Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 57


__ADS_3

" oke, kalau dia mengajak bermain, quin akan layani, " ujar quin dengan sorot mata tajam na sadis. Ketiga nya hanya bisa menjilat saliva kelat mendengar nada bicara quin.


" udah di bilang jangan pernah menampilkan wajah kayak gini, hih ! " ucap nakula mengusap kasar wajah quin. Quin mencebik.


" ayo om kev, quin pengen cepat kelar urusannya lah, " ajak quin sambil beranjak. berdiri dan di ikuti oleh kevin.


" quin pergi dulu kak, tolong jaga mas re, jangan biarkan mas ren nyusul " pesan quin sesaat sebelum badannya tak terlihat.


Nakula dan sadewa mengangguk paham dengan pesan quin. Mereka hanya berdoa untuk keselamatan sara, dia yang berani membangunkan singa betina yang tengah terlelap.


.


.


...****************...


Quin dan kevin sudah sampai di penjara dan bergegas mencari tempat penyidikan. Di dalam nya sara masih di ccar dengan pertanyaan yang terus di tepi oleh sara.


TOK TOK TOK


Pintu terbuka, nampak lah di dalam sara dan seorang petugas yng tengah mengintrogasi sara. Sara yang melihat quin nampak berang.

__ADS_1


" KAU !! KENAPA KAU DI SINI HAH ! " bentak sara. Tak ada sedikitpun raut penyesalan kaena merasa di atas angin. Para petugas kekurangan bukti.


" bapak nggak ada bukti ?" memilih mengabaikan sara, quin mendekati petugas yang bersama sara. Pak petugas nampak menaikkan alis meminta penjelasan. Segera rekannya membisikkan sesuatu di telinga ny.


" jadi saudari Quin membawa bukti konkrit ?"tanya pak petugas itu. Quin mengangguk auh. Sara melotot. Bagaimana quin bisa memiliki bukti sedang kan para petugas kepolisian saja belum selesai mencari bukti.


" ini , " quin memberikan sebuah flashdisk. Pak petugas segera meraih laptop yang berada di atas eja dan segera mengaplikasikan flashdisk yang di berikan oleh quin.


Di dalamnya ada rekaman CCTV yang terpasang di samping rumah tempat sara memarkirkan mobil saat menunggu quin keluar dari kafe. Wajah sara tersorot jelas dari samping karena sara sempat melongok kan kepala nya saat memantau quin keluar. Begitu dengan mobil nya yang dengan jelas tersorot. Dengan bukti ini, sudah cukup untuk menjebloskan sara ke penjara dengan dugaan rencana pembunuhan.


" bisa kah saya berbicara dengan tersangka ?" pinta quin. Pak petugas nampak menimbang - nimbang dan akhirnya mengangguk menyetujui permintaan quin. Pak petugas dan rekan yang mengantar quin dan kevin tadi beranjak pergi. Kini hanya ada sara, quin, dan kevin.


Quin menyeringai saat menatap *** mat sara. Sedang Kan Kevin tak mau ambil pusing dengan apa yang akan dilakukan oleh tunangan sepupu nya. Ia lebih memilih duduk di kursi pak petugas tadi. Quin kini berjalan mengitari sara.


" ap.. Apa yang kau lakukan ?" tanya sara mulai takut.


" apa yang ku lakukan ? Harusnya aku yang bertanya ! Aku tak pernah mengusik mu kurasa, " quin mengangkat alisnya.


" jaman kuliah aku hanya diam, tak pernah mengusik mu. Bahkan menyenggol pun nggak pernah. Tapi kamu dan genk busuk mu selalu mengusikku hanya karena penampilanku yang cupu, "


" hanya seorang yang saat itu sedikit kaya saja kau banyak berulah, menindas mahasiswa/i beasiswa, menyogok dosen untuk memberikanmu nilai tinggi, "

__ADS_1


" masih merayu bagas dan malah menyalahkan ku ? Oh tapi untuk yang satu itu aku harus berterima kasih dengan kamu mengambil sampah seperti bagas aku bisa mendapatkan pengganti yang lebih dari bagas, "


" lalu dengan tidak tahu diri nya kalian. Ayah dan anak mencoba mengacau di perusahaan yang di dirikan dengan susah payah oleh oang yang selalu kalian hina, orang tua ku. Melakukan pungli, memeras para calon tenaga kerja berkompeten dan uangnya masuk ke perut busuk kalian. Lalu memfitnah orang yang berdedikasi tinggi agar kalian bisa dengan mudah memakan uang perusahaan,"


