
"Ya sudah, aku keluar dulu. Kamu istirahat ya," ucap Steve sambil keluar dari kamar Lia.
'Apa yang aku rasakan ini pasti salah.' batin Lia sambil menutup pintu kamarnya.
Tanpa sengaja Kakek Yee melihat Steve yang baru keluar dari kamar Lia. Kakek Yee sedari tadi mengawasi sikap Steve pada Lia. aneh, tapi Kakek Yee hanya diam saja sebelum memastikan apa yang dia lihat itu benar atau salah.
Steve langsung masuk kedalam kamarnya. Dia langsung merebahkan tubuhnya diranjang kesayangannya itu, dan mulai memejamkan mata tanpa berpikir apa pun.
Lia pun sama, dia langsung memeluk boneka beruang yang menjadi kenangan Kai dan dirinya. Perlahan-lahan mata indahnya mulai terpejam.
***
Keesokan harinya Kai bangun dari tidurnya, Angel yang jahil mulai mengerjai Kai yang masih setengah sadar. Mata Kai masih sedikit tertutup sambil berjalan. Dia tidak tau kalau adik sepupunya itu menaruh cairan sabun didalam kamarnya.
Jelas Kai terjatuh saat menginjak cairan itu. Angel yang diam-diam mengawasinya mulai tertawa terbahak-bahak. Mata Kai sekarang sudah terbuka lebar setelah terjatuh kelantai.
Kai sudah tau kalau itu adalah kelakuan adik sepupunya yang suka iseng. Kai berdiri sambil menahan sakit dipantatnya. Kai berteriak kesal memanggil nama Angel.
"ANGEEELLL!!!" dengan sangat emosi Kai memanggil Angel, tapi adik sepupunya itu sudah melarikan diri duluan sebelum Kai menangkapnya.
Kai mengejar Angel sampai ke meja makan. Saat itu papa dan mamanya sedang sarapan. Kai dan Angel memutari meja makan itu yang membuat mama dan papanya tertawa melihay tingkah laku mereka yang seperti anak kecil itu.
"Kai, Angel. sudah, Ayo sarapan sama-sama," ucap Mama Kai.
"Sebentar ma, aku mau kasih pelajaran dulu sama si Ratu jahil ini." Teriak Kai sambil berlari mengejar Angel yang berlari ke kolam renang.
Saat Angel berlari dipinggir kolam, dia tidak sengaja tergekincir masuk kedalam kolam renang itu. Kai yang melihat Angel jatuh malah tertawa, bukannya menolong Angel, tapi Kai malah meninggalkannya.
Kai berpikir Angel sudah mendapat balasan yang setimpal atas kejahilannya pada Kai. Saat Kai berjalan menuju meja makan, tiba-tiba Angel berteriak minta tolong.
Kai tidak pernah tau kalau adik sepupunya itu tidak bisa berenang. Kai langsung berlari ke kolam renang, dan melompat untuk menyelamatkan Angel.
Angel sudah tidak sadarkan diri. Kai langsung membawa Angel kepinggir kolam renang. Kai berusaha membangunkan Angel, tapi Angel tak kunjung membuka matanya.
Kai sangat panik, akhirnya dia memutuskan untuk memanggil mama dan papanya yang sedang menikmati sarapan di meja makan.
Saat Kai berteriak memanggil orang tuanya, mereka langsung berlari menghampiri Kai yang duduk dipinggir kolam dengan menghadap pada Ange yang masih terbaring.
__ADS_1
"Kai, apa yang terjadi pada Angel?" seru Papa Kai dengan nada terkejut.
"Ma, Pa. Kenapa kalian tidak memberitauku kalau Angel tidak bisa berenang." Kai berbicara dengan nada panik, wajah Kai juga memucat karena Angel masih belum membuka matanya.
"Hmmm ...." Mama Kai mengernyitkan dahinya.
Saat itu Mama Kai tidak sengaja melihat Angel membuka sebelah matanya kemudian dia memejamkannya kembali. Mama Kai mengerti kalau Angel ingin menjahili kakak sepupunya itu lagi.
