Rahasia Sang Pemburu Darah

Rahasia Sang Pemburu Darah
Chap_21.


__ADS_3

Saat diperjalanan, Angel memandangi Kai yang sedang mengemudi mobilnya, Kai menyadari Hal itu. Lalu Kai bertanya kepada Angel kenapa dia selalu melihat Kai tanpa berkedip mata.


"Hmm, ada apa? apa aku setampan itu sampai kamu tidak mengedipkan mata memandangiku." Kai bertanya dengan sedikit menggoda Angel.


"Apaan, pede bener kamu Kai. Aku hanya heran aja, lama ya kita tidak bertemu dengan Velly," kata Angel.


Pertanyaan Angel mengejutkan bagi Kai, sesaat Kai mengingat waktu terakhir kali bertemu dengan Vellani. Kai baru ingat kalau Velly sahabatnya itu menghilang setelah bertemu dengannya di rumah sakit.


Angel menepuk bahu Kai dan membuyarkan lamunannya. "Ada apa?" Angel bertanya pada Kai yang menghentikan mobilnya tiba-tiba.


"Tidak, aku merasa aneh dengan Velly. Aku curiga dia ikut Klan Hybrid bersama Vino," ucap Kai.


Kai lalu menjalankan mobilnya kembali. Angel berpikir untuk apa dia mengikuti Vino bersama Klan Hybrida. Bukannya Vellani sangat membenci Vino.


Angel masih bertanda tanya di dalam pikieannya sambil melihat


ke arah jalanan yang di lewatinya bersama Kai. Tiba-tiba mobil Kai terhenti kembali.


"Aduh." Kepala Angel terbentur karena Kai mengerem mobilnya secara mendadak.


"Ada apa lagi Kai." Bentak Angel kesal karena merasa kesakitan.


Kai tidak berkata apa-apa dia langsung turun dari mobilnya, Angel baru tau kalau ada gadis yang terserempet oleh mobil Kai. Angel Langsung mengikuti Kai turun dari mobilnya juga.


Saat Kai mendekati gadis itu, dia sudah tergeletak di pinggir jalan. Kepalanya terbentut Trotoar. Kai mengangkat dan menyibakkan rambut panjang gadis itu yang menutupi wajahnya.


Angel dan Kai terkejut ternyata dia adalah Velly, Akhirnya Kai dan Angel membawa Velly pulang ke rumah Kai agar bisa di obati oleh papanya.


***


Sesampainya di rumah kai langsung membawa Velly masuk ke dalan kamar Angel. Dan Angel pun memanggil papa Kai.


"Pa, aku tadi ..."


"Aku tau, Angel sudah menceritakannya padaku. Kalian kaluarlah dulu aku akan memeriksanya." Papa Kai menyuruh Kai dan Angel keluar dari kamar itu.


Kai dan Angel akhirnya keluar dari kamar Angel, Angel masih berpikir kenapa tiba-tiba Velly bisa ada di depan mobil mereka. Entah di sengaja atau tidak, tapi Angel punya pikiran negative pada Velly.


*Angel memiliki kekuatan bisa melihat masa depan dan masa sekarang.

__ADS_1


Jadi apa yang dia rasakan tentang Velly pasti ada alasannya, Angel merasa Velly mempunyai niatan jahat pada Kai. Tapu Angel belum bisa memastikan dengan jelas apa niat Velly.


Karena kadang penglihatan Angel sering luput dari kebenaran yang ada. Jadi Angel harus mencari bukti sebelum mengatakan semuanya pada Kai dan keluarganya.


Papa Kai memanggil Kai dan Angel, mereka pun langsung masuk ke dalam kamar Angel. Velly saat itu sudah membuka matanya, dan dia tersenyum pada Kai dan Angel.


Angel dan Kai membalas senyuman dari Velly. Kemudian papa Kai berkata kalau Velly cuma cedera di kakinya untuk sementara waktu.


"Jadi dia tidak bisa berjalan untuk sementara waktu gitu pa," kata Kai.


"Iya, seperti yang aku bilang tadi. Dia harus pakai kursi roda untuk sementara waktu." Papa Kai langsung membereskan peralatan medisnya.


