
Lia pun berteriak memanggil Steve yang sedang santai menikmati roti dengan selai cokelat kesukaannya. "Steve! Steve ...." teriak Lia dari dalam kamar mandi.
Steve yang sedang mengunyah sarapannya langsung berlari mendengar teriakan Lia, Steve takut akan terjadi apa-apa pada Lia.
Sesampainya di kamar Lia, Steve tida melihat Lia, Steve berteriak memanggil-manggil Lia karena Steve sudah sangat panik.
"Lia! Lia! Kamu dimana?" teriak Steve sambil mencari Lia.
"Steve aku disini, di kamar mandi." jawab Lia.
Steve sedikit lega dan juga kesal karena Lia berteriak memanggilnya saat dia sedang sarapan. Steve menghampiri Lia di depan pintu kamar mandinya.
"Ada apa? kenapa berteriak memanggilku, bikin kaget aja, kalau tadi rotinya ketelen gimana? mau aku mati ya kamu." Steve ngoceh seperti burung yang belum dikasih makan.
"Yaelah, aku cuma mau monta tolong. Tolong ambilin handuk yang ada di atas kasur itu dong."
"Cuma itu doang? ngapain teriak-teriak segala beruang." ejek Steve pada Lia.
"Ya kali aku keluar nggak pakai handuk, entar mata kamu jelalatan lagi."
"Lah kan kamu di dalam kamar beruang, siapa juga yang mau lihat." kata Steve.
"Iya ya, aku lupa. Ya udah gih buru ambilin aku mau ganti baju nih entar keburu telat ke sekolahnya." kata Lia.
Steve kemudian mengambil handuk yang qda di atas tempat tidur Lia, lalu Steve memberikannya pada Lia. Lia mengambil handuk yang di berikan oleh Steve dan langsung keluar dari dalam kamar mandi.
Steve yang duduk di tempat tidur Lia tercengang saat melihat gadis cantik itu hanya berbalut handuk di depan matanya. Mata Steve tidak bisa berpaling melihat keindahan itu.
"Eh, kamu mau di sini sampau kapan? mau lihat aku gantu baju?" kata Lia.
Steve hanya tersenyum kemudian keluar dari kamar Lia. Lia langsung mengganti ganti baju dan siap-siap untuk sekolah.
***
Dirumah Kai sudah siap untuk berangkat sekolah, Mama Kai menyuruh sopir untuk mengantar Kai ke sekolahnya, tapi Kai tidak mau. Kai memilih untuk mengemudi mobilnya sendiri karena Kai tidak mau di awasi.
Papa Kai menyetujui permintaan Kai, tapi dengan syarat Kai harus bisa menjaga nafsu dan hasratnya, karena dalam kondisi Kai sekarang, akan memungkinkan baginya untuk menyerang manusia.
Kehausan dan rasa penasaran Kai terhadap darah manusia masih belum bisa di hentikan. Meskipun sekarang Kai lebih kuat dari sebelumnya, tapi tidak menghentikan keinginannya untuk menghisap darah manusia.
__ADS_1
Justru keinginan itu semakin memuncak, dan kadang tidak bisa di tahan lagi. Ini yang membuat mamanya khawatir, Mama Kai tidak mau kejadian 15 tahun lalu terulang lagi.
"Ma, pa, Aku berangkat dulu." Kai berpamitan sambil merapikan seragamnya.
"Kai, ingat pesan mama dan papa. Kamu harus bisa menahan hasrat dan keinginan kamu." Papa Kai mengingatkannya sekali lagi.
"Iya, tenang aja." kata Kai sambil tersenyum.
Kai berangkat ke sekolah sambil mengemudia mobilnya sendiri, Kai merasa sedikit bebas, karena bisa menghirup udara diluar rumahnya.
di jalan Kai hampir bertabrakan dengan mobil lain, Kai langsung mengerem mobilnya secara mendadak.
Ciiiiitttt !!!!
