
Kai yang mendengar suara itu pun ikut keluar dari kamarnya. Setelah mereka berada di ruang tamu, benar saja barang jatuh tapi tidak ada seorang pun di sana.
Kai dan papanya heran, tapi mereka belun menemukan sesuatu yang mencurigakan. Akhirnya mereka kembali masuk ke dalam kamar masing-masing.
Mereka beranggapan mungkin itu hanya kucing yang lewat dan tidak sengaja memecahkan vas bunga yang ada di meja ruang tamu.
***
Keesokan harinya, Kai bangun dan langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah begitu juga dengan Angel dan Velly.
Sebelum berangkat seperti biasa mereka menikmati sarapannya terlebih dahulu. Bagi Vampire origin yang sudah terbiasa tanpa darah mereka hanya makan makanan layaknya manusia biasa.
Tapi berbeda dengan Kai yang terkadang masih ketergantungan dengan darah. Katena Kai memang masih belum sepenuhnya bisa menahan diri terhadap aroma darah. Tapi dia sudah terbiasa untuk menahan rasa inginnya itu pada darah.
Selesai sarapan Kai, Angel dan Velly berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Velly di bantu oleh Kai untuk masuk ke dalam mobil. Angel menaruh kursi roda Velly di bagasi belakang mobil.
***
Di rumah Lia dan Steve juga sudah bersiap-siap berangkat ke sekolah. Di jalan Steve hanya terdiam tanpasepatah katapun. Lia yang merasa heran dengan diamnya Steve mulai betbicara.
"Hei, kamu kenapa?" tanya Lia sambil memandang Steve yang masih mengemudi mobilnya.
"Tidak apa-apa." Steve menjawab tanpa melihat Lia.
Lia masih canggung dengan kediaman Steve yang biasanya ceria dan jahil. Lia merasa Steve sedang marah padanya karena masalah kemarin. Tapi Lia tidak merasa bersalah hanya karena meninggalkan Steve untuk istirahat ke dalam kamarnya.
"Steve ... emmm, itu ...." Lia bingung mau bicara apa pada Steve untuk memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Katakan saja, nggak usah canggung gitu," kata Steve.
"Bukan apa-apa sih, aku hanya merasa aneh aja kamu kayak gini. Tidak biasanya kamu hanya diam saja, biasanya kamu paling suka jahil banyak bicara juga." Lia mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Lia, tidak semuanya bisa seperti biasanya. Dan tidak semuanya bisa seperti apa yang kamu mau," seru Steve dengan nada rada kesal.
'Apa ada kata-kataku yang salah?' batin Lia.
Lia masih merasa aneh dengan sikap Steve, tapi Lia memilih diam karena takut salah bicara dan membuat Steve tambah kesal.
Sesampainya di sekolah. Seperti biasa Kai dan Steve selalu menemukan tempat parkir yang berdekatan. Lia turun dari mobil dan menatap ke arah mobil yang ada di seberang jalan.
__ADS_1
Kai membantu Velly turun dari mobil, dan Angel mengambil kursi roda untuk Velly.
"Sini aku bantu." Kai menggendong Velly.
"Terima kasih Kai," kata Velly.
Kemudian Kai mendudukan Velly di kursi rodanya. Kai tidak tau kalau Lia mengamati dia dari seberang jalan. Karena perkiran mereka hanya dibatasi oleh jalan yang menuju ke kelas.
Steve yang baru turun dari mobil sangat terkejut melihat Velly berada di kursi roda. Akhirnya Steve langsung berlari menuju ke parkiran mobil Kai.
"Vel, kamu kenapa? kamu sakit," tanya Steve dengan penuh ke khawatiran.
"Nggak lah, aku cuma terkilir saja. Satu minggu lagi juga bisa sembuh kata Om Roy." Velly menjawab dengan senyuman di wajahnya.
"Kalau begitu biar aku saja yang membantumu," ujar Steve.
"Jangan, ada Kai kok. Santai aja Steve, aku nggak sepaprah itu. Lagian Om Roy bilang Kai harus bertanggung jawab atas perbuatan dia, jadi Kai yang harus membantuku." Velly menatap ke arah Kai sambil tersenyum.
Angel mulai merasa geram dengan sikap dan kata-kata Velly. Tapi Angel menahannya kembali. Kai hanya menggaruk kepalanya saat mendengar perkataan Velly.
Akhirnya Kai meraih kursi roda yang di duduki oleh Velly itu dan mendorongnya perlahan-lahan. Lia hanya bisa melihat apa yang di lakukan oleh kekasihnya itu.
"Steve, Angel, aku duluan ya. Aku mau ke perlustakaan dulu sebelum masuk kelas." Lia langsung berjalan mendahului mereka berempat.
Kai merasa Lia kesal padanya, dan lamgsung mengejar Lia yang menuju ke arah perpustakaan. Kai menyerahkan tanggung jawabnya pada Angel.
"Lia, Li tunggu !" teriak Kai sambil mengejar Lia.
Tapi Lia yang sangat kesal pada Kai tidak mau mendengar atau peduli dengan panggilan dari kekasihnya itu. Dia masih terus saja berjalan ke perpustakaan.
Di depan pintu masuk perpustakaan, Kia menabrak Arnes. Arnes lalu mengambil bukunya yang jatuh. Lia lalu membantu mengambili buku-buku Arnes yang berserakan di lantai.
"Maaf, maaf. Aku tidak sengaja," ucap Lia.
"Iya, nggak apa-apa kok. Santai aja," kata Arnes sambil berdiri dan langsung kembali ke dalam kelas.
Arnes yang sebenarnya masih mengincar Lia, hanya pura-pura tidak peduli padanya saat ini. Arnes masih merupakan mata-mata dari seseorang yang ingin sekali memghabisi Lia. Karena bagi orang itu, Lia adalah ancaman terbesar.
"Lia, tunggu." Kai menarik tangan Lia.
__ADS_1
"Apaan sih lepasin nggak?" Bentak Lia.
"Nggak, aku nggak akan lepasin sampai kamu mau mendengar penjelasanku dulu." Kai masih berusaha membujuk kekasihnya itu untuk mendengarkan penjelasan darinya.
Lia hanya diam tanpa menolak atau menerima. Bagi Kai diamnya Lia berarti dia mau mendengarkan apa yang ingin dia jelaskan.
"Jadi, kemarin itu waktu di jalan aku tidak sengaja menabrak Velly. Dan sekarang aku harus menjaganya sesuai keinginan papaku. Aku mohon kamu ngertiin aku kali ini aja," ucap Kai memohon pada Lia.
Lia masih tidak menjawab pertanyaan Kai, sebenarnya Lia ingin memberikan izin pada kekasihnya itu. Tapi hatinya berat karena Lia merasa Velly sengaja ingin dekat dengan Kai dengan alasan seperti itu.
"Li, please ...." bujuk Kai pada Lia.
Lia menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Kai. "Oke," ucap Lia dengan berat hati.
"Terima kasih Lia, kamu sudah mau percaya padaku. Aku janji ini hanya satu minggu saja," kata Kai sambil tersenyum lega karena kekasihnya sudah memberi izin dia untuk menjaga sahabatnya itu.
Lia dan Kai masuk ke dalam kelas, Angel dan Steve curiga pada mereka karena sepertinya mereka semakin dekat tidak seperti biasanya.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
__ADS_1