
PROK PROK PROK
" wow, keluarga bagaskara dan wicaksana tengah berkumpul rupa nya, apa aku menganggu pertemuan dua keluarga yang harmonis ini ? " kata quin acuh tak acuh. Malah seakan mengejek. Narendra hanya tersenyum samar.
Quin bertepuk tangan heboh. Dia masuk di ikuti narendra yang selalu mengekor kekasih kecilnya itu. Langsung saja perhatian orang - orang beralih kepada quin dan narendra terkejut. Tapi hanya berlangsung tak lama. Tatapan terkejut mereka berbah menjadi tatapan yang menghina dan meremehkan.
Penampilan quin dan narendra memang sengaja seperti saat peri ke mall dan bertemu bagas dan sara dulu. Ini memang sengaja, dan ini adalah rencana dari quin.
Sadewa, nakula dan rika sedang standby di ruangan rika. Menyaksikan pertunjukkan kecil yang di gelar oleh adik kecil mereka. Ruangan ini memang di beri CCTV saat setelah kedua wanita paruh baya memesan ruangan ini tadi siang.
" heh, apa yang kau lakukan di sini, anak yatim piatu !" hinaan kasar langsung terlontar dari ibu bagas. Yang lain juga langsung berdiri.
" heh, apa - apaan kau ! Tidak tahu sopan santun ! " ibu sara juga langsung menyahut.
" lihat siapa yang datang ini ?pengemis culun dengan pasangannya yaang culun juga?" tawa sara mengejek quin, seketika semua ikut tertawa. Narendra sudah nampak mengepalkan tangan emosi tetapi quin menahan nya.
" lihatlah bu, mami. Ini gadis culun yang dulu jadi tunangan palsu bagas itu, bahkan sekarang dia mendapatkan pasangan yang sama - sama culun. Benar - benar menjijikkan " sambung sara lagi. Meski saat di mall sara dan bagas sempat di permalukan oleh quin, tapi saat ini sara begitu berani membalas quin karena ada ke dua orang tua nya.
" apa yang kalian lakukan di sini heh, apa kalian tu*i sampai tidak mendengar dan menjawab pertanyaan kami "
" enyahlah, tempat ini tidak pantas untuk kalian,"
aku heran kenapa kafe elit ini bisa di masuki oleh kalian " bagas yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara saat quin dan narendra hanya terdiam tanpa menjawab. Malah terkesan menantang mereka.
" oh ayolah, sudahkah kalian selesai bicara sampah kata - kata sampah ?" quin akhirnya menjawab setelah di serang dengan gelombang pertanyaan tanpa jeda.
__ADS_1
" bagaimana kamu bisa sampai sini ? Kau mengikuti ku ? " tanya bagas percaya diri. Quin mencibir.
" untuk apa aku mengikuti mu ?" tanya quin heran mendengar pertanyaan bagas yang melenceng jauh.
" untuk apa lagi, pasti kau mau mengejar bagas lagi kan ! Kau masih tidak terima di campakkan bagas ? Sampai - sampai kau menjadi stalker hingga sampai tahu kami semua ada di sini ! Tuduh sara semakin jauh lagi. Quin mengernyit heran. Sebenarnya apa yang ada di otak mereka. Berpikir jika quin masih berharap kepada Bagas kah ?.
" tidak penting " sahut quin. Sara tampak emosi
" dasar wanita munafik ! Lalu apa yang kau lakukan disini ! Ini kafe yang bahkan kamu tidak sanggup membeli air minu nya ! Kemarin mengikuti sampai ke mall, sekarang masih mau menganggu acara keluarga kami hah ! " sembur sara ber api - api.
" benar apa ang di kata kan nak sara, kami di sini akan membicarakan pernikahan bagas dan sara. Apa kamu masih berpikir jika kamu pantas untuk menjadi menantu keluarga argantara ? Sadar diri lah, anak yatim " sambung ibu bagas sarkas. Sekali lagi, sekali lagi wanita itu selalu menyentil hati quin dengan membahas orang tua nya yang sudah tida.
" hanya anak yatim saja mau bermimpi menjadi menantu keluarga argantara ! Dengar, bagas kini sudah menjadi wakil manager di ADIPATI Group ! Kau tahu apa arti nya ? Itu artinya bagas memiliki masa depan yang cerah, sudah sepantasnya mendapatkan wanita yang setara dengannya. Bukan dengan kau yang hanya anak panti ! " hina ibu bagas sekali lagi. wajah narendra sudah nampak memerah menahan amarah, api quin ? Quin nampak biasa - biasa saja. Seakan menikmati pertunjukan yang di berikan oleh keluarga itu.