Mama Kai sedikit tersenyum, senyuman mamanya membuat Kai bingung. Kenapa mamanya bisa tersenyum disaat yang genting seperti ini. Akhirnya Kai mengerti kenapa mamanya itu tersenyum.
Ternyata adik sepupunya itu berniat menjahili Kai untuk yang kedua kalinya di pagi hari. Kai yang sidah mengetahui niat Angel, labgsung melempar Angel kembali ke kolam renang.
Angel terkejut dan berteriak pada Kai karena dia sudah sengaja melempar Angel.ke dalam kolam. Kai tertawa terpingkal-pingkal saat itu. Dia merasa Angel telah gagal mengelabuinya.
"Sudah ah, kalian tidak mau berangkat sekolah? bukankah hari ini ada ujian," ujar Mama Kai.
Kai dan Angel langsung berlari ke kamar merek masing-masing untuk segera mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah.
***
Lia dan Steve sudah sampai di sekolah. Mereka berdua seperti pasangan yang baru jadian. Di perjalanan mereka hanya menghabislan waktu dengan diam satu sama lain tanpa sepatah katapun.
"Oh, hai. Kalian selalu berdua ternyata ya, seperti pasangan saja." Angel menyapa Lia dan Steve tapi dengan sedikit mengejek.
"Angel, jaga tata bicaramu!" Steve menjawab sapaan Angel dengan nada kesal.
"Sudahlah Angel, jangan memulai pahi yang indah ini dengan emosi," ucap Kai sambil mencangklongkan tas dipundaknya.
Kai dan Angel berjalan melewati Lia dan Steve. Tiba-tiba Lia memanggil nama Kai dengan suaranya yang lembut.
"Kai, tunggu!" Lia melangkahkan kaki mendekati Kai dan Angel.
Kai berhenti saat mendengar Lia memanggilnya. "Ya," kata Kai menjawab panggilan Lia. Kai berdiri sambil menatap Lia yang berjalan ke arahnya.
Setelah Lia berada tepat di hadapan Kai, dia langsung menatap Kai lekat. Kai seperti terpanah akan tatapan mata indah Lia padanya. Tapi senggolan tangan Angel menyadarkan Kai.
"Ada apa?" Kai bertanya pada Lia yang sedang berdiri dihadapannya itu.
__ADS_1
Lia tersenyum dan memberikan sebuah kaling pada Kai. "Ini, pakailah." Lia mengulurkan tangannya yang menggenggam kalung kesayangan Kai yang dia berikan pada Lia waktu itu.
Kai mengambil kalung itu dan melihatnya, sekilas bayangan Kai waktu memberilan kalung itu pada seorang gadis muncul meakipun samar-samar.
Lia kemudian berjalan menuju kelas bersama Steve. "Tunggu!" Kai berjalan menghampiri Lia.
"Apa maksudmu memberikan kalung ini padaku? siapa kamu sebenarnya." Kai masih bertanya pada Lia karena gadis didalam penglihatannya itu masih samar-samar.
Lia tidak menjawab, dia hanya berjalan dengan tersenyum sinis pada Kai. Steve lega melihat Lia mencoba tegar meskipun aslinya didalam hatinya tidak bisa melepaskan Kai.
"Kai, sudahlah. Ayo kita masuk." Angel mengajak Kai masuk kedalam kelas untuk memulai ujian.
Kai menuruti perkataan Angel, mereka kemudian duduk dibangku masing-masing untuk memulai ujian yang diberikan oleh guru mereka.
Selesai ujian, Silvia mulai mendekati Kai kembali. Tapi sekarang ada Angel yang selalu berada disamping Kai. Angel mengikuti Kai seperti perangko.
Kai masih penasaran dengan kalungnya itu, Kai berpikir keras untuk mengingat kejadian itu, kejadian saat dia memberikan kalung pada seorang gadis yang dia sayangi.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
__ADS_1
IG : Blue Flower