Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 44


__ADS_3

Quin seketika berhenti saat narendra selesai berbicara .


" APA ?"


Quin berteriak cukup kencang sebelum akhirnya menutup mulutnya dan menoleh ke kanan dan kiri. Untung saja mereka sudah dalam perjalanan menuju baseman tempat parkir.


" kenapa ? Apa ada yang salah ?" tanya narendra yang juga kaget saat tiba - tiba quin berteriak.


" tadi mas bilang apa ?" tanya quin untuk memperjelas ucapan narendra. Siapa tahu aja ya kan, telinga quin tersumbat pilar penyangga lantai baseman !


" itu, ibu tadi telepon, yang waktu kita di salon. Ibu bilang untuk mas ngajak kamu ke rumah, beliau ingin bertemu dan berkenalan denganmu " ulang narendra lebih detail. Quin menggeplak lengan narendra setengah keras. Narendra meringis sakit.


" kenapa mas nggak bilang kalo ibu mu ketemu quin dari tadi sih " protes quin.


" mas lupa, tadi pas mau bilang, keburu kita ketemu duo ular tadi, " bela narendra santai. Saat ini mereka sudah di dalam mobil dan bersiap untuk jalan.


" tapi mas, bagaimana jika ibu mas nggak suka quin ?" tanya quin dengan mata memelas.terselip nada khawatir di ucapan quin. Narendra terkekeh pelan mendengar ucapan quin. Baru kali ini ia melihat quin khawatir pada sesuatu.


" ibu pasti suka kamu, tenang saja" kata narendra menenangkan quin.


" jadi mau ya mas kenalin ke ibu ?" tanya narendra.


" ya sudah deh, mau " pasrah quin. Narendra tersenyum lega. Ia yakin sang ibu pasti akan langsung menerima pilihan nya. Apa Lagi jika benar ia adalah sahabat dari mendiang orang tua quin dan juga paman quin.


Mobil perlahan melaju dan meninggalkan pelataran parkiran. narendra nampak msih bercakap - cakap ringan. Saat ini quin mengirim foto narendra dan diri nya yang berpenampilan cupu ke ponsel kevin.


πŸ“₯


om kev


" alamaaakkkkk,, siapa ini "


πŸ“€


om kev


" ganteng dan cantik kan om "


πŸ“₯


om kev


" kamu apa kan rendra, bocah songong "


πŸ“€

__ADS_1


om kev


" hi hi hi "


Quin nampak cekikikan melihat balasan dari kevin. Narendra mengernyit heran saat melihat quin yang tertawa saat melihat ponsel nya.


" kamu chat an sama siapa, hm " tanya narendra dengan nada dingin. Quin terkesiap mendapati nada narendra yang sepeti... Cemburu. Quin terkekeh pelan.


" quin kirim foto mas saat tadi baru di make over mbak jo ke om kev " cengir quin menjelaskan. Seketika hati narendra mereda.


" nakal " narendra menyentil ujung hidung quin. Ia kembali fokus menyetir.


" eh mas, kita nggak bawa apa - apa buat ibu mas ? Tiba - tiba quin teringat jika diri nya tidak membawa oleh - oleh untuk camer nya, cih camer, pede nian kau quin.


" udah nggak apa - apa, ibu pasti senang dengan kedatanganmu. Lagian kan kita dadakan datangnya kesana, " narendra menjawab santai. tentu saja quin cemberut, bagi nya tidak sopan jika bertamu ke tempat orang apalagi ii orang tua kekasihnya tanpa membawa buah tangan.


" ibu suka apa mas ?" tanya quin tidak ingin mengalah.


" ehhm. Apa ya, bu jika dulu di london selalu bikin jajanan pasar indonesia sih, kayak onde - onde isi kacang hijau itu " jawab narendra mengingat - ingat. ( buntib nggak tahu ya, di london ada apa tidak jajanan pasar indonesia. Mungkin jika membuat sendiri masih bisa dengan membawa bahannya dari indonesia ).


" hem, coba nanya mas prapto. Kali aja dia bisa bikin dan bawa buat ibu " gumam quin sambil sibuk memencet ponsel mencari nomer telepon kafe si kembar.


" assalamualaikum, mbak. Ada mas prapto nya ?"


