
Tepat satu setengah bulan kemudian..
Setelah kasus korupsi yang diungkap quin dan berujung penangkapan oleh para tersangka, quin kembali dengan rutinitas nya.saat ini ia sedang menunggu narendra yang berjanji akan makan siang bersama.
TOK TOK TOK
Pintu terbuka setelah quin mempersilahkan masuk. Terlihat siluet gagah yang masuk dan menghampiri quin. Quin mendongak dan tersenyum melihat siapa yang datang.
" maaf membuatmu menunggu lama , " kata narendra lembut.
" nggak juga, aku sambil memeriksa beberapa berkas kok, " jawab quin.
" ya udah kita makan dulu, nanti kamu teat makan, ibu kata nya mau nyusul. " kata narendra. Quin menatap narendra.
" ibu ikut ? Kenapa gak mas jemput ibu dulu ? Malah kesini , " protes quin. Narendra mencubit gemas pipi chubby quin.
" ibu yang bilang buat jemput kamu, ibu nanti nyusul langsung ke kafe, " jawab narendra. Quin mengangguk mengerti.
" ya udah yuk berangkat. Nanti malah ibu yang nungguin kita di sana " ajak quin. Mereka segera beranjak menuju kafe si kembar.
Nakula dan sadewa sedang peri untuk urusan di luar kota mewakili quin. Sementara untuk beberapa hari ke depan quin akan menghandle urusan kantor.
Kedua nya sudah memasuki pelataran parkir ' JAWA BAHAGIA'S CAFE '
Dan benar saja, ternyata ibu sudah menunggu di lobby kafe.
" ibuuuuuu,, " teriak quin saat ia melihat siluet ibu paruh baya yang sudah akrab dengan nya. Ibu nampak tersenyum dan merentangkan tangan nya lebar menyambut kedatangan calon menantu nya,
" ibu udah pesan meja nya ?" narendra bertanya saat sudah di hadapan ibu nya. Ia segera mencium tangan ibunda nya ini.
" udah sama kevin " jawab ibu. Ternyata ibu tidak datang sendiri. Kevin tadi menjemput ibu.
" maaf ya harus pakai meja di luar. Soalnya ruangan aku lagi di renovasi terus ruangan yang lain malah full booking semua " kata quin menyesal. Pipi nya menggembung lucu.
" nggak usah sok imut lo cah, " ledek kevin.
__ADS_1
" diem om kev " quin mendelik ke arah kevin. ibu dan narendra hanya tersenyum melihat interaksi antara kevin dan quin. Sudah biasa bagi mereka yang selalu tukaran ( musuhan ).
" sudah - sudah, yuk masuk dan makan siang, " lerai ibu sambil menggandeng tangan quin masuk, quinn menjulurkan lidah nya mengejek kevin. Sedangkan kevin hanya bisa memutar bola mata nya jengah.
Beberapa staff uang melihat quin nampak sedikit membungkukkan badan dan di balas senyuman ramah oleh quin.
Para pelanggan yang melihat quin dan narendra masuk menjadi sedikit heboh. Mereka mengagumi ketampanan dan kecantikan yang ada di diri quin dan narendra.
Sedang Kan yang ditatap kini hanya bisa cuek. Lebih tepat na narendra yang sedikit risih. Tapi mau bagaimana lagi, ibu nya ingin mengajak kekasihnya makan siang bersama.
Mereka berempat duduk di salah satu meja dekat sudut ruangan. Setelah memesan makanan dan makanan nya sudah datang. Mereka nampak lahab menikmati hidangan yang tersedia.
Di belakang meja quin ada seorang yang memakai baju hitam tertutup. Topi hitam menyembunyikan wajah nya dan masker tak lupa ia pakai. Ia nampak mengepalkan tangan nya erat begitu mengetahui quin memasuki kafe bersama dengan keluarga narendra.
' dia hidup enak setelah membuat kami menjadi miskin ! ' batin nya marah.
Ya, orang itu adalah sara yang telah bebas menjadi tahanan kota. Mengenai kehidupannya sekarang, ia masih bisa tinggal di ruah sederhana di bandingkan kediaman nya yang dulu. Hal ini karena hampir semua aset di jual untuk pengobatan ibu nya yang shock setelah mengetahui jika perbuatan suami nya telah terbongkar dan berakhir di penjara. Sara masih saja menyalahkan keadaannya kepada quin.
.
.
" ada apa bu , " tanya quin lembut.
" masalah kantor mu suah selesaikan, nak ?" tanya ibu sambil menggenggam tangan quin. Quin mengangguk mengiyakan.
" ibu mau kalian segera menikah ya, " kata ibu. Quin bengong mendengar pertanyaan ibu. Sedangkan narendra tersenyum tipis mendengar ucapan sang ibunda.
" ibu ingin segera menimang bayi, rendra semakin tua, kamu tahu kan " rengek ibu yang langsung di kekehi oleh quin dan kevin. Sedangkan narendra yang awalnya tersenyum langsung datar kembali mendengar sindiran sang ibu.
