Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 59


__ADS_3

" jadi, apa rencana pernikahannya harus di tunda ?" tanya ibu memecah keheningan setelah semua nampak kekenyangan.


" nggak "


" jangan "


Narendra dan quin menjawab serentak. Sejenak mereka diam kemudian saling memandang. Tak lama kemudian masing - masing malah mengalihkan wajah karena malu dengan apa yang mereka ucapkan.


Tingkah malu - malu mereka menjadi hiburan tersendiri untuk para tetua. Sedangkan kawula muda yang hanya menyimak pembicaraan ini. Karena mereka paham ini sedang membahas hal serius.


" jadi ?" ibu menuntut jawaban.


"ehm, nggak usah di tunda bu, aku nggak mau menunggu lagi " awab Narendra dengan nada lirih pada jawaban terakhirnya tapi masih bisa di dengar oleh quin. Quin merona merah mendengar apa yang di katakan oleh narendra.


" jadi, tetap di laksanakan sebulan lagi ya, " putus ibu yang di angguki oleh narendra dan quin. Ratih dan arjuna hanya ikut terdiam menyimak ucapan yang telah di wakilkan oleh yulia.


" baiklah kalau begitu. Sekarang kalian berdua fokus saja pada pekerjaan kalian. Untukmu ren, kamu harus fokus ke kesehatan dan pemulihan mu dulu. Biar semua persiapan ibu dan bibi ratih yang urus. Dan untuk persyaratan surat / beerkas - berkas pernikahan mu dan quin akan diurus oleh evin dan arjuna. " pungkas ibu menjelaskan perencanaannya.


" benar kata ibu mu ren, kamu harus fokus sama pemulihan mu, biar semua kami yang urus " ratih menyahut menyetujui rencana yulia.


Quin dan narendra saling menatap lagi dan tersenyum. Mereka mengangguk setuju. Bukankah mereka patut bersyukur, karena di kelilingi oleh orang - orang yang menyayangi mereka.


yulia, ratih dan arjuna sedikit menjauh untuk mulai menentukan konsep dan segala perintilan pernikahan narendra dan quin.


" kamu bahagia ?" narendra bertanya sambil mengelus rambut quin dengan sayang.


" ehm, quin bahagia, sangat bahagia. Terima kasih mas, mas sudah mau menerima quin dengan semua kekurangan quin, " jawab quin tulus.


" kamu ngomong apa sih ?aku yang harus nya berterima kasih kamu mau menerima pria datar plus dingin seperti kanebo kering ini, " kata Narendra melucu. Quin tergelak mendengat pengakuan narendra.


" kamu mau bulan madu ?" tanya narendra. Quin tersipu mendengar kata ' bulan madu ' yang narendra ucapkan.


" ehm, nggak lah mas, kita di sini saja. Toh juga kita pasti akan sibuk nanti nya setelah kita menikah. " jawab quin. Narendra tersenyum. Tidak ada raut kecewa dengan jawaban quin. Karena bagi nya hanya dengan menghabiskan waktu dengan quin sudah akan menjadi bulan madu untuknya.


" tapi, mas nggak apa - apa kalau kita ngga bulan madu ?" tanya quin saat dia menyadari ika mungkin narendra menginginkan ada nya bulan madu setelah mereka sah.


" nggak juga. Mas akan ikuti kemauan kamu, bagi mas dengan ada nya kamu di samping mas itu sudah cukup, " jawab narendra.


" dih, gombal " ejek quin dengan tersipu.


" serius sayang, " kata Narendra sambil menangkup wajah quin dengan tangannya. Tidak ada interaksi lebih selain mengusap kepala, memeluk dan mengecup ringan kening quin. Narendra begitu apik menahan nafsu nya. Ia ingin memliki quin setelah ada kata sah nanti nya. Dan quin menyukai sisi Narendra yang satu ini.

__ADS_1


" mas harus cepat sembuh, " kata quin sendu.


Hei, mas udah nggak apa - apa. Tinggal pemulihan aja, " jawab narendra menenangkan quin. Quin mengangguk. Keduanya kemudian mengobrol seputar kegiatan dan rencana apa yang akan di lakukan setelah menikah nanti. sementara sadewa, nakula, dan kevin tengah larut dalam perbincangan tentang bisnis.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Seminggu sudah berlalu, narendra sudah di nyatakan pulih dan sudah muli beraktifitas di kantor. Mengingat pernikahannya tinggal 3 minggu lagi, dia mencoba mengerjakan pekerjaannya agar bisa cuti agak lama. Begitu juga dengan quin. Mereka jarang bertemu berdua tetapi selalu menyempatkan diri utuk sekedar video call.


Persiapan pernikahan yang d atur oleh yulia dan ratih juga sudah hampir 50%. Hotel yang akan di gunakan adalah milik A.D Group sedangkan urusan catering dari restoran dari Adipati Group. Tentu nya menggunakan beberapa men dari kafe si kembar karena quin ingin ada sentuhan makanan tradisional yang di setujui oleh yulia dan ratih.


Di kantor arjuna..


