampak sangat menyayangi quin seperti anak sendiri.
π¨π¨π¨
Selama hampir sebulan pula quin, sadewa, dan nakula beserta ajudan bayangan panti mulai sibuk mempersiapkan bukti untuk calon mangsa quin. Selama hampir tiga minggu ini quin sibuk dengan pekerjaan meski dengan batasan yang di berikan nakula dan sadewa. bagaimanapun juga, mereka berdua tidak akan membiarkan dik kecilnya ini memforsir dan mengakibatkan kondisi nya drop. Quin tetap memantau kondisi dan perkembangan ari rencana nya ini.
Di sela - sela pekerjaan yang di longgarkan nakula inilah ia bisa pergi untuk menemani calon mertua nya jika beliau meminta ia untuk datang menemani nya dengan alasan rindu calon mantu.
__ADS_1
Saat ini di ' JAWA BAHAGIA'S CAFE '
Terlihat ada perdebatan sengit antara dua orang paruh baya dan staff resepsionis bagian pemesanan ruangan untuk acara.
" kenapa kami idak bisa memesan ruangan VIP 1 ini ! Kami ini keluarga ternama di kota ini ! " kata seorang wanita paruh baya yang menunjukkan arogansi nya.
" maaf nyonya, tapi ruangan VIP 1 hanya di gunakan oleh pemilik kafe ini, jadi tidak di peruntukkan untuk umum " jelas sang staff yang masih bersikap ramah. Bagaimanapun mereka para staf di training dengan baik untuk melayani para pelanggan. Padahal dalam hati mereka sudah mencibir sikap sombong dari dua paruh baya di depannya ini.
" saya tidak mau tahu, saya ingin memesan ruangan itu. Kami akan membayar mahal untuk ruangan itu " kata wanita paruh baya satu nya lagi.
"maaf nyonya, tetap tidak bi... "
" panggil manajer mu kesini ! Hanya pelayan saja berlagak ! saya akan pastikan kamu di pecat dari sini !" Ancam wanita itu lagi. Salah satu staff dengan diam - diam sudah menghubungi rika dan meminta untuk membantu menangani konsumen yang bandel ini. Sedangkan dua staff lainnya mencoba untuk menenangkan pelanggan yang nampak ngeyel itu.
Tak berapa lama, rika datang untuk melihat kekacauan apa yang di sebabkan oleh pelanggan itu. Aura seorang pemimpin nampak tak kalah dengan quin.
" ada apa ini ? " tanya nya dominan. Kedua wanita paruh baya itu langsung menunjuk ke arah rika.
" bags kamu datang ! Kamu pasti atasan mereka kan ! Ajarkan staff kalian untuk menghormati yang lebih tua ! " sengak wanita paruh baya itu.
Rika nampak mulai paham situasi nya saat salah satu staff membisikkan alasan kenapa dua orang ini ribut.
" maaf nyonya - nyonya, tapi memang benar jika VIP 1 tidak di peruntukkan untuk umum, tapi jika anda memaksa, saya akan menanyakan kepada pemilik ruangan itu . " rika mencoba bernegosiasi dengan nyonya itu.
" baiklah, katakan pada bosmu itu jika keluarga argantara dan wicaksana ingin memesan ruangan itu " ucap wanita paruh baya itu sombong. Rika mengernyit saat mendengar nama keluarga yang di ucapkan mereka. Nampak tidak asing. Rika mencoba meningat - ingat lagi kapan ia mendengar nama itu.
' menarik, quin pasti suka dengan mangsa yang mendatangi nya ini ' seringai rika terbentuk saat ia mulai mengingat dua nama itu.
Ya benar, dua wanita paruh baya itu adalah farah argantara, ibu bagas. Dan yola wicaksana, ibu dari sara. dua keluarga yang menjadi target balas dendam quin.
Rika pamit untuk menelepon bos pemilik kafe a.k.a quin, ia sejenak menepi dari ruangan itu mencari ruang yang sepi agar lebih leluasa untuk berbicara dengan adik angkat nya ini.
Sedangkan saat ini tempat quin..
__ADS_1
Quin dengan narendra tengah bersama di ruangan quin. Narendra datang berkunjung setelah beberapa hari idak bertemu dengan quin karena sang ibu telah menginvasi kekasihnya ini. mereka tengah menunggu pesanan makan siang mereka.
TRING TRING TRING
Terdengar bunyi ponsel quin. Quin dan narendra serentak menoleh ke arah ponsel qun. Terlihat nama kak rika di layar ponsel itu. Quin mengernyit heran sebelum mengangkat teleponnya. narendra menyuruh nya untuk mengaktifkan loudspeaker agar ia bisa mendengarkan apa yang rika ucapkan. Quin menurutinya.
" assalamualaikum, ada apa kak, "
" waalaikum salam quin, dek, kakak punya berita bagus, "
" berita apa ?"
" mangsamu mendekati mu dengan suka rela nih, " rika terdengar terkekeh pelan saat mengatakannya. Quin semakin penasaran,
" maksud kakak gimana ?"
" hari ini staff bagian pemesanan ribut dengan dua orang wanita paruh baya, kamu tahu siapa mereka ?"
" siapa ka ?" tanya quin penasaran.
" wanita dari keluarga ARGANTARA DAN WICAKSANA "
' DEG '
Jantung quin berdetak kencang saat rika selesai mengucapkan kalimatnya. Narendra nampak mengelus bahu quin untuk menenangkan hati quin.
" mereka ingin memesan VIP 1. Nampak nya mereka ingin membicarakan rencana pernikahan kedua anaknya, hei. Ini waktu yang tepat bukan " sambung rika lagi. Quin nampak menyeringai dengan pemikiran rika. Sejenak terlintas ide gila di kepala nya saat ini
" oke kak, kakak ijinkan saja. Bilang ini hadiah dari ku "
" ha ha ha, oke. Kalau begtu kakak tutup dulu, "
rika nampak menutup teleponnya. Menyisakan quin yang sedang menatap narendra dengan menyeringai sadis. Narendra mengangkat satu alisnya.
__ADS_1
" kenapa ?" tanya narendra.
" mas ren mau bermain denganku ?" tanya quin dengan senyuman penuh arti. narendra ikut tersenyum saat menyadari jika kekasihnya ini pasti punya rencana.