" ..... "


" ..... "


" mas prap,bisa bikinin onde - one isi kacang ijo kah ?"


" .... "


" maaf dadakan mas, mau buat di bawa ke rumah mas ren "


" .... "


" 100 pcs cukuplah mas, nggak apa - apa "


" .... "


" hah ? Serius mas ? Bisa kebetulan banget. Hi hi hi rejeki quin sholehah "


" .... "


" oke oke, nggak apa - apa, sekalian putu ayu nya juga deh, quin bentar lagi otewe kafe ya, "

__ADS_1


" .... "


" iya mas, makasih ya mas, sayang mas prap banyak - banyak."


" .... "


" waalaikum salam "


Quin lega dan puas saat selesai menelepon prapto untuk membuatkan kue yang akan di bawa untuk ibu narendra.


" kenapa ? Mas prap bisa buat nya ? Dadakan kayak gini kan kasian " tanya narendra.


" nggak bikin kok, malah udah jadi " jawab quin sambil masih berfokus pada ponselnya. Rupa nya ia sedang melakukan pembayaran untuk kue - kue pesanan nya.


" maksudnya bagaimana ? Udah jadi kue nya ?" anya Narendra heran. Quin selesai dengan pembayarannya dan segera memasukkan ponselnya ke tas nya. Dia fokus dengan pertanyaan narendra.


" iya udah jadi mas, jadi tadi tuh kata mas prap ada yang pesen onde - onde sama putu ayu buat dessert sebuah perjamuan. Tapi ternyata acara nya di undur jadi besok siang. Sedangkan hidangan nya sudah siap dan sudah di packing. " jelas quin sambil tersenyum.


" jadi, ini yang kamu bilang rejeki quin sholeha ?" narendra geleng - geleng kepala melihat qui yang kembali cekikikan.


" jadi kita mampir ke kafe dulu ?" tanya narendra. Quin mengangguk. Narendra mengarahkan kemudi nya dan mulai mengarahkan nya ke arah kafe si kembar.


Tak sampai 15 menit, mereka sampai di pelataran parkir untuk pelanggan " JAWA BAHAGIA'S CAFE " milik sadewa dan nakula. Quin segera turun dan menuju ke dapur. Ia dan Narendra sudah mengganti pakaian dan menghapus penyamarannya tadi.


Quin menemui prapto yang sudah menunggu di depan ruangan dapur. Ia segera meminta box pesanan nya setelah sedikit menyapa awak dapur. karena takut kemalaman, quin bergegas menuju mobil narendra dan kedua nya segera meluncur menuju komplek perumahan yang di tempati oleh ibu quin.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


jam 19.30 akhirnya Narendra dan quin sampai di pelataran rumah mewah yang di tempati oleh ibu narendra, kevin, dan narendra sendiri. Meskipun narendra dan kevin jarang tidur di sini dan lebih memilih tidur di apartemen yang lebih dekat dengan kantor.


Rumah ber lantai tiga dengan style Mediterania tropis ini nampak terlihat asri. Di dukung dengan halaman depan yang di penuhi dengan bermacam - macam jenis bunga yang nampak terawat dengan apik.di samping rumah terlihat gazebo untuk bersantai lengkap dengan tempat untuk ber barbeque dan ada kolam renang yang cukup luas. Quin juga nampak beberapa pohon buah yang tumbuh di pinggiran kolam renang. Nampaknya ibu dari kekasihnya ini menyukai konsep garden untuk menghabiskan waktu stirahat nya.


saat mulai beranjak turun dari mobil, kembali tangan quin mendingin. Keringat dingin mulai ia rasakan di telapak tangannya. Narendra meraih dan menggenggam tangan quin untuk menenangkannya. Senyuman lembut narendra membuat hati quin sedikit tenang,


TING TONG TING TONG


" assalamualaikum, " narendra mengucapkan salam.


CKLEK


Pintu terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya se usia bibi nya ratih. Mungkin sekitar dua tahun lebih tua dari ratih .


" waalaikum salam, rend kenapa nggak bil ... "


Omelan khas bu nya terhenti saat sosok wanita itu menatap lamat quin. Memindai quin dari atas bawah. Quin semakin gugup di buat nya.

__ADS_1


" RO, RORO ?"


__ADS_2