Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 60


__ADS_3

Hari yang telah di unggu - tunggu oleh kedua keluarga akhirnya tiba. di akhiri dengan sedikit drama karena narendra sempat protes karena harus di pingit dengan quin. Ya, hari setelah narendra dan quin melihat rumah yang akan mereka tinggali itu, ternyata setelahnya narendra dan quin harus menjalani prosesi pingitan. Dimana ia tidak di perbolehkan bertemu bahkan saling berkirim pesan dengan quin. Narendra yang sempat protes hanya bisa menelan rasa frustasi nya mnetah -menta setelah di ceramahi panjang lebar oleh sang ibu dan di tertawai oleh quin.


Alhasil, kedua nya memilih menyibukkan waktu mereka dengan menyelesaikan pekerjaan mereka agar bisa cuti lebih lama. Di kantor pun Narendra msih harus di jaga dan di awasi oleh kevin yang terus menerus mengingatkannya dan bahkan tak segan memelototi nya jika ia ingin khilaf tetap menghubungi quin.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


" Ananda narendra aldebaran bin thomas aldebaran saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan keponakan saya quinsha adipati binti almarhum prabu adipati dengan mas kawinnya berupa satu set berlian dibayar tunai.”


...


" Saya terima nikah dan kawinnya quinsha adipati binti almarhum prabu adipati dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”


"bagaimana, saksi? Sah ?"


" SAH "


" SAH "


" SAH "


Kini resmilah quin dan narendra menjadi pasangan suami istri. Seelah menyematkan cincin di tangan quin dan mengecup kening quin, kini kedua nya menanda tangani buku nikah dan yang lain nya.


Perasaan haru di rasakan oleh arjuna, ratih, dan yulia. Yulia tak henti nya meneteskan air mata haru nya karena anak laki - laki nya kini sudah menikah dan tanpa di dampingi oleh sang suami. Kini i hanya tinggal menunggu kevin menikah juga.


Lain yulia, lain pula yang di rasakan oleh arjuna dan ratih. Ratih malah sudah terisak di bahu sadewa karena sedih mengingat almarhum roro, ipar sekaligus sahabatnya itu.


FLASHBACK ON


Sehari sebelum kecelakaan, entah kenapa prabu merasa gelisah dan mengajak roro,istri nya untuk menemui sang kakak. Keduanya lekas menuju ke rumah sang kakak yang hanya di halangi oleh sebah tembok pemisah.


" loh, ada apa dek ?" tanya arjuna yang kala itu membuka pintu. Ia lalu mempersilahkan masuk adik dan adik ipar nya..

__ADS_1


" mas, mbak ratih mana ? " tanya prabu saat sudah duduk di ruang keluarga. Saat itu jam menunjukkan jam 10.00 pagi. Quin, sadewa, dan nakula sedang sekolah.


" ada, paling juga sebentar turun. " jawab arjuna. Benar, tak lama kemudian ratih turun. Nampak nya ia habis merapikan kamar anak - anak nya tadi.


" loh, roro, kamu ada di sini, ?" tanya ratih yang terkejut dengan keberadaan roro dan prabu.


" iya nih, mas prabu tiba - tiba mengajak kesini " jawab roro setelah ber cipika cipiki dengan ratih. Keempatnya akhirnya duduk berkumpul.


" kenapa dek, " tanya arjuna. Ia juga penasaran kenapa adiknya ini tiba - tiba datang tanpa memberi kabar dan tanpa quin.


" mas, sebentar lagi quin akan menempuh kuliah di london, " kata prabu memulai pembicaraan. Hati nya memang sudah tidak tenang beberapa hari ini.


" iya, aku nggak nyangka princess kecil kita sudah akan kuliah saja. Padahal baru kemarin dia mengisengi kakak - kakak kembar nya, " arjuna tertawa. Yang lain pun ikut tertawa.


" kemarin dia pernah ilang mas, jika suatu hari dia menikah, dia ingin tema disney, entah kenapa ia memilih tema yang khas dengan anak kecil. " kekeh prabu. Arjuna mulai mengernyit heran dengan sikap prabu.


" ya sudah, nanti kan kamu pasti mampu buat mewujudkannya, " jawab arjuna santai.


" wah, quin bahkan sudah bisa mendesain rumah impiannya, " kali ini ratih yang berseru. Arjuna hanya diam dan menerima kertas berisi desain quin.


