
Lia menatap kerah Steve, seperti ingin bertanya sesuatu padanya, Steve menghindari Lia, tapi Lia mengejar Steve karena penasaran.
"Steve, tunggu!" teriak Lia.
Tapi Steve langsung menaiki mobilnya dan pergi, Lia merasa kecewa karena Steve menghindarinya. Lia curiga Steve akan menemui Kai, jadi Lia memutuskan untuk mengikuti Steve diam-diam.
Sesampainya dirumah orang tua Kai, Steve turun dari mobil nya tanpa menyadari Lia sedang mengikutinya.
Lia heran tempat apa yang didatangi Steve, bukan rumah, tapi seperti istana, begitu besar dan megah. Lia mengikuti Steve yang masuk kedalam rumah itu.
'Ada perlu apa Steve kesini? ini rumah siapa?' batin Lia sambil berjalan membuntuti Steve.
Sesampainya di depan kamar Kai, Steve masuk kedalam. Lia mengintip dari balik pintu kamar Kai, Lia penasaran siapa yang ditemui oleh Steve didalam kamar itu.
Lia melihat seseorang berbaring ditempat tidur itu, tapi Lia tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang itu. Steve terlihat sangat sedih melihat orang itu berbaring ditempat tidur.
'Siapa laki-laki yang ditangisi Steve? kenapa Steve menangis untuknya. Dan siapa pria dan wanita yang bersama Steve itu?' batin Lia.
Lia mendengarkan Steve berbicara dengan seorang pria dan wanita yang ada didalam kamar itu. Lia semakin penasaran, Dia memutuskan menyelinap masuk kedalam kamar itu, dan mendengarkan percakapan mereka.
"Pa, bagaimana selanjutnya?" tanya Steve.
"Kita hanya bisa pasrah saja Steve, tidak ada yang bisa kita lakukan lagi sekarang." ucap papa Kai.
"Tapi pa, bagaimana jika Kai tidak bisa kembali membuka matanya? bagaimana jika akan meninggalkan kita untuk selamanya?" ucap Steve sambil meneteskan air matanya melihat Kai yang masih berbaring diranjang itu.
Lia terkejut Steve menyebut nama Kai, Lia semakin penasaran. Lia berpikir mungkinkah yang berbaring diranjang itu adalah Kai seseorang yang dia sayangi.
'Apa maksudnya? kenapa Steve menyebut nama Kai.' batin Lia.
Rasa penasaran Lia semakin kuat hingga dia tidak bisa bersembunyi lagi, akhirnya Lia memutuskan untuk menampakkan dirinya dihadapan Steve dan papa, mama Kai.
Steve sangat terkejut melihat Lia ada dikamar Kai, papa dan mama Kai juga heran kenapa Lia bisa dikamar Kai. Semua terdiam menatap kearah Lia, dan pada akhirnya Steve mulai mendekati Lia.
"Lia ..." ucapan Steve terhenti saat melihat Lia tercengang menatap ke arah Kai yang masih menutup matanya.
Lia syok melihat keadaan Kai yang masih menutup matanya, Lia mendekati Kai dengan kaki yang gemetaran. Seakan tidak sanggup melangkahkan kaki untuk mendekat.
Papa dan mama Kai hanya diam, mereka tidak tau apa yang terjadi saat Lia mendekati Kai. Jika Lia berkenan, dia bisa memulihkan Kai seperti dulu, tapi mungkin Kai akan melupakan siapa dirinya.
Lia duduk didekat tempat tidur Kai, dan menatap Kai dengan mata yang berkaca-kaca seakan tidak bisa menahan air matanya yang ingin menetes.
"Kai ... Kai kenapa kamu seperti ini?" ucap Lia lirih, sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
Lia benar-benar tidak bisa membendung air matanya yang keluar saat dia melihat kondisi Kai yang melemah.
"Kai, buka matamu ..." ucap Lia, pipi Lia basah dengan air matanya.
"Lia, Kai ..." ucapan Steve terpotong.
