Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)

Quinsha (Nona Muda Tersembunyi)
bab 48


__ADS_3

" mas ren mau bermain denganku ?" tanya quin dengan senyuman penuh arti. narendra ikut tersenyum saat menyadari jika kekasihnya ini pasti punya rencana.


" jadi ? Apa yang kini sedang kamu pikirkan di otak kecilmu ini, huh?" tanya narendra seraya mengelus kepala quin yang sudah duduk kembali. Quin nampak sudah mengotak atik ponselnya. Entah sedang menginstruksikan sejumlah perintah kepada beberapa anak buah nya.


" nampak nya kita harus mengunjungi mbk jo lagi mas, " jawab quin masih penuh dengan misteri. Narendra menghela nafas dan hanya akan menuruti apa yang akan di rencanakan oleh kekasihnya ini.


" baiklah, baiklah. Sekarang makan dulu. Kevin sudah merengek agar mas segera kembali ke kantor, " kata narendra. Kedua nya kemudian nampak meneruskan jadwal makan siang mereka yang sempat terganggu dengan telepon rika tadi.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Sementara itu di saat yang bersamaan..


Kafe " JAWA BAHAGIA'S CAFE '..


Rika nampak sudah menelepon quin dan sudah mendapat ijin perihal ruangan pribadi nya yang akan di sewakan itu. Rika tersenyum sadis.


' dasar anak ini, masih saja tak tanggung - tanggung jika ingin bermain. Hah, sungguh kejutan apalagi yang akan ia persiapkan nanti malam.' batin rika.


Rika segera menuju ruangan tempat pemesanan yang di sana masih terdapat dua wanita paruh baya yang terlihat angkuh. Rika menyiapkan amunisi untuk tetap tersenyum palsu kepada kedua nya. Staff yang bertugas di beri kode utuk diam. Pertanda ia sendiri yang akan menjelaskan.


" bagaimana ?" tanya salah satu wanita itu. Masih terlihat angkuh dan sombong nampaknya.


" pemilik VIP 1 mengijinkan ruangannya untuk di pesan malam ini nyonya, " jawab rika dengan tersenyum ramah.


" hah, apa aku bilang ! Dia pasti mengijinkan kami menyewa nya setelah mendengar nama keluarga kami kan ! Jangan macam - macam dengan keluarga kami ! Bakan kedua anak kami bekerja di ADIPATI Group ! Anak - anak kami mengenal pemiliknya ! " ucap wanita paruh baya itu lagi.


' sombong, mereka belum tahu kalo pemilik VIP 1 adalah nona muda adipati ' rutuk tiga staf yang pertama kali melayani mereka.


' ya ya ya, jelas kedua orang anak kalian mengenal quin, nantikan saja kejutan dari nya ' batin rika.

__ADS_1


" pemilik VIP 1 juga memberikan free biaya untuk acara ini, nyonya. Beliau berkata jika in hadiah untuk rencana pernikahan kedua anak nyonya " rika menyampaikan amanah quin dengan sopan dan santai. Sedangkan kedua wanita paruh baya itu melongo saat mendengar apa yang di katakan rika.


" maksudmu ? jadi kami tidak bayar ?" tanya salah satu nya lagi.


" ya benar nyonya, biaya pemesanan ruangan beserta jamuan lengkap tidak perlu membayar. Nanti pemilik VIP 1 juga akan menyapa anda sekeluarga, " awab rika lagi.


Dua orang it nampak berbinar mendengar kata free biaya itu. bukan apa - apa, untuk memesan ruangan di kafe ini cukup menguras kocek untuk ukuran sebuah kafe. Apalagi ini VIP 1 yang tidak pernah fi sewakan untuk umum. Dan lagi, sang pemilik nanti nya akan menjamu mereka sekeluarga.


Jika mereka tahu siapa sang pemilik, entah ekspresi apa yang akan mereka perlihatkan nanti nya.


" bagus, bagus, sangat bagus. Dengan ini kami puas. Anggap saja kompensasi dengan ketidakbecusan kerja karyawan kalian ini " tunjuk wanita itu kepada tiga staff yang tadi sempat menolak mereka.


