
Quin dan narendra memutuskan untuk segera pulang. Kali ini mereka pulang ke kediaman Aldebaran karena sang bibi tadi meneleponnya untuk pulang ke kediaman tersebut. Semua sudah kumpul di sana. Bahkan ibu serta kevin jga di sana. Mungkin mereka ingin segera mengetahui kabar dari quin dan narendra.
Dan benar saja, begitu quin dan narendra sampai, semua orang sudah memenuhi ruang tamu. Menatap quin dan narendra penuh harap. Quin hanya terkekeh kecil melihat mereka yang sedang menunggu nya. Sedangkan narendra, yaa seperti biasa. Wajah nya tetap datar.
" bagaimana quin, ren ?" tanya yulia mengawali pembicaraan dan mewakili suara semua orang. Kompak semua mengangguk.
" itu.... " gantung quin dengan wajah sendu.
Seketika perubahan wajah pada quin membuat mereka semua pesimis. Tapi mereka menyembunyikannya karena tidak ingin menyinggung quin dan narendra.
" tidak apa - apa, kalian masih muda, " kata arjuna sambil menepuk bahu narendra. Narendra hanya diam saja melihat istri nya mengisengi semua keluarga. Diam - diam ia menghela nafas kasar. Istri nya sangatlah usil !.
" betul apa yang di bicarakan oleh paman mu, masih banyak waktu. Kalau perlu, kalian bisa bulan madu " sambung ratih.
" tidak bisa bi, kami ... "
" kenapa nggak bisa ? Kalian bisa bulan madu terlebih dahulu, " sambung yulia.
" bu, dengarkan kami terlebih dahulu, " akhirnya narendra buka suara. Ia menatap quin agar istri nya mengakhiri drama sabun nya. Quin hanya meringis kecil saat melihat sang suami menatapnya datar.
" he he he, baik baik mas, maafin quin, " rengek quin kepada sang suami.
" jangan permainkan mereka sayang, " nasehat narendra sambil mengelus kepala quin. yang lain melongo tidak mengerti. Sadewa, nakula dan kevin bungkam. Seolah - olah mereka merasa jika quin sedang mempermainkan mereka. Bagaimanapun mereka adalah ' korban ' nyata dari iseng dan usil nya quin.
Narendra dan quin melangkah menuju kursi. Duduk di hadapan mereka semua. Nampak narendra yang membantu quin untuk duduk dengan pelan di sofa.seolah - olah quin adalah vas bunga yang gampang pecah.
__ADS_1
Quin menarik nafas pelan dan menghembuskan nya. Sementara semua orang nampak memperhatikannya dan menunggu apa yang akan quin ucapkan.
" nungguin ya, " quin cekikikan. Sempat - sempatnya ia menggoda.
Muncul empat siku di dahi semua orang. Quin benar - benar.
" sayang, " peringat narendra lagi.
" hi hi hi, iya iya. Maaf... Dan taraaaaa " kata quin sambil mengeluarkan 4 lembar foto USG kehamilannya. Ia sengaja meminta dokter ayu untuk mencetaknya lebih dari satu karena keluarga nya banyak dan tak ingin mereka berebutan.
yulia yang pertama kali meraih lembar USG itu dengan tangan bergetar. Seketika ia ber kaca- kaca. Lalu ratih juga meraihnya untuk dilihat nya bersama arjuna. ekspresi nya sama dengan yulia.hanya arjuna, sadewa, dan nakula serta kevin yang hanya melongo heran dan bingung. Sedangkan aisyah dan azizah sudah menghambur memeluk quin dengan menyingkirkan narendra terlebih dahulu.
" kita akan jadi nenek, tih , " ucap Yulia terbata - bata. Air mata haru nya mulai menetes.
" benar mbak, dan nampaknya kita akan memiliki dua sekaligus " ucap rati sambil menghambur memeluk yulia. Hati nya begitu bahagia melihat keponakan yang sudah ia rawat seperti anak sendiri kini sudah akan menjadi calon ibu.
