Rahasia Sang Pemburu Darah

Rahasia Sang Pemburu Darah
Chap_31.


__ADS_3

"Lia tunggu!" Steve berteriak memanggil Lia yang berlari ke arah tendanya.


"Kenapa lagi? aku mau istirahat." Lia mengusap air mata yang masih terus mengalir di pipinya.


Steve menahan Lia, dia memegang tangan gadis yang dia kasihi itu. Ia tau betapa hancur perasaan Lia saat Kai mengucapkan kata-kata itu di depan banyak murid-murid yang lain.


"Aku tau, kamu pasti sangat sedih. Lupakanlah dia, masih banyak yang menyayangimu sepenuh hati." Steve mencoba meyakinkan Lia agar tidak bersedih kembali.


Lia hanya tersenyum, tapi senyuman itu bukan tulus dari hati ataupun senyum senang, Melainkan senyuman kesal. Dia tetap tidak mau menghadap Steve, dia memilih untuk membelakangi laki-laki itu. Dia hanya tidak ingin laki-laki yang sedang bersamanya saat ini hanya berbelas kasih padanya.


Disisi lain, Kai bersenang-senang bersama teman-temannya yang lain, sejujurnya dia masih kepikiran pada Lia. Dia hanya tidak ingin terus berlarut dalam penyesalan atas apa yang dia lakukan pada gadis kesayangannya itu.


Kai lebih memilih memendam semuanya dalam-dalam agar tidak ada yang tau bahwa dia masih menyayangi Lia jauh dari apa yang Lia pikirkan tentangnya. Ia memilih menghindari gadis yang pernah menjadi tambatan hatinya beberapa saat lalu. Karena dia tidak mau membuat Lia celaka lebih jauh lagi jika masih berada di sisinya.


Malam sudah semakin larut, murid-murid lainnya sudah kembali ketenda masing-masing. Hanya tersisa Kai, Angel dan Joe di dekat api unggun. Angel yang masih penasaran pada kakak sepupunya itu langsung memberanikan diri untuk bertanya tentang hubungannya dengan Lia.


"Kai ...." belum sempat Angel bertanya Kai sudah mengetahui apa yang ada dipikiran Angel.


"Aku sedang tidak ingin membahasnya," ucap Kai dengan nada yang agak sedih tapi wajahnya masih bisa menyiratkan senyuman seakan tidak terjadi apa-apa di dalam hatinya.


Siapa yang tau kalau hati Kai sebenarnya juga sama terlukanya dengan Lia. Tapi ia mencoba tegar dan menguatkan hati agar Lia juga bisa merelakan dan melupakan dirinya. Agar gadis yang ia sayangi itu berpikir bahwa dirinya sangat kejam dan membencinya.


"Kai, kamu bisa bodohi semua orang. Tapi tidak dengan hatimu," ujar Joe yang duduk di samping Kai.


"Iya, kamu benar. Tapi kamu juga salah, hatiku tidak apa-apa dan kenapa aku harus membohongi hatiku?" Kai masih mengelak meskipun Joe mengetahui kebenarannya.


"Senyumanmu palsu Kai. Aku bisa mengetahui semuanya dari raut wajahmu," kata Joe sambil menepuk bahu Kai.


Kai merasa Joe bukanlah manusia biasa, entah Joe itu siapa. Tetapi yang pasti ada yang berbeda saat dia menyentuh Kai. Kai bisa merasakan hawa yang berbeda pada diri seseorang jika dia bukannya manusia biasa.


"Joe, siapa kamu sebenarnya?" Kai langsung melontarkan pertanyaan yang membuat dirinya penasaran.

__ADS_1


"Kai, apa maksud dari pertanyaanmu itu? Joe kan teman kita." Angel yang tidak mengerti ala yang dimaksud oleh kakak sepupunya itu mencoba membela Joe.


Joe terkejut saat mendengar pertanyaan Kai. "Hei, jangan bilang kamu mencurigai aku Kai," ucap Joe sambil tertawa. "Ah, sorry. Aku tidak bermaksud ...." belum selesai Kai bicara Joe sudah memotong pembicaraannya. "Sudahlah lupakan, mungkin kamu butuh istirahat," kata Joe.