" apa sih bu, rendra baru 27 tahun, " ucap narendra tersenyum.
" mau ya quin, ibu sudah bicara dengan paman dan bibi mu, " ibu mengacuhkan sanggahan narendra dan mulai merengek lagi ke arah quin.
' sial, dia mendapatkan tuan muda aldebaran. Aku tak akan membiarkan dia hidup ' batin sara yang mendengar dari awal pembicaraan quin dan ibu narendra. Nampak kebencian semakin terlihat saat mendengar berita tentang pernikahan quin dan tun muda aldebaran yang ia idam - idam kan. Hei sara, c'mon. Lu nggak ngaca ya, semua yang terjadi kepada mu adalah karma dari semua perbuatan mu, girl!. Bukankah dulu lu menyakiti quin sedemikian rupa sampai lu ngrebut tunangannya juga !.
__ADS_1
" apa ibu tidak mali memiliki menantu anak yatim, ?" tanya quin dengan sendu. Agak nya ucapan - ucapan nyonya argantara masih terngiang meski pun udah lama. Apalagi keluarga aldebaran adalah keluarga terpandang yang sudah terkenal di seluruh negeri. Sedikit banyak quin memiliki kekhawatiran tentang itu. Meskipun ibu, narendra bahkan kevin memperlakukannya dengan baik.
" hei, kamu ngomong apa sayang, ibu sudah terima kamu apa ada nya. Kamu baik, sopan, cantik. Dan yang pasti kamu mau sama anak ibu yang sudah tua serta dingin dan datar bak triplek es ini " ibu mencubit gemas pipi quin sambil mengejek narendra, kembali narendra cemberut. Sedangkan kevin hanya bisa tertawa terbahak mendengar ibu yang memojokkan narendra.
" sayang, ibu benar. Kami menerima kamu bukan karena status kamu. Lagipula ibu juga sudah mengenal almarhum ayah dan bundamu, " kata narendra. Quin masih tampak berpikir.
" iya, quin mau bu , " ucap quin setelah beberapa menit terdiam. Narendra nampak sumringah setelah mendengar jawaban quin. Jika bukan di tempat umum, mungkin ia sudah merangsek memeluk quin.
" setelah in, ibu dan narendra juga kevin akan datang ke rumahmu untuk membicarakan tanggal nya dengan paman dan bibi mu, ya nak " kata ibu dengan kasih sayang.
" iya bu," quin patuh. Hati nya bahagia karena mendapatkan sosok calon mertua yang sayang kepada nya.
" setelah ini ibu mau kemana ?" tanya narendra. Dia dan quin nampak akan bersiap untuk kembali ke kantor.
" ibu dan kevin akan pulang dulu, lalu bersiap. Nanti malam ibu akan ke rumah quin," jawab ibu. Kevin mengangguk mengerti. Diri nya juga ikut bahagia melihat kakak angkatnya sekaligus bos nya ini akan segera mengakhiri masa lajangnya.
" yasudah kalau begitu kami duluan pergi ke kantor ya bu, " pamit narendra. Quin juga ikut berdiri.
" ibu, kalau mau onde - onde yang seperti kemarin pesen aja bu ke mas prapto, " tawar quin.
" nanti saja, seperti nya untuk dessert nanti ibu pesan dari sin. Sudah, kamu nggak usah mikirin untuk persiapannya. Biar ibu dan bibi mu yang mengaturnya." kata ibu sambil mengelus sayang rambut quin. Quin tersenyum.
Kedua nya kemudian melangkahkan kaki menuju parkiran mobil. narendra sedang mencari - cari kunci mobil di saku nya. Sedangkan Quin melihat ada yang menjual permen kapas di seberang jalan. Ia lalu ingin membeli nya dan bersiap untuk menyebrang jalan.
Sedangkan di ujung jalan, nampak sebuah mobil yang sedari tadi berhenti di sana. Melihat quin yang hendak menyeberang, mobil itu melaju..
" tak akan kubiarkan kau hidup, dasar ja*ang sialan ! Gara - gara ku, ayah di penjara, ibu ku depresi dan bagas membuang ku !! Lalu kau malah hidup bahagia dan akan menikah dengan tuan muda aldebaran !! Mati saja kau " gumam sara. Rupa nya ia telah menunggu kesempatan untuk membunuh quin. Dia dengan sengaja menunggu di ujung jalan dan nampak nya niat nya mendapat bantuan dari setan.
Quin yang tak menyadari ada mobil yang melaju kencang ke arah nya berjalan dengan santai karena tadi sudah sempat menoleh ke kanan dan kiri. Narendra yang hendak mencari kunci ke dalam menengok ke arah quin untuk bilang ke quin. Tapi narendra ,melihat mobil yang napak akan menabrak quin. Narendra panik dan berlari ke arah quin.
" TIDAKK... QUIIINNN AWAAASSSSSS...."
CKIIIIITTTT....
BRAAAAAKKKK
__ADS_1