
" wah wah wah, lihat ini siapa yang ku lihat saat ini ? Si cupu dan pasangannya yang juga cupu ?"
...****************...
Saat sedang melintasi toko baju di lantai satu, quin dan narendra mendengar suara sumbang yang nampak familiar di telinga quin. Quin dan narendra menoleh, melihat siapa gerangan yang mengejek mereka.
' hah, kenapa harus selalu bertemu dengan orang - orang ini setiap kali aku ke mall ' batin quin mendesah . Diri nya begitu jengah, jengkel, kesal, letih, lelah, lesu, lunglai, lemah. Lah quin, itu kamu marah apa gejala 5L ?!.
Ya pokoknya, inti nya hati nya semrawut bak nasi goreng yang nano nano isi nya deh!
Narendra hanya terdiam karena ia ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh dua orang itu terhadap quin. Ia sempat melirik sebentar ekspresi quin. Quin nampak begitu santai dan seperti sudah biasa dengan hinaan hinaan yang di keluarkan orang - orang. Diam diam ia sangat bangga dengan sikap tenang yang di tunjukkan oleh quin. Benar kata nakula, gadis nya ini tenang tapi mematikan !
" sayang, bukan nya ini si cupu universitas kita " ejek sara mulai memainkan drama nya. Ya, suara yang di dengar oleh quin dan narendra tadi adalah suara sara. Dan ia datang bersama dengan bagas. Nampak nya pertemuan mereka memang tela direncanakan oleh buntib ! Hi hi hi.
" benar sayang, dia si cupu yang bodoh itu, " jawab bagas menimpali perkataan sara. Quin hanya diam dan mendengus saja. Ia sama sekal tak mencoba menanggapi ucapan - ucapan sara dan bagas. Sehingga membuat mereka berdua geram. Bagas nampak menatap ke arah narendra dengan pandangan mencibir.
" hei quin, ku kira setelah ku tinggalkan kamu akan mencari pria yang lebih dari ku, tetapi selera mu malah yang seperti ini. Benar - benar serasi dengan mu. Sama - sama cupu dan jelek ?" hina bagas sarkas. Narendra diam. Ia menikmati setiap cacian dan hinaan yang di lontarkan kepada nya. Mencoba meresapi semua perlakuan yang selama ini quin terima.
Kali ini quin mulai geram, dia tak teria jika narendra yang di caci.
" lalu ? Memang kenapa jika dia cupu ? Setidaknya dia tidak memanfaatkan ku , " jawab quin tersenyum remeh. Bagas terkejut, tidak menyangka jika quin akan berani menjawab nya.
__ADS_1
" dasar tidak tahu diri ! Sebaiknya pergi sana ! tempat ini sama sekali tidak pantas untukmu ! Kamu dan pacar gembel mu ini tidak akan sanggup membayar bahkan 1 porsi makanan disini !" gertak bagas yang jengkel karena quin berani menjawabnya.
" halo. Apa aku tidak salah dengar ? Siapa yang tidak tahu diri di sini ? Siapa yang lebih pantas di sini ? Memang kualifikasi seperti apa yang pantas untuk pergi ke mall ? Tempat ini adalah tempat umum bung, jangan bilang jika skripsi curianmu itu mempengaruhi kinerja otak mu sehingga kamu jadi bodoh ? Oh ayolah Bagas, setidaknya jangan mempermalukan sebagai orang yang menyelesaikan skripsi mu itu !" balas quin leih sarkas. Bagas kembali terkejut. Quin kali ini berani menyinggung perihal skripsi nya. Ada banyak orang yang memperhatikan mereka. Bagas merasa malu. Sara apalagi. Dia tidak mempunyai keberanian untuk menyela ucapan quin.
" dan kau wanita perebut ! Terima kasih sudah membuka mata ku dengan merebut nya dariku, " ucap quin terhadap sara sambil menunjuk bagas.
' berkatmu, aku jai tahu jenis laki - laki seperti apa dia ! Tunggu saja, tidak lama lagi aku akan membalas semua, nikmati saja kebahagiaan kalian " sambung quin memperingati sara. Sara merasakan sorot mata quin yang begitu tajam. Bisik - bisik orang yang berkerumun mulai terdengar. Mereka jelas mencela dan mencibir ke arah sara dan bagas. Quin sukses besar menarik perhatian pengunjung mall tersebut.
Diam - dim narendra mengulum senyum di bibir ny. Gadis kecil nya mulai memperlihatkan taring nya.
quin segera mengajak narendra untuk segera pergi dari lantai 1. Saat a melewati bagas,quin berhenti dan berbisik kepada bagas.
" sebaiknya kau tahan betina mu untuk tidak mendekati tuan muda aldebaran ! Dan kau, sebaiknya berhenti untuk mendekati nona muda Adipati ! Kalian sungguh sekumpulan sampah yang menjijikkan !" bisik quin dengan nada yang begtu dingin dan tajam. Bagas seketika menoleh. Kaget dengan nada peringatan quin. Bagaimana ia bisa tahu soal niat nya mendekati nona muda adipati? Apa hubungan mereka ? Lalu apa maksud dengan sara yang mendekati tuan muda aldebaran?. Sungguh bagas di buat kebingungan. Ketika ingin mengonfirmasi semua nya, quin dan narendra sudah nampak jauh.
narendra semakin mengeratkan genggaman nya di tangan quin.
" kenapa mas ? Aku baik - baik saja " kata quin. Quin tahu jika narendra mengkhawatirkan nya.
" kamu yakin ? baik - baik saja dengan semua ini ?" kali ini narendra tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran nya.
" aku sudah terbiasa dengan ini semua mas, mas tenang saja " yakin quin agar narendra merasa tenang.
__ADS_1
" aku tidak percaya selama ini kamu menanggung hinaan seperti tadi. Tapi mulai sekarang, mas akan jaga kamu sayang " janji narendra.
Quin tersenyum. Ia terharu dengan kata - kata yang narendra ucapkan.
" kita lanjut nonton ?" tanya narendra sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. Sudah jam 7 rupa nya. Masih 2 jam lagi untuk jadwal nonton malam ini.
" pulang saja lah mas, quin sudah nggak mood lagi ," kata quin sambil mengamit lengan narendra semakin kencang. Nampak wajahnya memang tidak se fresh tadi.
" yakin nih, nggak jadi nonton ? Nggak sia - sia ini udah dandan kayak begini ? mumpung mas bisa nemenin kamu, dan mas bisa gerak bebas nih " bujuk narendra.
" ha ha ha , dandan apaan coba ? Eh mas, tapi apa mas nggak risih engan penampilan mas yang berbeda ? " tanya uin tiba - tiba. Narendra mengernyit heran. Apa maksud ucapan gadis kecilnya ini.
" risih ? Kenapa mas harus risih ? " narendra balik bertanya heran.
" iya mas ren nggak malu dengan penampilan seperti ini ? Apalagi mas jalan sama quin yang juga kumel kayak gini, biasa nya ka mas selalu ganteng, rapi dan perfeksionis " jelas quin. Narendra tersenyum medengar penjelasan quin.
" kenapa harus malu ? Toh dengan seperti ini mas bisa jalan dengan santai tanpa harus mendengar bisik - bisik yang membuat telinga panas " jawab narendra sambil mencubit ujung hidung quin dengan gemas.
" huuuu iya iya yang banyak fans, " goda quin. Merek berdua tertawa.
" eh iya, sayang. Jika kta tidak jadi menonton, bagaimana jika kerumah mas ? Ibu mau bertemu " kata narendra.
__ADS_1
" APA ?"