"Ah, ya sepertinya begitu. Baiklah aku akan betistirahat dulu. Angel kamu kembaki ketenda sana." Kai menyuruh Angel masuk kedalam tendanya untuk beristirahat.


"Yah, baiklah aku masuk duluan ya." Angel langsung berdiri dan berjalan ke arah tendanya.


'Aku tau ada yang kamu sembunyikan Joe, tapi aku akan mencari tau sendiri siapa dirimu sebenarnya.' batin Kai.


"Baiklah Joe, kita kembali ketenda dan istirahat agar besok bisa siap melakukan tugas yang akan datang lagi." Kai masuk ke tendanya bersama Joe.


Sementara itu Steve masih menemani Lia di dekat tenda Lia. Rana dan Rani yang sudah tertidur pulas, sedangkan Lia masih memimirkan perkataan Kai yang sangat menyayat dihatinya.


"Li, lebih baik kamu tidur. Beristirahatlah agar besok bisa kembali beraktifitas lagi," ucap Steve.


"Iya, makasih udah mau nemenin aku." Lia langsung beranjak dari duduknya.


Steve masih berdiri untuk memastikan Lia masuk ke dalam tendanya. Dia takut gadis yang dia cintai itu akan bertindak di luar akal sehatnya setelah merasa sakit hati karena ucapan adiknya.


"Ya," jawab Steve.


"Lebih baik kamu kembali ke tenda, kamu juga harus beristirahat," ucap Lia.


"Iya, aku akan kembali setelah kamu masuk ke dalam tendamu," kata Steve.


Lia pun masuk kedalam tendanya dan Steve kembali berjalan menuju tenda yang agak jaug dari tenda Lia. Steve satu tenda dengan Kai dan Joe. Saat berjalan ke tendanya, Steve melihat perempuan sedang berjalan ke arah hutan.


Steve yang penasaran memgikuti perempuan itu, dia seperti mengenal perempuan yang diikutinya saat ini. Tapi dia tidak mau mengambil kesimpulan karena takut tebakannya salah. Dia terus mengikuti perempuan itu sampai berhenti di dekatn pohon yang sangat besar.


'Apa yang dia lakukan di tempat seperti ini?' batin Steve.

__ADS_1


Seletika perempuan itu berubah wujud menjadi sosok yang sangat mengerikan saat dilihat dari belakang. Aura hitam yang sangat kuat sehingga Steve sendiri sampai tidak tahan dengan aura perempuan itu.


"Astaga apa ini? auranya sangat kuat. Siapa perempuan ini, kenapa tiba-tiba auranya sangat kuat dan wujudnya sangat mengerikan." Steve masih bertahan di dekat pohon yang rindang, sambil memperhatikan sosok perempuan tadi dari kejauhan.


"Biarkan aku bebas sejenak dan menikmati malam ini sebelum hadir fajar pagi." Perempuan itu berbicara pada dirinya sendiri.


Seperti sudah menahan kebebasan yang sangat lama ia rindukan. Selama ini dia bagai dikurung di dalam sangkar karena kekuatannya sudah lama di segel oleh seseorang yang selama ini merawat dirinya.


Dan malam itu menjadi kesempatannya untuk bebas dalam wujud aslinya yang selama ini disembunyikan. Saat perempuan itu menoleh ke arah Steve yang sedang bersembunyi. Steve sangat terkejut dengan kecantikan yang luar biasa yang di pancarkan oleh perempuan itu.


Benar, dia sangat mengerikan dari belakang karena ular yang mengelilingi tubuhnya. Tapi wajahnya sangat cantik dan bersinar bak sang dewi malam.


'Benarkah apa yang aku lihat ini? dia sangat cantik, meskipun ular mengelilingi lingkup tubuhnya yang begitu indah.' batin Steve yang terheran melihat perempuan itu.


.


.


.


.


.


MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...


**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...


DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...


NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...

__ADS_1


TERIMA KASIH ...


IG : Blue Flower


__ADS_2