"Diam! bukankah kamu tau kalau keadan Kai seperti ini? tapi kenapa kamu merahasiakannya dariku!" bentak Lia pada Steve.
Steve hanya terdiam karena dia memang merasa bersalah pada Lia. Steve hanya menerima semua kemarahan dan caci maki Lia padanya.
"Lia, tenangkan dirimu. Semuanya bisa dibicarakan baik-baik." ucap papa Kai.
Mata tajam Lia menatap papa dan mama Kai, dengan emosinya yang memuncak, Lia mendekati mereka berdua.
"Kamu, siapa kamu?" tanya Lia.
"Lia, mereka papa dan mama Kai." ucap Steve.
"Jika kalian orang tua Kai, kenapa kalian hanya diam saja melihat putra kalian terbaring seperti ini?!" ucap Lia.
Papa dan mama Kai hanya terdiam, mereka sangat mengerti perasaan Lia.
"Lia stop! mereka juga orang tuaku, kita sudah berusaha sekuat mungkin untuk membangunkan Kai, tapi semuanya sia-sia." ucap Steve.
Steve membentak Lia dan tidak sengaja mengatakan kalau hanya Lia yang bisa memybuhkan Kai dengan darahnya.
"Kai bisa sembuh, asal kamu bersedia memberikan darahmu padanya." ucap Steve.
"Apa?" Lia terkejut mendengar ucapan Steve.
"Steve, apa yang kamu katakan." ucap papa Kai.
Steve sangat emosi sampai tidak tau apa yang telah dia ucapkan pada Lia. Tapi nasi sudha jadi bubur, Lia memikirkan perkataan Steve sambil memandang Kai.
Lia belum memberikan jawabannya, tapi Lia pergi dari rumah orang tua Kai. Steve tidak mengejarnya karena Steve sangat emosi pada Lia karena dia sudah membentak orang tua Kai yang sudah dia anggap orang tua sendiri.
Lia berlari keluar sambil menangis mendengar perkataan Steve, dia bingung harus bagaimana. Diluat hujan sangat lebat, alia berteduh di balik pohon besar yang ada didalam hutan.
Arnes tiba-tina datang dan mendekati Lia, Lia terkejut melihat Arnes didekatnya secara tiba-tiba.
"Arnes, kamu disini?" tanya Lia.
"Ya, tadi aku tidak sengaja melihat kamu disini, jadi aku ikut berteduh disini." ucap Arnes.
__ADS_1
Arnes yang picik mengambil kesempatan saat Lia sedang bersedih dia mendekatinya. Lia tidak menaruh kecurigaan sedikitpun pada niat buruk Arnes.
"Lia, kenapa kamu bersedih?" tanya Arnes.
"Ah, nggak. Nggak apa-apa kok." ucap Lia sambil tersenyum.
Lia berusaha menyembunyikan kesedihannya pada Arnes. Tapi Arnes masih mendesaknya menceritakan kesedihannya.
"Arnes, maaf. Aku tidak bisa menceritakannya padamu." ucap Lia.
"Lia, tatap aku. Kamu bisa bersandar dibahuku atau memelukku juga tidak apa-apa." ucap Arnes.
Lia memandang mata Arnes dengan tidak sengaja, dan Arnes menghipnotis Lia dengan tatapan matanya. Lia tidak sadar, dia memgikuti semua ucapan Arnes.
Arnes merasa menang dari Kai, karena spai sekarang Kai tidak sadarkan diri. Dan Arnes akan menjadikan Lia seperti dirinya, Arnes ingat waktu Lia diam-diam memgetahui kebusukan dirinya membunuh pria paruh baya di tengah malam.
Arnes dendam ingin menghabisi Lia, tapi Arnes betubah pikiran, dia ingin Lia menjadi pendampingnya.
"Lia, bolehkah aku mencium lehermu." ucap Arnes sambil menyibakkan rambut Lia.
Lia hanya bisa diam dan pasrah saat itu, Lia tidak sadar apa yang dia lakukan. Lia membalas ciuman Arnes sampai pada Arnes menciumi lehernya.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG: Blue Flower
__ADS_1