" mas, mas juga sudah denger kan ? Mas gak salah denger, mas. Kita akan jadi kakek dan nenek, dan kita akan mendapatkan cucu dua sekaligus. Quin hamil kembar mas, " ucap rati dengan air mata yang berjatuhan. baru sadewa dan nakula mengerti dan beranjak menuju quin yang sedang di peluk oleh istri nya. sadewa dan nakula ikut menyerbu memeluk quin. Sedangkan kevin lebih memilih untuk memeluk narendra yang nampak pasrah melihat istri nya di peluk oleh empat orang.
" selamat bos, lo akan jadi calon ayah, " ucap kevin tulus.
" terima kasih, kev. " balas narendra tak kalah tulus.
Semua larut dalam kebahagiaan. Mereka merencanakan akan mengadakan syukuran dengan mengundang anak - anak yatim. Tapi narendra dan quin teryata sudah memiliki rencana sendiri. Mereka akan mengadakan syukuran saat nanti usia kandungan quin 4 bulan. Akhirnya mereka semua setuju.
π¨π¨π¨
__ADS_1
Hari demi hari, minggu demi minggu bulan pun berganti. Usia kandungan quin semakin bertambah, kini usia kandungan quin semakin bertambah.
Saat ini,hari minggu semua libur. semua sedang berada di rumah sakit. tepatnya di depan ruangan praktek dokter ayunda. Yakin semua ? Enggak semua deng, karena kevin sedang berkencan dengan ria. Ada quin, narendra, sadewa, aisyah, nakula, azizah, ratih, arjuna,dan yulia.. Kenapa ? Karena selain quin dan narendra yang akan cek up / kontrol bulanan, ternyata sadewa dan nakula akan memeriksakan kondisi istri -istri nya. Karena aisyah dan azizah juga mual dan muntah sudah beberapa minggu ini.
Oh iya, kenapa asiyah pergi ke dokter kandungan lain ? Jawabannya karena ingin aja, biar bisa bareng periksa nya dengan quin dan azizah. Sebenarnya ia sudah testpack tadi pagi dan memang positif. Tapi ia ingin melakukan pemeriksaan lengkap serta sekalian USG.
Saat ini, quin, narendra, ibu dan bibi nya yang pertama kali masuk. Kdua calon nenek itu memaksa utuk ikut masuk ke dalam ruangan pemeriksaan. Narendra a quin setuju dan dokter ayu juga memperbolehkannya. Beruntung ruangannya cukup luas.
" wah wah, si kembar mau di lihat calon oma nya ya, " canda dokter ayu setelah quin berbaring. Perutnya sudah mulai membuncit. Terang saja ia mengandung dua calon narendra junior sehingga bentuk perutnya x lebih besar dari kehamilan biasa.
" maaf ya bu dokter, kami datangnya keroyokan," kata yulia merasa sungkan
" nggak apa - apa oma, pasti antusias karena ini cucu pertama, " senyum dokter ayu terlihat di wajah nya. Ia sudah mulai memutar - mutar tranducer setelah seorang perawat mengoleskan gel khusus di perut quin.
" betul bu dokter, " sahut ratih menyambung.
" baik mari kita lihat, wah usia kami sudah 22 minggu nih ayah, bunda dan oma. Sudah mulai tumbuh lapisan yang berminyak untuk melindungi dari cairan ketuban. Si kembar juga sudah bisa mengangkat jempol nya loh, " terang dokter ayu. ( sumber : google (primayahospital.com) ).
Quin dan narendra tersenyum haru. Begitu juga dengan yulia dan ratih yang malah sudah berpelukan ria.
" mau dengar detak jantungnya ?" tawar dokter ayu. Quin dan narendra nampak bersemangat.
" apa kah bisa ?" tanya Narendra. Dokter ayu mengangguk.
" sebenarnya sudah bisa di dengar sejak berusia 8 -14 minggu. Tapi kemarin terlewat. Tidak apa - apa mumpung sekarang juga ada oma nya ya, " jelas dokter ayu. Ia mulai nampak memutar dan memainkan tranducer nya. Ketika sudah mendapatkan tempat yang tepat, ia mengaktifkan mode speaker nya.
__ADS_1
DAG DUG DAG DUG DAG DUG