" dek, ada apa ? Kenapa kamu menyerahkan ini ke kakak ? Bukannya kamu bisa mengabulkan nya suatu hai nanti / memberikannya kepada calon menantu mu ?" kali ini arjuna suah tak bisa menyembunyikan kecemasannya.


" entahlah mas, aku nggak tahu. Perasaanku nggak enak belakangan ini " sahut prabu dengan wajah sendu. Sontak ketiga nya melotot ke arah prabu.


" apa - apaan kamu dek, jangan bicara sembarangan, " arjuna marah dan meninggikan suara hingga ratih dan roro terjengit kaget.


" mas, kamu jangan bicara aneh - aneh, " roro angkat bicara setelah mendengar suami nya berkata demikian.


" benar roro dan mas juna, prab. Jangan aneh - neh ah kalau ngomong, " ratih tak urung bergidik mendengar ucapan prabu yang seolah - olah tengah menyampaikan wasiat / pesan terakhir.


" he he he, nggak kak, mbak, sayang. Aku hanya bicara saja. Dan untuk dua ucapanku tadi, kan kakak bisa membantuku dalam mengingat nya jika suatu saat kelak quin menikah dan aku sudah pikun. Kakak dan mbak bisa mengingatkan aku, " kata prabu yang berusaha bercanda untuk mengusir suasana yang sedikit tegang tadi.

__ADS_1


Tak pernah di bayangkan keduanya. Jika permintaan kemarin siang adik nya itu adalah permintaan terakhir serta pesan terakhirnya.


FLASHBACK OFF


Ratih terisak pelan. Arjuna segera mengambil alih ratih dari dekapan sadewa.


" mas, kita telah menikahkan quin. Kita sudah menjalankan amanat dari prabu, hu hu hu " kata ratih sambil terisak pilu. Arjuna hanya mengangguk. Di hati nya juga merasa lega sudah melaksanakan amanat dari sang adik.


Sadewa dan nakula juga meneteskan air mata kala melihat quin tengah tersenyum lembut ke arah Narendra yang memandangnya penuh cinta.


FLASHBACK ON


Malam hari nya setelah siang tadi prabu dan roro menemui sang kakak, ,giliran prabu datang menemui sadewa dan nakula yang tengah menemani quin belajar. Saat quin sedang berada di dapur menyiapkan cemilan untuk diri nya dan kedua kakak keponakannya. Prabu mendekati sadewa dan nakula.


" wah ponakan om udah semakin tampan aja nih dua - dua nya, " kata prabu mengalihkan pandangan Sadewa dan nakula yang mengarah ke laptop. kedua nya tersenyum mendengar pujian yang biasa om nya lontarkan.


" iya dong om, keponakan siapa dulu dong, " nakula menjawab dengan candaan. Sedangkan sadewa hanya tersenyum tipis.


" sadewa, nakula. Om boleh ngomong sesuatu ?" tanya prabu tiba - tiba. Ucapan prabu menghentikan aktifitas kedua nya. Mereka serempak menoleh ke arah prabu.


" boleh om, " sadewa yang menjawab.


" om bisa kan minta tolong ke klian buat jagain quin ? jagain princess om ? " tanya prabu. Sadewa dan nakula mengernyit heran dengan ucapan om nya yang terkesan tiba - tiba itu.


" bukankah setia hati memang kita menjaga princes? Oh atau karena sebentar lagi quin akan kuliah ke luar negeri ?" tebak nakula. Sadewa diam dan sedang mencoba mencerna permintaan prabu yang menurutnya aneh. Perasaannya mulai tak nyaman.


" he he he, iya kali ya, om hanya khawatir saja, jika suatu saat om dan tante pergi, kalian janji akan jaga quin, anggap quin adik kalian sendiri, dan jauhkan quin dari pria - pria hidung belang yang akan menggoda atau memanfaatkan quin nanti nya " kata prabu panjang lebar. Nakula terlihat ingin protes tapi langsung di potong oleh sadewa.


" iya om, sadewa dan nakula berjanji, " kata sadewa menyanggupi nya. Nakula menoleh ke arah nya dan hanya di angguki oleh sadewa. Entah kenapa ia merasa aneh dengan permintaan om ny ini.


FLASHBACK OFF.

__ADS_1


__ADS_2