" LALU APA AKU SALAH SAAT AKU MEMBONGKAR KEJAHATAN KALIAN! KALIAN TANPA BERPIKIR JERNIH MENGAMBIL APA YANG BUKAN HAK KALIAN, MENCOBA MEMFITNAH ORANG LAIN UNTUK MENJADI KAMBING HITAM DAN MENYELAMATKAN DIRI KALIAN SENDIRI ! KU BAHKAN HANYA MENGAMBIL ASET YANG DI BELI DENGAN UANGKU, UANG PERUSAHAAN KU KARENA MEMIKIRKAN AYAHMU YANG SUDAH LAMA BEKERJA DAN MENGABDI KEPADA ALMARHUM AYAHKU ! TAPI DENGAN TIDAK TAHU DIRI NYA KAU MELIMPAHKAN SEMUA KESALAHAN KALIAN KEPADA KU DAN BERNIAT MELENYAPKAN KU ! HANYA KARENA KALIAN INGIN MERANGKAK NAIK KALIAN MEMBUTAKAN MATA KALIAN !"


Untuk yang pertama kali nya quin meninggikan suara nya. Mungkin ini pelampiasan quin . Setelah lama hidup berat dan penuh perjuangan. Sara hanya terdiam. Entah apa yang tengah ia pikirkan. Sedangkan kevin memilih menutup mata nya. Ia tak ingin melihat quin yang tengah emosi.


" kenapa ? Kenapa harus kau yang di pilih oleh tuan muda Aldebaran ?" sara akhirnya mengeluarkan suara nya. Rupa nya ia masih tidak sadar diri. Kevin membuka mata nya dan menatap sara tajam. benar - benar orang yang tidak tahu diri. Quin tertawa terbahak mendengar pertanyaan konyol sara.


" lalu? Lalu semua jadi salahku begitu ? Saat tuan muda Aldebaran memilihku itu menjadi kesalahanku ? hei sadarlah, kau sudah merebut bagas. Bahkan kau sudah puas menghinaku ! Aduh, nggak habis pikir aku " Quin memijit kening nya. Ternyata berbicara dengan anita modelan sara yang hanya tahu kemewahan sangat lah menguras waktu nya.


" kenapa bukan kau yang tertabrak haah. Kenapa kau nggak mati saja saat itu, ha ha ha, kenapa tuan muda harus menolong mu " sara berteriak di selingi dengan tawanya. Lalu sedetik kemudian dia terisak. Quin menyeringai lebar melihat kondisi sara yang nampak nya mulai terganggu. Di menarik keras rambut sara hingga kepala nya mendongak.


" ingat sara, kau salah sudah mencari lawan, awalnya aku membiarkanmu dan keluarga mu saat kalian menghinaku. Tapi kali ini kau berani bermain nyawa ndan bahkan melukai tunanganku. Jadi jangan salahkan aku saat aku balas dendam, ibu mu depresi, ayahmu di penjara an saat ini kau yang akan ku pastikan menyusul ayahmu dan membusuk di penjara. Tak akan aku biarkan kehidupanmu di penjara bisa tenang " bisik quin di telinga sara. Dia lantas menghempaskan jambakannya. Sara terlepas dan luruh ke lantai. quin dan kevin beranjak pergi meninggalkan sara yang menangis dan berteriak histeris. Di balik pintu, quin dan kevin sudah di sambut oleh pak petugas yang tadi menginterogasi sara.


" kenapa dia ?" tanya pak petugas.


" oh, mungkin hanya menangis menyesali perbuatannya pak, " quin dengan cepat merubah ekspresi nya dari bengis menjadi muka imutnya. Kevin bergidik ngeri melihat percepatan perubahan ekspresi quin.


' dia sagat menakutkan, ya allah. Ingatkan aku agar tidak mencari masalah yang mengakibatkannya marah ' batin kevin.

__ADS_1


" kau kenapa om kev ?" tanya quin dengan wajah polos.


" ng.. Nggak " kevin menggeleng cepat - cepat. Quin mengendikkan bahu nya acuh. Mereka berdua segera pergi menuju rumah sakit sebelum Narendra bangun dari tidurnya.


__ADS_2