Ke tiga nya hanya mencibir dan menelan makian diam - diam dalam hati.


" sekali maafkan kami nyonya, semoga anda nnti menikmati ' jamuan ' dari kami " kata rika dengan tersenyum penuh arti. Kedua wanita itu langsung melengos pergi setelah mendapatkan apa yang mereka mau.


Seketika raut wajah rika berubah 180 derajat. Senyum ramah yang di tampilkan tadi berubah menjadi seringai an sadis.


" hah, jika bukan permintaan quin sudah ku usir dua ratu ular itu " keluh rika sambil meninggalkan ruangan pemesanan menuju ruangannya sendiri.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


" akhirnya anak - anak kita akan menikah ya jeng, " kata farah, ibu bagas.


" benar jeng, untung saja anakmu itu membuang si anak yatim itu dan mendapatkan sara, jika tidak, annakmu nggak akan bisa masuk ke ADIPATI Group kan , " kata yola, ibu sara.


' jika bukan karena ingin masuk ke perushaan itu dan karena keluarga kalian yang kaya aku juga tidak sudi di rendahkan seperti ini ' batin yola yang tersinggung dengan ucapan ibu sara ini. Seolah - olah karena sara lah bagas bisa masuk adipati.


' hah, karena sara tidak bisa menggoda tuan muda aldebaran, dia malah jadi nya nikah sama agas. Tapi bagus lah, bagas bisa menjadi kambing hitam cadangan nanti nya untuk rencana mas rudi.' batin yola.

__ADS_1


Weh weh weh, ada apose nih. Ternyata dua - dua nya mempunyai maksud masing - masing. !


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Sementara kedua keluarga yang kata nya besar itu sedang bersiap untuk membahas pernikahan antara anak - anak mereka, quin dan narendra juga tengah mempersiapkan diri mereka untuk ' bermain dengan dua keluarga itu.


Quin dan narendra kembali mendatangi salon jonathan untuk di make over lagi.


" jadi, kita akan membuka identitas kita malam in ?" kata narendra.


" ehm, iya. Kurasa aku sudah terlalu lama membiarkan mereka enggerogoti uang perusahaan. Terlebih mereka sudah mulai berani mengambil uang pusat, " yakin quin dengan miris. narendra mengangguk paham. Siapa di dunia ini yang akan senang jika di curangi ?.


Mereka segera menemui jonathan yang sebelumnya telah quin hubungi untuk merubah penampilan mereka lagi. Jonathan tidak ambil pusing dengan permintaan quin yang memang selalu nyeleneh ini.


.


sudah jam setengah delapan malam. Quin dan narendra sudh siap dengan dadanan mereka. Mereka memutuskan untuk berangat menuju kafe si kembar. Memang lebi awal dari pada waktu pertemuan dua keluarga besar itu, tapi quin ingin makan terlebih dulu. Mungkin dia sedang menyapkan cadangan energi unuk menghadapi dua keluarga racun itu. Entahlah ~


saat sudh sampai di kafe. Kedua nya segera menuju dapur dan memilih menyantap makan malam mereka di ruangan prapto dengan tenang sembari menunggu kedatangan keluarga sara dan bagas.


πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨


Tak lama kemudian, tepat jam 20.00, mereka mulai berdatangan. Quin mengintip lewat celah dapur. Terlihat keluarga bagas yang datang terlebih dahulu dan memasuki VIP 1. Quin berdecih saat ruangan pribadi nya di masuki keluarga itu, selang 10 menit kemudian barulah nampak keluarga sara datang. Mereka begitu terlihat angkuh dan sombong karena berhasil mem booking ruangan VIP 1 yang legendaris.


Quin dan narendra saling bertatapan sebelum akhirnya bergndengn tangan dan enuju ke ruangan VIP 1 .


Terlihat celah pintu yang tidak tertutup sempurna, quin langsung mendorongnya bgitu saja dan segera atensi di dalam berpindah ke arah nya.


PROK PROK PROK

__ADS_1


" heh, apa yang kau lakukan di sini, anak yatim piatu !


__ADS_2