
Kai mulai menjelaskan apa yang dia ketahui tantang gadis yang ada di dalam mimpi Steve itu. "Baiklah, aku akan memberitahukan padamu tentang apa yang aku tahu tentang Lilith," ucap Kai sambil duduk santai di samping Steve.
"Katakan." Steve seakan tidak sabar untuk segera mengetahui apa yang sebenarnya belum dia ketahui tentang Lilith.
Lilith, dia adalah wanita yang sekujur tubuhnya di penuhi dengan ular. Dia bisa berubah menjadi normal dengan pakaian yang indah, dia juga memiliki paras yang begitu sangat cantik sehingga tidak ada satu laki-laki pun yang bisa menghindari kecantikannya.
"Lalu kenapa dia bisa muncul dan menyetubuhiku di dalam mimpi?" tanya Steve yang memotong penjelasan Kai.
"Hmm, makanya biarkan aku melepaskan baju dulu. Belum selesai buka baju udah kamu perkosa duluan," Kata Kai sambil tertawa.
"Gila lu Kai, aku masih normal kali." Steve mendorong Kai yang duduk di sampingnya sambil tertawa.
"Ya udah mau dilanjutin nggak nih?" tanya Kai.
"Lanjutin lah. Nanggung juga udah buka baju ini." Timpal Steve membalas ucapan Kai.
Tawa pecah mereka berdua menjadi awal yang baik untuk hubungan persaudaraan mereka. Kemudian Kai melanjutkan ceritanya tentang Lilith.
Lilith adalah ibu ratusan setan. Dia juga dikenal sebagai vampire pertama dalam sejarah yang hidup abadi. Dia tidak bisa menyerang orang yang ditujunya secara langsung, kekuatannya hanya bisa digunakan di alam mimpi. Lilith hanya menggoda para lelaki untuk tidur bersamanya di dalam mimpi.
"Jadi begitu." Steve mengerti sekarang kenapa wanita cantik itu menyetubuhinya di alam mimpi.
"Sekarang kamu sudah tahu kan? tapi percuma, karena kamu sudah masuk dalam perangkap wanita itu, ucap Kai.
"Tapi Kai, apa dia akan datang menggangguku lagi?" tanya Steve.
"Aku tidak tahu dia akan datang lagi atau tidak padamu. Dia sulit ditebak, Lilith adalah wanita misterius yang sangat berbahaya. Dia itu roh angin, atau bisa juga di katakan dia itu iblis perempuan," Kata Kai dengan wajah yang serius.
Saat Kai dan Steve sedang serius bercerita tentang Lilith, Velly dan Angel tiba-tiba masuk kedalam tenda Kai. Tentu Kai dan Steve sangat terkejut, mereka tidak ingin Velly dan Angel mengetahui tentang wanita iblis itu sebelum ada bukti jelas tentang kedatangannya.
"Kalian sedang apa? tumben nggak keluar." tanya Angel.
"Kami sedang bersantai saja, sambil menunggu tugas selanjutnya dari Bu Winda dan Pak Rasya." jawab Kai sambil merebahkan tubuhnya.
Lia yang tidak sengaja melewati tenda Kai dan Steve, tidak sedikitpun melihat ke arah tenda Kai. Dia berjalan seakan tidak ada tenda atau apa pun yang menghalangi jalannya. Tatapan Lia tetap ke arah depan.
Steve yang melihat Lia langsung bergegas keluar tenda, dia langsung menahan tangah Lia. "Lia tunggu." Steve memegang tangan Lia dan akhirnya Lia terpaksa berhenti
__ADS_1
"Ya, ada apa?" tanya Lia sambil tersenyum.
"Kamu mau kemana?" tanya steve.
"Aku mau pergi ke sungai," kata Lia.
Rana dan Rani hanya memperhatikan steve dan Lia yang berbincang-bincang. Lia seperti tidak ingin berlama-lama di depan tenda Kai, dia langsung berpamitan pada Steve.