Kai duduk di dekat Velly yang terbaring di ranjang Angel. "Vel, maaf ya. Gara-gara aku kamu jadi kayak gini." Kai memegang tangan Velly. "Nggak apa-apa Kai santai aja, kamu kan juga tidak sengaja." Velly tersenyum pada Kai.


Angel mulai geram sama sikap temannya itu yang mulai kegenitan sama kakak sepupunya. Tapi Angel menahan dirinya agar tidak terlalu ketauan kalau dia curiga pada Velly.


"Vel, gimana kalau besok kita sekolah sama-sana biar aku bisa jagain kamu." Angel menyela perbincangan Kai dan Velly.


Kai yang mendengar ucapan Angel menjadi tertawa. Bukan karena lucu, tapi aneh. "Sini deh adikku yang cantik." Kai menyuruh Angel duduk dan dia menyentuh kening Angel.


"Masih normal kok." Kai melanjutkan tawanya disela-sela kebingungan Angel.


Velly tertawa melihat tingkah kocak Angel dan Kai. Suasana yang tadi nya hening, kini sudah menjadi ramai karena kelakuan Kai dan Angel yang suka menjahili satu sama lain.


Tapi Angel masih bingung kenapa Kai ketawa saat dia bilang sekolah bersama ke Velly. Angel mulai bertanya pada Kai atas kelakuan dia yang tiba-tiba menertawainya itu.


"Kai, kenapa kamu tertawa? apa aku ada salah bicara," tanya Angel.


"Nggak, nggak ada salah bicara kok. Cuma Velly kan nggak sekolah, kamu malah ngajakin dia berangkat sekolah sama-sama. Siapa yang nggak ketawa," jawab Kai amsih dengan nada terkikik tawa.


Angel merasa jadi **** seketika saat mendengar penjelasan Kai yang menertawainya. Angel malah ikut tertawa setelah mengingat pertanyaannya yang konyol pada Velly.


"Sudah, sudah. Kalian istirahat saja dulu, beaok kan kalian harus sekolah." Velly mulai berbicara.


"Velly juga akan sekolah bersama kalian besok," kata Papa Kai yang tiba-tiba ikut berbicara dari pintu kamar.


Kai, Velly dan Angel terkejut mendengar perkataan Papa Kai. "Om, om serius?" Velly beratanya kembali pada Papa Kai yang dia kenal sejak kecil dengan panggilan Om Roy.


"Iya, mulai besok kamu akan sekolah bersama mereka. Tapi, Kai kamu harus menjaga Velly dengan baik," sahut Papa Kai.

__ADS_1


"Om, kan ada aku," kata Angel.


"Tidak bisa Angel, Kai harus bertanggung ajwab atas perbuatannya." Papa Kai kemudian langsung pergi setelah memperingati Kai.


Velly tersenyum melihat Kai yang menghela napas panjang setelah papanya pergi. "Kai, nggak udah dipikirkan. Aku bisa sama Angel aja kok," kata Velly sambil tertawa.


"Yah, sepertinya memang harus menyetujui apa yang papa ucapkan kalau aku masih mau dianggap anak sama dia." Kai melenguh dan kemudian tertawa kembali.


Kai kemudian kembalu ke kamarnya untuk beristirahat. Velly tidur bersama Angel. Karena hari memang sudah malam, mereka pun beristirahat untuk menyambut hari esok.


Mama dan Papa Kai membicarakan tentang pendaftaran sekolah Velly besok di sekolah Kai bersama Angel. Mama Kai hanya menurut saja pada pendapat papa Kai.


"Besok kamu saja yang urus semuanya," kata Mama Kai.


"iya, baiklah. Kamu memang selalu mengandalkan aku," ucap Papa Kai sambil memeluk istrinya yang tercinta itu.


Mama Kai hanya tersenyum menyambut pelukan suaminya. Terdengar suara keras seperti sesuatu yang terjatuh dari atas, Papa Kai langsung berlari keluar.


.


.


.


.


.


MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...


**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...


DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...


NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...


TERIMA KASIH ...


IG : Blue Flower

__ADS_1


__ADS_2