Mobil Kai berhenti, Kai kesal dan turun dari mobilnya, kemudian menghampiri mobil yang berhenti di depannya itu.
"Hei, keluar kamu." kata Kai mengetuk kaca mobil orang itu.
Tentu Kai sedikit terkejut saat melihat yang hampir menabraknya itu adalah Steve dan Lia. Steve keluar dari mobil, Lia hanya menihat mereka dari dalam mobil karena Steve tidak mengizinkan dia keluar dari mobil.
"Oh, jadi kamu." kata Kai dengan santai.
"Iya ini aku Kai, mungkin pagi ini kita memang sudah dipertemukan sebelum kita ketemu disekolah." kata Steve sambil memasukkan tangan kedalam saku celananya.
"Dia, dia itu ...." ucapan Steve di potong oleh celotehan Kai.
"Ya udah aku mau ke sekolah ya, terserah deh kalian mau pacaran kemana aja. Aku pergi dulu ya." ejek Kai pada Steve.
"Kai! ...." teriak Steve memanggil Kai.
"Oh iya satu lagi, nama kamu siapa? Steve ya. Iya Steve, selamat bersenang-senang." Kai langsung masuk ke dalam mobilnya setelah mengucapkan kata-kata yang menyayat hati Lia.
Lia menangis di dalam mobil mendengar ucapan Kai, Lia tidak menyangka kalau Kai akan bersikap seperti itu padanya. Tangisan Lia semakin menjadi saat Steve masuk kedalam mobil.
Steve mengerti kenapa Lia menangis seperti itu, dia berusaha untuk menenangkan Lia agar tidak menangis lagi.
"Lia, jangan di masukin hati ya ucapan Kai tadi, mending kamu masukin kantong palstik aja biar bisa kamu buang." goda Steve pada Lia.
Lia melirik pada Steve yang sedang mengemudi mobilnya, tatapan Lia seperti ingin memakan orang yang ada di sampingnya saat ini. Steve menyadari saat Lia melirik kearahnya.
__ADS_1
"Hei, kenapa kamu seperti ingin memakanku?" tanya Steve.
"Bukan hanya ingin memakanmu, tapi aku juga ingin membunuhmu." ucap Lia kesal.
Steve tertawa mendengar ucapan Lia, tapi Lia semakin kesal pada Steve karena selalu bercanda di saat dia lagi butuh ketenangan.
Sesampainya disekolah, Lia turun dari mobilnya, sedangkan Steve masih memarkirkan mobil. Saat Lia turun, ada satu mobil ngebut dan melewati genangan air yang ada di hadapan Lia.
Seragam Lia yang berwarna putih, kini berubah warna menjadi cokelat kerana kecipratan genangan air yang di lewati mobil tadi.
"Woi! bisa nggak pelan-pelan nyetirnya. Mata kamu nggak lihat apa ada genangan air." Teriak Lia pada mobil itu.
Mobil itu berhenti seketika saat mendengar teriakan Lia yang mencaci maki pengemudinya. Akhirnya mobil itu mundur, ke tempat dimana Lia berdiri saat ini.
Lia menatap kesal ke mobil itu, Lia baru menyadari kalau mobil itu milik Kai. Lia tertegun saat Kai membuka kaca mobilnya, Kai menyeringai seperti orang yang tidak bersalah.
"Hei nona, aku kira kamu tidak akan kesekolah. Kenapa tidak jadi kencan sama Steve, malah berdiri di sini seperti orang ****." kata Kai kasar pada Lia.
Lia hanya terdiam mendengar kata-kata Kai padanya. Steve uang sudah memarkirkan mobilnya menghampiri Lia yang tidak bergerak sedikitpun seperti patung di hadapan Kai.
Steve sudah kehilangan kesabaran atas tingkah laku Kai yang sangat kelewatan pada Lia. Tapi Kai yang tidak peduli dengan perasaan Lia saat ini, dia malah pergi sambil tersenyum sinis pada Lia dan Steve.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
__ADS_1
TERIMA KASIH ...
IG: Blue Flower