" sudah ? Selesai Kah kata - kata sampah kalian ? Hah, ku pikir setelah kubiarkan beberapa bulan ini kalian akan introspeksi diri, setidaknya mengurangi kebiasaan mulut kotor kalian untuk menghina orang lain. Nampak nya semakin parah ya , ck ck ck mengecewakan " kata - kata quin mulai dingin menyindir.
" wah wah wah. Bahkan seorang manajer perusahaan besar juga memiliki peringai sampah juga ?" ejek quin kepada rud. Rudi nampak tersulut emosi.
" kau sampai tahu bahwa aku manajer ? Nampaknya memang benar kata sara. Kau stalker keluarga kami ? Kau menjadi gila karena terobsesi dengan bagas ?" sembur rudi marah.
" ha ha ha, terobsesi dengan pria keledai ini ? Ayolah jangan bercanda pria tua, " wajah tenang quin tidak mengalami perubahan berarti. Tapi kata - kata yang di keluarkan semakin membuat emosi keluarga itu.
Bagas tidak bisa menyembunyikan emosi nya lagi.
BRAKK
__ADS_1
" dengar j*lang si*lan ! Sebenar nya apa tujuanmu kesini? Membuntuti ku ? Mengajakku untuk kembali lagi ? Jangan mimpi " hardik bagas.
Narendra sudah maju. Tapi tangannya di tarik quin. Bahkan di ruangan rika, nakula sudah bersiap menuju ke VIP 1 dan merobek mulut kasar yang mengatai adik tersayang nya dengan sebutan j*lang itu. Yang langsung di tenangkan oleh rika, sedangkan sadewa masih bersikap tenang kendati kedua tangannya juga sudah terkepal sedari awal.
" sabar mas sayang " bisik quin centil sambil mengedipkan mata nya manja. Narendra hanya menghela napas kasar dan menuruti quin. Entah apa yang ditunggu oleh gadisnya ini sampai - sampai masih mau di hina oleh sekumpulan makhluk sampah ini.
" apa kalian tidak merasa ada yang aneh ?" kata quin. Keluarga itu mengernyit heran. Tak paham apa maksud dari ucapan quin.
" lihatlah, kalian berteriak -teriak menghinaku sedari tadi, tapi tidak ada staff kafe yang melerai / bahkan menegur ?"
"...."
" bahkan kalian berkata jika aku tidak pantas berada disini dengan tunangan ku karena pakaian kami ? Oh tidak - tidak, bahkan kami sampai bisa masuk ke ruangan VIP1 ini, "
Hening. Keadaan masih hening. Seketika ucapan quin baru di pikirkan oleh mereka. Bagaimana gadis gembel ini bisa masuk ke kafe ini dan bahkan bisa memasuki ruangan yang mereka pesan dengan susah payah ini. Kafe ini adalah kafe paing elit yang bahkan tingkat kepuasan pelanggannya mengalahkan restoran bintang 5. Mereka nampak berpikir keras.
" hei, kenapa diam? Kalian baru menyadari keanehan nya ?" kata quin lagi.
" dan kaau nyonya nyonya tua keluarga argantara dan wicaksana yang terhormat, bukankah manager kafe ini mengatakan jika pemilik ruangan ini akan mdatang menyapa kalian saat perjamuan di mulai ?" pancing quin. Dua nyonya itu langsung terkejut. Bagaimana gadis busuk ini bisa tahu, batin mereka berdua. Seketika mereka berpandangan dan mulai mengumpulkan teka teki yang ada.
" jangan bilang jika .... "
" hah, tidak menarik sama sekali, kalian memang keledai bodoh " sarkas quin mulai menunjukkan aura dingin nya. Sekumpulan orang - orang itu menggigil sesaat.
perlahan, quin mulai mengambil sapu tangan di tas kecil nya. Menghapus make up tebal nya. Menyingkirkan kacamata tebal nya. Dan melepas jalinan rambut yang di kepang itu. Quin mulai merapikan pakaian yang di anggap gembel oleh mereka dan mengangkat wajah nya perlahan.
__ADS_1
" NO.. NONA MUDA ADIPATI .... !!! "