"Steve aku duluan ya, takut keburu di panggil Bu Winda. Jadi kami harus mandi dulu," ucap Lia sambil melepaskan tangannya dari genggaman Steve.
Kai yang sedari tadi hanya duduk diam di tenda sambil menyaksikan mantan kekasihnya bersama dengan kakaknya. Angel yang jahil pun mulai membuat hati Kai panas dengan bumbu-bumbu pedas dari bibir Angel.
"Wah, Kak Steve dan Lia kalian serasi deh. Kenapa nggak pacaran aja," kata Angel.
"Iya, kenapa nggak jadian aja Lia sama Steve. Steve pethatian banget lho sama kamu." sambung Velly sambil tersenyum.
Steve hanya tersenyum mendengar ucapan Angel dan Velly. Lia yang merasa tidak nyaman dengan tatapan laki-laki yang pernah menjadi tambatan hatinya itu merasa ingin segera pergi dari tempat dia berdiri sekarang.
"Yah, sangat serasi. Kenapa nggak langsung nikah aja sekalian," kata Kai sambil rebahan.
Angel dan velly tertawa mendengar ucapan Kai. "Gila aja kamu Kai, masih sekolah mana boleh nikah, ucap Angel sambil tertawa.
"Ya siapa tau Steve udah ngebet pengen nikah." Kai mulai tertawa setelah mengingat ucapannya tadi pada Steve.
Steve masuk kedalam tenda dan langsung memukul kaki Kai yang sedang rebahan. Velly dan Angel ikut tertawa. Steve ingin tertawa tapi dia sedikit kesal karena ucapan adiknya itu membuat Lia tidak nyaman.
"Kalian bener-bener ya," ucap Steve.
"Udah ah, aku mau cari angin dulu." Kai kemudian melangkah keluar tenda.
Kai berjalan tanpa tujuan. Di tengah jalan ke arah sungai, Kai berpapasan dengan Arnes yabg duduk di jembatan. Kai kemudian mendekati Arnes yang sedang bersantai sendirian.
"Arnes, kamu belum menjelaskan aoa yang terjadi malam itu pada Angel." Kai masih mengingat apa yang terjadi di dalam hutan waktu itu.
"Kai, itu ... sebenarnya bukan aku." Arnes ragu menceritakan pada Kai apa yang telahbdia perbuat pada angel malam itu.
"Katakan! atau kamu ingin aku paksa untuk jujur?" Kai sedikit mengancam pada Arnes karena dia geram pada laki-laki yang ada dihapadannya sekarang ini.
__ADS_1
Arnes ingin berkata jujur pada Kai tapi tiba-tiba Vino datang. Kedatangan Vino membuat Kai semakin yakin kalau ada sesuatu yang Arnes lakukan pada Angel di hutan waktu itu.
"Ternyata kamu," ucap Kai sambil memasukkan tanganya di kedua saku celananya.
"Ya, lama tidak berjumpa Kai. Ternyata kamu masih ingat padaku." Vino melipat tangan di dadanya.
Tatapan kebencian tersirat di mata Vino dan Kai. Kedua laki-laki itu memiliki dendam yang tidak satu orang pun yang tau. Arnes terdiam melihat kedua orang itu seperti hendak saling memakan satu sama lain.
'Ada apa ini? kenapa aku dihadapkan dalam kondisi seperti ini. Mereka berdua seperti macan dan singa yang ingin salinh menerkam.' batin Arnes.
"Bagaimana keadaan kekasih tercintamu itu Kai, apakah dia sudah siap mati? aku sedang menunggu saat itu terjadi," ucap Vino sambil tersenyum sinis.
"Oh, jadi apa yang terjadi pada dia selama ini, itu adalah ulahmu? nggak nyangka ternyata kamu adalah dalang dari semua ini." Balas Kai.
Kai tidak terkejut, hanya saja dia tidak mengira dendam Vino itu terus berlangsung hingga sekarang. Arnes masih berdiam menyaksikan perdebatan Kai dan Vino.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
__ADS_1