Arjuna tengah berkumpul dengan sadewa dan nakula. Ketiga nya tengah berdiskusi dan berakhir dengan lamunan masing - masing orang itu. Nampaknya mereka tengah mengenang sesuatu dalam lamunan mereka.


Arjuna tersadar terlebih dahulu. Dia menyadarkan sadewa dan nakula yang rupa nya ikut - ikutan melamun seperti diri nya.


" kenapa kita malah melamun setelah membicarakan acara pernikahan quin ?" tanya arjuna.


" yah, aku nggak nyang sebentar lagi tanggung jawab kita ke quin akan di ambil alih oleh rendra. Apa ayah sudah yakin akan menyerahkan princess kita kepada rendra ?" bukan menjawab pertanyaan ayahnya, nakula malah mengajukan pertanyaan yang selama ini sedikit menganggu pikirannya. Ia hanya khawatir quin kembali di sakiti oleh pria.


" ayah yakin, rendra anak yang baik. Dia sangat terlihat mencintai quin. Kita hanya haru percaya,, bukannya kita bisa melakukan apapun jika sampai narendra berani menyakiti princess kita ?" jawab arjuna


" ayah benar, dia pris yang tepat untuk princess kita, " sambung sadewa. sadewa sangat tahu kekhawatiran nakula. Karena ia juga merasakan hal yang sama dengan Nakula tapi ia ebih bisa menjaga ekspresi nya.


Ketiga nya kembali terdiam.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Seminggu menuju hari - H.


Narendra tiba - tiba datang ke kantor quin tanpa memberi tahu quin. nampaknya dia ingin memberikan kejutan untuk calon istri nya.


" kita mau kemana mas ?" tanya quin saat narendra mengajaknya keluar.


" ada aja, kejutan dong sayang " sambil membukakan pintu mobil dan menyuruh quin, narendra hanya menjawab secara misterius. Quin menggembungkan pipi nya karena tidak mendapatkan jawaban dai narendra.


Narendra terkekeh dan mengacak pelan rambut quin sambil dia masuk ke mobil dan mulai melajukan kendaraannya menuju suatu tempat yang menurut quin asing.


Setelah beberapa menit berkendara dari perusahaannya, quin dibawa ke sebuah komplek perumahan mewah yang letaknya tidak begitu jauh dari rah quin dan rumah narendra. Jadi berada di tengah - tengah. Biar adil mungkin pikir narendra, ~


Narendra menutup mata quin saat hendak masuk ke gerbang komplek. Quin hanya menurut. Narendra kembali melajukan kemudi nya beberapa ratus meter kemudian.

__ADS_1


Kini di depan keduanya, berdiri gerbang rumah yang menyembunyikan tampilan dari sebuah rumah yang narendra pilih untuk quin. Narendra menuntun quin memasuki pelataran rumah. Dan perlahan membuka penutup mata quin.



di depan mata quin sudah di suguhkan sebuah bangunan ruah berlantai 2 yang nampak mewah dan minimalis secara bersamaan. Quin menatap narendra dengan penuh tanya.


" ini hadiahku buat istriku, " jelas narendra yang paham dengan tatapan quin. mata quin berkaca - kaca mendengar jawaban narendra. Spontan quin memeluk narendra.


" dari mana mas bisa tahu rumah impian quin ?" tanya quin. Ya, quin menatap heran narendra tadi karna ia merasa dejavu dengan desain rumah di depannya.


" mas di beri tahu paman arjuna, kata nya ini gambaran kamu saat alm. Ayah dan bunda masih ada, " jawab narendra. quin mengangguk mendengar kata narendra.


" kapan mas menyiapkan ini ?" tanya quin.


" sebenarnya setelah mas memintamu sebagai kekasih, mas lebih dahulu menemui paman arjuna. Dia menginterogasi mas saat itu ," kekeh narendra saat mengingat perdebatan kecil antara dia dan arjuna. Lebih tepatnya adalah serbuan pertanyaan arjuna. Dan berakhir persetujuan dengan hubungan narendra dan quin. Dan akhirnya arjuna memberi tahukan tetang beberapa impian quin.


" mas langsung membeli tanah di sini dan mulai menyiapkan pembangunan nya. " cerita narendra. Quin semakin mengeratkan pelukan nya.


" terimakasih mas, " lirih quin sambil sesenggukan.


" ayo kita masuk dan melihat isi dalam nya, " ajak narendra. Quin mengangguk dan mereka mulai masuk rumah.





( sumber gambar : googe )


Quin dan narendra melakukan tour kecil untuk melihat suasana rumah. Quin terlihat antusias dengan desain interior yang ternyata narendra sendiri yang turun tangan.


" kamu suka ?" tanya narendra saat sudah berada di luar. Mereka memang memutuskan untuk hanya melihat - lihat saja.


" suka, sangat suka mas, terima kasih," jawab quin dengan binaran bahagia.


" nanti perabotan lainnya menyusul, kamu bisa memilih dan menata nya sesuai keinginan kamu , " kata narendra. Quin mengangguk.


kedua nya memutuskan untuk makan siang sebelum kembali ke kantor.


.

__ADS_1


.


__ADS_2